[Valid RSS]

Foto : Ketum KOHATI HMI Cabang Paser Misliah S. Pd

KabarIkn.com,Tana Paser - Seiring dengan maraknya terjadi pelecehan seksual kepada perempuan, Korps HMI - Wati (Kohati) cabang Paser turut prihatin akan dampak dari kekerasan seksual. Kohati Paser mengundang para perempuan generasi milenial yang ada di kabupaten Paser untuk hadir dalam seminar edukasi sex yang rencananya akan dilaksanakan pada 23 Juli 2022 mendatang.

"Sex education (edukasi sex) sangat Penting. Setidaknya mereka paham dimana batasan-batasan dalam bergaul, atau kalaupun sudah pernah kena pelecehan meraka ngerti gimana nanganinya," tutur Misliah, S. Pd, ketua Korps HMI - Wati (Kohati) Cabang Paser, Sabtu(17/7/2022).

Dilansir dari detikHealth.com, Riset yang dilakukan oleh Durex Indonesia tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual menunjukkan 84 persen remaja berusia 12-17 tahun belum mendapatkan edukasi seks. Padahal Sex Education harus diberikan sedini mungkin. Hal itu dapat dimulai dengan memberikan pengetahuan kepada anak tentang fungsi organ reproduksi dan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi penyalahgunaan organ reproduksi tersebut. Ketidaktahuan anak tentang seks sering kali menjadi alasan pelecehan oleh orang dewasa.

Siaran pers Komisi nasional Perempuan pada, peringatan hari perempuan internasional mencatat Secara khusus dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2022, kasus yang ditangani Komnas Perempuan banyak mengandung isu khusus seperti kekerasan berbasis gender terhadap perempuan oleh pejabat publik, tenaga medis, anggota TNI maupun Polri. Tercatat sekitar 9% Kekerasan tersebut dilakukan oleh kelompok yang seharusnya berperan sebagai pelindung, tauladan dan pihak yang dihormati.

"Banyak beredar di sosial media bahwa sebagian pelaku kekerasannya adalah keluarga dekat atau orang- orang yang harusnya menjadi contoh tauladan untuk masyarakat menciptakan perasaan tidak aman bagi masyarakat khususnya Perempuan. Apalagi dengan anggapan dari Sebagian masyarakat bahwa hal tersebut disebabkan karena pakaian korban yang terbuka atau tingkah laku korban yang genit, atau si korban yang terlalu polos kenapa mau saja ketika di ajak dan tidak berontak, dan asumsi-asumsi negatif lainnya terhadap korban," jelasnya.

Berdasarkan hasil survey dari Koalisi Ruang Publik aman pada 2019 terdapat 17% responden berhijab mengalami pelecehan seksual yang membuktikan bahwa pelecehan seksual tidak ada hubungannya dengan pakaian. Hal ini dapat terlihat dengan maraknya beberapa kasus pelecehan oleh pemuka agama, salah satunya yang baru ini terjadi, dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak pemilik pesantren di kabupaten Jombang dengan korban adalah santri yang bersekolah dipesantren tersebut.

"Kita sebagai perempuan yang dianggap lemah oleh publik harus berani untuk marah, menolak, dan speak up atas kekerasan seksual yang terjadi, baik itu verbal maupun verbal," tegasnya.

Misliah berharap agar remaja-remaja Putri khususnya di kabupaten Paser paham betapa berharganya diri mereka sehingga bisa mencegah terjadinya kekerasan seksual yang tidak diinginkan.(Mekka)

Photo : Ketua PATIH Kaltim Muktar Amar SH. /Istimewa

Kabarikn.com, Banda Aceh -Pemerintah kembali naikkan BBM-Non Subsidi ditengah sistem distribusi BBM-Subsidi yang masih belum maksimal ke penerima manfaat subsidi dan semakin rentan disalahgunakan.

Untuk memaksimalkan sistem distribusinya, pemerintah sedang menggodok revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual eceran BBM.

Rencananya, menurut Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan revisi Perpres 191/2014 akan memuat aturan teknis terbaru terkait ketentuan kelompok masyarakat yang berhak untuk menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dilansir okezone.com Kamis (14/07/2022).

Untuk solar subsidi berdasarkan volume untuk transportasi darat, kendaraan pribadi plat hitam 60 liter per hari, angkutan umum orang atau barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari sedangkan angkutan umum roda 6 sebanyak 200 liter per hari.

Kecuali untuk kendaraan pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam, kata Erika.

Muchtar Amar, SH selaku Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) di Tana Paser kepada awak media melalui keterangannya di Aceh mengaku miris. Sulitnya masyarakat petani sawit swadaya mendapatkan BBM-Subsidi baik itu Pertalite ataupun Bio-Solar.

"Di Kaltim SPBU yang jual Bio-Solar jarang ditemukan, padahal petani swadaya beragam, kan timpang sentra pengisian BBM-Subsidi dengan ragam dan jumlah petaninya belum tersentuh", ucapnya kepada awak media Jum'at (15/07/2022). 

Kata dia, "jumlahnya petani swadaya sawit disini tak kalah besar dibanding korporasi, namun sentra pengisian untuk akomodir kebutuhan mereka belum maksimal 'langka'. Mereka biasanya kan angkut hasil panen kendaraannya gunakan Solar dibanding Pertalite, miris sekali, sudah situasi kebutuhan produksi meningkat faktor harga pupuk dan keadaan jalan banyak rusak belum terurai serta harga TBS yang masih kian tak menentu".

Perpres 191/2014, mengamanatkan dalam melakukan pengawasan JBT dan JBKP, BPH Migas dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

"Pak Isran meskinya dapat pimpin kordinasi ke pusat agar kolaborasi dan sinergi Pemda di Kaltim segera rapatkan barisan atasi persoalan ini, ini tidak bisa ditawar-tawar lagi tunggu ini itu, keadaan petani sudah semakin susah, tolong diurai,"tegasnya.

Amar menambahkan "jangan dekat Pemilu 2024 baru diurai, idealnya issue ini juga disuarakan oleh para wakil rakyat di kelembagaan perwakilan rakyat ataupun partai politik baru calon peserta Pemilu 2024 agar meraih popularitas dan elektabilitas".

Masih dilansir okezone.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan “60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya ini mengkonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi, sedangkan 40% masyarakat rentan dan miskin hanya mengkonsumsi 20% dari total subsidi energi tersebut. Jadi diperlukan suatu mekanisme baru, bagaimana subsidi energi ini benar-benar diterima dan dinikmati yang berhak".

"Saya meyakini, jika mereka 'elite politik' dapat mengoptimalkan sentra pengisian BBM-Subsidi di petani dengan detail dan tepat sasaran penerimanya, maka dapat memenangkan Pemilu 2024, karena issue ini kan benar-benar termasuk hajat hidup berdampak luas setelah pendidikan, kesehatan dan rumah layak huni," pungkasnya.(ar)

Foto : Sutradara Warna Film Apriyal Fakih

Kabarikn.com,Tana Paser - Prestasi yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Paser, para putra-putri daerah yang tergabung dalam rumah produksi Warna Film berhasil meraih juara 1 dalam ajang perlombaan kompetisi film pendek Islami tingkat Provinsi Kaltim yang digelar oleh Kementerian Agama RI pada Mei – Juni 2022.

"Kami berterimakasih atas doa dan respon yang positif dari masyarakat paser bahkan pada tahap pra diproduksi film, semua doa dan dukungan dari kalianlah yang menjadi modal kami untuk terus berkarya" kata Apriyal Fakih dari Warna Film saat diwawancarai media, Kamis(14/7/2022).

Pada kompetisi tersebut, rumah produksi Warna Film Menampilkan karya kolaborasi dengan Balikpapan Hijrah United yang berjudul 'The Hijrah'

Fakih tidak pernah terpikirkan dapat memenangkan kompetisi ini. apalagi menurutnya banyak rumah produksi handal yang ikut dalam kompetensi ini. Rasa syukur tidak henti-hentinya Ia dan timnya ucapkan, menurutnya hal ini merupakan hadiah tidak terduga bisa memenangkan kompetisi dan film yang ia garap bersama tim nya dapat tayang di bioskop.

Film The Hijrah direncanakan tayang perdana pada 31 Juli di bioskop CGV Cinema Plaza Balikpapan dan akan disusul pada bioskop-bioskop yang ada Di Kalimantan.

"Ini peristiwa bersejarah bagi kami, warna film khususnya semua tim yang ikut menggarap film ini, tidak pernah terpikir suatu film karya anak Paser bisa tayang di bioskop" kata Fakih. 

Film the Hijrah menceritakan tentang seseorang yang ingin berhijrah, sedangkan disisi lain juga menceritakan seseorang yang ingin mempertahankan hijrahnya.

"Pada film ini,Hijrah yang kami gambarkan bukan hanya tentang menutup aurat, tetapi hijrah yang benar-benar peduli kepada lingkungan sekitarnya" terangnya. 

Film ini akan mengangkat isu-isu sensitif yang jarang dibahas di mimbar ceramah pada umumnya. Seperti isu perbankan, riba atau isu berkaitan dengan poligami.

"Kami tidak menawarkan pro dan kontra, dalam film kami sajikan secara objektif sehingga penonton bisa menilai sendiri berdasarkan sudut pandang masing-masing" ungkapnya. 

Fakih membagikan kisah awal mula film "The Hijrah bisa tercipta. Dimana pada awalnya pihak Balikpapan Hijrah United menghubungi dirinya dan menawarkan project pembuatan film pendek.

"Kami ajukan ide cerita, kemudikan kami diskusikan bersama sampai akhirnya tercipta konsep dan alur cerita the hijrah" ungkapnya. 

Ia berharap agar para produser lokal selalu bersemangat untuk berkarya dan berkompetisi karena lewat festival atau kompetisi tersebut karya mereka dapat dilihat dan diapresiasi banyak orang.

"Paser mendominasi dari 6 kategori, itu luar biasa. Kedepannya kita punya langkah awal untuk selalu berprestasi," kata Fakih

Fakih juga meminta dukungan pada pemerintah daerah dan masyarakat paser karena rumah produksi Warna Film berencana mengikuti kompetisi internasional pada 2023 salah satunya festival film Islam Madani , rencananya ia akan mengangkat tema keberislaman kearifan lokal Paser yang beragam.(ar)

Foto : Bupati Paser Buka Acara Studi Tiru dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Pemerintahan Desa Angkatan ke IX Tahun 2022 di Denpasar Bali (14-18 Juli) /Istimewa.

Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser dr. Fahmi Fadli resmikan pembukaan Peningkatan Kapasitas Manajemen Pemerintah dan Studi Tiru yang dilakukan APDESI Paser, Jumat (15/7/2022) di Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari dan meniru desa yang maju untuk kemudian di implementasikan di Kabupaten Paser.

"Saya mengharapkan pergunakan momentum dan kesempatan yang baik ini untuk sungguh - sungguh belajar, mengamati dan menganalisa kenapa desa-desa bisa maju dan pelajari dengan baik dan semoga bisa diaplikasikan dengan baik juga di desa kita" kata dr. Fahmi Fadli dalam sambutannya.

Menurutnya pada dasarnya potensi dan karakteristik desa itu sama, tinggal bagaimana sudut pandang melihatnya, kecerdasan untuk mengembangkannya dan memberdayakan potensi yang ada pada setiap desa di Kabupaten Paser.

Fahmi sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena hal ini sejalan dengan misi Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera) yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien melalui pemerintahan yang profesional, partisipatif dan transparan. Dengan adanya kegiatan ini menciptakan SDM yang produktif, handal dan Profesional sehingga pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa akan berjalan efektif dan efisien.

"Saya mengucapkan terima Kasih kepada Dewan Pimpinan Cabang APDESI Kabupaten Paser yang melakukan langkah yang sangat strategis untuk kemajuan desa di Kabupaten Paser," ungkapnya.

Sambutan fahmi tutup dengan harapan semoga acara ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua orang khususnya masyarakat Kabupaten Paser. (ADV)

Foto : Akses menuju Desa Lambakan seperti Desa Belimbing, Tiwei dan Pinang Jatus masih dikeluhkan.

Kabarikn.com, Tana Paser - Masyarakat keluhkan sulitnya akses jalan Desa Pinang Jatus Kecamatan Long Kali dan Desa Belimbing Kecamatan Long Ikis, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser melalui Kepala Bidang Bina Marga Berikan tanggapan bahwa akan ada rencana perbaikan di jalan tersebut. 

"Kami sudah rencanakan dan kami usulkan perbaikan menjadi jalan beton (Rigid Pavement) ke provinsi dan daerah melalui Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) 2 minggu yang lalu," kata Ir. Tri Evy Herawati saat di wawancarai via telepon, (12/7/2022).

Saat ini kondisi jalan di desa tersebut memang cukup memprihatinkan apalagi jika hujan mengguyur daerah tersebut. Evy menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan survei wilayah tersebut tetapi pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan akan dilaksanakan perbaikan. 

"Saat ini kami fokuskan penyelesaian di Desa Muara Toyu dulu apalagi dengan cuaca yang saat ini tidak menentu. Wilayah lain juga akan diperhatikan dan ditangani satu-persatu," ungkapnya

Evy menjelaskan bahwa Kemarin sudah dilakukan perbaikan oleh tim tanggap darurat di daerah Belimbing, alat perbaikan baru keluar dari sana pada bulan puasa lalu, tetapi adanya truk-truk muatan sawit dan karena perbaikan tersebut merupakan darurat maka memang ada kemungkinan rusak kembali. 

Evy menambahkan, pihaknya mengusulkan perbaikan dari Desa Pait sampai Desa Belimbing dan kami sudah membahasnya dengan TGUPP. Ia berharap adanya kerjasama antar pemerintah dan perusahaan setempat untuk perbaikan jalan karena pihaknya juga menunggu keputusan atas usulan perbaikan. 

"Yang pasti kami usulkan ke provinsi dan daerah, untuk saat ini kami tidak bisa menjanjikan karena kamipun menunggu keputusan dari usulan melalui tim percepatan tersebut." tegasnya.(ar)