[Valid RSS]

Kabarikn.com, Balikpapan - Senin ( 14/06/2021 ) , Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dr. Andi Sri Juliarty terkait BPJS. RDP dilaksanakan di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kota Balikpapan.

Untuk menjalankan sebuah visi dan misi, Walikota Balikpapan memberikan bantuan iuran BPJS kepada peserta kelas III di Kota Balikpapan dan saat ini sudah melakukan persiapan teknis mulai dari Perencanaan Anggaran hingga menyusun peraturan Walikota.

Foto : Kepala DKK Kota Balikpapan , Dr. Andi Sri Juliarty

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan , Dr.Andi Sri Juliarty menyampaikan dari data yang ada sekarang, untuk BPJS kelas III itu sekitar 136.905 sasaran dan juga masih ada 21 ribu lebih warga Balikpapan yang belum memiliki Jaminan Kesehatan (Jamkes)  yang akan  dipertimbangkan juga untuk diikutkan dalam program tersebut.

" Rencana awal akan masuk pada Anggaran perubahan dan kemungkinan butuh proses persiapan sehingga berjalan nya mungkin sekitar 3 bulan terakhir ditahun 2021 sekitar 15-17 miliar" ujarnya. 

Rencana ini belum final karena akan melihat lagi pergerakan peserta BPJS ,  karena ada yang setiap bulan nya keluar masuk BPJS jadi akan dilihat lagi dalam 3 bulan terakhir 2021  dan juga akan dipastikan bahwa BPJS kelas III tidak akan diperbolehkan Top-up atau menambah biaya untuk naik lagi ke pelayanan kelas I. ( adys )

Foto : Kepala BPKAD Kota Balikpapan , Madram Muchyar

KabarIkn.com, Balikpapan - Senin ( 14/06/2021 ) , DPRD Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) bersama Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah ( BPKAD ) , Badan Pertanahan dan Badan Perencanaan Pembangunan , Penelitian dan Pengembangan Daerah ( BAPPEDA ) . Mereka membahas sampai sejauh mana aset yang dikelola oleh Pemerintah yang bertujuan kepada tertibnya administrasi , tertib pencatatan dan tertib legalitas.

Kepala BPKAD Kota Balikpapan ,  Madram Muchyar menyampaikan dari 3 hal tersebut ada hal lain yang memang perlu secepat mungkin bisa dilakukan prosesnya. Dari jumlah 471 sekitar 239 aset sudah bersetifikat tetapi ada juga yang belum bersertifikat , terutama sekolah - sekolah seperti SD ada sekitar 200 dan sampai saat ini masih dalam proses sertifikat.

" Untuk proses sertifikat sendiri tergantung kelengkapan dokumen. Target kita ya 2 tahun harus sudah selesai prosesnya ," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rapat Pansus ini sangat membantu mereka , khususnya tim BPKAD . Ini juga bisa dibilang penyelamatan aset, jadi mereka bersama menyelamatkan aset tersebut , BPKAD sebagai birokrasi bekerja sesuati tugasnya dan Dewan sebagai pengawas. 

" Adanya pertemuan ini merupakan catatan - catatan ada yang baik dan juga tida baik, catatan yang tidak baik ini bukan menjadikan masalah tetapi bagaimana kedepannya agar bisa memperbaiki kesalahan kesalahan ," pungkasnya.

DPRD Kota Balikpapan sebelumnya juga menyinggung bahwa BPKAD lemah dalam mengerjakan tugasnya. Menurut Madram Muchyar , lemah tidaknya tugas tersebut tergantung progress dari BPKAD . Progress BPKAD sendiri melaksanakan pengelolaan aset manajemen dan sebenarnya pengelolaan aset bukan dilaksanakan oleh BPKAD saja tetapi OPD juga terlibat di dalamnya dan secara administrasi memang di akomodir oleh BPKAD.

" Terdapat 2 hal dalam pengelolaan tersebut yaitu pengelola barang dan pengguna. Untuk pengelola barang itu ada dibawah Sekda dan untuk pengguna itu ada dibawah OPD ," ucapnya. ( tri )

Foto : Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud

Kabarikn.com,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan akan meninjau langsung praktek penerapan prtokol kesehatan di lingkungan khususnya pada perusahaan di Kota Balikpapan . Bahkan Satgas Covid akan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) dilingkungan kerjanya.

Laporan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menyebutkan bahwa klaster dari perusahaan kembali meningkat tinggi , Bahkan terdapat penambahan belasan kasus positif baru yang merupakan pekerja dari luar daerah.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, akan melakukan sidak ke perusahaan-perusahaan yang diantaranya proyek perluasan kilang minyak maupun di perusahaan tambang.

“Dan dalam waktu dekat ini kita akan melakukan cek ke perusahaan-perusahaan , termasuk Pertamina tambang itu kan sudah berulang - ulang nantinya kita akan sampaikan ke manajemen perusahaan mereka,” katanya.

jika tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) maka akan tetap diberikan sanksi tegas. Hal itu sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo, jika perusahaan tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau toh tidak mentaati, kita akan lihat regulasinya apakah nanti akan ada sanksi keras terhadap perusahaan-perusahaan itu yang tidak mentaati prokes karena ini merupakan perintah dari Pak Presiden," ujarnya.

Menurut Rahmad Mas'ud , sejumlah perusahaan yang banyak mendatangkan pekerja dari luar telah berulang kali menyumbang klaster covid-19 di Kota Balikpapan sehingga ini menjadi perhatian khusus tim satgas covid - 19 . “Jangan sampa ini bisa menimbulkan klaster-klaster yang berulang-ulang terus,”ucapnya

Selain itu lanjutnya, Sosialisasi juga terus gencar dilakukan oleh tim satgas covid - 19 Kota Balikpapan . Begitupun Satgas kecamatan juga akan tetap aktif melakukan razia. “Mengecek bahkan memberikan sanksi kepada siapapun yang melanggar dari protokol kesehatan , ” jelasnya. (*/tim)

KabarIkn.com,Balikpapan - PMI Kota Balikpapan memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Untuk tahun ini, Hari Donor Darah Sedunia mengusung tema "Give Blood and Keep The World Beating". Tema tersebut menyoroti kontribusi penting yang dilakukan pendonor darah untuk menjaga dunia dengan menyelamatkan nyawa dan kesehatan orang lain, khususnya di masa pandemi COVID-19.

Tema ini juga merupakan bentuk seruan agar lebih banyak orang di seluruh dunia mendonorkan darah secara teratur, terlebih untuk generasi muda.

Kegiatan ini berlangsung di kantor PMI Jl. Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, senin (14/6/2021).

Ketua PMI Balikpapan, Dyah Muryani mengatakan kegiatan donor darah dimaksudkan sebagai upaya menindaklanjuti kekurangan stok darah di Kota Balikpapan. Terutama jenis golongan darah O dan juga golongan darah AB yang banyak dibutuhkan pihak rumah sakit. "Dan juga plasma konvalesen sampai sekarang rumah sakit masih meminta," kata Dyah Muryani.

Dyah menerangkan acara donor darah ini berlangsung selama satu minggu kedepan. Dimana PMI menargetkan untuk hari ini bisa mendapatkan 100 kantong darah. "Tapi mudah-mudahan lebih. Saat ini ketersediaan darah itu kayak model pas-pasan, begitu darah itu datang ke kami nanti sore habis ada donor darah lagi sore habis," ucapnya.

Dyah menyampaikan bahwa PMI mendapat bantuan berupa alat konektor plasma konvalesen dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim serta dari Bank Indonesia yaitu timbangan darah atau alat Blood Collection Mixer. "Dapat dua harganya diatas 60 juta kalau yang dari provinsi harganya sekitar 230 juta. itu untuk kelancaran kami," ungkapnya.

Akibat terbatasnya stok darah terutama untuk golongan darah O dan darah AB, Dyah menghimbau agar masyarakat mau mendonorkan darahnya karena sangat dibutuhkan bagi para penerima donor. Terkait donor darah, Ia juga sampaikan sampai dengan saat ini masih menjalin kerjasama dengan TNI-Polri, Pertamina dan juga beberapa Perusahaan. Selain itu, sedang diaturkan jadwal untuk donor darah dengan pihak hotel Four Point. "Kemarin terakhir dengan IMI, Ikatan Motor Indonesia juga dengan pertamina nanti juga dengan hotel Four Point mereka mau mengadakan," sambungnya. ( tim )

Kabarikn.com,Balikpapan- Ke depan Kota Balikpapan akan gemerlap cahaya di malam hari. Sebanyak 1310 lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) sedang dalam proses pemasangan. 

Ini merupakan salah satu program kerja yang segera kita wujudkan. Selain itu, makin terangnya Balikpapan adalah wujud eksistensi sebagai kota besar, dan juga menjawab keluhan warga akan minimnya penerangan jalan.

Untuk warga yang lingkungan sekitarnya membutuhkan PJU, silahkan berkoordinasi dengan Pak RT setempat, untuk selanjutnya dibawa ke Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.(*)