[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Diketahui Surat Edaran mengenai PPKM Darurat yang lalu akan berakhir pada pukul 00.00 malam nanti . Pemerintah Kota Balikpapan telah membahas persiapan tersebut mengacu pada instruksi dari Mendagri hasil zoom mereka dengan Menteri dan Presiden secara langsung , sampai sekarang masih ditunggu terlebih dahulu Instruksi mendagri nya . 

Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa saat ini status PPKM di Kota Balikpapan berada di Level 4 . Dalam hal ini , Pemerintah Kota memberikan sedikit kelonggaran bagi masyarakat , Pemerintah Kota hanya memberikan sedikit kelonggaran karena di Kota Balikpapan saat ini sudah ditemukan varian delta baru berdasarkan dari hasil lab yang dikirim ke lab di Jakarta.

" Masyarakat diharap agar tetap hati - hati dan waspada tetapi juga jangan panik . Dengan selalu menerapkan protokol kesehata pasti akan selalu menjaga diri kita dan keluarga , " Kata Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud . Selasa ( 20/07/2021 )

Adapun tempat keramaian seperti UMKM maupun PKL akan diberikan kelonggaran  , yang tadinya mereka harus tutup jam sore maka sekarang diberi kelonggaran sampai 8 malam. 

Pengetatan jalan yang tadinya jam 17.00 sampai jam 22.00 akan dilonggarkan menjadi jam 20.00 sampai jam 22.00 . 

" Untuk kasus alhamdulillah dari yang kemarin sampai 500 kasus sekarang menurun menjadi 280 an kasus dan semoga saja bisa semakin berkurang," ujarnya.

Pemerintah Kota bersama Sekda telah memutuskan untuk membangun Dapur Umum yang bertujuan untuk mem back up dan memberdayakan pelaku UMKM yang ada di kelurahan maupun kecamatan. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - Pada pagi ini tepatnya Selasa ( 20/07/2021 ) , Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menerima informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bahwa beberapa spesimen yang dikirim oleh Dinkes Balikpapan sudah ada hasilnya dan yang diterima tadi adalah spesimen dari Kota Balikpapan , Samarinda dan Bontang.

Dari Kota Balikpapan sendiri diketahui terdapat 3 dari puluhan spesimen yang dikirim terkonfirmasi positif Virus Delta dan 3 pasien tersebut semuanya ber KTP luar daerah antara lain 2 orang dari Jepara dan 1 dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan , Dr. Andi Sri Juliarty menyampaikan ini sudah terbukti secara ilmiah bahwa memang Kota Balikpapan penularan virus delta sudah ada dan masa penularannya memang terbilang sangat cepat , maka dimohon masyarakat harus lebih berhati hati.

Virus delta ini memiliki ciri penularan yang sangat cepat dan mematikan. Secara data real di Balikpapan ini sudah sesuai , baik dari jumlah kasus harian , jumlah yang dirawat maupun yang isolasi mandiri saat ini bisa dibilang berbeda dari gelombang sebelumnya.

" Kalau sudah terjadi seperti ini kita akan benar benar memperketat. Terutama dimohon pengawasan bagi warga yang Isoman maupun kontak erat agar betul betul jangan keluar rumah supaya tidak menular ke yang lain , " ujarnya.

Tim Satgas Covid - 19 saat ini sangat mengkhawatirkan pasien dari luar , karena penyebaran virus delta ini sangat cepat . Jadi , untuk meminimalkan pasien tersebut tidak keluar rumah maka kebutuhannya akan dipenuhi oleh Pemerintah .

" Bapak Wali Kota sudah memenuhi , memberikan bantuan dari dapur umum , dari UMKM dan obat obatan diantarkan langsung agar para warga yang sedang Isoman tidak keluar rumah ," imbuhnya.

3 warga luar daerah yang terkena virus delta tadi merupakan pekerja , 2 orang dirawat di RS Bhayangkara dan 1 orang dirawat di RSKD Balikpapan. ( tri )

KabarIkn.com,Balikpapan - Jum'at ( 16/07/2021 ) , Pemerintah Kota Balikpapan laksanakan kegiatan dzikir dan doa bersama yang dilakukan secara daring . Doa dan Dzikir bersama ini dihadiri oleh ulama , forkopimda , Kemenag Balikpapan , PN Agama , Pejabar Pemerintah Kota termasuk Sekretaris Daerah. 

Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa kegiatan dzikir dan doa bersama ini menjadi niat dan tujuan bersama agar bisa membebaskan negeri ini khususnya Kalimantan Timur terkhususnya lagi  Kota Balikpapan . Mudah - Mudahan wabah covid - 19 ini segera sirna dan cepat berakhir.

" Itu tentunya doa kita bersama dibarengi dengan seluruh warga kota Balikpapan baik yang melaksanakan melalui virtual dan mudah - mudahan doa kita ini dapat dikabulkan oleh Allah SWT dan masalah covid di Kota Balikpapan segera sirna , " ujarnya.

Foto : Walikota Balikpapan , Rahmad Mas'ud

Pada tanggal 12 Juli kemarin Pemerintah Kota Balikpapan mulai menerapkan PPKM Darurat karena melihat situasi kondisi Kota Balikpapan dan saat dilihat tren penyebarannya sudah mulai turun.  

Tidak henti hentinya Rahmad menghimbau kepada masyarakat Balikpapan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

" Kami laksanakan PPKM ini merupakan insturksi dari mendagri yang semata - mata ini adalah tujuan kita untuk menjaga dan melindugi masyarakat dari wabah covid - 19. Bagi warga yang sedang menjalankan Isolasi Mandiri harus tetap semangat , " ujarnya.

Rahmad Mas'ud bernazar membangun rumah ibadah yang diperuntukan bagi fakir miskin , termasuk juga ia akan membangun rumah tahfidz dan pondok pesantren bagi warga yang tidak mampu.

" Setelah Idul Adha nanti insyaallah kami akan langsung membangun yang rencananya akan dibangun di daerah Kariangau, " pungkasnya. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - Beberapa hari ini banyak desas desus mengenai perpanjangan PPKM Darurat. Saat ini di Kota Balikpapan sendiri PPKM Darurat masih akan di evaluasi sampai hari Selasa ( 20/07/2021 ) , jika trend penyebaran covid - 19 menurun maka PPKM Darurat akan dicabut , jika masih berlanjut akan ditunggu regulasi Pemerintah Pusat.

Walikota Balikpapan , Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa ia juga telah memerintahkan Sekda melalui Dinas Sosial untuk memberi bantuan berupa makanan kepada warga yang sedang melakukan Isolasi Mandiri. Nantinya mereka akan membuat dapur umum dan memanfaatkan kelurahan - kelurahan untuk membagi paket berupa nasi kepada warga yang sedang Isoman.

" Kegiatan ini akan berjalan mungkin mulai minggu depan , sambil kita membuat dapur umum di Kecamatan Kota , " ujarnya , Sabtu ( 17/07/2021).

Pemkot Balikpapan dalam hal ini nanti akan melibatkan Tagana dan juga relawan , bagi para warga yang sedang menjalankan Isolasi Mandiri.

" Dapur umum nantinya akan dipusatkan di kota , kemudian di setiap kelurahan akan kita manfaatkan UMKM ," katanya.

Ia berharap kita dapat saling gotong royong bahu - membahu dan saling membantu untuk warga yang kurang mampu. Pemerintah Kota tentunya juga turut ikut dalam giat ini tetapi mereka juga punya keterbatasan.

" Mungkin kita akan bantu tetapi tidak langsung cepat begitu saja , tetapi kalau ada keluarga di lingkungan kita ada yang mampu ayolah kita bisa saling membantu ," imbuhnya.

Selain itu , Rahmad juga menyampaikan jika PPKM Darurat akan diperpanjang Pemerintah Kota akan memberikan bantuan sosial kepada warga Kota Balikpapan yang terkena dampak , seperti para pelaku UKM maupun Driver Ojol.

" Tahun lalu bantuan yang diberikan berupa sembaku dan sekarang daripada kita repot repot dan bisa bermanfaat bagi mereka kita akan langsung berikan bantuan berupa uang tunai , " pungkasnya. ( tri )

Kabarikn.com,Balikpapan - Sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Kota Balikpapan pada Maret 2020 lalu, sudah ada 750 an warga yang meninggal terpapar Covid-19 dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Terpadu di Km 15 Karang Joang, Balikpapan Utara. 

Dari total 750 an yang sudah dimakamkan ada dua makam yang dipindahkan ke lokasi lain, hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan Ketut Astana. 

"Iya ada dua makam covid yang dipindahkan, satu makam ke TPU diarea Katolik dan satu lagi di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan,"Kata Ketut Astana , Kamis (15/72021).

Adapun proses pemindahan makam covid harus mendapat izin dan persetujuan dari Ketua Satgas Covid Kota Balikpapan yang juga Walikota Balikpapan, baru bisa dilakukam pembongkaran dan pemindahan makam. 

"Dalam proses pemindahan petugas juga menerapkan prokes dan biaya ditanggung oleh pihak keluarga bukan dari pemkot," tuturnya. 

Dikatakan Ketut dari awal pandemi, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan lahan 1 hektar untuk pemakaman covid-19, namun kondisinya saat ini sudah penuh dan sudah disiapkan lagi laham dua hektar yang masih dalam area TPU terpadu Km 15.

"Awalnya 1 hektar itu kami target bisa menampung seribu makam dengan jarak 1,5 meter antar makam, tapi karena ada kriteria makam covid yang satu dengan makam yang lain berjarak 2,5 meter maka hanya mampu menampung 500 makam," aku Ketut. 

Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan lahan tahap kedua yang juga berdekatan dengan tahap pertama yang memiliki lahan lebih luas sekitar dua hektar dan diperkirakan mampu menampung hingga 1.600 makam. 

"Untuk lahan tahap kedua dalam proses penataan dan kondisinya menggunakan sistem terasering sehingga memudahkan dalam proses pemakaman," tutupnya.(*)