Atasi Pengangguran, Disnakertrans Paser Menggelar Beberapa Pelatihan Siap Kerja dan Berwira Usaha
-
kabarikn.com

Photo : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser Rizky Noviar.
KabarIkn.com,Tana Paser - Dalam rangka menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Paser Pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Paser melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan yang targetnya siap kerja dan wirausaha.
Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser Rizky Noviar menegaskan bahwa sesuai dengan Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditargetkan tahun 2024 penurunan angka pengangguran menjadi 3,5 persen.
"Jadi memang penurunan untuk angka pengangguran berdasarkan RPJMD pada 2024 di targetkan tahun ini turun 3,5 persen tentu ini menjadi tugas berat, sehingga kami berupaya dengan melaksanakan beberapa kegiatan terutama di bidang pelatihan dan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam kegiatan wirausaha," kata Kepala Dinas Rizky Noviar pada kabarikn, Kamis (31/10/2024).
Ia mengharapkan dengan program pelatihan yang dilaksanakan dan BLK angka pengangguran di Paser dapat menurunkan.
"Kita sudah melaksanakan beberapa pelatihan yang siap kerja dan siap berwirausaha, ini kemarin kita merekrut sebanyak 40 orang untuk dilatih menjadi sekuriti yang jobnya untuk di Ibu Kota Negara (IKN)" ujarnya.
Selain pelatihan sekuriti pihaknya juga merencanakan akan melaksanakan pelatihan administrasi perkantoran dengan melihat peluang kerja di IKN.
"Selain itu juga kita akan melaksanakan pelatihan administrasi perkantoran dan teknisi perkantoran, nah ini kami mencoba peluang adanya kesempatan kerja di IKN karena disana mungkin diperlukan banyak tenaga perkantoran," kata dia.
Dengan beberapa kegiatan dipastikan dapat menekan angka pengangguran di daerah.
Terakhir data pengangguran dari Badan Statistik Paser sebesar 5 persen, turun 4,8 persen dan ia berharap angka pengangguran tahun ini dapat turun.
"Hampir setiap tahun angka pengangguran kita selalu turun dan dalam menghitung angka pengangguran perlu melihat beberapa faktor karena angka kelulusan anak sekolah tahun ini ada yang berkerja dan ada juga yang melanjutkan ketingkat jenjang selanjutnya, tidak bisa dipukul rata bahwa itu akan menambah angka pengangguran," jelasnya.
"Kita juga mendorong pertumbuhan dunia kerja dengan mengajak masyarakat agar anak anaknya bisa lulus sampai jenjang SMA karena menurut info lowongan kerja yang ada paling minimal adalah lulusan SMA," tambahnya.(ar/adv)


