[Valid RSS]

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan , Dr. Andi Sri Juliarty

KabarIkn.com,Balikpapan - Penyebaran covid-19 di kota Balikpapan pada hari ini (10/6) terdapat peningkatan kasus yakni 26 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Kasus ini terdiri dari 18 kasus orang bergejala, 3 kasus merupakan riwayat kontak dan 5 riwayat orang tanpa gejala. 

Sedangkan penambahan 25 kasus selesai isolasi mandiri baik dari rumah-rumah pasien maupun mess perusahaan. 

"Serta terdapat 1 kasus positif meninggal dunia," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat pres reales di halaman Pemkot, (Kamis (10/6). 

Sementara untuk keterisian rumah sakit, untuk bor tempat tidur isolasi pasien mencapai 22,7 persen, untuk bor ruangan ICU 39,1 persen. Dan untuk capaian vaksinasi dosis 1 mencapai 46,3 persen yang masih didominasi oleh vaksinasi pelayanan publik yaitu 60,5 persen. 

"Dosis keduan kumulatif 32 persen yang terdiri dari 17,6 persen lansia dan 39,4 persen pelayanan publik," papar dr Dio panggilan akrabnya. 

Dijelaskannya bahwa untuk dosis pertama vaksinasi lansia sudah mencapai 25 persen dari 55 ribu sasaran lansia, jadi sekitar 14 ribu lansia sudah di vaksinasi. Namun untuk pra lansia, dinas kesehatan menargetkan 2.500 lansia, dan sampai kemarin baru 2.249 lansia yang di vaksin. 

"Dan sisanya ada memang yang tidak hadir dan ada juga yang ditunda karena ternyata adanya penyakit," akunya. 

Namun saat ini di Puskesmas mencapai 1.265 dosis dari target 1.350 dosis. Berarti hanya 85 orang yang tidak divaksin di Puskesmas. 

Pemerintah saat kembali menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala mikro. 

"PPKM mikro diperpanjang dalam pengaturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, harus mempertimbangkan perkembangan zona Resiko wilayah di masing masing,' jelasnya. 

Ia,menegaskan pada  intinya PPKM tingkat RT saat ini mulai diperketat.(tim)

( sumber foto : instagram pemkot_balikpapan )

KabarIkn.com,Balikpapan - Selasa, (08/06/2021) Terkait Press Release mengenai perkembangan Covid-19 di Balikpapan. Diketahui terdapat 29 kasus terkonfirmasi positif , 23 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasien meningg dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dr. Andy Sri Julianty menyampaikan penambahan 29 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan. Penambahan 16 kasus positif dari riwayat suspek  , 10 dari riwayat kasus kontak erat  , dan 3 kasus positif dari OTG.

Terdapat juga 23 kasus yang selesai perawatan atau dinyatakan sembuh yaitu semuanya dari Isolasi Mandiri.

1 Pasien dinyatakan meninggal dunia , BPN 17.068 pasien laki - laki ( 57 tahun ) meninggal dunia 08 Juni 2021 pukul 08.05 WITA di RSKD Balikpapan.

Dengan demikian , total pasien terkonfirmasi positif per tanggal 08 Juni 2021 berjumlah 17.081 orang , pasien positif dirawat di rumah sakit 137 orang , pasien isolasi mandiri 233 orang , pasien sembuh 16.107 orang dan meninggal dunia 604 orang. ( tri )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Selain terkenal sebagai kebun kangkung, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah (Balteng) juga berencana akan lakukan launching perdana penanaman Umbi Porang pada akhir bulan Juni 2021. Kegiatan ini rencananya akan dijadikan sebagai program icon Sumber Rejo selain kangkung. 

Sehingga kelurahan, LPM PKK dan elemen masyarakat ingin Sumber Rejo memiliki icon selain kangkung yakni umbi porang. Bahkan Jumat (4/6) lalu, lurah Sumber Rejo dan camat Balteng beserta kepala dinas pangan pertanian dan perikanan (DP3) didampingi timnya, sudah melakukan cek ke lokasi. 

Penanaman Umbi Porang tersebut dilakukan karena salah satu warga Sumber Rejo sudah memiliki alat pengolahan chipnya, namun untuk bahannya sendiri masih kekurangan. 

" Apalagi dalam sehari alat tersebut mampu menampung kapasitas sebanyak 1,6 ton, hanya saja Balikpapan masih kekurangan bahan baku Umbi Porang," ucap Lurah Sumber Rejo Umar Adi saat ditemui awak media Jumat malam. 

Foto : Lurah Sumber Rejo , Umar Adi

Sementara untuk penanaman umbi porang ini tidak harus memiliki lahan yang luas, karena selain bisa ditanam di tanah juga bisa ditanam di polyback atau di karung. Banyak manfaat yang bisa digunakan dari bahan umbi porang sendiri, antara lain sebagai bahan baku lem, bahan kosmetik hingga bisa dijadikan mie udon (mie Jepang). Tetapi yang ada di Sumber Rejo ini hanya sebagai produksi Industri berupa chip yang akan di ekspor ke luar daerah. 

" Dengan kebutuhan itu targetnya per hari minimal 1 ton. Dan harapan kami setiap RT minimal ada 30-40 rumah yang berkenan nanam dan minimal satu rumah itu 5 sampai 10 karung atau pakai polyback," ujar Umar Adi. 

Sedangkan untuk pelatihan maupun bibit, warga tersebut sudah menyiapkan bibitnya dengan harga Rp 100-200 per kilogram dan ketika sudah berhasil tidak harus lagi membeli bibit, karena itu bisa untuk bibit sendiri. Untuk masa pertumbuhan kurang lebih 6-7 bulan, namun untuk umbinya sekitar 1,5 tahun baru bisa di panen. 

"Kalau harga umbinya sendiri per kilo bisa mencapai harga Rp 6.500-7.500/kilo," ujarnya . 

Dari evaluasi DP3 sudah membentuk LKMA, karena ada lembaga khusus yang menangani, serta kelurahan juga akan membentuk kelompok masyarakat tertentu untuk mengelola .  Hal ini untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan. 

Jadi untuk sekarang ini, ia masih harus mengambil bahan baku dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Nah ini sebagai bentuk keseriusan pemilik usaha yang bekerja sama dengan kelurahan, LPM, RT dan warga, serta didukung oleh kecamatan dan DP3. (tim)

KabarIkn.com,Balikpapan - Penyebaran covid-19 di kota Balikpapan masih menjadi perhatian pemerintah kota Balikpapan, meski angka terkonfirmasi positif sudah menurun, tetapi protokol kesehatan (Prokes) tetap harus di perhatikan seperti penggunaan masker. 

Dalam pencegahan, Camat Balikpapan Tengah (Balteng) Eddy Gunawan mengatakan, sesuai dengan edaran wali kota tentang PPKM mikro dan penegakan disiplin, sekaligus dalam monitoring dan mensosialisasikan tentang pentingnya prokes, dalam rangka penanganan pandemi covid-19 di wilayah Balteng. 

Penerapan PPKM ini juga diberlakukan bagi para pengusaha kuliner seperti warung , kafe maupun restoran. Jam pelayanan nya hanya diperbolehkan sampai pukul 22.00 WITA dan wajib take away. 

"Bahkan kami tetap melaksanakan kegiatan razia masker dan mengingatkan kepada para pengusaha kuliner untuk mematuhi aturan tentang jam pelayanan yakni sampai jam 22.00 Wita," kata Eddy Gunawan saat ditemui dalam kegiatan razia masker, Selasa (8/6). 

Selainnya itu pihaknya juga memonitoring daya tampung untuk pemilik kuliner, karena dalam aturannya hanya 50 persen, termasuklah kursi yang disiapkan tetap menjaga jarak. Tujuannya untuk mengurangi terjangkitnya virus covid-19, agar Balikpapan tetap terjaga. Karena sebelumnya Balteng masuk urutan tiga paling banyak di Balikpapan. 

"Maka mari menjaga lingkungan dengan pola hidup bersih dan sehat. Terutama dengan menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan menjaga jarak)," ucap Eddy. 

Mengingat masih adanya arus balik pasca liburan sekolah dan lebaran. Pihaknya mengingatkan warga, ketika mendatangkan keluarga lebih baik dipertimbangkan kembali, karena ia harus menyiapkan rapid test dan memastikan dia sehat. 

Maka itu ada namanya PPKM Mikro di tingkat RT, tujuannya agar pengawasan bisa langsung dideteksi dari awal sejak masuknya orang ke wilayah RT itu.  ( tim )

Berkomitmen Tidak Ada Lagi Permasalahan Politik 

Kabarikn.com , Balikpapan-Melaksanakan Coffe Morning perdana sebagai Walikota Balikpapan. Melakukan evaluasi kinerja dan akselerasi pada periode yang baru. 

Foto : Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud , SE.ME Melaksanakan Coffe Morning Perdananya

Pembangunan Balikpapan akan dapat terwujud apabila kita bersama - sama, bergotong royong, dan mau berkomiten, tidak ada lagi permasalahan politik," kata Rahmad Mas'ud yang di unggah di FB-nya , Senin (7/6/2021). 

" Saya berharap semua siap mengoptimalkan kemampuan, konsisten melakukan percepatan program Pemerintah kota Balikpapan, bersatu membangun Balikpapan yang kita cintai," jelasnya (*)