[Valid RSS]

Suroso: Satu RT, 16 Orang Warganya Yang Terpapar Covid-19

Kabarikn.com,Balikpapan- Pemerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh kecamatan dan kelurahan RT untuk melakukan penyemprotan disinfektan di setiap pusat pelayanan dan seluruh lingkungan guna mengantisipasi penyebaran virus covid-19.

Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara saat ini dalam kondisi kritis Covid 19 ,makin hari makin meningkat namun tim Satgas terpadu tidak henti hentinya melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan RT secara mandiri yang di lakukan Satgas covid-19 Terpadu LPM Muara Rapak, Babinsa, Karang Taruna dan FKPM. Selasa (6/7/2021)

Sementara Lurah Muara Rapak Bima Wibisono saat dihubungi awak media membenarkan bahwa 4 warganya terkonfirmasi positif covid-19 di RT 87,RT 83,RT 63 dan RT 85. " kami menghimbau kepada warga terkonfirmasi yang isolasi mandiri tetap kooperatif kepada puskermas,Tim satgas PPKM mikro terpadu keluarahan muara rapak yang selalu mengingatkan mengedukasi,dan penyemprotan ," ujarnya.

"Jadi dalam situasi pandemi ini cenderung meningkat terutama di Balikpapan Utara khususnya di muara rapak meningkat drastis jadi kami tidak bosan bosannya menghimbau masyarakat, kalau tidak betul betul urgent jangan keluar rumah," kata Lurah muara rapak Bima Wibisono kepada media ini. Selasa (6/7/2021)

Bima juga menghimbau kepada orang tua agar anak- anaknya tetap dirumah saja dan program ini kedepannya tetap berjalan sesuai surat edaran walikota Balikpapan.

Ia juga menghimbau ketua RT untuk melakukan penyemprotan di rumah ibadah, poskamling, posyandu, ruang bermain anak, maupun rumah warga sebagai pencegahan penyebaran Covid-19." pungkas bima.

Sementara Ketua Satgas PPKM terpadu muara rapak Suroso, menjelaskan bahwa Satgas Covid PPKM terpadu LPM muara rapak dalam kurun 3 (tiga) hari ini Sudah melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan antara lain di RT 16,RT 12,RT 52, RT 53 dilanjutkan hari ke dua RT 14,RT 26 di hari ketiga RT 87,RT 86, RT 85,RT 83 dan RT 63 jadi ada kurang lebih warga muara rapak terpapar covid-19 disekitar 30 orang.

Menurutnya untuk isolasi mandiri ada dua macam,isolasi mandiri kategori ringan sampai sedang untuk sedang sampai berat isolasi kepanti atau ke grand tiga mustika. Maka dengan adanya Tim satgas terpadu satu pintu di muara rapak jadi urusan ke puskesmas,trakingnya dan sebagainya hanya satu pintu Satgas terpadu LPM muara rapak.

" kami bekerjasama dengan puskesmas,Babinsa, Babinkantibmas ,LPM, Karang Taruna,FKPM dan seluruh kemitraan yang ada di muara rapak," jelas suroso.

Ia juga mengatakan bahwa setiap hari selalu dilapangan untuk mengingatkan dan menyarankan kepada masyarakat untuk taat dengan 6M karena muara rapak ini ada salah satu RT kategori zona hitam satu RT 16 orang yang terpapar covid-19. " Intinya kami selalu melakukan monitoring bagia warga kita yang isolasi mandiri,tentu tidak punya penghasilan kita juga mengharapkan setia RT berpartisipasi untuk meringka hidup mereka khususnya yang terpapar covid-19," tutup Suroso. (tri)

Kabarikn.com, Balikpapan - Pelaksanaan vaksinasi pagi pelayan publik terutama pedagang pasar terus dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan, kali ini sasarannya ke pedagang pasar Sspinggan, Balikpapan Selatan. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud ditemani Kepala Dinas Kesehatan Kota, Andi Sri Juliarty, Kasatpol PP Zulkifli meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pedagang di Pasar Sepinggan, Sabtu (3/7/2021).

"Hari ini selain pedagang pasar warga yang disekitar pasar juga ikut vaksinasi, antusiasnya cukup baik dengan dosis yang kita siapkan 400," ujar Rahmad Mas'ud saat diwawancarai awak media disela-sela kunjungan, Sabtu (3/7/2021).

Pelaksanaan vaksinasi hari ini sebagai upaya mendukung percepatan dan bagian dari ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan tentunya meningkatkan imun dari warga kota Balikpapan. 

"Artinya semua pedagang pasar divaksin dan dilakukan secara bertahap, supaya vaksinasi massal program pemerintah ini bisa berjalan di seluruh indonesia," harapnya. 

"Secara total keseluruhan di Balikpapan untuk pelayan publik itu sudah 76 persen mengikuti vaksinasi, karena pedagang pasar masuk pelayan publik," tambahnya. 

Bahkan bagi penumpang pesawat yang akan menuju ke pulau jawa dan bali karena syaratnya harus dilengkapi keterangan vaksin, maka penumpang bisa datang kesini untuk vaksin. 

"Selama bisa menunjukkan tiket pesawatnya maka akan dilayani vaksinasi," tutupnya.

Selain itu , Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli menyampaikan terkait PPKM yang diterapkan oleh pemerintah satpol pp pada malam ini akan mulai melakukan patroli kepada cafe maupun restorant.

" Patroli kami mulai jam 20.00 , intinya pada jam itu semuanya sudah harus close kecuali bagi beberapa tempat yang diijinkan untuk melakukan take away," ujarnya.

Bagi cafe atau restorant yang masih melanggar aturan akan diberikan sanksi berupa penutupan tempat usahanya. (tim)

Kabarikn.com Balikpapan- Jumat ( 2/7/2021), Tim Satgas Covid - 19 Kelurahan muara rapak Balikpapan Utara melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa RT yang terkena dampak dan warganya terpapar Covid-19.

Lurah Muara Rapak yaitu Bima Wibisono menjelaskan bahwa berkaitan dengan adanya warga yang terkonfirmasi Covid-19 sesuai dengan perkembangan kasus covid-19 sekarang ini , diketahui ada 3 RT yaitu RT 52, RT 53, dan RT 16, jadi penyemprotan ini bertujuan untuk mensterilkan virus covid-19 dan memastikan kondisi pasien yang isolasi mandiri dirumah.

Jadi kegiatan ini digerakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat, lalu dikoordinir oleh satgas covid - 19 kelurahan terpadu,LPM,Karang Taruna,Relawan Garuda Balikpapan dan unsur masyarakat.

Menurut Bima dari setiap RT terdapat 4 orang sampai 5 orang yang terkonfirmasi positif dan bahkan ada satu ibu dengan kondisi sedang hamil. " tapi kita dari tim tetap mengontrol kondisinya dan tetap melakukan pemantauan dari puskesmas kepada yang bersangkutan dan juga pro aktif untuk melaporkan kondisinya setiap hari ke puskesmas," ujarnya.

" Penyemprotan hari ini ditemukan 10 warga yang terkonfirmasi positif covid-19 dan Alhamdulillah kondisinya saat ini semua pasien dalam keadaan baik,' jelasnya

Lurah muara rapak Bima wibisono,mengharapkan kepada masyarakat agar tetap waspada dan memperketat protokol kesehatan dilingkungan rumahnya masing - masing dan diri sendiri di lingkungan keluarga kemudian apa bila tidak ada urusannya yang penting lebih baik dirumah saja dan jangan kemana - mana .

Terakhir dihimbau buat warga muara rapak hindari la kerumunan masa,jangan lupa untuk tetap men taati 5 M. 

"Waspada karena pulang perjalanan beresiko dapat membawa penyakit. Jika tidak menerapkan protokol covid secara ketat," tegas bima. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - Untuk menata pedagang yang menggunakan fasilitas umum (fasum), Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan telah melakukan penertiban kepada pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum (fasum) di daerah Pasar Pandansari, Balikpapan Barat (Balbar). Namun sampai saat ini masih ada pedagang yang bandel, sehingga pihaknya akan mengenakan tindak pidana ringan (tipiring) baik pedagang maupun pembeli.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman menjelaskan, sanksi ini tidak hanya untuk pedagang, tetapi jugal pembeli yang tetap nekad bertransaksi diarea Fasum, dengan maksimal denda Rp 5 juta atau denda kurungan.

"Ini kan sudah jelas, saya sudah memasang pengumuman disana. Nah, nanti kalau sampai ini ditegakkan peraturan, maka ada semacam yustisi tipiring," jelas Arzaedi, Jumat (2/7).

Sebenarnya pihaknya tidak pernah melarang orng jualan, yang terpenting sesuai tempatnya. Maka itu ia berharap pedagang bisa masuk ke dalam pasar, unuk menginventarisir semua pedagang disini (pasar).

Dan untuk harga lapak di dalam gedung Pasar bisa dikatakan terjangkau, berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per bulan. Usai penertipan, memang ada pedagang yang masuk ke dalam pasar secara berangsur-angsur, walaupun persentase masih kecil. Sementara ini, pihaknya juga sedang melakukan detail engginering design untuk penataan pasar Pandan Sari.

"Saya minta kesadaran dari pedagang masuk dulu ke dalam pasar, kalau misalkan tidak mau di lantai 2, lantai 3 bagaimana nanti kami akomodir yang penting di dalam pasar," imbuhnya.

Arzaedi menyampaikan kendala dari pedagang pasar masih ada yang belum masuk ke dalam pasar, dikarenakan masih ada pedagang yang masih berjualan di luar terutama di fasum. Termasuk yang menutupi drainase, akan dilakukan pembongkaran.

"Drainase itu harus terbuka, tidak boleh tertutup. Ini untuk menormalisasi, jadi jangan sampai terjadi kebuntuan," ungkapnya. (tim)

Kabarikn.com, Balikpapan-Kasus Covid 19 di Kota Balikpapan mengalami peningkatan, yang berdampak pada tenaga kesehatan (nakes) yang merawat rentan terpapar Covid 19.

“Angka penderita Covid 19 sebelum sangat menurun, baru sekarang ini naik lagi, karena tingkat paparanya tinggi sekali. Jadi nakes kami sekarang dalam perang yang luar biasa,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, Rabu (30/6/2021).

Juru Bicara Tim Satgas Covid 19 menyampaikan sejak datangnya Covid 19 di Balikpapan, sebanyak 400 orang tenaga kesehatan terpapar karena bertugas merawat pasien penderita Covid 19.

“Angka nakes yang terpapar sempat turun, sejak digalakkannya vaksinasi. Nah, sekarang naik lagi sejak April hingga Juni 2021 ini. Terdata sudah ada 50 orang nakes yang terpapar,” paparnya.

Dio sapaan karibnya menyampaikan nakes perlu memiliki kondisi stamina yang baik. Pasalnya, ketika bertugas dalam kondisi yang kurang baik, maka rentan kemungkinan tertular lagi. Walaupun nakes telah mendapatkan vaksinasi dua kali.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan Edy Iskandar menyebutkan sebanyak 20 orang nakesnya masih menjalani isolasi mandiri, karena terpapar Covid 19.

Sehingga, manajemen RSKD memutuskan untuk merekrut 30 perawat untuk menjadi tenaga kontrak di ruang isolasi Covid 19. 

“Yang jelas saat ini kami masih memanfaatkan tenaga perawat yang ada. Akan kami atur seminimal mungkin untuk fokus menangani Covid,” terangnya.

Lanjutnya Edy mengatakan RSKD telah menambah satu blok ruang isolasi sebanyak 30 tempat tidur dan satu blok baru ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid 19 berjumlah 14 tempat tidur. “Saya ditelpon provinsi untuk mengupayakan penanganan. Akhirnya kami membuka kembali blok baru,” ucapnya.

Ruang tambahan yang baru dibuka ini, dilengkapi dengan ventilator sebagai standar operasional ruang isolasi Covid 19.

Memang sebelumnya, RSKD Balikpapan tidak menerima pasien terkonfirmasi positif Covid 19, dikarenakan ruang sudah penuh terisi.

Bahkan, sempat terjadi antrean pasien Covid 19 di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk bisa masuk mendapatkan ruang perawatan. 

“Jadi saat ini ruang rawat inap, sudah kami sulap menjadi ruang isolasi. Namun ruangan ini pun sudah kembali penuh,” pungkasnya.(tim)