[Valid RSS]

Warna Film Karya Anak Paser Raih Tropi Kemenangan Dalam Kompetisi Film Pendek Islami Tingkat Provinsi Kaltim

Foto : Sutradara Warna Film Apriyal Fakih

Kabarikn.com,Tana Paser - Prestasi yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Paser, para putra-putri daerah yang tergabung dalam rumah produksi Warna Film berhasil meraih juara 1 dalam ajang perlombaan kompetisi film pendek Islami tingkat Provinsi Kaltim yang digelar oleh Kementerian Agama RI pada Mei – Juni 2022.

"Kami berterimakasih atas doa dan respon yang positif dari masyarakat paser bahkan pada tahap pra diproduksi film, semua doa dan dukungan dari kalianlah yang menjadi modal kami untuk terus berkarya" kata Apriyal Fakih dari Warna Film saat diwawancarai media, Kamis(14/7/2022).

Pada kompetisi tersebut, rumah produksi Warna Film Menampilkan karya kolaborasi dengan Balikpapan Hijrah United yang berjudul 'The Hijrah'

Fakih tidak pernah terpikirkan dapat memenangkan kompetisi ini. apalagi menurutnya banyak rumah produksi handal yang ikut dalam kompetensi ini. Rasa syukur tidak henti-hentinya Ia dan timnya ucapkan, menurutnya hal ini merupakan hadiah tidak terduga bisa memenangkan kompetisi dan film yang ia garap bersama tim nya dapat tayang di bioskop.

Film The Hijrah direncanakan tayang perdana pada 31 Juli di bioskop CGV Cinema Plaza Balikpapan dan akan disusul pada bioskop-bioskop yang ada Di Kalimantan.

"Ini peristiwa bersejarah bagi kami, warna film khususnya semua tim yang ikut menggarap film ini, tidak pernah terpikir suatu film karya anak Paser bisa tayang di bioskop" kata Fakih. 

Film the Hijrah menceritakan tentang seseorang yang ingin berhijrah, sedangkan disisi lain juga menceritakan seseorang yang ingin mempertahankan hijrahnya.

"Pada film ini,Hijrah yang kami gambarkan bukan hanya tentang menutup aurat, tetapi hijrah yang benar-benar peduli kepada lingkungan sekitarnya" terangnya. 

Film ini akan mengangkat isu-isu sensitif yang jarang dibahas di mimbar ceramah pada umumnya. Seperti isu perbankan, riba atau isu berkaitan dengan poligami.

"Kami tidak menawarkan pro dan kontra, dalam film kami sajikan secara objektif sehingga penonton bisa menilai sendiri berdasarkan sudut pandang masing-masing" ungkapnya. 

Fakih membagikan kisah awal mula film "The Hijrah bisa tercipta. Dimana pada awalnya pihak Balikpapan Hijrah United menghubungi dirinya dan menawarkan project pembuatan film pendek.

"Kami ajukan ide cerita, kemudikan kami diskusikan bersama sampai akhirnya tercipta konsep dan alur cerita the hijrah" ungkapnya. 

Ia berharap agar para produser lokal selalu bersemangat untuk berkarya dan berkompetisi karena lewat festival atau kompetisi tersebut karya mereka dapat dilihat dan diapresiasi banyak orang.

"Paser mendominasi dari 6 kategori, itu luar biasa. Kedepannya kita punya langkah awal untuk selalu berprestasi," kata Fakih

Fakih juga meminta dukungan pada pemerintah daerah dan masyarakat paser karena rumah produksi Warna Film berencana mengikuti kompetisi internasional pada 2023 salah satunya festival film Islam Madani , rencananya ia akan mengangkat tema keberislaman kearifan lokal Paser yang beragam.(ar)