[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan- Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud menerima kedatangan Kepala Disperindagkop Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan beserta staf yang didampingi Disperidagkop Kota Balikpapan Kamis (17/06/2021)

Tema pembahasan mengenai sinergi untuk program Kementrian perihal kesiapan untuk ekspor bagi UMKM di Kalimantan Timur. Dan upaya yang dilakukan yakni mendorong UMKM Kaltim untuk mempersiapkan ekspor produksi UMKM.

" Untuk itu, Balikpapan sedang menggeliat menjadikan UMKM sebagai landasan pertumbuhan ekonomi kota Balikpapan. Dan selaku Pemerintah, Balikpapan siap memperkuat jalur perdagangan International untuk menfasilitasi UMKM di 10 Kabupaten Kota di Kalimantan Timur," kata Rahmad

Diharapkan ke depan, upaya ini mampu mengembalikan geliat ekonomi yang sempat menurun akibat Covid 19, baik geliat ekonomi Kaltim dan Balikpapan khusus nya,' harapnya. (tim)

KabarIkn.com,Balikpapan - Tim Satgas Covid-19 Kota Balikpapan melaksanakan peninjauan ke PPKM Mikro di RT 38 Kelurahan Gunung Bahagia dan RT 31 Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Rabu (16/6) siang.

Dalam kunjungan PPKM Mikro di tingkat RT, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, atas nama pemerintah kota dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua RT yang bekerjasama dalam menangani permasalahan covid-19.

"Kami bersama pemerintah kota berharap kepedulian kita bersama. Tetap imbau dan ingatkan masyarakat tentang 5M," kata Rahmad Mas'ud di depan awak media, Rabu (16/6).

Rahmad menyebutkan, penyebaran covid-19 di pulau Jawa mengalami peningkatan, sehingga ia mengimbau dan mengingatkan warga, termasuk media yang memiliki akses lebih cepat untuk menyampaikan informasi, jangan sampai Balikpapan seperti daerah Jawa.

"Bahkan dari pemerintah sendiri telah membatasi ASN untuk berpergian ketika tidak penting sekali dalam waktu dua Minggu ini, termasuk saya," akunya.

Disampaikannya, dari 170 RT yang sebelumnya zona hijau kini meningkat menjadi  zona kuning. Ditambah lagi masih ada 105 RT yang belum terbentuk.

Dengan begitu dalam waktu dekat ini pihaknya akan rapat dengan Muspida untuk menentukan apakah pengetatan kembali kita lakukan di pintu bandara, pelabuhan laut.

"Yang terpenting tidak mengganggu aktivitas perekonomian Balikpapan," jelasnya.

Ketua Satgas RT 38 Gunung Bahagia Amran Purba menjelaskan, untuk warga RT 38 yang terpapar covid-19 diminta untuk tetap berada dirumah, hanya saja anggota keluarganya yang menginap di Posko PPKM Mikro, untuk menghindari penyebaran.

"Kami juga mohon dukungan dari pemerintah kota," harapannya.

Sementara Ketua Satgas RT 31 Sungai Nangka M Imron Yahya menuturkan, pertama-tama ia mengucapkan terima kasih kepada pihak kelurahan dan puskesmas yang memberikan fasilitas kepada warga RT 31, terutama bagi warga yang mau isolasi mandiri dan terkendala dengan rumah. ( tim )

Kabarikn.com,Balikpapan -Walikota Rahmad Mas'ud mendengarkan arahan Mendagri Melalui teleconference bersama Muspida Kota, Sekda Sayid MN Fadli, Asisten 1, Kepala DKK, BPBD, Dishub Kota dan Pol PP mengikuti kegiatan rapat koordinasi evaluasi perkembangan pelaksanaan PPKM Mikro di ruang VIP Pemkot Balikpapan, Senin (14/6/2021)malam.

Menurut Walikota Rahmad Mas'ud Mendagri memberikan arahan bagaimana seluruh Kepala daerah di Indonesia agar benar-benar berkomitmen memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.  

" Ini merupakan komitmen bersama mengatasi masalah pandemi Covid-19 dengan bergotong royong dan arti penting selalu menerapkan prokes, menerapkan work from home (WFH) serta membatasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang," terangnya

Dihimbau kepada warga dalam penerapan PPKM skala mikro perlu kita taati bersama. Karena Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat," harapnya. (tim)

KabarIkn.com,Balikpapan - Pelayanan pemeriksan Genose di Terminal penumpang Pelabuhan Semayang Balikpapan resmi dibuka, Selasa (15/6). Hal ini untuk mendeteksi penyebaran covid-19 yang terjadi pada penumpang.

Pelayanan GeNose diuji coba oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarti didampingi General Maneger Pelindo Balikpapan Iwan Sjarifuddin.

General Maneger Pelindo Balikpapan Iwan Sjarifuddin mengatakan, untuk tahap awal telah mempersiapkan alat layanan GeNose sekitar 400 GeNose. Dan sampai saat ini sudah ada persiapan kurang lebih 2.000 alat GeNose.

Dijelaskannya, persiapan pelayanan genose akan disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk dan keluar dari Pelabuhan ini.

"Untuk menyesuaikan jumlah penumpang itu, kami akan bekerjasama dengan operator pelayaran," ucap Iwan Sjarifuddin.

Sementara banyak penumpang yang sudah melakukan tes antigen sebagai syarat membeli tiket kapal. Jika penumpang yang belum tes antigen, bisa melakukan tes GeNose dulu baru beli tiket, harganyapun cukup murah hanya Rp 40 ribu.

Bahkan dalam sehari ia mampu melayani 1000 geNose dan jika ditemukan penumpang yang teridentifikasi positif, maka akan dilakukan tes ulang dua kali. Jika tes kedua tetap positif, maka pihaknya akan koordinasi ke dinas kesehatan.

"Sampai saat ini penumpang di pelabuhan Semayang belum ditemui yang positif. Dan untuk mengatasi Idul Adha dan lonjakan penumpang, kami akan mempersiapkan untuk menambah alat," ujarnya.

Sementara Kepala DKK Andi Sri Juliarty menuturkan, pemerintah kota Balikpapan sangat mendukung dengan diberlakukannya tes GeNose di Pelabuhan Semayang, karena dapat mendeteksi covid-19 kepada calon penumpang yang ingin keluar masuk kota Balikpapan.

"Sekarang disini sudah ada layanan yang mendekatkan akses masyarakat untuk dilakukan pemeriksaan geNose," akunya.

Tes GeNose ini merupakan salah satu syarat untuk perjalanan antar pulau baik laut maupun udara. Tetapi hanya berlaku satu hari keberangkatan.

Apalagi Balikpapan merupakan pintu masuk wilayah Provinsi Kaltim, sehingga penjagaannya harus diperketat. Dengan pelayanan GeNose di pelabuhan ini, diharapkan makin meringankan beban operasional penumpang.

"Jadi yang ingin berangkat bisa melakukan pemeriksaan geNose di pelabuhan Semayang, ketika didapati positif akan ditindak lanjuti," ungkapnya. ( tim )

Kabarikn.com,Balikpapan- Hingga saat ini kita terus berupaya agar kebutuhan air bersih warga Balikpapan terpenuhi di atas 80% sambungan rumah dengan jangkauan layanan air PDAM. Kita tahu bahwa kendala cakupan layanan PDAM terkait erat dengan minimnya Sumber Daya Air (SDA) berupa air baku untuk dikelola menjadi air bersih.

Hal ini diungkapkan Wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI di aula kantor Walikota. Pemerintah kota Balikpapan. Senin (14/06/2021)

Pemkot Balikpapan beserta jajaran terkait akan terus berkoordinasi dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air," ujarnya

Harapan kita, sambungan rumah bisa terpenuhi dengan memanfaatkan jaringan air baku diantaranya dari bendungan Sepaku Semoi 500 meter kubik perdetik, bendungan Aji Raden 150 meter per detik dan bendungan Teritip 200 liter per detik," jelasnya. (tim)