[Valid RSS]

Foto: Dianto Kepala Bidang Teknologi Informasi Komunikasi Diskominfo Prov.Kaltim

KabarIkn.com,Balikpapan - Pada tahun ini adapun bantuan internet melalui filter optik yang diterima oleh Diskominfo Prov Kaltim sudah ada 55 titik. Di Berau ada 2 titik, di Kutai Timur ada 19, di Kutai Barat ada 7, di Mahulu ada 3 dan di Paser ada 13 titik.

Kepala Bidang teknologi Informasi Komunikasi Diskominfo Prov Kaltim Dianto menyampaikan bahwa karena Diskominfo tidak mempunyai kewenangan untuk membangun tower maka itu semua dibangun oleh Kementrian Pusat Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk GSM dan Internet.

" Kami tetap berusaha untuk melakukan monitoring dengan Bakti dan Kementrian Kominfo. Kita juga sampaikan hal - hal yang masih belum semua tercover oleh GSM maupun Internet," Ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi Komunikasi Diskominfo Kaltim Dianto saat ditemui awak media pada acara Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa yang digelar oleh DPMPD di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (23/10/2023).

Saat ini diskominfo masih menunggu data dari Kabupaten, karena perkembangan fi daerah saat ini juga semakin pesat. Memang, untuk perkembangan jaringan internet seperti di Desa grunggung, tanjung soke, lemper, desa draya dan Mapulu memang cukup sulit.

" Akses pemasangan internet di desa tersebut cukup sulit karena jalannya belum ada. Kami juga mengajak para staff untuk melakukan survei dan harus di titik koordinat yang tepat," imbuhnya.

Dianti berharap semua akses internet dapat terlengkapi di semua desa dan Diskominfo berusaha keras untuk meminta kepada Kementrian Pusat untuk akses Internet dan GSM semuanya bisa 4G. (beny/adv/diskominfo prov kaltim)

Foto : Kepala Dinas DPMPD Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi saat membuka acara Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (23/10/2023).

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin (23/10/2023), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menggelar Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa Tahun 2023. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas DPMPD Prov Kaltim, Anwar Sanusi.S.Pd.M.Pd yang bertempat di Hotel Novotel Balikpapan.

Kabid Pembangunan Desa & Kawasan Perdesaan Prov Kaltim Aswanda,S.Stp.,M.Si menyampaikan bahwa rapat ini digelar untuk menghimpun seluruh SKPD maupun OPD baik yang ada di Kabupaten maupun Provinsi agar mereka bisa sama-sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

" Ini tentunya dilaksanakan untuk meningkatkan status desa yang saat ini diketahui ada 5 desa tertinggal yang menjadi PR Provinsi Kaltim yaitu desa draya,desa tanjung soke,desa lemper, desa grunggung dan desa di Mapulu," ujarnya.

Dari semua desa tersebut ada dua Kabupaten yaitu Berau dan Kutai Barat. Diharap seluruh SKPD yang dikumpulkan pada rapat kali ini sudah mengetahui apa tupoksi dari mereka dan apa yang harus mereka lakukan, agara mereka bisa meningkatkan status 5 desa tersebut menjadi desa berkembang.

Foto : Kabid Pembangunan Desa & Kawasan Perdesaan Prov Kaltim, Aswanda S.Stp.M.Si

Pihak dari DPMPD sendiri sempat datang ke Desa Mapulu, disana memang ada SKPD yang belum tau bahwa di desa tersebut banyak fasilitas yang harus dibangun.

" Setelah kami kumpulkan mereka disana alhamdulillah sudah siap untuk meningkatkan status Indeks Desa Membangun (IDM) di desa tersebut," katanya.

Aswanda menambahkan kurangnya informasi yang di dapatkan oleh SKPD tersebut karena rata rata 5 desa tertinggal tersebut berada jauh di pedalaman. Sehingga tidak tersentuh oleh para SKPD dan informasi pastinya tidak sampai ke mereka.

Setelah dilakukan komunikasi dengan DPMK Kutai Barat untuk tahun ini sampai akhir tahun mereka akan membangun 16 jembatan penghubung. Maka dari itu, pada perkumpulan kali ini terhimpun apa saja yang sudah dilaksanakan oleh masing - masing SKPD sudah terlaksana dengan baik hanya saja tidak ter ekspos.

" Membangun infrastruktur desa seperti jembatan dan peningkatan jalan sudah mereka laksanakan dan akan inshaallah diselesaikan pada akhir tahun 2023 ini," imbuhnya.

Untuk anggaran seluruh desa pasti mendapatkan dana desa, mendapat bantuan dari provinsi dan dari masing - masing kabupaten pasti memberi anggaran untuk mereka. Dana desa sendiri mencapai Rp 1 Miliar dan untuk bantuan keuangan Rp. 50 juta per desa dari provinsi.

" Kemarin kita sudah melakukan rapat tekhnis dengan Komisi III bahwa dai pihak Kabupaten meminta supaya status infrastruktur jalan bisa dibantu oleh provinsi walaupun itu merupakan jalan Kabupaten. Maka dari itu nanti kita akan mengkonfirmasi juga apakah ini bisa dibantu atau tidak," pungkasnya. (beny/adv/diskominfo prov kaltim)

Foto : Kadiskominfo Prov Kaltim , Muhammad Faisal

KabarIkn.com,Balikpapan - Dalam rangka menangkal hoax yang terjadi di Kalimantan Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika ( DISKOMINFO ) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan literasi media tangkal hoax dengan tema "Sukseskan Pemilu 2024 dan Jaga Iklim Kondusif di Kalimantan Timur" yang digelar di Hotel Grand Djatra Balikpapan , Kamis ( 16/03/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kadiskominfo Prov Kaltim , Kabid Humas Polda Kaltim , Kepala Kesbangpol , Ketua Bawaslu Prov Kaltim , Ketua KPU Prov Kaltim dan Sekretaris Asosiasi Media Cyber Indonesia ( AMSI ) Kalimantan Timur.

Mewakili Sekda Prov Kaltim , Kadiskominfo Prov Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan ini memang program untuk sosialisasi anti hoax dan saat ini juga mendekati pemilu Diskominfo mengkaitkan Tema mengenai pemilu itu juga , jadi menangkal hoax menghadapi pemilu.

" Sasaran pada kegiatan ini pelajar, teman - teman media dan juga komunitas media sosial. Mudah - mudahan setelah ini ada pencerahan dari kegiatan ini," ujarnya kepada awak media.

Dari catatan Diskominfo sejauh ini perkembangan hoax di Kalimantan Timur sendiri masih belum ada dan masih bagus. Hal ini bisa dilihat dari indeks kebebasan pers dan indeks keterbukaan informasi publik.

" Indeks keterbukaan kita masih bagus di peringkat 8 Nasional dan indeks kemerdekaan pers kita sudah masuk peringkat 1 nasional," katanya.

Faisal menambahkan bahwa ini menandakan kalau masyarakat sudah mulai peduli , situasi sudah cukup bebas dan hoax juga masih bisa ditangkal dengan cepat.

Untuk temuan Diskominfo terkait hoax ini tidak terdeteksi untuk secara kuantitatif, tetapi jika dilihat secara nasional di rilis Kementrian Kominfo untuk di Kaltim tidak bisa di prediksi dan Diskominfo hanya fokus kepada dampak yang tercuat saja.

" Sejauh ini di Kaltim terkait hoax masih cukup kondusif dan tidak terlalu banyak. Dua sisi yang menyebabkan hoax itu semakin luas adalah media mainstream tapi sudah mulai redam karena UKW sudah mulai merata dan Indeks Kemerdekaan Pers sudah bagus , tinggal di media sosial," pungkasnya. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - Rabu ( 28/09/2022) , Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kalimantan Timur dengan tema Penguatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Melalui Pengawas Ketenagakerjaan yang digelar di Hotel Novotel , Balikpapan.

Selaku Narasumber , Kepala Bapedda Prov Kaltim Prof.Dr.Ir.H.M.Aswin, MM menyampaikan kegiatan yang digelar oleh ini bagus untuk kesra bisa menyiapkan kebijakan berupa Perda , Pergub , SK Gubernur , Petunjuk Tekhnis yang merupakan kebijakan diambil dari sumber yang memang dilakukan oleh anggota di lapangan.

" Disini ada Pengawas , Hubungan Industrial dan para pegawai. Kita serap aspirasi itu disekretariat daerah agar saat melakukan penyusunan kebijakan bisa bagus ," ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan tugas dari Sekretariat Daerah di Biro Kesra untuk mengkoordinir pendapat - pendapat apa yang harus dilakukan di daerah.

Pada prinsipnya pembinaan pengawasan ketenagakerjaan itu sendiri yang pertama adalah kelembagaannya. Di Provinsi sudah membentuk OPJD Pengawasan , kemudian SDM Pengawasannya sendiri sangat diperlukan.

Ia menjelaskan Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dilakukan melalui bimbingan , konsultasi , penyuluhan , Pemantauan , Sosialisasi , Pendidikan , Pelatihan , Pendampingan , Pengawasan dan lain - lain dalam rangka pembinaan. (bs)

Sumber Foto : Diskominfo Prov Kaltim

Kabarikn.com,Balikpapan - Digitalisasi membawa kemudahan di setiap aspek kehidupan manusia, kepraktisan dalam budaya baru ini. Akan tetapi di samping itu ada risiko yang harus diwaspadai pada pengguna internet di dunia maya.

Untuk mewaspadai hal tersebut maka dibutuhkan digital mindset di masing- masing individu.

"Yang dibutuhkan saat ini ialah bagaimana menanamkan Digital Mindset di diri kita sendiri,"sebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Kaltim Muhammad Faisal saat menjadi narasumber pada Onix Radio 88,7 FM, Kamis (15/9).

Di era digital seperti sekarang ini, data pribadi seseorang sangatlah mudah ditemukan di dunia maya. Entah itu yang sengaja diunggah oleh sang pemilik, maupun yang disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hal ini tentunya, karena kebiasaan masyarakat yang terlalu santai atau lalai. Contoh data pribadi saja masyarakat suka mengabaikan seperti password sehingga disalahgunakan.

Lanjutnya, semua pihak juga harus turut andil dalam upaya perlindungan data pribadi.

"Kita harus introspeksi untuk berhati-hati dalam melindungi data pribadi,"pintanya.

Selain itu, di dalam bekerja Digital Mindset juga harus komplit, jangan sampai diperbudak oleh digital. Tetapi di tempat kerja dapat memberikan porsi yang cukup untuk keamanan digital ini.

"Masih banyak di Kaltim yang belum melek dengan keamanan digital, keamanan ini penting sekali, begitu kena baru ribut,"tuturnya.

Tambahnya, keamanan ini tidak hanya satu pasukan saja yang mengamankan, namun harus dilakukan dari diri kita dan tanggung jawab bersama.(Prb/ty)

Sumber: Diskominfo prov kaltim

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis ( 08/09/2022) , Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Tekhnis Pengadaan Barang/Jasa se Kaltim Tahun 2022 , di Hotel Grand Tjokro Balilkpapan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro , Kadis dan Kabag se Kaltim. Selain itu , juga dihadiri oleh Narasumber diantaranya adalah Aprisal Kasatgas Korsup APH ,Direktorat Korsup Wilayah IV KPK, Yulianto Direktur Pengembangan Sistem Katalog LKPP.

Rapat Koordinasi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi. Ia turut mengapresiasi kegiatan rakor ini , melalui kegiatan tersebut proses pengadaan barang dan jasa dapat terlaksana dengan baik.

" Kegiatan ini untuk mensinergikan proses pengadaan barang dan jasa, melalui e-katalog secara elektronik. Dengan digitalisasi diharapkan proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan," ujarnya.

Sementara itu , Pelaksana kegiatan Kepala Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa Biro PBJ Pemprov Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyampaikan perlunya dilakukan kegiatan agar dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dilingkungan Pemprov Kaltim dapat berjalan baik. (Bs/*)

Sumber foto : Diskominfo prov kaltim

Kabarikn.com,Samarinda - Sudah menjadi tugas dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim melakukan urusan wajib dalam hal komunikasi dan informatika, statistik dan persandian guna pengamanan informasi.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyebut, tanggung jawab berat yang diiemban Diskominfo ini akan terus dimaksimalkan melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini guna menunjang kinerja sentra jaringan yang harus ada di Diskominfo.

“Tanggung jawab berat Diskominfo disaat kami baru belajar, disaat staf kami perlu mengupgrade dirinya untuk bekerja keras terhadap tugas kami menyediakan sentra jaringan guna keamanan informasi. Kalau jaringan sentra ada di kami, Dinas lain tak perlu pusing lagi cukup fokus saja pada tugasnya masing-masing. Biar Kominfo yang mengurusnya ,” ucap Faisal saat menghadiri sekaligus membuka acara Sosialisasi dan Rakor Pemanfaatan Infrastruktur TIK Dukung Keamanan Informasi di Hotel Aston Samarinda, Senin (5/9/2022).

Faisal menuturkan Diskominfo saat ini terus meningkatkan kapasitasnya dalam kekuatan server. Saat jaringan tersentra, maka pengamanan dapat lebih mudah dilakukan.

“Bukan berarti kami (Diskominfo) merebut kerja Perangkat Daerah (PD) yang sudah ada. Karena, suka tidak suka sesuai tupoksi kami, sentra jaringan harus ada di Diskominfo. Kami tawarkan bandwith, jaringan yang baik untuk maturitas keamanan. Mudah-mudahan kepercayaan Bapak dan Ibu ada di kami,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Mantan pejabat Pemkot ini juga mengatakan data merupakan salah satu pondasi dalam pelaksanaan pemerintahan, sehingga keamanannya perlu terus dijaga melalui sentra jaringan. Terlebih Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga sudah diterapkan, maka dari itu sosialiasasi dan rakor ini sangat diperlukan untuk berdiskusi dan memberikan pemahaman mengenai sentra jaringan.

“Ketika kita bicara digital mindset maka harus bersama-sama saling sharing, memanfaatkan, saling bicara, diskusi, bagaimana bisa memanfaatkan jaringan yang kita punya. Kita berbicara soal keamanan informasi,” imbuhnya. (cht/pt)

Sumber; Diskominfo prov Kaltim

(Sumber foto : Diskominfo Prov Kaltim )

Kabarikn.com,Samarinda – Dalam pelaksanaan pelayanan publik yang ideal, tidak cukup hanya berbasis teknologi dan informatika (TI). Namun, juga perlu ditambahkan dengan metode komunikasi. Sehingga, pelayanan publik yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik dan nyaman.

“Jadi pelayanan publik harus berbasis TIK, Teknologi, Informatika, dan Komunikasi. Karena kalau komunikasi dilupakan, itu tidak menarik,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal. Saat memberikan Ceramah Umum pada Pelatihan Pelayanan Publik Berbasis IT yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Selasa (30/8/2022).

Metode komunikasi yang baik dalam pelayanan publik, menurut Faisal harus menekankan nilai-nilai etika. Terkhusus bagi pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Terutama bagi pelayan publik yang ada di front office. Komunikasi harus baik dan ramah. Jangan marah-marah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Faisal juga menjelaskan pentingnya penyampaian informasi dengan pemanfaatan teknologi digital. Dengan begitu, penyampaian layanan informasi bisa lebih masif dan menjangkau masyarakat luas. Pemanfaatan teknologi digital ini, bisa menggunakan media massa, elektronik, maupun perangkat aplikasi milik pemerintah.  

Terlebih pada era society 5.0 seperti sekarang, pelayanan publik berbasis TIK menjadi sebuah keniscayaan. Para ASN dituntut untuk mampu memberikan layanan publik sesuai dengan perkembangan zaman.

“Sekarang, semua serba cepat. Untuk itu, kita butuh teknologi. Jadi hasil kerja kita bisa cepat dan tepat,” ujar mantan Kadis Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kominfo Kota Samarinda ini.

Kemampuan dibidang IT, juga bukan lagi menjadi sebuah spesifikasi khusus. Namun, sudah harus menjadi kompetensi yang wajib dimiliki bagi seorang pegawai ASN. Meningkatkan kemampuan IT ini menurut Faisal, diperlukan mindset digital atau pola pikir yang terbuka untuk memanfaatkan teknologi. Termasuk juga harus dibarengi dengan pemahaman literasi digital dan literasi data.

“Literasi digital itu artinya kita mampu menambah kompetensi dan wawasan melalui digitalisasi. Sedangkan literasi data, adalah menggunakan data itu untuk analisis dan mengambil kebijakan,” tutupnya. (KRV/pt)

Sumber: Diskominfo Prov Kaltim

( Sumber Foto : Diskominfo Prov Kaltim )

Kabarikn.com,Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal menilai, para Penyuluh Pertanian perlu membangun digital mindset atau pola pikir digital. Karena saat ini, transformasi digital telah menyasar seluruh sektor riil, termasuk salah satunya sektor pertanian. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak dalam sektor pertanian pun dituntut untuk mampu memanfaatkan peluang melalui digitalisasi.

Hal itu ia sampaikan, saat menjadi narasumber Pelatihan Multimedia Tingkat Lanjutan Bagi Aparatur yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kaltim. Agenda pelatihan digelar di Aula BPPSDMP Kaltim, Jalan Thoyib Hadiwijaya Sempaja Samarinda, Senin (29/8/2022).

“Digital mindset bukan hanya berarti bisa menggunakan gadget saja. Tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan digitalisasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan,” kata Faisal dihadapan 30 peserta penyuluh pertanian yang berasal dari kabupaten/kota.

Jika digital mindset sudah terbangun, maka penyampaian informasi mau pun proses Penyuluhan Pertanian akan tersampaikan secara lebih efesien dan masif. Dimana outputnya adalah pengembangan produksi pertanian yang lebih baik.

“Mindset sudah harus digital. Apalagi sekarang perkembangan media sosial sangat pesat. Multimedia juga luas, bisa untuk banyak hal. Bukan hanya kepentingan buat power point saja,” ujar eks Kadis Perindustrian Kota Samarinda ini.

Faisal menjelaskan, terdapat empat faktor yang membentuk pola pikir digital. Di antaranya adalah pola pikir pertumbuhan (growth mindset), kolaborasi (collaboration), kegesitan pembelajaran (learning agility) dan kepribadian (personality).

“Pola pikir pertumbuhan ini artinya selalu bertumbuh. Belajar dan terus belajar karena digitalisasi ini tidak akan habis,” imbuhnya menegaskan.

Pandemi COVID-19 secara tidak langsung mempercepat proses transformasi digital di segala lini. Menurut Faisal, ini adalah hikmah besar yang tidak boleh ditinggalkan. Sektor pertanian pun tak luput dari dampak digitalisasi. Terbukti dengan munculnya start up yang bergerak dibidang pertanian.

Ok“Sekarang sudah ada aplikasi jual sayur online. Jadi Tantangan penyuluh sekarang, petani lebih pintar. Buka YouTube jadi panduan. Kalau penyuluh tidak upgrade, petani tidak akan percaya,” pesannya.  

Ia pun berharap para Penyuluh dan SDM pertanian mampu mengembangkan kreativitas digital. Baik dalam proses pendampingan kepada para petani, mau pun proses peningkatan produksi pertanian. (KRV/pt)

Sumber: Diskominfo Prov Kaltim

( sumber foto : Diskominfo Prov Kaltim )

Kabarikn.com,Samarinda - Arus digitalisasi informasi melalui internet dan media sosial (medsos) berkembang begitu pesat. Di Indonesia, pengguna internet aktif tercatat sebesar 73 persen dari total penduduk. Atau sekitar 190 juta penduduk yang aktif menggunakan internet dan media sosial. 

 Hal ini menunjukkan, Indonesia telah melek transformasi digital. Perkembangan teknologi internet dan media sosial ini, dapat dimanfaatkan sebagai platform pengembangan diri yang positif. Salah satunya, untuk membangun personal branding seseorang. 

 Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal mengatakan, memaksimalkan media sosial untuk personal branding ini sangat penting. Baik bagi kepentingan profesi, pekerjaan, mau pun secara personal. 

 Bahkan saat ini, tak jarang proses penerimaan pekerjaan, melakukan pengecekan riwayat media sosial seseorang. Untuk melihat jejak digital calon pekerja. 

 "Jadi kalau dilihat personal brandingnya di medsos kurang baik, suka hate comment dan sebagainya, bisa dipertimbangkan di pekerjaan tertentu," kata Faisal. 

 Hal itu ia sampaikan saat memberikan materi workshop digitalisasi dengan tema, Memaksimalkan Sosial Media untuk Personal Branding kepada Komunitas Singer Tercetar Samarinda (Sister's) di Aula Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (27/8/2022). 

Dalam kesempatan itu, Faisal pun berbagi tips bagaimana membangun personal branding yang baik di media sosial. 

Pertama, temukan identitas diri. Bangunlah personal branding yang sesuai dengan identitas dan skill pribadi. 

 "Misalnya, Anda bisa menyanyi. Ya bangunlah personal branding sebagai seorang penyanyi. Jangan memasang personal branding di luar dari skill kita, itu akan cenderung gagal," jelas Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Unmul) ini. 

 Kedua, tentukan tujuan yang jelas. Tujuan membangun personal branding adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun kredibilitas, dan memperluas koneksi. 

 Ketiga, jaga konsistensi. Keaktifan di media sosial juga mempengaruhi personal branding. "Jadi membangun personal branding diperlukan konsistensi. Jangan sekali posting lalu hilang. Maka hilang juga personal branding yang kita bangun, orang akan lupa," terangnya. 

 Selanjutnya kata Faisal, buatlah konten yang sesuai dengan style dan segmentasi. Tidak perlu memaksakan diri untuk aktif di semua platform media sosial. Tentukan style dan segmentasi, lalu fokuslah di salah satu atau dua platform. 

 "Penting jadi perhatian, identitas, konten yang dibuat, dan audiens," tambahnya. 

 Lebih spesifik, tips singkat lainnya dalam membangun personal branding di media sosial menurut Faisal adalah, gunakan nama yang sama, memperbarui profil medsos secara berkala, posting konten sesuai passion, dan pilihlah media yang tepat. 

 "Tapi jangan lupa, kita perlu juga membangun personal branding yang baik di dunia nyata. Karena rumusnya, real space sama dengan cyber space. Baik di dunia nyata sama dengan baik di dunia maya," ujar eks Kadis Kebudayaan, Pariwisata, dan Kominfo Kota Samarinda ini.

Workshop digitalisasi ini, merupakan rangkaian perayaan 12 th Anniversary Komunitas Sister's. Dalam kesempatan itu, Gubernur Kaltim Isran Noor sempat hadir dan menyapa para peserta dan berfoto bersama. (KRV/pt)

Sumber : Diskominfo prov Kaltim

Kabarikn.com, Balikpapan - Arahan terkait pentingnya pengelolaan persandian dan keamanan siber dari ancaman cyber crime dan penyalahgunaan data, telah diinstruksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun 2019 lalu.

Saat ini penyelenggaraan persandian untuk menjaga keamanan informasi memang menjadi hal yang sangat penting. Mengingat maraknya risiko cyber crime pada era digitalisasi informasi seperti sekarang.

Dalam penilaian National Cyber Security Index (NCSI) kapasitas keamanan siber Indonesia berada dalam kategori yang kurang baik. Dengan skor nilai 38,96 persen yang berada di bawah rata-rata global.

Untuk itu, Indonesia perlu memperkuat kapasitas keamananan siber. Dimulai dari regulasi dalam Undang - Undang (UU). Kemudian dalam praktiknya, juga diperlukan kompetensi di bidang persandian dan siber di setiap instansi untuk menjaga keamanan data internal. Termasuk di instansi Kepolisian Daerah (Polda).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Internalisasi Sistem Sandi di Polda Kaltim. Didampingi oleh Iptu Purwanto selaku Kasi Sandi Dit Intelkam Polda Kaltim.

"Keamanan siber menjadi perhatian kita semua, karena dampaknya besar. Misalnya saja di bidang ekonomi digital. Kalau kemananan siber bermasalah, aktivitas digital marketing terganggu, pelaku e-commerce kita terancam rugi. Padahal mereka lah penopang ekonomi kita selama pandemi," kata Faisal saat memaparkan materi dengan tema Perkembangan Teknologi Keamanan Informasi dalam Mendukung Fungsi Persandian, Kamis (25/8/2022).

Agenda yang digelar di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan ini, dihadiri oleh perwakilan personel kepolisian dari Polres kabupaten/kota se Kaltim.

Dalam struktur internal perangkat daerah, bidang persandian dulunya dipegang oleh Biro Umum Setdaprov Kaltim. Kemudian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merevisi strukturisasi pemerintahan daerah. Sehingga, persandian masuk menjadi seksi di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kaltim.

Dalam amanah UU Nomor 23 Tahun 2014, statistik dan persandian juga menjadi urusan wajib non pelayanan dasar yang menjadi kewenangan pemerintah.

"Artinya, persandian sudah mendapat ruang bagus di pemerintah karena dianggap penting. Ini perubahan mindset. Ke depan, Persandian dan Siber akan kita naikkan sebagai sebuah bidang," ungkap mantan Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda ini.

Menurut Faisal, sebaik apa pun infrastruktur telekomunikasi, jaringan, atau pun command center tidak akan berguna tanpa keamanan siber yang memadai.

"Apapun yg kita bangun, sia - sia tanpa keamanan siber. Apalagi kalau sampai data bocor," imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengesahkan UU Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi agar maturasi keamanan siber di Indonesia lebih terjaga.

Turut hadir Kepala Bidang TIK Diskominfo Kaltim, Dianto serta Teknisi Alat Elektro dan Alat Komunikasi, Sutrisno. 

Sumber : Diskominfo Prov Kaltim (KRV/pt)

Kabarikn.com,Samarinda – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 tahun Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (AMSINDO) Kaltim telah melaksanakan Lomba Pantun secara daring di media sosial Diskominfo Kaltim dan AMSINDO Kaltim. Penyerahan hadiah kepada para pemenang pun telah berlangsung di Kantor Diskominfo Kaltim pada hari Jum’at (26/08).

Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim Muhammad Faisal secara langsung menyerahkan hadiah berupa uang tunai kepada masing-masing pemenang lomba. Faisal pun menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang, dan berterima kasih kepada seluruh peserta yang sudah turut serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

“Selamat kepada para juara yang telah memenangkan kompetisi. Menarik membaca deretan karya pantun yang dituliskan para peserta di kolom komentar medsos Diskominfo dan AMSINDO Kaltim, bagus-bagus dan kreatif. Seru !, ” ucapnya bersemangat.

Faisal menambahkan, diundangnya secara langsung para pemenang lomba ini juga sebagai momen silaturahmi Diskominfo dan AMSINDO dengan masyarakat Kaltim. Ia berharap, kegiatan ini melestarikan pantun sebagai budaya Indonesia.

Nampak hadir dan turut dalam penyerahan hadiah yakni Kasubbag Umum Diskominfo Kaltim Agus Priyanto, Ketua AMSINDO Kaltim Muhammad Dio Mahendra dan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi AMSINDO Kaltim Rhendy Silva.

Lomba Karya Pantun ini diikuti kurang lebih 350 peserta dan diadakan selama 5 hari yakni mulai tanggal 17 Agustus – 21 Agustus 2022. Adapun daftar pemenang lomba ini diantaranya :

Juara I jatuh pada Heri Herman Hujan, kemudian

Juara II jatuh atas nama Yekti Mar’atus Sholihah. Serta Juara III dengan nama Khairunnisa Mutiarta.(sefty/pt/)

Sumber : Diskominfo Prov Kaltim