[Valid RSS]

Kabarikn.com,Tana Paser - Pemilihan anggota BPD Bai Jaya Kecamatan Batu Engau periode 2021-2027 yang diselenggarakan pada hari ini, Rabu (24/11/2021). Untuk wilayah pemilihan dapil I telah menetapkan calon terpilih nomor urut 1 Mariyati dan nomor urut 3 Aj Jemain.

Hal ini diungkap saat Kabarikn mengkonfirmasi At Jemain sore tadi, ia mengatakan Alhamdulillah perjuangan tidak mengkhianati hasil. Saya ucapkan terimakasih pada semua masyarakat yang ada di Desa Bai Jaya khususnya di wilayah pemilihan 1 yakni  RT 1, RT 2 dan RT 3.

Perolehan suara terbanyak satu itu diperoleh suara tertinggi Mariyati dengan jumlah suara 210, dan perolehan suara terbanyak ke dua adalah At Jemain dengan jumlah suara 190.

Menurut informasi yang diungkapkan At Jemain bahwa pemilihan BPD Desa Bai Jaya hari ini terpilih 4 wajah baru dan 1 orang wajah lama.

"Yang jelas perjuangan saya adalah untuk masyarakat Bai Jaya dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat," pungkasnya. (ar)

Kabarikn.com,Tana Paser - Guru PAI SMP Muhammadiyah Tanah Grogot Syarif Hidayatullah KH, S.Pd.I Mengatakan bahwa pahlawan tanpa tanda jasa, masih terngiang di telinga kita. Dialah Guru, digugu lan ditiru (didengar dan dicontoh). Tapi terkadang malah terlihat wagu tur kuru (kurang enak dilihat dan kurus). 

"Dalam kaca mata saya, jasa guru tak tergantikan. Dari beliaulah kita mengenal dunia. Kita mengenal A, B, C dan 0, 1, 2, 3 sampai kita bisa mengenal diri kita dan hidup sebagai manusia yang berakhlak," kata Syarif.

Pada hakikatnya guru adalah semua dan apa saja yang mengajarkan kepada kita tentang apa saja dalam kehidupan. Manusia, binatang bahkan kejadian tertentu dapat menjadi guru kita. Termasuk Allah sebagai Rob, sebagai Pengatur, Pendidik makhluk di alam semesta ini. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al Alaq ayat 4 dan 5:

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran Qolam (pena),

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

"Dengan “pena” manusia dapat menyatakan ide, pendapat dan keinginan hatinya dan dari pena manusia juga mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan baru. Dengan “pena” ini mengandung isyarat bahwa kita harus mencatat semua yang kita pelajari, baik wahyu Ilahi maupun ilmu pengetahuan. Serta hakikatnya Allah yang mengajarkan apa-apa yang tidak kita ketahui. Itulah Allah berfungsi sebagai Rob, Pendidik bagi manusia di alam semesta yang fana ini," terangnya. 

Secara umum dalam Bahasa Indonesia pengertian guru adalah merujuk sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. "Jadi guru tidak hanya menjalankan kewajiban mengajar, menghabiskan kurikulum saja. Tapi yang terpenting adalah mendidik peserta didik agar menjadi manusia yang benar dan berakhlak mulia," tuturnya. 

Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia (Wikipedia Bahasa Indonesia).

Sudah dijelaskan bahwa secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.

"Namun kenyataan bahwa guru disibukkan dengan berjuta administrasi dan sangat menyita perhatian sang guru. Sehingga konsentrasi mengajar dan mendidik sangat terganggu. Apalagi guru yang sudah sertifikasi. Tak sedikit guru yang bekerja hanya mengejar memenuhi tuntutan sertifikasi. Benar itu untuk penghargaan pemerintah terhadap guru. Tapi sebenarnya pemerintah sudah seharusnya memberikan perhatian dan penghargaan kepada guru tanpa syarat. Apa gunanya Pengawas Sekolah, apa gunanya Kepala Sekolah yang senantiasa menilai kinerja dan kondite guru. Jadi biarkan guru mempunyai keleluasaan dalam berkreasi untuk mendidik peserta didik, tanpa dibebani administrasi yang banyak. Jangan sampai guru berubah orientasi dalam mengajar, bukannya mendidik agar peserta didik menjadi orang yang lebih baik, tapi malah mengejar sertifikasi untuk mendapat gaji yang baik," bebernya. 

Sudah diajarkan dan dicontohkan Allah, bahwa mengajar dan mendidik harus dengan kasih sayang dan penuh keihlasan. Gaji atau honor adalah bonus. Jadi guru seharusnya tidak usah memikirkannya, karena sudah dipikirkan dan dipenuhi pemerintah yang paham akan hakikat guru.

"Setiap diri kita hakikatnya adalah guru buat orang lain. Kita punya kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, ilmu yang kita miliki untuk ditularkan kepada orang lain. Sehingga orang bisa transpirasi dan termotivasi dengan apa yang kita ajarkan kepada orang lain. Itulah termasuk “ilmu yang bermafaat” yang pahalanya tidak putus-putus walaupun kita sudah meninggal, sepanjang masih dipraktekkan.

Setiap diri kita hakikatnya adalah guru buat orang lain. Kita punya kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, ilmu yang kita miliki untuk ditularkan kepada orang lain. Sehingga orang bisa transpirasi dan termotivasi dengan apa yang kita ajarkan kepada orang lain. Itulah termasuk “ilmu yang bermafaat” yang pahalanya tidak putus-putus walaupun kita sudah meninggal, sepanjang masih dipraktekkan ilmu yang kita ajarkan. (Al Hadits). Jadi guru sebagai profesi bisa pensiun, tapi guru sebagai abdi kita sampaikan kebenaran sampai mati," tutupnya. (ar)

 

Kabarikn.com,Tana Paser - Relokasi Pasar Senaken dari pasar sementara ke blok A dan blok B belum berjalan mulus, pasalnya ada pedagang yang masih protes. yakni dari pedagang blok A protes itu, karena barang dagangan nya tidak maksimal dalam menempatkan barang dagangannya jika menggunakan kotak kayu. Selain itu juga di blok A sebenarnya diperuntukkan pedagang sayur tapi hingga saat ini data yang disebutkan oleh pedagang hampir 80 persen yang akan menempati  justru bukan dari pedagang sayur.

Saat tim KabarIkn mencoba menanyakan beberapa pedagang terkait hal itu, salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa persoalan blok A sebenarnya adalah persoalan kebijakan. Karena tidak semua pedagang yang ada di blok A itu pedagang sayur justru didominasi kelontongan dan pedagang beras.

"Harusnya dinas terkait mendata terlebih dahulu tentang kebutuhan pedagang sebelum pembangunan pasar senaken pasca kebakaran, sehingga tidak menuai protes seperti saat ini," kata pedagang itu yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sebelumnya juga pedagang sempat mengadukan nasibnya pada DPRD Paser, terkait pembangunan blok A yang tidak permanen sehingga di protes oleh pedagang beras atau kelontongan karena bangunan tersebut tidak maksimal untuk menempatkan barang dagangannya.

Namun, kemarin Selasa (16/11/2021) Apriyal Fakih mengungkapkan bahwa orang tuanya yang juga pedagang pasar khusus menempati blok A justru mendapatkan kabar bahwa pemerintah bersikukuh untuk pedagang tetap  menggunakan peti atau kotak kayu, sehingga mereka yang belum pindah diberi waktu seminggu untuk mengangkut barang dagangannya di tempat yang sudah disediakan.

Sehingga Apriyal Fakih mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah tidak lagi berpihak pada pedagang, karena pemerintah tidak mengindahkan apa yang menjadi rekomendasi dari DPRD yang mana di poin 4 menyebutkan bahwa DPRD mendukung blok A renovasi sesuai jenis jualan pedagang dengan catatan tidak kumuh.

Lanjut Apriyal Fakih menyebutkan bahwa kami akan melakukan audiensi dalam waktu dekat dengan Bupati Paser, tapi jika ini juga tidak terwujud kami akan melakukan aksi demontrasi ke pemerintah daerah.

"Karena rehab kayu menurut kami itu tidak maksimal dengan menggunakan kotak atau peti kayu, kita berharap pemerintah ada keadilan untuk menentukan nasib kami," pintanya.

Kemudian saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM H. Hairul Saleh S. Sos , M. Si mengatakan bahwa kita sudah berkoordinasi dan mendiskusikan pada Bupati Paser bahwa keputusan Pemerintah Daerah tetap dengan menggunakan kotak kayu bukan bentuk permanen seperti yang diminta pedagang khusus blok A.

"Sesuai dengan keinginan Bupati, kita akan kembalikan fungsi semula yaitu untuk sayur yang hanya menggunakan kotak saja," ungkapnya.

Lanjutnya Khairul saleh mengatakan bahwa yang menjadi persoalan pada Blok A saat ini adalah karena adanya pedagang kelontongan dan beras yang tidak bisa menambah dengan kotak kayu karena kapasitas barangnya tidak cukup.

" Tapi sesuai dengan rencana kita dengan Bupati Paser tahun 2022 akan dianggarkan kembali untuk membangun pasar untuk khusus kelontongan dan khusus pedagang beras, sehingga kita akan mendata ulang kembali," kata Hairul pada kabarikn, lewat telpon.(ar)

Kabarikn.com,Tana Paser - Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Wilayah hukum Polres Paser, Kanit Kamneg Ipda Aditya Ramadhan, STrk melalui Sat Intelkam Polres Paser melaksanakan silaturahmi kepada Pengurus Yayasan As Salam Lidakwatul Islamiyah Paser di Desa Jone, Sabtu (20/11/2021).

" Kami berkunjung dan bersilaturahmi ke Yayasan As Salam Lidakwatul Islamiyyah, kemudian menyampaikan pesan pesan Kamtibmas dalam rangka mendukung tugas kepolisian menjaga keamanan yang kondusif di Kabupaten Paser," kata Ipda Aditya Ramadhan 

Selain itu juga ia menyampaikan agar tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Polres Paser dan segera memberikan informasi apa bila ada hal maupun kegiatan yang dapat menyebabkan gangguan kamtibmas dan terjadinya potensi konflik di wilayah Kabupaten Paser.

Kemudian dari ketua yayasan Assalam Lidakwatul Isamiyah Tajudin Nor mengatakan bahwa kita menyambut baik silaturahmi Polres Paser melalui Sat Intelkam Polres Paser, yang dimana pada intinya kita selalu mengikuti himbauan Kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk mentaati protokol kesehatan dan kami juga siap bekerjasama agar negara ini aman, tentram dan sentosa. 

"Kita juga selalu mendoakan semoga Allah menjaga pekerjaan kepolisian dalam kedinasannya agar selalu dalam lindungan Allah SWT untuk seluruh kepolisian yang ada di Indonesia dan khususnya wilayah kerja Polres Paser," kata ustaz Tajudin Nor

Pihak yayasan menyebutkan bahwa jumlah santri  saat ini yang aktif ada 15 orang santri. 

Kemudian setelah kegiatan silaturahmi dilanjut dengan kegiatan menyerahkan bantuan Sat Intelkam Polres Paser pada Yayasan Assalam Lidakwatul Islamiyah berupa tandon yang berisi 5.500 L, tandon stainles, pengeras suara dan mixer. (ar)

Foto : Pengacara, Muhammad Ali

Kabarikn.com,Tana Paser-NH selaku Direktur Grand Citra Regensi, dilaporkan ke kepolisian oleh Pengacara bu Heni, M Ali karena dianggap telah  menipu dan mengelapkan uang beberapa warga dan uang Pelapor.

Adapun penipuan dan penggelapan yang dilakukan NH adalah dengan modus menawarkan adanya program rumah murah pada tiap-tiap  pegawai guru dan perawat yang ada diwilayah Kecamatan Kuaro.

"Ya, Klien saya dan beberapa warga di Kuaro, sempat jadi korban penipuan NH. Mereka diiming-imingi investasi rumah murah, tapi setelah beberapa kali uang diserahkan, jangankan rumah, tanahnya pun tidak ada. Tutur Ali saat mendampingi Kliennya.

Padahal NH selaku pelaku usaha investasi bodong. Sejak tanggal 22 Maret 2018 berulang ulang mendatangi korban. Mulai sejak medatang dengan alasan menyuruh korban membayar uang DP pemesanan rumah Rp.30.000.000.

kemudian (tanggal 09 April 2018), NH kembali mendatangi. Dan meminta korban membayar angsuran pembelian matrial dan upah pembuatan rumah tersebut sebesar Rp.18.500.000.

Kemudian tanggal 16 April 2018 NH juga kembali meminta Korban memberi uang Rp.16.500.000 dan tanggal 19 April 2018 NH meminta uang tambahan sebesar Rp.15.000.000-,  dengan alasan untuk membuat biaya tambahan pembangunan dapur dan kamar mandi. 

Dan rekahir tangga 25 April 2018  NH  juga meminta pada korban uang sebesar Rp.4.000.000- untuk membayar sisa uang kerja para tukang, ujar Ali

Tapi bukan main kagetnya Korban, saat mengecek perkembangan perumahan yang dijanjikan ternyata sampe sekian tahun dinanti-nanti ternyata bangunan yang dijanjikan tidak ada. 

"Bahkan dari informasi warga disekitar lokasi, disampaikan bahwa lahan yang mau dijadikan areal perumahan pun ternyata tidak jadi dibuat areal perumahan, karna lahanya juga belum ada dibayar oleh Terlapor" tutur Ali.

Dari pengakuan korban Heny. Total kerugian uang tunai yang dialaminya pribadi adalah Rp.84.000.000-, dan itu diluar korban-korban nasabah lainnya yang ada di Kecamatan Kuaro ini. Ungkapnya. 

Dikonfirmasi terpisah. Penyidik Polsek Kuaro, Joko  saat dihubungi awak media  Via telpon, Jum'at (12/11/2021) membenarkan, bahwa Korban melalui kuasanya ada mebuat aduan tertulis pada tersangka NH, Dan pihak penyidik akan kembali memanggil terlapor, karna sebelumnya sudah pernah melayangkan surat pemangailan pada terlapor NH.

"Saat kami buatkan pemangilan, terlapor melalui kuasanya mengaku  dan minta diberi waktu dan  beritikat menyelesaikannya dengan pihak korban. Ternyata kan tidak ada, ya kalo gitu mau tak mau pasti ini kami akan segera proses kembali secara tegas", tuturnya menerangkan.(*/ali)