[Valid RSS]

Kabarikn.com, Balikpapan - Pemerintah kota Balikpapan menerima bantuan perusahaan bagi masyarakat yang terdampak Covid - 19 maupun  terdampak dari PPKM Level 4. PT. ATJ menyerahkan bantuan berupa 400 paket sembako kepada Wali Kota Balikpapan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Penyerahan bantuan dilakukan di lobby kantor Pemerintah Kota, dilakukan oleh Direktur Utama PT.ATJ Agung Tri Hartanto kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Selasa (03/08/2021). 

Wali kota menyampaikan terimakasih Kepada jajaran manajemen PT.ATJ dan Pandu Siwi atas bantuan yang diberikan kepada pemerintah kota untuk masyarakat yang terdampak PPKM level 4. 

“ Bung Agung  kepada cabang dari PT ATJ  dan Pandu Siwi Sentosa beliau anak dari almarhum Haji Ramli dan salah satu yang dermawan di kota Balikpapan. Tentu diteruskan oleh anak beliau semoga karir dan apa yang dirintisnya saya hakul yakin sering membantu, memberikan, mewakafkan kepada warga yang sangat membutuhkan,” ucap Rahmad saat menyampaikan sambutan penerimaan bantuan. 

Hikmah covid ini menurut Rahmad tidak semua mengenai wabah saja , tetapi dibalik ini dapat menjadikan mereka yang mampu memiliki kesadaran bersama untuk bisa membantu yang membutuhkan. 

" Apalagi saat ada ditengah situasi ini ada yang isoman, saatnya kita disuruh untuk berbuat mengsedekahkan harta kita bagi yang punya, kalau nggak ada paling tidak tenaga,kalau tidak ada ya sumbang pikiran berikan motivasi tapi kalau tidak punya juga ya diam saja nggak usah menghujat,” tuturnya. 

Dirut PT ATJ Agung Tri Hartanto menyampaikan bantuan 400 paket sembako ini diharapkan dapat mengurangi kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat covid yang masih cukup tinggi. 

“ Kami juga didukung oleh jajaran pemerintah kota, pada bapak wali kota bapak Rahmad Mas’ud beliau jadi orangtua juga, saudara saya bisa bersosial kepada warga. Alhamdulillah  kami ada sedikit rezeki ada 400 paket sembako untuk warga melalui pemerintah kota,” ujarnya. 

Bantuan ini diharapkan tidak dinilai dari materi tapi bantuan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Mudah-mudahan pemerintah kota bisa menerima untuk masyarakat yang membutuhkan,” harapnya. (*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah merenggut banyak hal dari kehidupan kita. Tak pelak, kondisi ini pun memunculkan berbagai macam keprihatinan bagi masyarakat Indonesia, seperti naiknya angka kemiskinan yang dibarengi dengan melonjaknya pengangguran.

Data per 28 Juli 2021 pada laman https://covid19.go.id/, jumlah pasien yang terinfeksi positif Covid-19 secara nasional berjumlah 3.287.727 orang.

Angka tersebut meningkat 47.791 kasus dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, sejak pemerintah menggulirkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terdapat tren penurunan mobilitas hampir di semua wilayah. Dimana pembatasan pergerakan masyarakat menjadi faktor penting salah satu upaya pemutusan transmisi Covid-19.

Bersyukur, kondisi kini pun berangsur membaik setelah diterapkannya PPKM. Kasus aktif, positivity rate, dan kasus harian menurun, serta terjadi peningkatan kesembuhan yang mulai terlihat pada pekan ketiga pelaksanaan PPKM.

Peningkatan ini harus dibarengi dengan optimisme dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Masyarakat juga harus memberikan dukungan dari kebijakan yang dilakukan pemerintah, seperti mematuhi protokol kesehatan, PPKM, dan mengikuti vaksinasi.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional, serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.

“Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/07/2021) pagi.

Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah. 

Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN.

Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu.

“Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham.

Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro.

“Bantuan sosial tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” ucap Yasonna.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini,” kata Andap.

“Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat,” lanjutnya.

“Pesan kami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Bapas Kelas II Balikpapan, Budi Purwadi mengatakan,  penyaluran bantuan ini dalam rangka Kumham Peduli Kumham Berbagi.

Sebanyak 30 paket sembako yang di bagikan kepada warga warga terdampak covid khususnya yang belum pernah menerima bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka.

‘’Penyaluran bantuan ini diperuntukan untuk warga sekitar yang belum pernah menerima bantuan dan terdampak covid-19," jelasnya.

Budi menyampaikan, sasaran penerima bantuan ini sesuai arahan Kemenkumham untuk memprioritaskan masyarakat terdekat. Pihaknya langsung survey dan mentelusuri langsung warga yang memang bum pernah mendapat bantuan . "Beberapa hari yang lalu kita survey langsung ke lapangan, dan telusuri untuk mencari warga yang memang pantas untuk diberikan bantuan dan termasuk ada pegawai yang terpapar itupun merupakan kewajiban untuk membantu," katanya.

Budi menjelaskan, sejauh ini koordinasi dilakukan melalui RT untuk meminta ijin memberikan bantuan kepada warga terdampak. Dan untuk Bapas kelas II Balikpapan ini merupakan bantuan yang kedua kalinya untuk warga terdampak." Ini yang kedua instruksi Bapak menteri seluruh jajaran Kemenkumham harus mempunyai kepedulian untuk membantu warga yang terdampak covid-19," urainya.

Melalui kegiatan ini  berharap bisa mengetuk hati warga mampu yang lain, khusunya ASN agar bersedia menyisikan rizkinya untuk membantu masyarakat yang terdampak covid 19. Dengan begitu pandemi bisa diatasi secara bersama sama.

Sementara itu , salah satu warga penerima bantuan  Sumiati yang bekerja sebagi cleaning service mengaku bantuan ini sangat membantu ditengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini. Terlebih sejak berlangsungnya pandemi covid, dirinya sama sekali belum pernah mendapat bantuan, dari manapun.

‘’ Dengan bantuan ini sangat membantu dan bermanfaat sekali bagi kami. Untuk itu saya ucapkan terimakasih banyak untuk jajaran Kemenkumham, atas bantuanya, semoga pandemi cepat berakhir," tutupnya. (tn)

Kabarikn.com,Balikpapan - Ditengah kesibukankan sebagai Walikota Balikpapan apalagi kondisi Kota Balikpapan yang masih dalam PPKM level 4, Rahmad Mas’ud masih menyempatkan diri untuk bertakjiah dan melepas kepergian Almarhum Nur Rahmah (40) yang meninggal akibat terpapar Covid-19 dan merupakan sepupu dari sang istri Nurlena Rahmad Mas’ud di Rumah Sakit, Selasa (28/7/2021).

Dalam sambutannya Rahmad dmewakili keluarga besar Bani Mas’ud dengan nada suara yang pelan menyampaikan ucapan turut berduka atas meninggalnya almarhum, dan memberi apresiasi kepada pihak rumah sakit pihak dokter yang telah membantu dan menangani almarhum selama di rumah sakit.

“Terima kasih atas perhatiannya mudah-mudahan apa yang dilakukan mendapat ganjaran pahala dari allah swt, kita doakan agar para tenaga kesehatan diberi kesehatan dalam mengatasi pandemic Covid-19 ini,” ujar Rahmad Mas’ud.

Rahmad bersama istri yang mengenakan baju APD ikut serta mengantar bersama rombongan ke pemakaman km 15. Tepat pukul 11.05 jenazah dimakamkan di area baru yang sudah dibuka oleh Dinas Pemukim dan Perumahan Kota Balikpapan. 

Doa di ruang jenazah maupun di pemakaman dipimpin oleh Ustadz Mustakim diikuti oleh seluruh rombongan ditengah terik matahari.(*)

Kabarikn.com,Balikpapan - Guna mendukung kinerja dari Pemerintah Kota Balikpapan dan bersinergi dengan sejumlah OPD, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud melantik pengurus Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan periode 2021-2026 di aula Kantor Walikota Balikpapan, Kamis (29/7/2021) sebanyak 56 orang secara terbatas dan virtual.

"Selamat kepada ibu-ibu yang dilantik sebagai anggota TP PPK Kota Balikpapan, yang mana ini bisa berjalan dengan baik dalam mewujudkan visi misi PKK kedepannya," ujar Rahmad Mas'ud dalam sambutannya. 

Rahmad berharap kepengurusan TP-PKK kali ini tentunya dapat fokus pada sejumlah persoalan disamping konsisten memjalankan 10 program PKK,  juga agar kedepan  program kerja ke lapangam tepat sasaran khususnya penanganan pandemi covid-19.

"Persoalan lainya dapat kerja oprtmal meski anggaran terbatas baik yang dikelola secara langsung atau tidak langsung, persoalan sosial kekerasan pada anak dan perempuan lebih agar lebih mendapat perhatian serius, sehingga mewujudkan Kota Balikpapan layak anak," harapnya.

Rahmad juga menginginkan agar OPD yang terkait dengan TP-PKK dapat membantu dan bersinergi dalam

menjalankan program kerja PKK dan sebagai mitra strategis pemkot Balikpapan yang banyak menghasilkan hal nyata melalui prestasi. 

"Terima kasih juga kepada pengurus yang lama, dan kepada pengurus yang baru selamat menjalankan tugas dan program PKK dan tetap bersinergi dengan Pemkot," tuturnya. 

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud memberikan apresiasi kepada Walikota Balikpapan yang telah berkesempatan melantik pengurus PKK periode yang baru ditengah kondisi pandemi Covid-19.

"Sebenarnya sudah lama ingin dilantik, tapi baru terlaksana hari ini, total ada 56 anggota yang dilantik, dan ada tiga yang menjalani secara virtual karena kondisinya saat ini tengah melaksanakan isoman," jelas Nurlena.

Nurlena menambahkan, dalam melaksanakan tugas dan program kerjanya, TP PKK akan tetap mematuhi prokes mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, dan membatasi kegiatan.

"Untuk sementara kita kerja per pokja dulu karena kalau semua pokja berkumpul pasti ramai ada 56 orang, apalagi mereka belum saling mengenal dengan OPD terkait," akunya. 

Para anggota TP PKK kota Balikpapan selain diisi oleh orang yang berpengalaman juga banyak melibatkan mereka mereka yang sudah dibidangnya seperti dokter, anggota organisasi bahkan ibu rumah tangga juga dilibatkan, selama mereak punya kemampun di bidangnya. 

"Mereka juga  dibagi kedalam 4 Pokja yang akan bekerja sesuai dengan tugasnya masing, antara Pokja satu dengan pokja yang lain memiliki tugas yang beda namun saling melengkapi, keterkaitan dan sinergi, misalnya dalam penanganan stunting," kata Nurlena. 

Adapun Pokja 1 programnya berkaitan dengam kekerasan pada anak dan perempuan, di Pokja 2 yang bahas pendidikannya, Pokja 3 yang berkaitan dengan makanan yang bergizi seimbang termasuk tumbuh kembangnya, terus di Pokja 4 berkaitan dengan kesehatannya seperti tinggi dan berat badanya.

"Permasalahan lainnya banyak terjadi pernikahan dini, akibat anak-anak putus sekolah dan pergaulan yang salah, seperti saat ini kondisi sekolah tatap muka tidak ada, anak merasa bosan dan lebih banyak bermain di medsos yang jika tidak dipantau khususnya para orang tua mereka bisa terjerumus dengan hal-hal yang salah, hal inilah yang jadi perhatian serius kami juga di PKK Kota," tutup Nurlena.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Rabu ( 28/07/2021 ) , Pemkot Balikpapan memberikan bantuan sosial dari anggaran APBD sebesar 300 ribu per KPM . Pemberian bansos ini langsung dibuka oleh Wali Kota Balikpapan , Rahmad Mas'ud. 

Foto : Kepala Kantor Pos Indonesia Balikpapan , Taufik DM

Pemberian bantuan ini dilaksanakan di Loby Pemkot Balikpapan dan hanya dihadiri oleh 20 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Kantor Pos Indonesia Balikpapan , Taufik DM menyampaikan bahwa data yang sudah masuk dari pemkot ada 414.406 data. Wali Kota menyampaikan perkiraan bansos akan dibayarkan kepada 48 sampai 50 ribu KPM. 

" Saya berharap data tahap I cepat selesai dan ini bisa terbayarkan dalam waktu dekat ini. Untuk tahap selanjutnya kami menunggu data dari pemkot dan kita akan infokan ke bandung untuk dikonversikan menjadi data nominatif , " ujarnya.

Bantuan tahap I ini akan dilakukan pembayaran selama sebulan. Untuk pembayaran kantor pos akan hadir di komunitas terdekat , warga yang tidak mengambil bantuan di hari utama nanti tim dari kantor pos akan on the spot ke rumah - rumah , bisa juga lakukan pembayaran di Kantor Pos.

Syarat pengambilan warga yang mendapatkan bantuan cukup menunjukan KTP dan KK asli tanpa fotocopy.

" Para warga yang menerima pasti mendapatkan undangan dan nanti di distribusikan lewat lurah , lurah menyampaikan ke RT setelah itu disampaikan ke warga. Undangan ini dijadikan sebagai bukti untuk pengambilan bansos, " pungkasnya. (tri)