[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan – Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib DPRD Balikpapan terus mematangkan rancangan revisi Peraturan Daerah (Perda) Tata Tertib dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota dewan. Sosialisasi ini dilaksanakan di ruang rapat gabungan, Senin (03/3/2025).

Ketua Pansus Tata Tertib DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo menjelaskan bahwa setiap periode aturan tata tertib DPRD direview dan disesuaikan dengan kebutuhan baru.

"Setiap pergantian periode, tata tertib direview untuk melihat apakah ada hal baru yang perlu ditambahkan atau aturan lama yang sudah tidak relevan. Untuk periode 2024-2029 ini, Pansus dibentuk untuk melakukan kajian tersebut," ujarnya.

Nelly menegaskan bahwa revisi ini tidak dilakukan sembarangan, tetapi telah melalui berbagai tahapan, konsultasi, dan pembandingan dengan daerah lain.

"Kami sudah melakukan konsolidasi, dua kali sosialisasi bersama Kemendagri, studi banding ke DPRD DKI Jakarta dan DPRD Surabaya, serta finalisasi di Jakarta," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa revisi tata tertib DPRD wajib mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018.

Setelah tahap sosialisasi ini selesai, rancangan perda akan melalui proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Kaltim, sebelum akhirnya disahkan dalam sidang paripurna dan resmi diberlakukan.

Meski belum bisa mengungkap isi lengkap revisi perda ini, Nelly memastikan bahwa terdapat banyak perubahan dan penyempurnaan, yang juga merupakan hasil masukan dari seluruh fraksi di DPRD Balikpapan.

"Semua fraksi mengirimkan perwakilan ke Pansus, jadi tidak ada yang tidak terakomodir. Perubahan pasti ada, karena masa kerja DPRD juga berubah dari 2019-2024 ke 2024-2029," jelasnya.

Draf revisi Perda Tata Tertib DPRD ini memuat 20 bab dan 166 pasal, yang mengatur berbagai aspek terkait kewajiban anggota DPRD, peran legislatif dalam masyarakat, serta dampak dan tanggung jawabnya.

Dengan adanya revisi ini, diharapkan kinerja DPRD Balikpapan semakin disiplin, transparan, dan sesuai dengan regulasi terbaru.(t/adv)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Senin (24/02/2025), Komisi II DPRD Kota Balikpapan bersama Dinas Perdagangan (Disdag) melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan, yakni Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan, dan Pasar Pandansari. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyampaikan bahwa berdasarkan dialog langsung dengan pedagang, harga-harga barang pokok mengalami kenaikan, namun tidak signifikan. Selain itu, ia menegaskan bahwa stok barang di pasar-pasar tersebut masih aman, yang penting untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah inflasi.

"Saya sudah bertanya kepada pedagang tentang kenaikan harga, ada beberapa yang naik, tetapi tidak terlalu besar. Untuk stok, semuanya aman," ujar Budiono.

Selain memantau harga dan stok, Komisi II juga menilai kebersihan pasar, termasuk fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Beberapa keluhan dari pedagang juga diterima, seperti masalah ketersediaan toilet dan atap pasar yang bocor. "Kami akan segera evaluasi dan jika diperlukan, anggaran untuk perbaikan akan segera kami siapkan," lanjutnya.

Budiono juga mengapresiasi perkembangan Pasar Klandasan yang kini sudah lebih modern, dengan sistem transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pembayaran distribusi. “Ini sudah sangat baik, namun perlu penataan lebih rapi agar pedagang dapat lebih tertib berjualan,” tambahnya.

Dalam kunjungan ini, terungkap bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti telur dan cabai (lombok). Kenaikan harga cabai, menurut pedagang, disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat musim penghujan yang mempengaruhi produksi.

Dengan hasil kunlap ini, diharapkan pihak terkait dapat segera menindaklanjuti evaluasi dan perbaikan yang diperlukan, untuk memastikan pasar di Kota Balikpapan tetap kondusif dan harga tetap stabil selama Ramadhan. (tri/adv)

 

 

KabarIkn.com, Balikpapan – Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk1 meningkatkan aktivitas yang positif. Namun, fenomena trek-trekan dan perang sarung yang marak terjadi justru berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda menyoroti masalah ini dan mengajak orang tua serta masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam aksi berisiko.

Ia mengingatkan kepada para anak-anak muda agar tidak mengisi Ramadan dengan kegiatan berbahaya seperti trek-trekan di jalan raya. 

" Selain membahayakan diri sendiri, aksi ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain serta mengganggu ketertiban umum," ujarnya, Senin (03/03/2025)

Meski aparat kepolisian telah meningkatkan pengawasan untuk menjaga keamana tetap ditegaskan bahwa pengawasan keluarga selalu menjadi faktor utama dalam mencegah perilaku negatif di kalangan remaja.

Selain aksi balapan liar, Ari juga menyoroti perang sarung yang awalnya dianggap permainan tetapi sering kali berujung pada bentrokan serius.

" Orang tua tentunya harus lebih peduli terhadap keberadaan anak-anaknya, terutama di malam hari. Jika sudah pukul 10 malam dan belum pulang, sebaiknya segera dicari agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan," katanya.

Ia berharap Ramadan bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengutamakan ketertiban dan memperbanyak aktivitas yang lebih bermanfaat.(t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan - Jumat ( 07/02/2025), Komisi IV DPRD Kota Balikpapan bersama Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan (DPOP),Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Dinas Perpustakaan dan Arsip melakukan kunjungan lapangan ke Taman 3 Generasi, Islamic Center dan Taman Bekapai.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menyampaikan bahwa komisi IV ingin menargetkan taman yang ada sekarang ini dapat lebih diperkuat kembali. Salah satunya Taman 3 Generasi menjadi salah satu tempat central yang memiliki taman bermain anak maupun taman baca.

“Harapan kita kedepan semoga suporting ini bisa terjawab dan komisi IV akan fokus agar taman ini bisa berstandar nasional,”ujarnya.

Komisi IV sendiri mengusulkan agar ada perpustakaan yang betul-betul representatif dan tempat permainan anak yang lengkap. Adapun kajian dari Komisi IV saat ini salah satunya menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cerdas dan ramah anak.

Kemudian, untuk di Islamic Center sendiri saat ini sudah memiliki perpustakaan baca tetapi berbasis elektronik yang tidak termasuk ke dalam taman bermain disana. 

“Kita berharap setiap taman ini dapat terintegrasi yang artinya sudah memiliki taman bermain, sarana olahraga dan taman edukasi untuk membaca,” katanya.

Gasali menambahkan di Taman Bekapai sendiri nanti akan ada peresmian langsung yang dilakukan oleh Kementerian. Ini merupakan awal Komisi IV untuk mensupport agar seluruh RTH yang cerdas dan ramah anak di Kota Balikpapan dapat terintegrasi di setiap Kelurahan.

“ Mudahan jika dari segi anggaran mendukung 3 taman ini akan kita segera realisasikan pada tahun ini,” pungkasnya.(tri/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menegaskan akan mengambil langkah proaktif dalam menyikapi isu dugaan pengoplosan BBM jenis Pertamax yang tengah ramai diberitakan.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah, menyatakan pihaknya akan mendalami kebenaran informasi tersebut meski Pertamina telah membantah adanya praktik BBM oplosan. Mereka juga akan melakukan kroscek secara langsung apakah ini benar terjadi atau hanya spekulasi.

Adi menyoroti bahwa dugaan oplosan lebih banyak dikaitkan dengan pengecer, sehingga klarifikasi dari pihak Pertamina dan aparat terkait menjadi langkah penting. Jika ditemukan bukti kuat maka DPRD akan merekomendasikan tindakan tegas kepada pihak berwenang.

"Sebagai langkah awal, Komisi II berencana melakukan sidak ke sejumlah SPBU serta menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pertamina untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan dalam distribusi BBM," Kata Adi, Kamis (27/02/2025)

Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menegaskan bahwa BBM yang telah di distribusikan teraebut telah memenuhi standar dari pemerintah. 

" Proses di terminal BBM hanya sebatas injeksi warna dan aditif, bukan pengoplosan atau perubahan RON. Distribusi BBM diawasi ketat oleh BPH Migas, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Heppy.

DPRD Balikpapan tentunya akan memastikan terus dan memantau perkembangan isu ini guna menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap distribusi BBM di kota ini. (t/adv)

 

 

Foto : Sekretaris DPRD Kota Balikpapan,Arfiansyah

KabarIkn.com,Balikpapan - Sidang Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 128 Kota Balikpapan Tahun 2025 akan dilaksanakan pada hari Sabtu (8/02/2025) esok pukul 09.30 Wita bertempat di Hotel Gran Senyiur Balikpapan. 

Sekretaris DPRD Kota Balikpapan, Arfiansyah menjelaskan, sidang paripurna tersebut akan diisi dengan sambutan oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, S.P. dan Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. dan pemutaran video kaleidoskop DPRD, Sejarah dan Pembangunan Kota Balikpapan.

“Seluruh pimpinan dan anggota DPRD serta ASN memakai Pakaian Sipil Lengkap (PSL), Istri Forkopimda/Pimpinan DPRD memakai Kebaya/Pakaian Adat, TNI/POLRI memakai PDU IV dan Undangan lainnya memakai Batik Balikpapan lengan panjang (pria) dan Kebaya/Pakaian Adat (Wanita), untuk kegiatan pemberian penghargaan akan difokuskan di Upacara Hari Jadi Kota,” terang Arfi, sapaan akrab Arfiansyah. 

Sidang Paripurna ini menjadi pembuka rangkaian awal peringatan Hari Jadi ke 128 Kota Balikpapan Tahun 2025. Selanjutnya rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Balikpapan akan dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi ke 128 Kota Balikpapan yang pada hari Senin (10/02/2025) akan digelar kegiatan Upacara Peringatan Hari Jadi ke 128 Kota Balikpapan di BSCC Dome.  

Dalam sidang paripurna tersebut akan dihadiri terbatas sekitar 500 orang terdiri dari Forkopimda Kaltim, DPR RI asal Kaltim, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD se-Kaltim, DPRD Kaltim asal Balikpapan, unsur Forkopimda Balikpapan, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Balikpapan, mantan Wali Kota – Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Balikpapan, Sekretaris DPRD Kab/Kota se-Kaltim, OPD Pemerintah Kota Balikpapan, organisasi masyarakat/keagamaan, serta undangan lainnya.

“Semula sidang paripurna tanggal 8 Februari 2025 tersebut mempunyai dua agenda yaitu Pidato Wali Kota Balikpapan Masa Jabatan 2025-2030 dan Peringatan Hari Jadi ke 128 Kota Balikpapan karena pada awalnya pelantikan Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak tahun 2024 akan digelar tanggal 6 Februari 2025 oleh Presiden di Ibu Kota Negara, kemudian pada tanggal 3 Februari lalu hasil rapat koordinasi Persiapan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada Serentak Tahun 2024 melalui zoom meeting dengan Menteri Dalam Negeri mengalami perubahan waktu menjadi tanggal 20 Februari 2025 sehingga Sidang Paripurna Pidato Wali Kota Balikpapan Masa Jabatan 2025-2030 akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 24 Februari 2025,”pungkas Arfi.(*)

 

 

 

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, 25 Februari 2025, untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi pendidikan di SD 016 dan SMP 26 yang terletak di Balikpapan Regency.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Beberapa isu penting terkait kondisi pendidikan di dua sekolah tersebut menjadi sorotan dalam rapat ini.

Gasali mengungkapkan bahwa masih ada kekhawatiran dari wali murid terkait kekurangan tenaga pengajar tetap dan fasilitas yang belum memadai di SD maupun SMP tersebut.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komite sekolah menyampaikan kekhawatiran orang tua siswa yang meminta penambahan guru tetap meskipun saat ini sudah ada guru bantu dari sekolah lain. Mereka berharap adanya pengajaran yang lebih konsisten untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain masalah pengajaran, fasilitas di kedua sekolah tersebut juga menjadi perhatian. Beberapa sarana, seperti lapangan olahraga, masih memerlukan perbaikan. Gasali menekankan pentingnya penyempurnaan fasilitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan memadai.

"Anggaran untuk perbaikan SD 016 dan SMP 26 sudah masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Beberapa fasilitas yang akan diperbaiki meliputi kamar mandi, drainase, dan jalan lingkungan," jelas Gasali.

Dengan adanya perbaikan fasilitas dan penambahan jumlah pengajar, Gasali berharap kondisi pendidikan di SD 016 dan SMP 26 akan semakin baik. Ia juga menegaskan pentingnya pengembangan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran proses belajar.

"Langkah-langkah yang telah direncanakan diharapkan bisa menyelesaikan masalah dan memberikan dampak positif bagi para siswa dan masyarakat sekitar pada tahun 2025," pungkasnya.(t/adv)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan Komisi II DPRD Kota Balikpapan akan melakukan revitalisasi pasar atau menghadirkan beberapa pasar baru di Kota Balikpapan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. Fauzi menyampaikan dari seluruh pasar yang ada di Kota Balikpapan sudah memiliki pra design dan tinggal menunggu DED dan jika Penganggaran berjalan dengan baik maka revitalisasi pasar tersebut bisa langsung dilaksanakan.

" Pra design sudah dilakukan untuk pasar Klandasan, kemudian pasar loak besi yang ada di Balikpapan barat akan dilakukan relokasi ke Karang Joang. Nanti setelah direlokasi tentunya akan masuk di perencanaan dan revitalisasi," ujarnya.

Terkait pasar induk, beberapa waktu lalu Komisi II sudah melakukan survei awal ke lokasi awal yaitu KM.5 Graha Indah dan melakukan cek apa saja kendala disana.

"Intinya lahan sudah ada untuk pasar induk dan itu akan menjadi fokus bagi komisi II," katanya.

Fauzi menuturkan komisi II akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan kajian terkait pasar induk.Kajian dilakukan ke Kementerian dan dilanjutkan ke UGM dan lokasi pembanding.

Untuk lahan yang dibutuhkan pasar induk ini sendiri yaitu sekitar kurang lebih 2 hektar.(tri/adv)

KabarIkn.com, Balikpapan – Senin (24/02/2025), Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Balikpapan Selatan, Lurah, serta perwakilan dari Gunung Bahagia. RDP ini digelar untuk menindaklanjuti keluhan warga yang terdampak oleh pembangunan Griya Permata Asri dan Daun Village, yang menyebabkan genangan air.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, mengungkapkan bahwa dari hasil RDP, pihak Daun Village sudah menunjukkan itikad baik dengan membuat bozem atau saluran drainase untuk mengalirkan air.

 "Kami apresiasi langkah yang diambil Daun Village. Sebelumnya, warga mengeluh karena saluran air mereka tertutup oleh pembangunan, namun sekarang sudah ada solusi," ujar Yusri.

Namun, RDP kali ini juga diwarnai dengan kekecewaan terhadap pihak Griya Permata Asri, yang dinilai tidak kooperatif. 

"Kami sangat kecewa karena pihak Griya Permata Asri tidak hadir dan enggan mengikuti undangan dari DPRD. Padahal kami berharap mereka bisa hadir untuk segera memberikan solusi untum merelokasi 21 rumah warga yang terkena dampak genangan air," tegasnya.

Yusri menambahkan, meskipun Pemerintah Kota Balikpapan telah membantu dengan menyiapkan pompa untuk mengatasi genangan, namun solusi jangka panjang tetap diperlukan untuk kenyamanan warga. 

"Kami berharap ada solusi permanen agar warga tidak terus-menerus hidup dalam ketakutan akibat genangan air," kata Yusri

Komisi III juga berencana untuk melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi, guna memastikan tindak lanjut yang lebih konkret dari hasil RDP ini.

 "Kami akan turun langsung untuk memastikan bahwa masalah ini segera teratasi dan memberikan kenyamanan bagi warga yang terdampak," pungkasnya.(t/adv)

 

 

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin (03/02/2025), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang II Tahun 2024/2025 yang dilaksanakan di Aula Gedung Parkir Klandasan,Balikpapan.

Adapun agenda dari Rapat Paripurna tersebut adalah Penyampaian Nota Penjelasan DPRD Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

Ketua Bapamperda, Andi Arif Agung menyampaikan menurut para anggota dprd dua hal ini menjadi sangat strategis. Saat ini dprd tidak memiliki acuan tekhnis yang lebih kongkrit dalam rangka menumbuh kembangkan dan menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan wawasan nusantara.

" Kita ingin menanamkan wawasan kebangsaan dan memiliki kearifan lokal itu filosofinya dimana kita berpijak disitu kita junjung bersama," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan sendiri seharusnya sudah diarahkan untuk menghasilkan seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual,emosiolan dan spiritual, dan mampu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya.

Sementara itu, mengenai Raperda Penyelenggaraan kawasan perumahan dan pemukiman, diketahui bahwa keberadaan Ibu Kota Nusantara berdapak dengan pengembangan kawasan perumahan di Balikpapan.

" Maka dari itu perlu keharmonisan antara kebijakan pusat dengan daerah, karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan pembangunan perumahan di Balikpapan," pungkasnya.( tri/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan - Menjelang bulan Ramadhan Komisi II DPRD Balikpapan melakukan kunlap ke beberapa pasar tradisional termasuk Pasar Pandansari, Senin (24/02/2025).

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan , Fauzi Adi Firmansyah menyampaikan menjelang ramadhan ini tentunya memang harus dilakukan operasi pasar untuk mengetahui harga-harga di beberapa pasar yang hari ini di lakukan Kunlap oleh Komisi II. 

" Alhamdulillah, setelah ditinjau secara umum untuk persiapan bulan ramadhan warga tidak usah khawatir walaupun ada kenaikan harga tetapi masih dalam batas wajar," ujar Fauzi kepada awak media.

Adapun tujuan mereka melakukan kunjungan lapangan ini salah satunya agar mendapatkan informasi yang real apakah ada harga yang naik melewati batas dan jika ada harga yang naik melebihi batas maka akan ditindak lanjuti.

"Seperti kita bekerja sama dengan APH untuk menertibkan jika ada indikasi penimbunan ataupun sebagainya," katanya.

Fauzi menambahkan untuk di Pasar Pandansari ini adapun yang menjadi perhatian yakni harga kebutuhan pokok. Setelah di cek langsung harga cabai, ayam, daging dan telur jika menjelang bulan Ramadhan maupun Lebaran pasti mengalami kenaikan. Tentunya itu menjadi keharusan komisi II untuk dapat memastikan harga sembako salah satunya cabai tetap stabil.

Terkait gedung pasar sendiri diketahui selama ini Komisi II mendengar informasi terkait mangkraknya gedung pasar Pandansari.

" Setelah kami cek mulai dari lantai 1 sampai 3 memang benar kalau penggunannya belum maksimal, terutama di lantai 2 dan 3. Kita sudah lakukan koordinasi dengan rekan-rekan komisi dua tentu harus ada revitalisasi untuk dua lantai tersebut," imbuhnya.

Komisi II memberikan masukan agar mencoba mengalih fungsikan lantai dua dan tiga seperti yang bisa dimaksimalkan untuk hiburan sehingga sedikit demi sedikit jika sudah ramai bisa mulai berdatangan penjual dan sebagainya. (t/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan - Komisi II DPRD Kota Balikpapan Melakukan Kunjungan Lapangan ke Pusat Industri UMKM Tahu Tempe Kota Balikpapan yang terletak di Somber,Jumat (31/01/2024).

Dalam Kunjungan Lapangan tersebut Komisi II melihat kondisi fasilitas fasilitas yang ada di pabrik industri tahu tempe tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman menyampaikan bahwa mereka cukup kaget dengan melihat kondisi jalan di pabrik tersebut banyak yang tidak terawat dan pada anggaran perubahan nanti akan dibantu untuk memperbaiki lingkungan yang kumuh di lokasi tersebut.

“ Nanti kita akan coba mengarahkan agar lingkungan disini bisa dibersihkan agar terlihat lebih terang dan tidak terkesan angker,” ujarnya.

Komisi II juga mengusulkan agar di area lingkungan pabrik tempe ini bisa dijadikan tempat destinasi wisata baru bagi masyarakat Kota Balikpapan maupun yang berkunjung ke Balikpapan.

“ Saya akan coba komunikasikan ke konsultan luar Balikpapan seperti dari UGM yang siapa tau bisa membuat destinasi wisata kuliner sekaligus edukasi bagimana tata cara pengolahan tempe,” katanya.

Taufiq menambahkan bahwa mereka mencari titik titik yang bisa meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Balikpapan dari apa saja yang dikelola oleh UPT.

Adapun tujuan komisi II langsung turun ke lapangan dengan mitra untuk melihat peluang peluang mitra tersebut yang bisa mendapat PAD dan bisa menyelesaikan target di tahun 2026. (t/adv)