[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan — Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak pasca Idulfitri, seiring tingginya mobilitas dan interaksi masyarakat selama masa perayaan.

Ia menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga berpotensi tertular, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

“Campak ini penyebarannya cepat, lewat udara. Tidak hanya bayi, orang dewasa juga bisa lebih rentan, apalagi yang belum pernah diimunisasi,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).

Menurut Iim, aktivitas silaturahmi, saling bersalaman, serta pertemuan dalam jumlah besar saat Idulfitri berpotensi meningkatkan risiko penularan yang dampaknya bisa muncul setelah perayaan.

“Pasca Idulfitri, kita tetap harus waspada karena sebelumnya banyak interaksi. Itu bisa menjadi momen penyebaran penyakit,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan, termasuk menggunakan masker jika diperlukan, serta menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, seperti posyandu dan puskesmas, guna meningkatkan cakupan imunisasi. Ia menyoroti masih rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu.

“Kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu masih perlu ditingkatkan. Padahal ini penting untuk imunisasi dan pencegahan penyakit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tenaga kesehatan memiliki keterbatasan jumlah, sehingga peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan sangat dibutuhkan, termasuk saling mengingatkan satu sama lain.

“Puskesmas tetap menjadi tumpuan, tapi partisipasi masyarakat juga penting, saling mengingatkan untuk pencegahan,” tegasnya.

Iim juga mengimbau agar masyarakat, khususnya orang dewasa, lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi, seperti tidak sembarangan mencium, guna menghindari potensi penularan penyakit.

“Kadang karena gemas, bayi langsung dicium. Padahal kita tidak tahu apakah membawa virus atau tidak,” jelasnya.

Ia berharap media dan berbagai pihak turut berperan dalam menyosialisasikan pentingnya pencegahan campak, sehingga kesadaran masyarakat dapat terus meningkat. (t/adv)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Peringatan Hari Guru yang jatuh pada hari ini Senin (25/11/2025), turut menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ryan Indra Saputra. Ia menyoroti kondisi tenaga pendidik di Kota Balikpapan yang dinilai masih jauh dari kata cukup, baik dari sisi jumlah maupun kesejahteraan.

Dalam keterangannya, Ryan menyampaikan bahwa Balikpapan saat ini mengalami kekurangan tenaga pengajar di berbagai jenjang sekolah. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota.

“Balikpapan ini lagi kekurangan tenaga pengajar. Harapan kami ke depan ada regulasi terkait kontrak kerja individu maupun pengangkatan P3K yang baru, sehingga formasi guru bisa terpenuhi sesuai kebutuhan sekolah-sekolah yang terus bertambah,” ujar Ryan.

Ia juga berharap momentum Hari Guru menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih fokus memberikan ruang dan dukungan bagi para tenaga pendidik.

“Semoga dari Hari Guru ini, Pemerintah Kota lebih serius memberi perhatian dan membuka peluang lebih luas bagi tenaga pengajar di Balikpapan,” tambahnya.

Ryan menegaskan bahwa kesejahteraan guru harus terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan pendidikan yang semakin kompleks.

“Guru adalah fondasi utama pendidikan. Kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas,” tutupnya. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan — Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, menyampaikan pandangannya terkait wacana pembelajaran daring (online) yang dinilai masih memiliki banyak kendala di lapangan.

Secara pribadi, ia mengaku belum dapat merekomendasikan penerapan pembelajaran jarak jauh secara penuh. Menurutnya, sistem belajar daring memiliki berbagai dampak, terutama dalam hal pengawasan terhadap aktivitas siswa.

“Kalau belajar online itu banyak celahnya. Saat istirahat, kita tidak tahu anak-anak membuka apa di ponsel mereka. Pemantauannya juga sulit,” ujarnya, Selasa (31/03/2026)

Iim menegaskan bahwa dirinya lebih mendukung kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka di sekolah. Ia menilai metode tersebut lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring.

“Saya lebih setuju anak-anak tetap hadir ke sekolah. Pembelajaran langsung itu lebih efektif,” katanya.

Ia juga menyoroti alasan efisiensi, seperti penghematan bahan bakar (BBM), yang kerap menjadi dasar wacana pembelajaran dari rumah. Namun, menurutnya, hal tersebut perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Selain itu, ia menyinggung potensi kendala lain, seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis). Jika siswa belajar dari rumah, maka mekanisme penyaluran program tersebut dinilai akan menjadi lebih rumit.

“Kalau belajar di rumah, lalu MBG-nya bagaimana? Apakah harus diantar? Itu juga membutuhkan energi dan biaya,” jelasnya.

Iim menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi di tingkat komisi terkait kebijakan tersebut, dan wacana masih berada di tingkat pusat.

Ia berharap kebijakan yang diambil nantinya tetap mempertimbangkan efektivitas pembelajaran serta kemudahan bagi siswa dan orang tua.

“Pada prinsipnya, saya tetap merekomendasikan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah,” pungkasnya. (t/adv)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa DPRD merupakan bagian dari masyarakat dan bukan lembaga yang perlu ditakuti. Pernyataan itu disampaikan saat berdialog dengan mahasiswa dalam sebuah kegiatan silaturahmi dan diskusi publik.

Gasali menanggapi anggapan sebagian masyarakat bahwa DPRD adalah lembaga yang “disegani” atau sulit ditemui. Menurutnya, DPRD justru harus menjadi ruang yang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

“DPRD itu bagian dari masyarakat. Bukan untuk ditakuti atau dijauhi, tapi ditemui dan diajak berdiskusi. Dari diskusi itu lahir kolaborasi dan usulan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Selasa (25/11/2025)

Ia mengapresiasi keterbukaan para mahasiswa yang hadir dan menilai kegiatan semacam ini sangat positif.

“Alhamdulillah mereka terbuka, sangat menerima, dan senang dengan kegiatan seperti ini. Kami juga diajak bersilaturahmi ke kampus, dan saya sampaikan itu sangat memungkinkan. Ruang diskusi publik bisa kita lakukan di mana saja,” katanya.

Terkait tindak lanjut setelah pertemuan tersebut, Gasali menyebut akan memperkuat sinergi antara DPRD dan mahasiswa, terutama dalam hal edukasi, pengembangan lingkungan, serta program kemahasiswaan.

“Ke depan tentu silaturahmi dan diskusi akan terus dilakukan. Kita akan sinergikan usulan-usulan dari teman-teman mahasiswa. Sinergitas antara legislatif dan kampus harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ruang-ruang publik sangat penting sebagai bagian dari fungsi kontrol dan kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah.

Dengan demikian, DPRD Balikpapan memastikan dirinya tetap menjadi lembaga yang terbuka, komunikatif, dan siap berdialog dengan seluruh elemen masyarakat. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan — Sekretaris DPRD Kota Balikpapan, Arfiansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan halal bihalal bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan akan menggunakan sistem absensi digital melalui aplikasi E-Manuntung.

Dalam keterangannya, Arfiansyah menjelaskan bahwa seluruh peserta yang menghadiri kegiatan di Balai Kota tetap diwajibkan melakukan absensi melalui aplikasi dengan memilih opsi tugas luar kantor. Sementara itu, para undangan, termasuk kepala dinas dan staf, diwajibkan kembali melakukan absensi di kantor masing-masing pada sore hari.

“Kalau datang tetap harus absen sesuai jam kantor, tetapi dilakukan di Balai Kota. Jadi mekanismenya berbeda dengan tahun lalu, tidak ada lagi sidak langsung,” ujarnya, Senin (30/03/2026)

Ia menambahkan, pengawasan kehadiran pegawai kini dilakukan melalui sistem monitoring aplikasi, bukan inspeksi mendadak oleh instansi terkait seperti BKPSD. Dalam undangan apel dan halal bihalal juga ditegaskan adanya sanksi bagi pegawai yang tidak hadir.

“Kami akan mengetahui persentase kehadiran pegawai setelah data masuk dan dilakukan pengecekan,” katanya.

Selain itu, Arfiansyah juga menyinggung kebijakan fleksibilitas bekerja (FBA) yang sempat diterapkan pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut masih menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lebih lanjut di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Ia mengungkapkan, terdapat wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu seperti yang direncanakan di sejumlah kementerian. Kebijakan ini bertujuan untuk efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar.

“Masih digodok oleh Pj Sekda, apakah akan diterapkan atau tidak. Mungkin dalam waktu dekat akan ada keputusan,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Jika kebijakan WFH diterapkan, akan ada pengaturan agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya pola kerjanya yang menyesuaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kebijakan tersebut juga akan berlaku bagi anggota DPRD.

Terkait pembangunan gedung baru DPRD, Arfiansyah menyampaikan bahwa proses penyelesaian masih berlangsung dan ditargetkan mulai dapat difungsionalkan pada Mei atau Juni 2026.

“Insya Allah paling cepat Mei sudah bisa digunakan, setidaknya mulai difungsionalkan sambil melengkapi tahap lanjutan oleh PU,” pungkasnya. (t/adv)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Memperingati Hari Guru Nasional, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyampaikan apresiasi dan dorongan penuh bagi para pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia berharap momentum ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesejahteraan serta menambah jumlah tenaga pendidik di Balikpapan.

Gasali menyampaikan bahwa guru merupakan pejuang pendidikan yang jasanya tidak ternilai. Karena itu, ia berharap para pendidik selalu diberikan kesehatan dan semangat dalam menjalankan tugas mulia.

“Tentu ada semangat para pejuang kita, pendidik kita. Mudah-mudahan di Hari Guru tahun ini guru-guru selalu diberikan kesehatan dan terus mendidik anak-anak kita di bangku sekolah,” ujarnya.

Terkait kesejahteraan guru, Gasali menegaskan bahwa DPRD Balikpapan menerima masukan dari PGRI mengenai pemenuhan tunjangan serta dukungan lainnya bagi guru.

“Harapan kita, apa yang disampaikan PGRI terkait kesejahteraan dan tunjangan guru dapat dipenuhi. Komisi IV akan mendorong pemerintah pusat agar memberikan ruang dan kebijakan yang berpihak kepada guru,” jelasnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menegaskan bahwa kebutuhan guru harus benar-benar diperjuangkan karena mereka adalah pendidik yang membentuk karakter dan masa depan bangsa.

Gasali juga menyoroti kekurangan guru di Kota Balikpapan, terutama untuk jenjang SD dan SMP. Ia menyebut jumlah guru yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Secara akumulatif, guru di Kota Balikpapan masih sangat kurang. SD dan SMP masih banyak kekurangan tenaga pengajar,” tegasnya.

Pada momentum Hari Guru Nasional ini, Gasali meminta pemerintah pusat membuka formasi pengadaan guru ASN baru untuk mengisi kebutuhan di sekolah-sekolah Balikpapan.

“Kami dari Komisi IV mendorong dan memohon agar pemerintah pusat membuka ruang formasi guru ASN. Sekolah-sekolah yang kekurangan guru harus bisa terisi dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemenuhan tenaga pengajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program pendidikan 12 hingga 13 tahun, termasuk jenjang TK.

Dengan berbagai dorongan tersebut, Gasali berharap kualitas pendidikan di Balikpapan dapat terus meningkat seiring terpenuhinya kebutuhan guru dan meningkatnya kesejahteraan mereka. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Paripurna hari ini, Senin (9/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari 2026.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, serta dihadiri Wali Kota Balikpapan, Wakil Wali Kota Balikpapan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Alwi Al Qadri menyampaikan rasa bangga atas berbagai capaian yang berhasil diraih Kota Balikpapan sepanjang satu tahun terakhir. Selain mempertahankan Penghargaan Arindama pada peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur, Kota Balikpapan juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional.

Prestasi tersebut meliputi peringkat kedua nasional SUTAMI Award 2025 atas kinerja terbaik dalam pengelolaan sampah, Realisasi Penyaluran TKD Terbaik Tahun Anggaran 2025, serta predikat kota dengan kinerja tata kelola pemerintahan terbaik dalam Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Tahun 2025. Di bidang pendidikan dan lingkungan, Balikpapan juga meraih 13 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 15 Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2025.

“Atas nama DPRD Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berinovasi dan bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” ujar Alwi Al Qadri.

Ia menambahkan, peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan tahun 2026 mengusung tema “Harmoni Menuju Kota Global.” Tema tersebut mencerminkan keselarasan antara pembangunan modern, kemajuan infrastruktur, dan pelestarian lingkungan, dengan tetap berakar pada nilai-nilai spiritual sebagai Madinatul Iman.

Menurutnya, harmoni merupakan fondasi yang telah dibangun selama ratusan tahun di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Masyarakat Balikpapan dinilai telah membuktikan bahwa perbedaan merupakan kekuatan, bukan pemecah belah.

“Balikpapan kini bukan lagi sekadar kota di pesisir Kalimantan Timur, tetapi telah menjadi beranda Ibu Kota Nusantara. Mata dunia kini tertuju kepada kita,” lanjutnya.

Oleh karena itu, DPRD Kota Balikpapan mengajak Pemerintah Kota Balikpapan dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat sinergi. Meski tantangan ke depan tidak ringan, dengan menjaga harmoni, Balikpapan diyakini akan berdiri sebagai kota global yang tetap nyaman dihuni, maju secara ekonomi, dan berlandaskan nilai-nilai Madinatul Iman.

Menutup sambutannya, Alwi Al Qadri mengajak seluruh pihak menjadikan usia ke-129 Kota Balikpapan sebagai momentum untuk bekerja lebih keras, berinovasi lebih cerdas, dan mengabdi lebih tulus bagi kemajuan kota.(t)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, memberikan penjelasan terkait dinamika anggaran daerah, khususnya mengenai Dana Transfer ke Daerah (TKD), Dana BOS Reguler (BOSREP), dan dampaknya terhadap sejumlah program prioritas pemerintah kota.

Gasali menjelaskan bahwa secara nasional terdapat penambahan dana, sehingga secara total anggaran tampak tidak berkurang. Namun, ia menegaskan bahwa sebenarnya terdapat pemotongan pada TKD, khususnya pada komponen performance component (PC) yang sebelumnya telah disepakati. Kondisi ini terlihat tidak signifikan karena adanya tambahan dana BOSREP dan Dana Alokasi Wilayah (DAW) dari pemerintah pusat.

“Kalau sisi jumlah terlihat tidak berkurang karena ada tambahan dana BOSREP dan DAW. Padahal di TKD itu ada pemotongan pada komponen PC,” jelasnya,Selasa (25/11/2025).

Gasali mengakui sektor kesehatan juga mengalami pemangkasan anggaran cukup besar. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemotongan tersebut tidak berdampak pada program BPJS gratis yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan.

“Program BPJS gratis tetap berjalan, tidak terdampak. Yang terdampak lebih kepada pembangunan fisik,” tegasnya.

Untuk tahun anggaran depan, DPRD mencatat alokasi untuk program BPJS mandiri gratis tetap berada di angka sekitar Rp95 miliar tanpa adanya kenaikan. Komisi IV, kata Gasali, justru mendorong Dinas Sosial untuk melakukan pemutakhiran data agar anggaran tersalurkan tepat sasaran.

“Kami mendorong Dinas Sosial melakukan update data. Jangan sampai ada yang sudah meninggal tapi masih terdaftar dan terbayar. Data harus valid agar anggaran tersalurkan tepat sasaran,” ujarnya.

Saat ini, tim di lapangan melakukan pendataan door to door untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berhak. Data tersebut nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk sinkronisasi.

“Yang tidak lagi berhak harus dihapus agar anggaran bisa digunakan untuk yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Dengan pemutakhiran data yang lebih valid, Gasali berharap alokasi anggaran dapat lebih efisien dan mendukung program-program lain yang juga membutuhkan dukungan pembiayaan. (t/adv)

 

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan pentingnya kreativitas daerah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembangunan. Hal itu disampaikan Fauzi saat menghadiri kegiatan pada Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, pemerintah daerah kini dituntut mampu mencari sumber-sumber pendapatan baru, salah satunya melalui sektor pariwisata. “Kita dituntut betul-betul untuk mencari sumber PAD sebagai solusi untuk mendukung pembangunan pemerintah. Maka dari itu, kami sangat mendukung munculnya destinasi-destinasi wisata baru,” ujarnya.

Fauzi mencontohkan inovasi sektor wisata yang perlu disambut positif, namun harus diarahkan berdasarkan rencana pembangunan jangka panjang. Ia menekankan perlunya kejelasan arah pengembangan pariwisata daerah melalui Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPDA). “Selama 10 tahun ke depan kita mau mengembangkan apa? Apa unggulan pariwisata Kota Balikpapan? Itu harus jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Balikpapan tidak bisa mengandalkan eksploitasi sumber daya alam yang bersifat ekstraktif. Karena itu, fokus pengembangan pariwisata harus diarahkan pada potensi yang sudah ada, seperti pantai, kawasan mangrove, hutan lindung Sungai Wain, serta destinasi berbasis alam lainnya.

Fauzi juga mengungkapkan capaian positif dari sektor wisata pantai. “Pariwisata di Pantai Manggar pendapatannya sudah hampir 80 persen dari target. Kami optimis di akhir tahun bisa mencapai sekitar Rp7–8 miliar,” jelasnya.

Terkait peluang Balikpapan meraih peringkat tertinggi dalam penilaian sektor pariwisata, Fauzi menegaskan optimisme tetap diperlukan. “Walaupun baru masuk tiga besar, mudah-mudahan bisa menjadi peringkat satu. Kita sudah berusaha maksimal sesuai arahan Wali Kota dan tim. Semoga hasilnya sesuai harapan,” tutupnya. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal program-program nasional yang tengah menjadi prioritas pemerintah pusat. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat paripurna pada Senin (24/11/2025).

Taqwa mengatakan sejumlah program nasional seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga sekolah unggulan dibahas secara intens karena dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.

“Program-program ini sangat positif. Kami di DPRD akan mengawal agar bisa berjalan dengan baik di daerah. Efeknya luar biasa, bukan hanya untuk pemenuhan gizi anak, ibu hamil dan menyusui, tetapi juga menggerakkan ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.

Terkait kebutuhan regulasi untuk mendukung program nasional tersebut, Taqwa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengikuti aturan dan kebijakan dari pusat.

“Karena ini program nasional, maka aturan daerah mengikuti kebijakan nasional. Ketika sudah menjadi instruksi presiden, tidak ada lagi aturan kepala daerah yang bisa menganulir,” tegasnya.

Ia menilai penyesuaian regulasi ini justru akan mempermudah pelaksanaan program nasional di Balikpapan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Saat ditanya mengenai dinamika internal terkait evaluasi organisasi yang berdampak pada kaderisasi di Balikpapan, Taqwa menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pembenahan.

“Dalam organisasi itu biasa. Ada yang hijrah, ada yang pergi, ada restrukturisasi. Pengaruhnya justru ke arah yang positif untuk membesarkan dan memperkuat partai,” jelasnya.

Terkait pemetaan politik menuju 2034, ia memilih bersikap realistis.

“Kita berbuat dulu untuk daerah. Soal 2034, biar waktu yang menjawab,” katanya.

DPRD Dorong Optimalisasi Aset untuk Tingkatkan PAD

Taqwa juga kembali menyinggung pentingnya mengefektifkan aset-aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, banyak aset yang masih belum dimanfaatkan optimal.

“Aset yang bisa menghasilkan harus dimaksimalkan. Tidak perlu dibahas lagi, harus dieksekusi. Pansus sudah memberi rekomendasi agar aset-aset tidak produktif dipetakan ulang dan dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa optimalisasi PAD dan sinkronisasi kebijakan daerah dengan program nasional akan menjadi fokus DPRD dalam mendorong pembangunan di Kota Balikpapan. (t/adv)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Kegiatan Reses Masa Sidang yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, SE., pada Rabu (26/11/2025), menghadirkan dialog warga di SMP Negeri 27 Balikpapan Tengah. Diskusi tersebut menitikberatkan pada upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Balikpapan.

Dengan mengangkat tema “Sinergi DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Balikpapan”, acara ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan DP3AKB Balikpapan.

Pada kesempatan itu, Nelly kembali menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting lokal justru menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.

“Pada 2023, kita berada di angka 21,6 persen, sementara standar nasional telah berada di kisaran 14 persen. Padahal, target kita tahun 2024 adalah turun ke 19 persen, namun angkanya justru naik menjadi 24,8 persen,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa kondisi tersebut menjadi evaluasi penting bagi seluruh unsur terkait, sekaligus dorongan agar penanganan stunting dilakukan secara lebih menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor.

“Ini berarti kita belum berhasil. Tetapi kondisi ini tidak boleh membuat kita menyerah. Justru harus menjadi pemacu agar kita bekerja lebih terpadu,” tegasnya.

Nelly optimistis bahwa dengan kerja bersama dan koordinasi yang lebih kuat, Balikpapan dapat menekan angka stunting pada 2025 sehingga mendekati standar nasional.

Dalam dialog itu, ia juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi untuk mencetak generasi yang sehat dan unggul.

“Tidak ada SDM berkualitas tanpa pendidikan. Kami pun bisa sampai di titik ini karena pendidikan,” ucapnya.

Nelly sempat berbagi cerita tentang pengalaman masa sekolahnya dahulu yang penuh keterbatasan. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan fasilitas pendidikan saat ini yang sudah jauh lebih modern.

“Waktu itu kami mencatat dengan batu tulis. Sekarang sudah serba digital. Anak-anak harus lebih semangat memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para pendidik dan perwakilan dari sembilan SMP yang mengikuti dialog tersebut. Nelly berharap forum seperti ini dapat terus berlangsung sebagai wadah komunikasi antara DPRD, sekolah, dan masyarakat.

“Sebagai bagian dari komisi yang membidangi pendidikan, saya berharap kita bisa lebih rutin berdiskusi dan memperkuat sinergi demi peningkatan mutu pendidikan di Balikpapan,” tutupnya. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan — Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan kembali digelar pada Senin (24/11/2025) sebagai lanjutan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, membuka rapat dengan menyampaikan bahwa agenda paripurna kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembahasan APBD 2026, termasuk tanggapan Wali Kota atas pemandangan umum fraksi-fraksi yang telah disampaikan pada 20 November 2025.

Alwi menjelaskan, seluruh fraksi di DPRD Balikpapan memberikan sejumlah catatan penting, pertanyaan, serta pandangan kritis yang perlu dijawab oleh Wali Kota pada kesempatan ini. Dalam penyampaiannya, Alwi juga menyatakan apresiasi DPRD terhadap pemerintah kota yang dinilai cepat merespon kebijakan Kementerian Keuangan RI terkait penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah tahun anggaran 2026.

DPRD turut mendukung langkah pemerintah kota dalam melakukan optimalisasi kapasitas anggaran, termasuk upaya penyesuaian terhadap kemampuan pendapatan daerah. Meski demikian, Alwi menegaskan perlunya pemerintah kota tetap memprioritaskan belanja pada sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pasar.

Fraksi-fraksi DPRD Balikpapan juga mendorong pemerintah kota untuk menyusun strategi efektif dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pijakan menuju kemandirian fiskal daerah. (t/adv)