[Valid RSS]

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menyoroti pentingnya pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan RT di Balikpapan. 

Ia menyebut, sebagian kelurahan sebenarnya sudah pernah menerima bantuan APAR, namun tidak semuanya masih dalam kondisi siap pakai.

Menurut Usman, keberadaan APAR di tingkat RT bukan hanya soal pengadaan, tetapi juga bagaimana masyarakat merawat dan memanfaatkannya dengan benar. 

Tanpa perawatan yang baik, alat tersebut bisa saja tidak berfungsi saat benar-benar dibutuhkan.

“Kalau dirawat dengan baik dan ditempatkan di lokasi yang sesuai, APAR itu bisa digunakan cukup lama. Tapi karena isinya bertekanan, bisa saja dalam enam bulan sudah habis kalau tidak dirawat dengan benar,” ujar Usman, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, bantuan APAR untuk kelurahan di Balikpapan sebenarnya sudah pernah disalurkan pada tahun-tahun sebelumnya. 

Namun, seiring waktu, kondisi alat tersebut tentu tidak lagi sama, terutama jika tidak dilakukan pengecekan rutin.

Karena itu, BPBD Balikpapan menilai penting adanya kesadaran masyarakat di tingkat RT untuk menjaga alat pemadam tersebut. 

Selain itu, pemahaman tentang cara penggunaan APAR juga dinilai perlu terus ditingkatkan, agar warga tidak panik saat terjadi kebakaran.

Usman menegaskan, APAR sangat efektif untuk penanganan awal kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko tinggi. 

Dengan adanya APAR yang terawat dan mudah dijangkau, masyarakat dapat melakukan penanganan cepat sebelum api membesar dan merembet ke rumah lain.

Di sisi lain, BPBD Balikpapan juga membuka peluang agar pengadaan APAR kembali diusulkan melalui mekanisme perencanaan anggaran pemerintah daerah, termasuk melalui skema hibah. 

Namun, proses tersebut tentu membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan di sistem perencanaan pemerintah.

Meski demikian, ia berharap masyarakat tidak hanya menunggu bantuan pemerintah. 

Menurutnya, dengan harga yang relatif terjangkau, keberadaan APAR di tingkat RT sebenarnya bisa mulai diupayakan secara mandiri sebagai langkah pencegahan kebakaran.

“Kalau ada APAR di tingkat RT dan dirawat dengan baik, penanganan awal kebakaran bisa jauh lebih cepat. Ini penting untuk keselamatan warga,” pungkasnya. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan kondisi arus lalu lintas di Balikpapan pada masa H+ Idulfitri 1447 Hijriah masih dalam kondisi aman dan terkendali, meski aktivitas masyarakat mulai kembali meningkat.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan hingga Minggu (22/3/2026), situasi lalu lintas di dalam kota tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti, baik pada hari Lebaran maupun beberapa hari setelahnya.

“Alhamdulillah, untuk kondisi arus lalu lintas pada H Lebaran maupun hari ini masih aman dan sangat lancar. Tidak ada kejadian kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan yang berarti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pengamanan dan pengendalian lalu lintas selama momentum Lebaran berjalan efektif. 

Dishub bersama kepolisian dan sejumlah elemen masyarakat telah menyiagakan tujuh posko pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis.

Menurut Fadli, sejumlah ruas jalan utama yang biasanya padat saat momen Lebaran, seperti kawasan Jalan MT Haryono dan Jalan Jenderal Sudirman, masih dalam kondisi terkendali. 

Bahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kemacetan panjang di titik-titik tersebut.

Selain fokus pada jalur utama di dalam kota, Dishub juga memantau pergerakan kendaraan menuju kawasan wisata. 

Salah satu lokasi yang mulai ramai dikunjungi masyarakat adalah Pantai Manggar Segarasari.

Fadli mengatakan, peningkatan kunjungan ke kawasan wisata tersebut sudah mulai terlihat sejak H+ Lebaran. 

Namun, kondisi lalu lintas menuju lokasi wisata masih berjalan normal dan belum terjadi kepadatan yang berarti.

"Memang sudah mulai banyak masyarakat yang berkunjung ke kawasan wisata, terutama di sekitar Pantai Manggar. Tapi sampai hari ini semuanya masih dalam kondisi aman dan lancar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub telah menyiagakan posko pengamanan di kawasan Manggar dan KM 13 Jalan Soekarno-Hatta. Pengamanan juga dilakukan bersama kepolisian melalui posko Operasi Ketupat yang masih aktif hingga beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Dishub memprediksi peningkatan arus kendaraan akan mulai terjadi pada 24 Maret 2026. 

Lonjakan tersebut diperkirakan berasal dari masyarakat yang kembali ke Balikpapan setelah mudik, terutama pekerja sektor swasta.

Selain itu, peningkatan arus lalu lintas juga diperkirakan kembali terjadi pada Minggu (29/3/2026), seiring mulai kembalinya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya mudik ke luar daerah.

Fadli menambahkan, puncak kunjungan ke kawasan wisata diperkirakan terjadi pada Minggu (22/3/2026) dan Senin (23/3/2026). 

Karena itu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami berharap dengan adanya posko dan pendampingan ini, masyarakat bisa merasakan keamanan dan kenyamanan selama merayakan Idulfitri di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Asisten I Sekretariat Kota (Sekkot) Balikpapan, Zulkifli, menegaskan pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, selain kesiapan aparat keamanan, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana aman dan nyaman, khususnya saat malam takbiran hingga perayaan Lebaran.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti tidak meninggalkan kompor menyala dan memastikan pintu serta instalasi listrik dalam kondisi baik sebelum ditinggalkan,” ujar Zulkifli, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, tradisi silaturahmi yang identik dengan Idulfitri membuat banyak rumah kosong dalam waktu tertentu. 

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi dengan langkah sederhana, namun sangat penting, agar tidak menimbulkan risiko kebakaran maupun gangguan keamanan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat Idulfitri maupun saat berkunjung ke rumah keluarga. 

Kesadaran masyarakat, kata dia, akan sangat membantu aparat dalam menjaga situasi tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

Selain keamanan rumah, perhatian juga difokuskan pada potensi peningkatan kunjungan masyarakat ke tempat wisata setelah Lebaran. 

Zulkifli mengingatkan orang tua untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama di kawasan pantai dan perairan yang biasanya ramai dikunjungi saat libur panjang.

“Kita sudah beberapa kali menghadapi kejadian di tempat wisata, seperti anak-anak yang terbawa arus laut. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Dalam mendukung pengamanan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah mengerahkan berbagai instansi sesuai dengan tugas dan fungsinya. 

Sejumlah perangkat daerah disiagakan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) menyiapkan tim pengamanan di lokasi wisata, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah mendirikan posko siaga guna mengantisipasi kemungkinan bencana selama masa libur Lebaran.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga dipastikan dalam kondisi siap. Puskesmas dan rumah sakit disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama periode libur, termasuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan maupun masyarakat yang melakukan perjalanan.

Zulkifli menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD terus mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menjalankan seluruh rangkaian perayaan Idulfitri. 

Ia berharap seluruh pihak dapat saling mendukung agar situasi tetap aman dan tertib.

“Semua pihak sudah bersiaga. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri,” tuturnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Balikpapan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kebahagiaan. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Wali Kota Rahmad Mas'ud menyoroti target peningkatan zakat di Kota Balikpapan saat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center, Sabtu (21/3/2026).

Dalam sambutannya di hadapan ribuan jemaah, Rahmad Mas’ud mengungkapkan realisasi zakat pada 2025 mencapai Rp8,93 miliar dari target Rp12,98 miliar. 

Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan hingga Rp15 miliar.

“Alhamdulillah, tahun 2025 realisasi zakat kita mencapai Rp8,93 miliar. Untuk tahun 2026, kita menargetkan Rp15 miliar. Ini bukan hanya angka, tapi bentuk kepedulian kita kepada sesama,” ujarnya.

Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban umat Islam, tetapi juga solusi untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk menunaikan zakat secara rutin.

“Kita ingin zakat di Balikpapan semakin kuat. Kalau kesadaran masyarakat meningkat, maka semakin banyak saudara-saudara kita yang terbantu,” katanya.

Selain menyinggung zakat, Rahmad Mas’ud juga mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki diri setelah Ramadan. 

Ia menegaskan bahwa semangat ibadah tidak boleh berhenti setelah bulan suci berakhir.

“Ramadan boleh berlalu, tapi semangatnya jangan ikut pergi. Kita harus terus istiqamah. Pemenang sejati bukan yang hanya kuat di bulan Ramadan, tapi yang tetap istiqamah di bulan-bulan berikutnya,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, keharmonisan warga menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan kota.

“Idulfitri ini bukan hanya soal kemenangan pribadi, tapi kemenangan bersama. Kita jaga ukhuwah, kita jaga persatuan, dan kita bangun Balikpapan dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad Mas’ud turut memaparkan sejumlah program pembangunan, mulai dari revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi pusat UMKM, perluasan distribusi air bersih, hingga penguatan infrastruktur dan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir.

Di akhir sambutannya, ia juga mengajak masyarakat merayakan Idulfitri secara sederhana dan tidak berlebihan.

“Saya mengajak kita semua merayakan Idulfitri dengan sederhana. Jangan berlebihan, belanja secukupnya, dan tetap peduli kepada lingkungan, termasuk mengurangi sampah,” tutupnya. (t/adv/diskominfo balikpapan)

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima petugas kebersihan atau pasukan oranye.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa sebanyak 1.420 petugas kebersihan hanya menerima THR sebesar Rp600 ribu. 

Nominal tersebut kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding dengan jumlah tenaga kebersihan yang bekerja di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Sudirman Djayaleksana menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Ia menjelaskan bahwa saat ini petugas kebersihan DLH sudah berada di bawah naungan perusahaan penyedia tenaga kerja atau vendor, sehingga mekanisme pemberian THR tidak lagi dilakukan langsung oleh DLH.

Menurutnya, pembayaran THR sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan penyedia tenaga kerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara nasional.

“Jika terdapat pertanyaan atau kendala terkait THR, sebaiknya disampaikan langsung atau dikonfirmasi ke perusahaan penyedia tenaga kerja masing-masing,” ujar Sudirman, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, status petugas kebersihan saat ini merupakan tenaga outsourcing yang mengikuti aturan ketenagakerjaan di perusahaan. 

Karena itu, perbedaan nominal THR yang diterima bukan karena adanya ketidakadilan, melainkan mengikuti formula yang sudah ditetapkan dalam regulasi.

Sudirman menyebut, pemberian THR bagi pekerja yang telah memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih di perusahaan wajib diberikan sebesar satu bulan gaji. 

Sementara bagi pekerja yang masa kerjanya belum mencapai 12 bulan, maka besaran THR dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.

Dalam kasus tertentu, ada petugas kebersihan yang baru bekerja selama dua bulan, sehingga besaran THR yang diterima hanya dihitung berdasarkan masa kerja tersebut.

Jika menggunakan perhitungan proporsional, maka nominalnya berkisar sekitar Rp633 ribu.

Ia juga menegaskan bahwa aturan tersebut bukan kebijakan DLH semata, melainkan mengacu pada regulasi yang berlaku secara nasional, termasuk aturan pengupahan dan ketentuan pemberian THR bagi pekerja di perusahaan.

Menurutnya, pemahaman yang tidak utuh terhadap sistem outsourcing dan aturan pemberian THR inilah yang kemudian memunculkan persepsi bahwa seluruh petugas kebersihan hanya menerima Rp600 ribu.

Hingga saat ini, polemik terkait besaran THR petugas kebersihan masih menjadi sorotan publik. 

Namun DLH menegaskan bahwa mekanisme pembayaran tetap mengikuti ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional. (t/adv/diskominfo balikpapan)