[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan - Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. dan para pejabat Polda Kaltim lainnya menghadiri rangkaian kegiatan peringatan HUT Polairud Ke - 71.

Ia berharap Polairud semakin hari semakin baik sehingga Pelayanan juga semakin Profesional.

Selain itu ia juga menyampaikan terkait Angka Covid-19 di Balikpapan ini, Masyarakat harus taat terhadap kegiatan Vaksin yang dilaksanakan diberbagai tempat.

" untuk yang belum vaksin, segera vaksin. dan untuk yang sudah vaksin 1 segera vaksin 2 jangan sampai terlambat, supaya kita bisa mencapai lebih dari 70% Angka pemberian vaksin kepada masyarakat " kata Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak. Rabu ( 01/12/2021 )

Menjelang Perayaan Nataru dan dalam rangka mengantisipasi tinggi nya angka covid-19 Pemerintah akan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia.

Apabila ada Pembatasan - Pembatasan yang dibuat sesuai dengan level 3 itu, maka Pemerintah mengimbau kepada seluruh mayarakat untuk mematuhinya dan Polri akan bekerja dalam upaya mendisiplinkan.

Kebijakan PPKM level 3 ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 62 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. Ketentuan ini berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. mengatakan akan menjaga tempat-tempat atau lokasi yang di nilai menjadi tempat ramai dan akan menaruh anggota berseragam untuk meminimalisir keramaian , termasuk hotel dan mall pusat perbelanjaan.

Untuk yang masih nekat menggelar keramaian akan ada sanksi yang didapat sesuai aturan Pemerintah Kota Balikpapan yang dibuat dan akan dirumuskan secepatnya. (dys/tri)

 

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada jajaran Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri untuk terus menjadi representasi kehadiran negara di setiap wilayah Indonesia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korpolairud Baharkam Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Banten, Rabu (1/12/2021).

"Harapan kami, jajaran Polairud khususnya, untuk terus bisa mengoptimalkan pelaksanaan tugasnya, guna mewujudkan representasi negara hadir di setiap wilayah yang membutuhkan kehadiran negara dan membutuhkan kehadiran Polri," kata Sigit kepada awak media. 

Tak hanya itu, Sigit juga berharap, Korpolairud untuk terus siap menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang ada saat ini dan kedepannya. Diantaranya adalah mengoptimalkan kegiatan dalam membantu pengendalian dan penanganan Pandemi Covid-19. 

Peran Korpolairud, kata mantan Kapolda Banten ini menjadi salah satu yang sentral dalam rangka pengendalian Covid-19. Dalam hal ini yakni akselerasi percepatan vaksinasi ke masyarakat yang berada di pulau terluar ataupun memiliki akses darat yang sulit. 

"Mulai dari distribusi vaksin, kemudian akselerasi vaksin pulau terluar di wilayah-wilayah perairan.  Dimana masyarakat juga tentunya perlu mendapatkan bantuan vaksinasi termasuk juga distribusi logistik yang terkait," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Lebih dalam, menurut Sigit, dengan didorongnya percepatan vaksinasi ke seluruh wilayah Indonesia, hal itu akan mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terkait adanya varian baru Covid-19 seperti Omicron. 

Karenanya, Sigit menekankan, Korpolairud harus melakukan akselerasi vaksinasi, mulai dari menyiapkan gerai-gerai vaksin di wilayah perairan sampai dengan mendorong logistik distribusi vaksinasi yang dibutuhkan masyarakat, yang tentunya memerlukan pengamanan lantaran berada di wilayah terpencil ataupun antar-pulau. 

"Sehingga program Pemerintah dalam rangka mewujudkan capaian vaksinasi 70 persen di tahun ini dan kedepan akan terus terlaksana.  Dengan adanya berbagai varian baru termasuk Omicron yang saat ini menjadi kewaspadaan kita. Tentunya rangkaian pengendalian Covid-19 mulai dari bagaimana memperkuat protokol kesehatan, mulai dari 3M, 3T dan akselerasi vaksinasi betul-betul bisa kita laksanakan," papar Sigit.

Demi semakin memperkuat dan memaksimal peran Korpolairud, dalam kesempatan ini, Sigit juga meresmikan sembilan Helikopter baru guna mengoptimalisasi pelaksanaan tugas kedepannya. 

Dengan adanya sarana dan prasarana penunjang itu, Sigit menegaskan, Korpolairud harus semakin optimal dalam melakukan mobilisasi pemantauan dan pengawasan di beberapa kawasan yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah, kawasan industri, pariwisata ataupun kawasan strategis nasional lainnya yang tentunya memerlukan kehadiran Polri.

"Karena itu tentunya dengan kehadiran pesawat helikopter yang baru ini, tentunya mobilitas dan sekaligus pengawasan serta pemantaun melalui udara terhadap kawasan tersebut juga akan semakin baik," ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit menyebut, alat utama baru yang dimiliki Korpolairud ini juga akan dimaksimalkan untuk menyukseskan beberapa agenda nasional ataupun internasional yang kedepannya akan dilaksanakan di Indonesia. 

"Kita juga akan menghadapi beberapa tantangan tugas terkait penyelenggaraan event nasional maupun internasional. Terkait Presidensi tentunya membutuhkan pengamanan. Kami tentunya akan persiapkan semuanya agar bisa menjadi lebih baik," tutur Sigit. 

Disisi lain, Sigit menyampaikan kepada seluruh jajaran Korpolairud untuk selalu berada di garis terdepan dan responsif untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam. 

"Terkait juga tantangan tugas dengan adanya berbagai macam kondisi bencana yang ada baik longsor, bencana perairan tentunya memerlukan kehadiran Polri, kita harapkan kita akan jauh lebih baik dengan adanya sarana dan prasarana baru yang kita miliki.  Demikian juga dengan tantangan tugas yang lain," kata Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyempatkan menyapa secara langsung jajaran Korpolairud yang sedang menjalankan tugas di perairan dan lokasi penugasan operasi pada beberapa wilayah Indonesia. 

Saat menyapa personel Korpolairud yang bertugas pada Satgas Nemangkawi, Sigit menekankan soal untuk terus meningkatkan kewaspadaan adanya gangguan kamtibmas. Ia juga berpesan agar setiap menjalankan tugas untuk terus berhati-hati dan mengikuti SOP yang ada. 

Selanjutnya, Sigit juga menyapa jajaran Korpolairud yang bertugas di perairan NTT. Ia meminta agar personel mengamankan lokasi destinasi Labuan Bajo yang sedang dikembangkan untuk sektor Pariwisata oleh Pemerintah.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin ( 29/11/2021 ) , Polda Kaltim melaksanakan kegiatan konferensi pers terkait dengan kasus pelecehan seksual melalui media sosial yang digelar di Ruang press room Polda Kaltim.

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo yang didampingi oleh Kasubdit Penmas Polda Kaltim dan Kasubdit Siber Dit Reskrimsus Polda Kaltim.

Kejadian ini berawal dari laporan polisi dan salah seorang warga yang dimana modusnya tersangka masuk ke akun media sosial yaitu Instagram lalu lewat Direct Message ( DM ) tersangka melakukan video dengan menunjukkan alat vitalnya dan ini masuk ke dalam UUD Pornografi.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menyampaikan tersangka berinisial " AW " sementara karena ada rekomendasi dari dokter jiwa menyampaikan bahwa tersangka ini kondisinya memang memiliki penyakit atau tidak sehat untuk dilakukan penahanan.

Didukung dengan beberapa dokumen lain tersangka mulai dari SD , SMP dan SMA bersekolah di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) dimana yang bersangkutan mengidap penyakit Tuna Grahita.

" Walaupun tidak dilakukan penahanan kepada tersangka kami tetap mendapatkan jaminan dari pihak keluarga tersangka bahwa ia tidak akan lari kemana - mana ," ujarnya.

Adapun barang bukti yang didapat oleh Polda Kaltim yaitu 1 unit HP , 1 Buah Simcard Provider , 1 Akun Instagram , 1 Lembar Kaos berwarna merah yang dikenakan saat pelaku melakukan tindakan pelecehannya di Instagram beserta 1 lembar celana training.

Perkara hukum ini tetap akan berlanjut karena nantinya juga akan ada keterangan saksi ahli yang akan menjadi kesimpulan bagi para penyidik.

Sejauh ini dari laporan yang diterima oleh Polda Kaltim dan dilakukan Patroli Cyber baru ada dua korban yang merasa dilecehkan oleh pelaku.

Dari Informasi maupun Isu yang berkembang di masyarakat , Subdit Cyber melakukan patroli dan ditemukan memang di salah satu akun instagram tersebut ada kejadian pelecehan dan setelah dilakukan Profling lanjut dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

Tersangka " AW " terancam dengan Pasal 45 (1) JO Pasal 27 ayat (1) Undang - Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 ( Satu Miliar Rupiah ).

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo juga tidak lupa menghimbau kepada masyarakat agar tetap bijak dalam bersosial media , dalam berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial.

" Semua pengguna media sosial diharapkan dapat lebih cermat dan bijaksana dalam memilih kata atau ujaran ketika menyampaikan pendapat yang melibatkan pihak lain , mengingat pihak yang terlibat dalam komunikasi dan interaksi dalam media sosial tidak sepenuhnya dapat melihat bahasa tubuh pembuat ujaran," pungkasnya. ( tri )

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri, yang diantaranya adalah, Kabaintelkam, Aslog Kapolri, Kakorlantas, Kadiv Humas Polri hingga enam Kapolda di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Rabu (10/11/2021).

Dalam amanatnya, Sigit meminta kepada seluruh perwira yang dilantik untuk lebih peka dan mampu melaksanakan mapping di lapangan dengan baik untuk menentukan langkah mulai dari preemtif hingga represif, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap berjalan aman, damai dan kondusif. 

Terkait hal itu, Sigit menyampaikan ungkapan bahwa jangan padamkan api pada saat api besar. Melainkan, padamkan api ketika masih kecil. Dengan kata lain, Sigit berharap, jajarannya bisa bergerak cepat untuk segera meminimalisir hal yang tidak diinginkan terjadi. 

"Jangan padamkan api, pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Ini bisa dilakukan kalau kita jeli dan bisa melihat di lapangan. Kita mampu melaksanakan monitoring, langkah dan evaluasi yang benar serta tentunya ini menjadi tugas bagi kita semua," kata Sigit dalam amanatnya. 

Ungkapan itu, kata Sigit juga terkait dengan munculnya fenomena pelanggaran oknum anggota kepolisian khususnya di media sosial (medsos) dan viral di masyarakat. Perbuatan segelintir oknum itu, menurut Sigit, berpengaruh pada personel lainnya yang sudah bekerja keras dan baik dalam menjalankan tugasnya. Seperti menjadi garda terdepan penanganan dan pengendalian Covid-19 hingga menjaga Sitkamtibmas tetap kondusif. 

"Disini saya ingatkan bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi fenomena dan menjadi keprihatinan kita, muncul banyak viral penyimpangan anggota. Tentunya ini berdampak pada rekan-rekan yang sudah bekerja keras sehingga hasilnya dirasakan masyarakat," ujar Sigit. 

Dihadapan perwira yang dilantik, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, kedepannya tidak ada lagi perbuatan oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, Ia menekankan, perwira Polri harus menjadi pimpinan yang menjadi contoh agar tak ragu memberikan hukuman dan tindakan tegas kepada oknum yang melanggar.

"Ini harus ditanamkan di diri kita. Kita bisa tegas kalau kita menjadi teladan yang baik. Kita ragu apabila tidak menjadi teladan. Potensi penyimpangan harus diperbaiki, apakah pemahamannya yang keliru sehingga harus rubah mindsetnya. Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan," ucap eks Kabareskrim Polri ini. 

Tak hanya itu, Sigit juga menyadari dan menyerap aspirasi masyarakat soal adanya anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. Karenanya, Sigit menekankan, stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan. Karena, sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan. 

"Jadi tolong ini diperbaiki. Tak harus viral tapi masalah bisa cepat diselesaikan. Terjadi kebuntuan komunikasi sehingga masyarakat menyampaikan keluhan dengan menggunakan medsos," tutur Sigit.

Masih terkait soal keluhan masyarakat, Sigit berharap, jajarannya benar-benar memanfaatkan sejumlah aplikasi yang telah diluncurkan. Seperti layanan Hotline 110, Propam presisi, Dumas Presisi, Binmas Online Sistem (BOS), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, dan masih banyak lainnya. 

Sigit berpandangan, banyaknya aplikasi tersebut akan tidak dirasakan oleh masyarakat apabila tidak mendapatkan respon dari aparat kepolisian. Apalagi, Sigit mengaku, masih banyak yang menyampaikan keluhannya secara langsung terhadap dirinya melalui aplikasi pesan tertulis. 

"Sampai saat ini masih banyak yang WhatsApp saya melaporkan masalah. Pada saat saya tanya kenapa tidak dilaporkan ke wilayah karena tidak bisa nomor diblokir. Kalau memang ada masalah dan kemudian masyarakat perlu ada penjelasan, tolong jelaskan khususnya masalah di kepolisian. Sehingga masyarakat mengerti posisi hukumnya, apakah kasusnya bisa ditindaklanjuti atau tidak bisa, karena ada batasan kewenangan yang dimiliki. Namun kita berusaha menyelesaikan semuanya sehingga rasa keadilan buat masyarakat dapat dirasakan," papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan adanya persepsi tentang polisi antikritik. Ia mengakui bahwa, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak antikritik karena selalu menyerap aspirasi, untuk menjadikan Polri yang lebih diharapkan oleh masyarakat. 

"Polisi tidak anti kritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu," kata Sigit.

Sigit meyakini bahwa tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras dan ikhlas. Sigit optimis, tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini. 

"Namun saya yakin kita semua dengan ketulusan, keikhlasan dan kerja keras. Kita bisa memperbaiki. Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota, untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu," ujar Sigit.

Demi bisa meningkatkan kepercayaan publik, Sigit mengatakan, jajarannya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Tunjukan bahwa, Polri saat ini jauh lebih baik sebagaimana dengan semangat konsep Presisi. 

"Perkembangan teknologi kita manfaatkan. Sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga kembali mengingatkan soal peran Polri menjadi salah satu institusi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ia berpesan, jajarannya harus mampu mempertahankan tren positif yang sudah ada saat ini. 

Dimana, Indonesia menjadi peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan serta pengendalian Covid-19. Semua itu, kata Sigit merupakan berkat sinergitas, soliditas dan kerja keras seluruh stakeholders dan elemen masyarakat. 

"Kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi tentunya harus kita antisipasi dengan langkah-langkah untuk memperkuat protokol kesehatan. Khususnya rekan-rekan Kapolda yang menjadi penanggung jawab mengendalikan Covid-19," kata Sigit.

Kesiapan dan antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19, menurut Sigit juga sebagai bukti di dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan nasional maupun internasional di tengah Pandemi, dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Mengingat, kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaran acara tingkat dunia. 

"Di satu sisi kegiatan besar akan kita laksanakan dan di satu sisi kita harus waspada angka Covid-19 tak meningkat. Kalau kita mampu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan seluruh masyarakat, ini harus kita kembalikan. Ini semua terjadi berkat kontribusi rekan-rekan dan dipertahankan menjadi tugas ke depan. Kewajiban kita menjaga situasi Kamtibmas kondusif sehingga semuanya berjalan baik," tutup Sigit.

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin (08/11/2021) , Polda Kalimantan Timur melaksanakan Konferensi Pers tentang Pengungkapan Kasus Penipuan Investasi Online Ilegal yang dilaksanakan di Gedung Mahakam Polda Kaltim.

Kasus ini melanggar Pasal 3 UURI No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU , Jo Pasal 45A UU RI No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang ITE Jo Pasal 278 KUHPIDANA.

Ancaman hukuman antara 4 hingga 15 tahun penjara.

Kronologis dari kejadian ini berdasar awalnya dari laporan polisi atau laporan pengaduan dari Polres Berau pada tanggal 4 Juli 2021 dan saat ditindak lanjuti ternyata bukan hanya ada 1 korban melainkan di Polda Kaltim juga ada 4 laporan pengaduan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombel Pol Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa para konsumen nya berasal dari Kota Balikpapan , Luar Kalimantan Timur , Jawa Tengah , Banten dan dari Polda Riau. Tersangka menawarkan investasi yang dibagi dalam beberapa slot yaitu ada 15 slot , masing - masing bervariasi antara 300 ribu - 1,5 jt per slot yang dimingi dengan keuntungan senilai 25% - 70% hanya dalam waktu 15 sampai 25 hari kerja.

Polda Kaltim telah mengamankan satu orang terangka dengan inisial ( DM ) yang mengelola akun grup investor Beezy. Semua investasi tersebut dikelola dan dimasukkan kedalam beberapa nomor rekening yang memang milik tersangka.

" Semua korbannya berjumlah 900 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan pemeriksaan telah dilakukan," ujarnya. 

Sementara ini Polda Kaltim telah melakukan pemeriksaan kepada oleh 33 orang saksi korban dari 900 korban tersebut , karena korban sangat banyak dan datang dari berbagai kota di Indonesia. Kota tersebut diantaranya Balikpapan , Sukoharjo , Berau , Tegal , Yogyakarta , Brebes , Sragen , Kendal , Pekalongan , Banten , Bogor , Depok , Cianjur , Garut , Bekasi , Bandung , Tasikmalaya , Pengandaran ,Purwakarta dan Riau.

Total kerugian atau dana yang diputar dalam investasi ini berjumlah Rp. 63.200.767.383,- ( Enam Puluh Tiga Milyar , Dua Ratus Juta , Tujuh Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu , Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga Rupiah ). Pengelolaan dana investasi hanya diputar putar untuk pembayaran bunga bagi pengikut investasi itu sendiri dan sebagian tersangka ambil untuk kepentingannya sendiri.

" Investasi ini mulai dibuka di pertengahan tahun 2020 tetapi mulai marak pada bulan Januari 2021dan akhirnya ditutup sampai bulan mei 2021 kemarin dikarenakan sudah tidak ada lagi uang yang digunakan untuk mengembalikan ," imbuhnya.

Namun Polda Kaltim telah berhasil menyita barang bukti yang masih dipegang dan dimiliki oleh pelaku. Barang bukti tersebut diantaranya 1 unit mobil , beberapa handphone , kalung emas , gelang , cincin , serta uang cash yang bisa ditarik dari rekening. Uang tunai yang berhasil disitu oleh Polda Kaltim sebesar Rp. 150.802.000 ( Seratus Lima Puluh Juta Delapan Ratus Dua Ribu Rupiah ).

" Semantara ini dari hasil pemeriksaan pelaku masih satu orang. Keterlibatan orang lain masih kita dalami sejauh apa mereka berbuat atau mereka hanya bekerja," pungkasnya. ( tri )

 

KabarIkn.com,NTT - Pada tanggal 7 November 2021 telah dilaksanakan pembukaan/Opening Ceremony The 58th IAWP 2021, Indonesia di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT.

Acara dibuka resmi oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dihadiri juga oleh Ibu Asuh Polwan RI Ny. Juliati Sigit Prabowo. Beserta pejabat utama Mabes Polri, perwakilan aparat penegak hukum dari negara sahabat, Polwan dari mancanegara, dan Polwan RI dari sabang sampai Merauke. 

Jumlah peserta yang mengikuti acara pembukaan dan seluruh rangkaian acara konferensi berjumlah 980 peserta dengan keterangan yang meliputi secara langsung dihadiri peserta internasional sebanyak 39 peserta dari 12 negara dan 2 organisasi internasional serta dari Indonesia sebanyak 407 peserta dengan mengikuti ketentuan protokol Kesehatan.

Selain itu dihadiri secara online oleh peserta internasional sebanyak 235 peserta yang terdiri dari 39 negara dan Indonesia sebanyak 299 peserta. 

Untuk memeriahkan acara the 58th IAWP sehari sebelum pembukaan telah diadakan Parade Of Nations yang merupakan salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan selama 58 tahun dalam rangkaian kegiatan International Association of Women Police (IAWP). 

Peserta yang mengikuti Parade meliputi Polan Manacanegara yang menggunakan pakaian kebesarannya, Polwan RI dengan berbagai varian seragam yang berlaku di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tim Marching Band dari SMAK Ignatius Loyola, SMP Arnoldus, dan Pembawa Bendera yakni Para Pemuda Pemudi Paguyuban di wilayah Manggarai Barat. 

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Manggarai Barat khususnya Labuan Bajo beberapa komentar positif di ekspresikan termasuk keterlibatan beberapa elemen masyarakat dalam Parade of Nations untuk mempromosikan budaya setempat yang di tampilkan dalam Busana Tradisional NTT.

Acara ini juga dapat dijadikan sebagai media promosi potensi wisata labuan bajo, potensi budaya, dan potensi ekonomi Kawasan melalui pemberdayaan UMKM.

Ini juga merupakan kebanggaan masyarakat Labuan Bajo, karena the 58th International Association of Women Police menjadi kegiatan Konferensi Internasional yang pertama kali yang dilaksanakan di Labuan Bajo menjelang G-20 tahun 2022 yang akan datang dimana Labuan Bajo juga akan dijadikan salah satu venue acara tersebut mendukung acara utama yang akan dilaksanakan di Bali.

KabarIkn.com,Aceh - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh, terkait dengan evaluasi penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (2/11/2021).

Dalam pengarahannya, Sigit menyoroti Provinsi Aceh yang masih tergolong rendah soal capaian vaksinasi. Tanah Rencong menempati rangking 33 untuk capaian vaksinasi di skala nasional. 

Sigit menekankan, untuk mempercepat akselerasi vaksinasi, seluruh elemen mulai dari TNI, Polri, Pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, di Nangroe Aceh Darussalam harus bersatu padu dan bergandengan tangan melakukan strategi percepatan vaksinasi.

"Kami bersama Panglima TNI datang langsung untuk lakukan dialog dengan seluruh Forkompinda, lembaga adat yang ada di Aceh, Forkopimda di tingkat daerah dan seluruh stakeholders yang ada. Baik dari para tokoh dari pemuka agama. Kami berdiskusi untuk mencari jalan terbaik bagaimana kita bisa meningkatkan akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Aceh," kata Sigit dalam arahannya. 

Menurut mantan Kapolda Banten ini, kunci untuk mengakselerasi vaksinasi adalah dengan terwujudnya sinergitas dan soliditas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat. 

Sigit pun memberikan masukan, untuk mempercepat vaksinasi, diantaranya adalah melakukan sistem target dan bekerjasama dengan wilayah-wilayah yang berdekatan atau aglomerasi.

"Lakukan vaksinasi dengan sistem targeting dan kerjasama antar daerah yang berdekatan atau aglomerasi. Sehingga mampu meningkatkan capaian vaksinasi dengan cepat. Forkopimda Kabupaten/Kota harus kompak dalam melaksanakan akselerasi vaksinasi," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Sigit memaparkan, khusus di Banda Aceh, capaian vaksin dosis pertama telah mencapai 80 persen. Hal itu terbilang bagus. Namun, Sigit menyebut, wilayah Aceh lainnya yang masih tergolong rendah. 

Sehingga, kata Sigit, jika dirata-ratakan di skala nasional, Aceh hanya berada di angka 31 persen. Sementara, beberapa provinsi sudah ada di angka 50 persen bahkan adapula yang sudah 100 persen, seperti DKI Jakarta, Bali, Kepri, dan DIY. 

"Tentunya gap ini harus dikejar terus. Karena di beberapa wilayah Indonesia untuk dosis pertama seperti DKI Jakarta, Yogya, Kepri dan Bali sudah 100 persen," ucap Sigit.

Adanya sinergitas dan soliditas seluruh stakeholders di Aceh, Sigit optimis bahwa kedepannya target Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), untuk mencapai vaksinasi sebesar 70 persen dapat segera terwujud. 

"Sehingga apa yang jadi target Pak Presiden di bulan November mencapai 60 persen dan akhir Desember bisa tercapai 70 persen," kata Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, kunci untuk menghadapi Pandemi Covid-19 adalah melakukan strategi kombinasi. Yakni, melaksanakan vaksinasi secara maksimal, menjaga dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan treatment terhadap masyarakat yang positif virus corona, sehingga bisa diselamatkan dengan baik. 

"Ini kombinasi yang harus terus dilaksanakan. Karena memang dengan kerja keras ini, Alhamdulillah Indonesia berada di rangking satu untuk kemampuan kita kendalikan laju Covid-19 se-Asia Tenggara. Jadi saya kira ini harus dipertahankan tentunya dengan akselerasi vaksinasi," tutur Sigit.

Disisi lain, Sigit juga merangkul para tokoh agama dan tokoh adat sama-sama melawan informasi palsu atau hoaks soal vaksin, yang menyebabkan sebagian masyarakat masih merasa takut untuk disuntik vaksin.

"Terhadap yang belum vaksin dan masih takut dengan hoaks. Tadi sudah disampaikan oleh para tokoh bahwa itu tentunya tidak benar. Sehingga bagaimana membangkitkan antusias masyarakat mau divaksin itu menjadi sangat penting. Dan ini perlu kerja keras, kerjasama dari seluruh rekan-rekan stakeholders, temasuk rekan media untuk bantu sosialisasikan," papar Sigit.

Lebih jauh, dengan adanya percepatan vaksinasi dan penerapan prokes, Sigit menyebut, Indonesia akan bisa mengantisipasi potensi lonjakan Covid-19 di akhir tahun nanti, yang dimana ada perayaan Natal 2021 dan Tahun 2022.

"Indonesia bisa pertahankan terkait pengendalian Covid-19 khususnya hadapi akhir tahun. Karena biasanya akan terjadi lonjakan. Ini harus kita jaga dengan prokes yang kuat dan vaksin yang lebih cepat. Dengan demikian laju Covid-19 bisa dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa semakin meningkat," ujar Sigit.

Selain memimpin rapat Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau secara langsung serbuan vaksinasi yang diselenggarakan di Banda Aceh Convention Hall (BACH), serta diikuti serentak di 23 kab/kota se-Provinsi Aceh.

 

KabarIkn.com,Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak dan disabilitas yang terdampak Pandemi Covid-19.

Sigit mengungkapkan, anak-anak adalah aset Bangsa Indonesia karena merupakan generasi penerus. Sehingga, kata Sigit, mereka juga harus mendapatkan perlindungan yang sama atas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan. 

Demi memenuhi kebutuhan dasar bagi anak yang terdampak Pandemi Covid-19 itu, Sigit menyebut, hal itu adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya. 

"Sebagai wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, khususnya di situasi Pandemi Covid-19, maka diselenggarakan dukungan psikologis sosial bagi anak-anak yang terdampak Covid-19 tahun 2021 dengan tema 'Peduli Anak, Indonesia Tangguh'," kata Sigit di Lapangan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2021).

Menurut mantan Kapolda Banten tanggung jawab bersama antar-pihak ini juga merupakan pesan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, bangkitnya rasa kemanusian, persaudaraan, dan persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan maha besar yang menambah keyakinan musibah ini akan mampu diatasi bersama-sama.

"Jadi apa yang disampaikan Pak Presiden ini terbukti dengan kepedulian kita bersama untuk bisa hadir dan berkontribusi untuk anak-anak kita," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut. 

Sigit memaparkan, di tengah Pandemi Covid-19 sudah ada 25.000 anak yang menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu. Bahkan, dari jumlah itu diantaranya ada anak-anak dari personel TNI-Polri yang orang tuanya harus gugur saat berada di garis terdepan menangani virus corona. 

"Korban Covid-19 adalah seorang bapak, seorang ibu, ada juga mereka TNI-Polri, mereka yang bertugas ikut menangani Covid-19, dan mereka yang selama ini bertugas dan berbakti di lini terdepan. Dalam kesempatan ini kita mendoakan saudara kita yang telah gugur dalam menghadapi Pandemi ini. Semoga diberikan tempat terbaik di sisinya dan selalu diterima amal ibadahnya," ucap Sigit dengan nada terenyuh. 

Dalam dukungan psikososial, Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya memberikan pelayanan bantuan psikologis, konseling, dan kedepan akan ada layanan Hotline dan e-psikologi untuk memastikan psikologis mereka baik. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) terhadap anak dan kaum disabilitas. 

Sigit menegaskan, semua niat baik dan dukungan ini berdasarkan azas Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. 

Oleh sebab itu, Sigit menekankan bahwa, dukungan psikososial ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan melakukan mapping potensi dan bakat anak-anak, kegiatan konseling tatap muka baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pemanfaatan teknologi yakni Hotline Center Polri juga pengembangan aplikasi e-psikologi Polri untuk eksternal khususnya konseling anak. Lalu, lakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak sehingga sesuai dengan potensi dan bakat yang ada. 

"Mengutamakan keselamatan rakyat merupakan kekuatan hukum tertinggi, yang tentunya ini kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan," ucap Sigit. 

Pada kegiatan ini, Polri bersama dengan seluruh pihak yang terlibat memberikan dukungan Psikososial serentak di 34 Provinsi kepada balita, anak-anak, remaja, dan kelompok disabilitas sebanyak 2.333 orang. Yang terdiri dari 2.138 anak-anak, 195 kelompok disabilitas, dan 48 orang tua pendamping. Selain itu, telah dibuka pula layanan konseling psikologis bagi orang tua pendamping. 

Sigit berharap, dengan adanya kegiatan ini, anak-anak terdampak Covid-19 tidak kehilangan keceriaan masa kecilnya dan tidak menganggu tumbuh kembangnya. Mengingat, mereka adalah calon pemimpin Bangsa Indonesia kedepannya. Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam acara ini. 

"Tidak boleh kehilangan keceriaan, mereka harus mendapatkan keinginannya. Kita harus antar mereka agar menjadi apa yang menjadi cita-citanya. Itu harapan kita semua. Karena mereka generasi penerus bangsa. Tak menutup kemungkinan dari mereka lahir calon pimpinan yang memimpin Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu terima kasih kepada seluruh tim dan saya yakin apa yang dilakukan menjadi ibadah bagi kita semua," papar Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menyempatkan untuk menyapa anak-anak secara virtual di beberapa daerah. Ia sempat berbincang dengan seorang anak yang ingin menjadi polisi. 

Setelah mendengar keinginan anak tersebut, Sigit langsung menginstruksikan kepada jajarannya di daerah untuk memastikan cita-citanya tersebut tercapai. 

Lebih dalam, Sigit menyebutdengan membangun dan menjaga generasi penerus bangsa ini, maka sejalan dengan mempersiapkan pembangunan SDM sejak dini, ketika nantinya Indonesia mendapatkan bonus demografi di usia produktif, yang diprediksi terjadi pada tahun 2030 mendatang.

Dengan adanya kesiapan dini menyambut bonus demografi, Sigit menyatakan bahwa, terciptanya SDM yang unggul menjadi kunci utama untuk Indonesia dapat maju. 

"Mereka adalah bonus demografi. bagaimana kita bisa mengelola bonus tersebut sehingga menjadi SDM-SDM yang unggul, profesional dan mengisi persiapan dengan kerja kemampuan dan karya untuk wujudkan SDM yang siap mengantar Indonesia menjadi besar dan diramalkan sebagai negara nomor 4 terbesar di dunia," ujar Sigit.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya acara dan perhatiannya terhadap anak-anak.

 

 

KabarIkn.com, Balikpapan – Bertepatan dengan momentum HUT Humas Polri ke-70, Polda Kaltim menggelar Lomba Mural, yang akan diikuti oleh para seniman mural dari seluruh wilayah Kaltim, tepatnya pada Sabtu (30/10/2021).

Dalam lomba ini, Polda Kaltim sudah menyiapkan sejumlah hadiah bagi para seniman yang terpilih sebagai pemenang berupa Piala, Piagam serta Uang Tunai.

Berikut daftar Juara Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolda Kaltim 2021 : Harapan 1 aji, harapan 2 samsul, harapan 3 wisnu, Kemudian Juara 1 Arief ismail, Juara 2 darmawan, Juara 3 mintosari.

Di akhir kegiatan, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengucapkan, Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para seniman mural,” Tutupnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

 

KabarIkn.com, BALIKPAPAN- Polda Kalimantan Timur menggelar Festival Mural 2021 di Mall Gajah Mada Jalan Mayjend Suttoyo No.26 Kota Balikpapan, Sabtu (30/10/2021).

Acara Festival Mural 2021 ini dibuka langsung oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Drs. Hariyanto, S.H., M.Hum., dan dihadiri Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Jefri Yanus Endolemba Torunde serta para Pejabat Utama Polda Kaltim.

Festival Mural yang digelar Polda Kaltim ini diikuti oleh 18 peserta.

“Festival ini kita buka hingga sore hari nanti, diikuti sebanyak 16 orang di Balikpapan, dan 2 orang di Mabes Polri,” kata Brigjen Pol. Hariyanto Wakapolda Kaltim mengapresiasi keikutsertaan para pemural dalam festival kali ini.

Menurutnya, seni mural memberikan kebebasan bagi pembuatnya untuk mengekplorasi kreativitas yang dimiliki, juga untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis lalu dicurahkan pada media yang permanen. Dirinya menambahkan, meskipun beriringan dengan perkembangan zaman yang beralih pada media digital, memontum pergerakan yang terjadi di komunitas mural indonesia terus memberikan peluang bagi para pengiatnya.

“Mural ini jadi bentuk ekspresi para seniman muda di Kaltim. Mereka bisa menyalurkan bakat dan ekspresinya di festival ini, lebih baik menyalurkan ekspresi di dinding mural di tempat yang disediakan, bukan vandalisme di sembarang tempat.” tuturnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

KabarIkn.com,Balikpapan - Selasa ( 26/10/2021 ) , Alumni Akabri 1990 menggelar kegiatan Vaksinasi Massal dan Bakti Sosial Dalam Rangka 31 Tahun Gelar Akabri'90 Mengabdi Untuk Negeri yang dilaksanakan di BSCC DOME Balikpapan.

Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan kebijakan dari Pemerintah dalam mendukung percepatan vaksinasi bagi masyarakat. 

Acara Vaksinasi dan Baksos AKABRI 1990 ini turut dilaksankan secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan Vaksinasi Pelajar yang dilaksanakan ini juga memecahkan rekor MURI sebagai Vaksinasi Pelajar terbanyak.

Kapolda Kalimantan Timur , Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak  menyampaikan bahwa target vaksinasi yang dilaksanakan pada hari ini adalah pelajar SMP dan SMA di Balikpapan. Vaksinasi terhadap para pelajar yang dilaksanakan ini mencapai 9.000 orang pelajar dan Vaksinasi yang sama juga dilakukan di seluruh Kalimantan Timur. 

" Di seluruh Kalimantan Timur kita lakukan vaksinasi untuk pelajar yang mudah - mudahan bisa mencapai lebih dari 21 ribu untuk hari ini ," ujarnya.

Untuk Kota Balikpapan vaksinasi terhadap pelajar sudah mencapai hampir 100% dan untuk Kalimantan Timur saat ini sudah mencapai 56%.

Dengan adanya vaksinasi ini mereka berharap vaksinasi di Kalimantan Timur dapat meningkat mencapai 57 - 58% , sehingga mereka optimis akhir tahun nanti Kalimantan Timur vaksinasinya bisa mencapai 70% sesuai dengan arahan dari Presiden.

Selain Vaksinasi , Gelar AKABRI 1990 ini juga melakasanakan pembagian Bansos sebanyak 90 ton beras bersama dengan sembako lainnya yang diserahkan dalam bentuk 18.000 paket.

" Paket sembako ini telah kita serahkan kepada masyarakat yang terdampak Covid - 19 di seluruh Kalimantan Timur , " katanya.

Kapolda Kaltim , Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak menambahkan disamping itu AKABRI 1990 memberikan bantuan kepada prajurit TNI dan POLRI yang meninggal dunia karena covid - 19. Diketahui ada 45 orang , dari TNI ada 19 orang yang meninggal dunia dan dari POLRI ada 26 orang yang meninggal dunia. ( tri )

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Bhayangkari yang telah ikut berjuang dan membantu masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Sigit dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69.

Menurut Sigit, di tengah Pandemi Covid-19, Bhayangkari telah membuat beberapa program kerja yang membantu warga. Diantaranya adalah, program orang tua asuh bagi anak korban Covid-19, vaksinasi massal, bakti sosial dan donor darah, bantuan untuk disabilitas, peduli lingkungan, pengembangan UMKM, dan berbagai Webinar yang bermanfaat untuk masyarakat. 

"Penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas berbagai kegiatan dan program kerja Bhayangkari pada masa pandemi Covid-19 kepada masyarakat," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan oleh Bhayangkari selama ini, sejalan dengan upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh Polri terkait dengan penanganan Pandemi Covid-19. 

Oleh karena itu, Sigit menyebut, peran dari Bhayangkari adalah salah satu yang sentral dibalik semangat dan perjuangan dari seluruh personel kepolisian. Pasalnya, Bhayangkari selalu memberikan support dan bantuan untuk kemajuan Polri. 

"Di balik organisasi Polri yang kuat ada organisasi Bhayangkari yang selalu siap mendukung dan membantu serta mensupport organisasi Polri," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, Sigit menekankan, Bhayangkari harus terus ikut membantu, mendukung, dan saling menguatkan institusi. Meski begitu, Sigit menyebut, hal itu tetap harus berjalan beriringan dengan peran dari Bhayangkari di lingkungan keluarga.

Karena biar bagaimana pun, Sigit menyatakan, peran Bhayangkari sebagai istri dan ibu di keluarga tetap harus menjadi prioritas utama. Sebab itu, Sigit sangat mengapresiasi, sosok Bhayangkari yang mampu menjalankan tugasnya secara beriringan di dalam organisasi dan keluarga. 

Sementara itu, Sigit juga menekankan pentingnya keseimbangan antara bertugas dan menjalani peran di dalam rumah tangga bagi seluruh personel Kepolisian. Menurut Sigit, para suami juga harus menghormati sosok Bhayangkari yang selama ini terus mendoakan dan mensupport dalam menjalankan tugasnya sebagai prajurit Korps Bhayangkara. 

"Jadi tugas pokok sudah jelas mendorong lahir batin organisasi Polri kita harus posisikan hal tersebut sebaik-baiknya," tutup Sigit.