[Valid RSS]

KabarIkn.com,BALIKPAPAN- Polda Kalimantan Timur melaksanakan sosialisasi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif, bertempat di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (21/10/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., didampingi Tim Bareskrim Polri Brigjen Pol. Heru Dwi Prathondo, para pejabat utama Polda Kaltim serta tokoh masyarakat Kaltim.

Dalam sambutannya Kapolda Kaltim mengatakan, dikeluarkannya Perpol Nomor 8 Tahun 2021 oleh Kapolri adalah sebagai langkah progresif dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak menambahkan, dengan pendekatan restoratif semua masalah masyarakat dapat ditangani dengan cepat. Langkah hukum pemidanaan sebagai alternatif terakhir dalam proses penyelesaian masalah masyarakat.

“Peraturan ini sebagai upaya menimalisir, tidak ada lagi proses penegakan hukum yang bisa memicu masalah menjadi besar. Dengan pendekatan restoratif suatu masalah bisa diatasi dengan cara musyawarah melalui para tokoh-tokoh se tempat,” ungkapnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim

 

KabarIkn.com,Jakarta - Mabes Polri bakal menggelar festival atau lomba seni mural Piala Kapolri 2021, dengan tema 'Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19'. 

Terkait dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan kebijakan terbaru kepada seluruh masyarakat yang akan mengikuti acara tersebut. Sigit mempersilahkan kepada seluruh peserta lomba untuk menghasilkan karya mural dengan sub tema kritikan atau masukan kepada Polri baik dari segi negatif maupun positif. 

"Lomba mural ini diselenggarakan dengan tujuan salah satunya adalah memberikan wadah kebebasan berekspresi bagi masyarakat. Sehingga, para peserta lomba mural nanti boleh menghasilkan karya seni berupa kritikan ke Polri baik itu positif maupun negatif, tidak ada masalah," kata Sigit kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, peserta lomba nantinya dipersilahkan untuk menuangkan segala bentuk ekspresi dan pandangannya terhadap institusi Korps Bhayangkara. 

Sigit menegaskan, Polri bukanlah lembaga yang anti-kritik. Pasalnya, kata Sigit, jajarannya sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagaimana sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia. 

Oleh karena itu, Sigit justru menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang telah menyampaikan kritik membangun kepada institusi Polri. Menurut Sigit, hal itu justru akan dijadikan bahan evaluasi agar Korps Bhayangkara kedepannya menjadi seperti apa yang diinginkan dan dicita-citakan oleh masyarakat Indonesia. 

"Polri tidak akan pernah anti-kritik.  Semua masukan yang sifatnya membangun akan kita tampung, untuk dijadikan bahan instrospeksi agar menjadi semakin baik kedepannya," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Semangat anti-kritik, kata Sigit sudah digelorakan sejak dirinya mengusung konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) di internal Polri. Menurut Sigit, gagasan itu lahir karena semangat perubahan yang lebih baik untuk institusi Polri.

"Semangat awal mengusung konsep Presisi untuk mewujudkan Polisi yang tegas namun tetap humanis masih terus berjalan hingga saat ini. Dalam proses menuju lebih baik tentu ada dinamika yang berkembang. Karena itu, segala kritik dan masukan yang ada, akan dijadikan bahan evaluasi untuk Polri jauh lebih profesional dan baik lagi," ucap Sigit. 

Diketahui, festival atau lomba seni mural Piala Kapolri 2021, rencananya bakal diselenggarakan pada 30 Oktober 2021 di Lapangan Bhayangkara. Adapun, pendaftaran lomba yang merebutkan Piala Kapolri tersebut telah dibuka pada 27 September hingga 17 Oktober di tingkat Polda dan 20 Oktober 2021 di Mabes Polri.

Selain diperbolehkan untuk berkarya memberikan kritik, Polri juga memberikan sub-tema berupa, peduli sesama di masa Pandemi Covid-19, bersama menjalankan protokol kesehatan, Indonesia sehat dan kuat, bebas dari Covid-19, bersama menjaga Indonesia.

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak bersikap anti-kritik atas masukan dari masyarakat terhadap institusi Polri. Menurutnya, hal itu harus dijadikan bahan evaluasi untuk jauh lebih baik lagi. 

Hal itu disampaikan Sigit saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," kata Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," ujar Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri.

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri. 

Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," tutup Sigit.

KabarIkn.com,Surabaya - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi yang digelar di lapangan THOR Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (15/10/2021). Dalam kegiatan ini, juga dilakukan vaksinasi serentak di 39 Polres jajaran Polda Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sigit mengapresiasi kepada jajaran Forkopimda di Jawa Timur baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang terus mempercepat capaian vaksinasi.

Pada kesempatan itu, Sigit juga menyapa secara virtual beberapa wilayah terkait dengan penanganan virus corona dan akselerasi vaksin. Dari laporan yang ia terima, wilayah Jawa Timur beberapa kali sudah mencapai target, bahkan mengalami peningkatan capaian vaksinasinya.

"Ini terus ditingkatkan agar target 2 juta vaksinasi dalam sehari yang ditargetkan Pak Presiden bisa tercapai dan mencapai vaksinasi 70 persen dalam rangka membentuk kekebalan yang diharapkan," kata Sigit.

Dalam hal ini, wilayah Jawa Timur rata-rata capaian vaksinasi sudah mencapai 50 persen. Bahkan di wilayah Banyuwangi, Sigit menerima laporan bahwa capaian vaksinasi sudah di angka 60 persen.

"Yang capaian vaksinnya masih rendah terus tingkatkan strategi-strategi mulai dari vaksinasi massal sampai bagaimana mendatangi dan melayani masyarakat yang ada di titik-titik tidak terjangkau dengan mobile dan door to door," ujar Sigit.

Dengan capaian vaksinasi yang tinggi, Sigit melihat beberapa wilayah di Jawa Timur sudah mulai mengalami penurunan PPKM. Bahkan wilayah Blitar menjadi role model PPKM level 1.

Adanya penurunan level PPKM, Sigit mengingatkan jajaran Forkopimda untuk tetap menekan laju pertumbuhan COVID-19. Sebab penurunan level PPKM berdampak pelonggaran aktivitas masyarakat yang berpotensi terjadinya transmisi penularan COVID-19.

"Ini tentunya menjadi perhatian kita semua pada saat aktivitas masyarakat meningkat laju pertumbuhan COVID-19 bisa dikendalikan dan strateginya bagaimana menegakan prokes yang ketat dan disisi lain kegiatan vaksinasi ditingkatkan sehingga capaian 70 persen bisa terlaksana," ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini pun meminta kepada jajaran Forkopimda untuk memantau aktivitas dan kerumunan masyarakat dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini diperlukan untuk memantau kegiatan masyarakat agar bisa menekan laju pertumbuhan COVID-19.

"Seluruh aktivitas masyarakat yang masuk ke tempat tersebut bisa termonitor mana yang belum vaksin, mana yang sudah vaksin, mana yang ada riwayat kontak erat dan positif sehingga bisa dilakukan langkah-langkah karantina sebelum dilakukan treatment lanjutan apakah dimasukan ke isoter atau rumah sakit," katanya.

Dengan tiga strategi mulai dari pengetatan prokes, percepatan vaksinasi dan kegiatan 3T ditingkatkan, mantan Kapolda Banten ini yakin laju pertumbuhan COVID-19 bisa dikendalikan.

"Terima kasih kepada seluruh forkopimda baik provinsi, gubernur, pangdam, kapolda yang selalu kompak dan solid. Ini menjadi contoh wilayah lain agar bisa melakukan hal yang sama. Semoga target capaian vaksinasi yang ditargetkan bisa tercapai," ucap Sigit.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, target sebanyak 71.848 dosis vaksin disuntikkan dengan sasaran lansia, kelompok penyandang disabilitas, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Adapun jenis vaksin yang disiapkan yakni Sinovac dan Astrazaneca dengan jumlah vaksinator sebanyak 1.795 yang merupakan gabungan dari TNI-Polri, Dinkes dan relawan.

Selain itu, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau secara langsung legiatan vaksinasi COVID-19 di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan vaksinasi COVID-19 ini merupakan inisiasi Pusat Penerbangan TNI AL (PUSPENERBAL) bekerjasama dlengan Polri dan STIKES Hangtuah Surabaya, dengan target 2.000 dosis.

KabarIkn.com,Banyuwangi - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi dengan PCNU Banyuwangi, Kamis, 14 Oktober 2021. Dalam kegiatan ini, Sigit mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena mandapatkan sambutan yang hangat.

Dalam sambutannya, Sigit pun mengingat bagaimana perjalanan karir dirinya selama menjadi anggota Polri tak lepas dari keberadaan NU. Bahkan, dari dirinya masih menjabat Kapolres hingga saat ini menjadi Kapolri.

"Kami saling bersinergi dalam kegiatan-kegiatan yang memang diperlukan menjaga situasi kamtibmas agar kondusif," kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini pun mengakui bahwa dirinya sudah menjadi keluarga besar NU sejak dulu dan akan terus sampai kapan pun. 

"Saya merasa sudah menjadi keluarga besar NU semenjak dari dulu dan ini akan terus sampai kapanpun," ujar Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini membahas bagaimana penanganan COVID-19 di Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah cukup baik. Dari laporan yang ia terima, angka vaksinasi di Banyuwangi sudah mencapai 60 persen.

Hal tersebut, kata Sigit, tak lepas dari peran serta Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat yang ada.

"Karena kalau ini tidak gayung bersambut susah mencapai 60 persen. Saya bersama Panglima setiap saat berusaha bagaimana serbuan vaksinasi bisa dilaksanakan. Ada juga beberapa wilayah yang sudah diserbu masih alot, masih 29 persen, 30 persen gitu aja terus. Jadi kalau Banyuwangi sudah 60 persen, saya berikan apresiasi," ucap Sigit.

Ia pun meminta capaian vaksinasi ini terus ditingkatkan agar laju pertumbuhan COVID-19 bisa ditekan. Saat ini, Kabupaten Banyuwangi sudah masuk PPKM level 1. Hal itu tentunya akan berimbas pada pelonggaran aktivitas masyarakat.

"PPKM level 2 atau 1 jauh lebih longgar sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti normal, tapi belum normal," kata Sigit.

Meskipun wilayah Banyuwangi sudah berada di PPKM level 1, Sigit mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia belum selesai. Secara nasional, angka vaksinasi harus mencapai 70 persen untuk tercapainya herd immunity.

Untuk itu, ia tetap meminta kepada masyarakat khususnya di wilayah Banyuwangi agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) agar angka COVID-19 di Indonesia tak kembali meningkat.

"Ini tentunya PR kita bersama untuk betul-betul bisa menjaga. Kita ingat bulan Juli lalu kita pernah berada dimana angka harian COVID-19 sebanyak 56 ribu kasus. Itu adalah peristiwa yg pnh kita lalui dan ini tak boleh terjadi lagi. Kita tetap waspada, kita boleh gembira tapi tetap waspada. Dengan mengingat dulu pernah begitu, hari ini kita pertahankan agar tak terjadi lagi," papar Sigit.

Lebih lanjut, ia berharap angka vaksinasi di Banyuwangi meningkat 70 persen pada akhir Oktober. Ia pun yakin lantaran dari laporan PCNU meminta serbuan vaksinasi agar ditingkatkan.

"Jadi tak ada lagi masyarakat yang takut vaksin dan semua sudah menunggu vaksinasi. Tinggal Dinkes, vaksinator TNI Polri, relawan yang bergabung memperkuat dan meningkatkan laju suntikan sehingga laju pencapaian harian vaksinasi bisa sesuai target yang sudah ditentukan," tutur Sigit.

Sigit menyampaikan saat ini Indonesia menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara yang bisa menekan laju pertumbuhan COVID-19. Prestasi ini, lanjut Sigit bukanlah hal yang main-main. Sebab, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masih melakukan pembatasan dan lockdowm terbatas.

Apalagi, Sigit menyebut, Indonesia sudah bisa melaksanakan event Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tentunya hal ini dapat dilihat negara lain. Setelah ini, akan ada event internasional lainnya yang diselenggarakan Indonesia seperti konfrensi G20 di Bali dan penyelenggaraan World Superbike Championship (WSBK) di Mandalika, NTB.

"Artinya di sisi negara lain melakukan lockdown, Indonesia sudah berani event baik sifatnya nasional maupun internasional. Ini berhasil berkat sinergitas, kerja keras antara seluruh stakeholders, antara pemerintah dan masyarakat dan ini harus dipertahankan," ujar Sigit.

Ia pun mengakui, dengan mulainya ada penyelenggaraan event baik nasional maupun internasional, akan ada risiko transmisi penularan virus. Untuk itu, hal ini menjadi pekerjaan bersama agar angka COVID-19 di Indonesia tak kembali meningkat dengan tetap mematuhi prokes dan mempercepat vaksinasi.

"Kita berani melaksanakan event, masyarakat mulai berani melaksanakan kegiatan, Indonesia saat sudah dicabut travel warningnya kita bisa masuk ke beberapa negara termasuk dalam kegiatan baik umrah dan haji. Jadi ini memang menjadi PR kita ke depan bagaimana setelah kita buka ruang interaksi antar daerah, nasional, internasional kita bisa tetap menekan laju pertumbuhan COVID-19," tutup Sigit.

KabarIkn.com,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan terbaru melalui vicon, kepada seluruh Polda jajaran terkait dengan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Selasa (12/10).

Dalam pengarahannya, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk tetap menyiapkan segala upaya dan antisipasi guna mencegah terjadinya lonjakan laju pertumbuhan Covid-19, di tengah terjadinya pelonggaran aktivitas masyarakat. Diketahui, kasus aktif harian virus corona dewasa ini, sudah mengalami penurunan. 

"Persiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap pelonggaran agar tidak terjadi lonjakan kasus kembali," kata Sigit saat memberikan pengarahan kepada seluruh Polda jajaran. 

Menurut Sigit, salah satu upaya untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19 dan persiapan untuk menuju peralihan dari Pandemi ke Endemi, adalah dengan tetap melaksanakan pengetatan protokol kesehatan (prokes), melalui 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) serta percepatan vaksinasi. 

Dalam melakukan antisipasi lonjakan di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat, Sigit meminta kepada seluruh Polda jajaran untuk memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi. Platform tersebut harus disediakan di segala lini pusat aktivitas warga. Sehingga, akselerasi vaksinasi masyarakat dapat maksimal dilakukan. 

"Maksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Pengawasan terhadap masyarakat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Apabila ditemukan kategori kuning atau merah berikan pelayanan vaksin dengan menyediakan gerai vaksinasi maupun vaksin mobile," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Lebih dalam, Sigit juga menyatakan perlu adanya antisipasi dini untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 seperti MU dan Lamda dari luar negeri yang disebabkan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Terkait dengan kebijakan Pemerintah yang berencana ingin membuka pintu bagi wisatawan asing maupun WNI yang pulang dari luar negeri, Sigit berharap adanya antisipasi dan pengawasan penanganan Covid-19 yang ekstra ketat. Sigit mengungkapkan, masih ada beberapa permasalahan yang terjadi untuk pengelolaan teknis karantina. 

"Tolong dicek lagi sistem pengamanan seperti apa, apalagi kalau sudah dibuka SOP-nya betul-betul dilaksanakan. Jangan kemudian kita abai, lengah dan apa yang kita lakukan selama ini sia-sia.  Jadi ini adalah konsekuensi kelonggaran kita berikan bertahap namun bisa kita ukur sehingga semua bisa terkendali," ucap Sigit.

Antisipasi dan penanganan yang tepat, kata Sigit juga untuk melakukan persiapan adanya event internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni diselenggarakannya World Super Bike Championships (WSBK). 

Menurut Sigit, dengan penanganan dan pengendalian Covid-19 yang maksimal, penyelenggaraan ajang dunia itu bakal memberikan efek positif untuk pertumbuhan perekonomian. Serta, nama Indonesia akan harum di mata dunia, lantaran berhasil menyelenggarakan WSBK, dengan memperhatikan faktor kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. 

"NTB dan beberapa event lanjutan di Bali dipersiapkan dengan baik. Kalau ini bisa dikelola dengan baik tentunya di mata internasional semakin baik dan tentunya hal lain seperti pertumbuhan ekonomi," tutur Sigit. 

Tak hanya itu, Sigit juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras untuk mencegah laju pertumbuhan virus corona. Kedepannya, Ia berharap untuk mempertahankan hal tersebut dan meminta terus melakukan sinergitas dengan TNI, Pemda dan seluruh elemen masyarakat. 

"Apa yang terjadi merupakan hasil kerja keras seluruh anggota. Sekarang tumpuan ada di kita TNI- Polri. Tapi saya yakin seluruh rekan akan melaksanakan dengan baik," tutup Sigit.

KabarIkn.com, BALIKPAPAN- Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., menghadiri Bimbingan Teknis Anti Korupsi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ballroom Hotel Swissbell Balikpapan, Rabu (13/10/2021).

Bimtek tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPK RI Komjen Pol Drs Firli Bahuri, MSi, dan dihadiri Gubernur Kaltim H.Isran Noor, beserta seluruh Muspida Provinsi Kaltim.

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah Yang Berintegritas Dengan Pelibatan Peran Serta Masyarakat”.

Komjen Pol Drs Firli Bahuri dalam arahannya mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan monitoring atas pelaksanaan program Pemerintah.

Dirinya juga mengatakan bahwa KPK dalam upaya pemberantasan korupsi juga melakukan tiga pendekatan diantaranya pendekatan pendidikan masyarakat, pendekatan pencegahan dan pendekatan penindakan.

Fokus area KPK dalam mendukung sasaran strategis yakni korupsi terkait dalam bisnis, korupsi politik, korupsi pada penegakan hukum dan korupsi pada layanan publik. Hal ini sejalan dengan 5 kebijakan Presiden Republik Indonesia yakni pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transpormasi ekonomi. 

Sumber : Humas Polda Kaltim

 

KabarIkn.com, BALIKPAPAN- Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., membuka Rakernis Fungsi Teknis Ditresnarkoba T.A. 2021 di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (13/10/2021).

Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menekankan kepada semua penyidik narkoba agar dalam pelaksanaan tugas serta pengembangan dan pendalaman kasus terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika tetap dilaksanakan secara profesional, terutama dalam memberikan kepastian hukum dalam setiap penindakan dan penyelesaian kasus.

“Diharapkan dengan diadakan rakernis ini kita bisa meningkatkan kemampuan dan kompetensi penyidik Ditresnarkoba dalam pengungkapan kasus di wilayah hukum Polda Kaltim secara maksimal,” tutur Kapolda

Kapolda Kaltim juga memberikan piagam penghargaan kepada personil Ditresnarkoba Polda Kaltim yang berprestasi dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Drs. Hariyanto, S.H., M.Hum., Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Jefri Yanus Endolemba Torunde, Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol. Rickynaldo Chairul, S.I.K., M.M., serta para Pejabat Utama Polda Kaltim. 

Sumber : Humas Polda Kaltim.

 

Kabarikn.com,BALIKPAPAN-Polwan Polda Kaltim membuka Gerai Vaksinasi Covid-19 di Gedung Dome Balikpapan, Sabtu (09/10/2021).

Kegiatan kali ini bertajuk Vaksinasi “1948” Polwan Untuk Perempuan, Perempuan Sehat Indonesia Maju. Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk ikut vaksinasi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin seluruh lapisan masyarakat bisa tervaksinasi, dalam hal ini para Polwan mengambil bagian pendataan dari awal, penerimaan, pemanggilan, pelaksanaan vaksin kemudian menginput data, input screening dan observasi,” jelas Pakor Polwan Polda Kaltim Akbp Rovina Retno, S.H.

Dia menjelaskan kegiatan yang melibatkan Polwan Polda Kaltim tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19.

“Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Hal ini pun sebagai dukungan Polri kepada pemerintah terkait percepatan vaksinasi,” katanya.

“Kami berharap masyarakat untuk sama-sama mendukung program pemerintah dengan melaksanakan vaksinasi Covid-19. Selain itu tetap menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. 

Sumber : Humas Polda Kaltim

KabarIkn.com,Jakarta - Polri memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku. 

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memaparkan kronologi penanganan perkara itu. Mulai dari pihak kepolisian mulai dari tindaklanjut adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, Polisi mengantas ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

"Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan," kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya. 

"Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya," ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut. 

"Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan," ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya.

Kabarikn.com, Balikpapan- Sebagai wujud rasa belasungkawa atas meninggalnya salah satu pejabat Polda Kaltim, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., dan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Drs. Hariyanto, S.H., M.Hum., melakukan takziah ke rumah duka Almarhum Kombes Pol. Suroso, S.I.K., yang meninggal dunia pagi ini karena sakit, Rabu (06/10/2021).

Selain takziah, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan Kepolisian atas jasa dan pengabdian kepada anggotanya, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Drs. Hariyanto memimpin langsung upacara pemakaman secara kedinasan.

Dalam sambutannya, Wakapolda Kaltim menyampaikan bahwa upacara ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan Kepolisian atas jasa dan pengabdian Almarhum Kombes Pol. Suroso, S.I.K., di Kepolisian dan Masyarakat.

“kita semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum, sebagai seorang Bhayangkara yang selalu memegang teguh setiap prinsipnya perjuangan dengan loyalitas dan dedikasi tinggi yang selalu rajin dan tekun menunaikan tugas yang dipercayakan kepadanya” ujar Wakapolda.

“Pada kesempatan ini juga, saya atas nama keluarga besar polda Kaltim mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memanjatkan doa, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan ketabahan dan kebesaran hati serta bimbingan dan perlindungan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” Pungkasnya. 

Sumber : Humas Polda Kaltim