[Valid RSS]

Foto : Pemerhati Politik dan Hukum Tanah Paser Muchtar Amar SH

Kabarikn.com.Tana Paser - Muchtar Amar, SH Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) Tanah Paser, mengatakan bahwa Persoalan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur juga menjadi sorotan publik di dunia internasional, hal termasuk ‘EM’ yang di khawatirkan IKN berpotensi mangkrak, meski sedang menjalani proses hukum atas dugaan ujaran kebencian.

Kritik yang mengkhawatirkan IKN berpotensi Mangkrak merupakan hal wajar, hal ini disampaikan oleh Muchtar Amar selaku Pemerhati Politik dan Hukum ‘PATIH’.

“itu wajar saja, kritik konstruktif perlu didengarkan sebagai bentuk aspirasi publik terhadap suatu kebijakan pemerintah”, ujar Muchtar.

Namun demikian, Muchtar melanjutkan “suatu kritik meskinya disampaikan secara cerdas, tidak provokatif dan membuat gaduh".

Walaupun ‘EM’ sedang menjalani proses hukum dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan ujaran yang direspon beragam oleh berbagai kalangan, ‘EM’ berikan klarifikasi kekhawatirannya bahwa IKN akan berpotensi mangkrak dan merusak ekologi.

“kita jangan terlalu panik, kebijakan yang dikritisi itu bagus, harusnya ‘kritik’ disahut dengan kritik yang argumentatif menurut literatur keilmuan maupun berdasar dari aspirasi masyarakat yang akan terdampak atas kebijakan tersebut”, papar Amar kepada awak media.

Lanjut Amar membeberkan, “para pemimpin dan elit politik harus budayakan sikap kepemimpinan yang adil dan berkelanjutan”.

Martabat kebangsaan, kedaerahan maupun kepribadian yang telah disimpulkan dari hakikat perbedaan telah membentuk kebhinekaan dalam tunggal ika.

“Perbedaaan itu ‘nature of god’ atau fitrah dari Tuhan YME, kekuatan perbedaan inilah yang menjadi spirit dalam perjuangan kemerdekaan, jadi harus selalu kita dapat beriringan bersama menggapai tujuan”, tutup Muchtar.(ar)

Foto : Kapolres Paser Silaturahmi dengan Pengurus PCNU Kab Paser

Kabarikn.com,Tana Paser - Giat kunjungan Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta ke sekretariat Nahdatul Ulama dalam rangka jalin silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paser, Kamis, kemarin. 

Kedatangan Kapolres Paser didampingi oleh Kasat Intel Polres Paser dan disambut baik oleh PCNU Kabupaten Paser. 

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta mengajak jajaran PCNU untuk bersama sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dan kerjasama penanganan covid-19. 

Saat ditanya Khatib syuriyah Dalle mengatakan bahwa kunjungan Kapolres Paser di sekretariat PCNU untuk membangun sinergi khususnya dalam rangka menangkal faham faham radikalisme. 

"Kita di PCNU siap bersinergi dengan kepolisian, khusunya dalam menciptakan keamanan  dan ketertiban di masyarakat," kata Dalle pada Kabarikn, Jum'at(28/1/2022).(ar)

Foto : Sultan Paser , YM Aji Muhamad Jarnawi

Kabarikn.com,Tana Paser - Kesultanan Paser melalui Sultan Paser YM Aji Muhamad Jarnawi mengungkapkan bahwa program perpindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur mendapatkan apresiasi dari Kesultanan Paser. 

"Kita terima dengan tangan terbuka, karena dengan adanya IKN di Kalimantan khususnya di Penajam sebagai pusat IKN kita ikut merasakan pemerataan pembangunan," kata Jarnawi pada media Kabarikn, com, Senin (24/1/2022) ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna di ruang Rapat Baling Selelo, DPRD Paser. Tanah Grogot. 

Jarnawi yang juga politisi Nasdem berharap dengan adanya IKN itu ada kebaikan bagi masyarakat lokal secara umum yang artinya masyarakat yang sudah bermukim di PPU, Paser dan Kutai Kartanegara. 

" Ini perlu diperhatikan khusus oleh Pemerintah, manakala ada penerimaan PNS diberi kouta khusus biar nanti mereka tidak ketinggalan dari mereka yang datang dari pusat yang datang kesini akhir orang lokal tersingkir itu yang pertama, kedua kita minta agar masyarakat Kabupaten paser diberi hutan adat kurang lebih dari 2 ribu hingga 5 ribu hektar dengan tujuan agar kearifan lokal dan sejarah, pohon pohon yang dulu seperti ulin masih utuh dan ini menjadi cagar budaya dan menjadi peradaban Paser," kata Jarnawi.

Kemudian poin ketiga Jarnawi minta agar nama nama jalan, sungai dan tempat yang sudah ada tidak dirubah, artinya utuh seperti semula dengan nama namanya yang sebelumnya seperti Sepaku berarti Sepaku jangan dirubah karena itu bagian dari kearifan lokal. Dan pada poin kelima pemerintah harus mendirikan kesultanan Paser artinya istana kesultanan paser di dekat IKN tujuannya agar ada peradaban kearifan lokal bahwa disini dulu pernah bermukim suku paser. 

"Jadi kami berharap pada presiden agar ada didirikan istana Kesultanan paser sebagai pusat peradaban dan sejarah paser," tutupnya.(ar)

Foto : Ketua Patih , Muchtar Amar, SH

Kabarikn.com,Tana Paser - Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH)Tanah Grogot, Melalui video viral berdurasi 23 menit 29 detik diduga bentuk ujaran penolakan pembentukan Ibu Kota Negara baru ‘Nusantara’ di Penajam Paser Utara -Kaltim.

Ujaran ‘EM’ tersebut tak perlu ditanggapi terlalu serius oleh warga masyarakat Kalimantan, situasi keamanan dan pertahanan nasional harus tetap terjaga bukan hanya di bumi Borneo, tapi di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Muchtar Amar, SH selaku Pemerhati Politik dan Hukum ‘PATIH’, Rabu (26/1/2022).

Muchtar mengatakan, “atas ujaran itu, cukup dimintakan klarifikasi apa maksud dan tujuannya dari pihak EM, sehingga tidak membuat kegaduhan yang kontraproduktif”.

“pendapat atau argument wajar saja bisa melukai perasaan pihak-pihak tertentu, tapi mestinya direaksikan dengan mengaplikasikan konsep reward dan punisgment di setiap permasalahan”, ucap Amar.

Namun demikian bisa saja hal itu dijadikan motivasi bagi masyarakat dengan memberikan respek ataupun respon yang humanis jika niatannya tidak untuk melecehkan subjek tertentu, tapi jika niatannya melecehkan harus diproses secara hukum.

“menurut hukum jika niat ‘EM’ sengaja untuk melecehkan mesti di-punishment dengan objektif, tapi jika niatnya memprovokatif warga masyarakat sebatas untuk membuat kegaduhan, tidak perlu direspon dengan kegaduhan”, jelasnya kepada awak media.

Lebih lanjut Amar menyampaikan, “kan bisa saja niatnya suatu kritik konstruktif menguji kesiapan, kematangan dan kepentingan narasi pikiran semua pihak yang bakal terlibat dengan IKN melalui ‘ini’ ujaran, jika demikian ‘EM’ harus kita beri reward.

Metode Reward dan Punishment penting dilakukan agar kita selalu berupaya pada jalur rel yang dapat memberikan suatu perbaikan ataupun perubahan ke arah tujuan yang lebih baik.

“dalam segala hal sistem reward dan punishment untuk mengendalikan suatu sistem agar tetap selalu berjalan baik, seperti para pejuang kemerdekaan, kan di-reward melalui pemberian gelar pahlawan, meskinya demikian menyikapi suatu ide gagasan dan perbuatan, siapapun bisa lakukan kepada siapapun”, tutup Muchtar.

Foto : kepala Dinas DP2KBP3A Amir Faisol dan Korps HHI Wati (KOHATI) Paser Misliyah

Kabarikn com,Tana Paser - Ketua Korps HMI-Wati (Kohati) Paser, Misliyah menyambangi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) membahas tentang upaya pencegahan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Paser. 

"Tadi kita menanyakan tentang bagaimana caranya untuk melapor kalo misalnya ada kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ternyata disini bentuknya itu mediasi, antar kedua belah pihak korban dan pelaku. Bagaimana untuk mendamaikan kedua belah pihak, kemudian kalo sudah tidak bisa didamaikan baru keranah hukum," kata Misliyah pada Kabarikn, Senin (17/1/2022) di Dinas DP2KBP3A Tanah Grogot

Perlu diketahui Kohati merupakan sebuah lembaga semi otonom yang didirikan oleh Himpunan Mahasiswa Islam untuk mengkader dan mewadahi perempuan perempuan yang tergabung dalam organisasi tersebut. 

Kedatangan Kohati juga dalam rangka mengajak kerjasama, terutama pada bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. 

"Kita berharap agar pemerintah benar benar memperhatikan  terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, terutama adalah merehabilitasinya untuk pemulihan psikologinya, karena orang yang korban kekerasan baik itu perempuan dan anak bukan hanya dibantu masalah kasusnya tapi yang paling terpenting adalah bagaimana cara menyelesaikannya supaya tidak ada trauma yang  berkepanjangan  pada korban, karena itu lebih menyakitkan dan lebih terasa dari pada fisik,"

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Amir Faisol mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi Kohati HMI yang fokus pada perlindungan terhadap perempuan dan anak. 

"Adanya kecenderungan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu dapat kita lihat dari media media yang ada," kata Amir Faisol Senin. 

Sehingga pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Kohati HMI Paser, untuk membangun bekerjasama dalam hal pencegahan. 

"Untuk itu Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi pada kunjungan KOHATI HMI hari ini, mudah mudahan dengan ini semakin bisa terjalin kerjasama dengan  DP2KBP3A," kata Amir Faisol.(ar)