[Valid RSS]

Foto : Bupati Paser Dr. Fahmi Fadli saat memberikan sambutan pada acara Muscab IBI Ke-8 di Pendopo Lou Bepekat, Tanah Grogot, Senin (16/06/2025).

KabarIkn.com,TANA PASER — Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-8 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat, Tanah Grogot, Senin (16/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-74 kepada seluruh anggota IBI Kabupaten Paser.

Acara yang mengangkat tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” ini dihadiri ratusan bidan dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, Muscab juga bertujuan memilih ketua dan pengurus harian IBI Cabang Paser yang baru.

"Peringatan ini bukan hanya perayaan usia organisasi, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang serta kontribusi nyata para bidan dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," ujar dr. Fahmi Fadli dalam sambutannya.

Menurut Bupati Fahmi, peran bidan sangat sentral dalam mendukung salah satu dari 11 program prioritas Pemkab Paser, yaitu “Nanti Anak Desa Harus Sehat dan Cerdas” yang menjadi bagian dari visi Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformasi, Adil, dan Sejahtera). Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 740 bidan di Paser yang tersebar di 139 desa, dengan rasio ideal 1 bidan melayani 405 jiwa penduduk.

"Jumlah ini memang masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan ideal. Namun bidan bagaikan cahaya dalam kegelapan. Mereka membawa terang bagi kesehatan masyarakat, terutama di desa-desa terpencil," tambahnya.

Pada peringatan HUT IBI ke-74 tahun ini, organisasi mengusung tema “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menurut Bupati, sangat relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan masa kini.

"Pemenuhan hak kesehatan reproduksi adalah hak dasar manusia yang harus dijamin, terlebih di masa krisis seperti pandemi atau bencana. Dalam situasi terbatas, bidan sering kali menjadi satu-satunya harapan," kata dr. Fahmi.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Paser dalam mendukung tugas bidan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas, serta peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Di akhir sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh bidan, baik yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, maupun desa-desa pelosok di Kabupaten Paser. Ia berharap agar kepengurusan IBI yang baru nantinya dapat terus menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

“Tugas Saudari semua adalah panggilan mulia yang tidak hanya berdampak pada satu individu, tetapi pada masa depan bangsa. Mari bersama-sama wujudkan generasi emas menuju 2045,” pungkasnya.(ar/adv)

KabarIkn.com,TANA PASER – Dalam upaya memperkuat integrasi dan validitas data antarinstansi, Bupati Paser Fahmi Fadli yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Katsul Wijaya secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan dan Rencana Kegiatan Satu Data Kabupaten Paser. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sadurengas Kantor Bupati Paser pada Rabu (27/5/2025).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Katsul Wijaya, Bupati Fahmi menegaskan pentingnya pelaksanaan kebijakan Satu Data Indonesia. Ia menyatakan bahwa kehadiran sistem satu data menjadi solusi untuk menghindari tumpang tindih data serta perbedaan informasi antara pusat dan daerah.

"Dengan adanya satu data, tidak ada lagi kebijakan atau program yang lahir tanpa landasan data yang kuat," ujar Katsul membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, implementasi Satu Data Indonesia membutuhkan komitmen semua pihak, mulai dari wali data, produsen data, hingga pembina data. Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem data yang sehat, terstruktur, dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa paradigma terhadap data perlu berubah. Data tidak lagi dipandang hanya sebagai laporan administratif, tetapi sebagai aset strategis yang menentukan arah pembangunan daerah.

"Saya mengajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadikan Satu Data Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan sebagai gerakan bersama untuk menuntaskan berbagai permasalahan di Kabupaten Paser," tegas Katsul.

Kebijakan Satu Data Indonesia telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Aturan ini mengatur penggunaan standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi yang berlaku bagi seluruh instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah.

Melalui penerapan kebijakan ini, data yang dihasilkan menjadi milik bersama, dikelola secara terbuka, dan dapat diakses oleh publik. Tentunya, tetap dengan memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi.

Dengan Rakor Forum Satu Data ini, Pemerintah Kabupaten Paser menunjukkan komitmen serius dalam membangun tata kelola data yang transparan, akuntabel, dan dapat menunjang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.(ar/adv)

KabarIkn.com,TANA PASER - Bupati Paser dr. Fahmi Fadli secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Aplikasi OpenSID (Sistem Informasi Desa) se-Kabupaten Paser Tahun 2025 yang diselenggarakan selama dua hari. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, mencakup 139 desa dan 5 kelurahan yang ada di Kabupaten Paser.

"Dengan jumlah penduduk mencapai 286.990 jiwa, kami ingin seluruh masyarakat merasakan kesejahteraan secara merata. Salah satu kunci utama agar ini terwujud adalah pentingnya penerapan Sistem Informasi Desa (OpenSID) untuk membangun satu data Kabupaten Paser yang terintegrasi," ujar Bupati Fahmi. Pada Senin (26/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan nasional telah memberikan landasan hukum yang kuat terkait pentingnya sistem informasi di desa. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya Pasal 86, yang mengamanatkan hak desa untuk mengakses dan mengelola informasi melalui sistem informasi desa.

Lebih lanjut, Bupati juga merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang menekankan prinsip data yang standar, interoperabel, mudah diakses, dan dikelola secara berkelanjutan, termasuk di tingkat desa.

"Kita tidak boleh lagi membiarkan data tersebar, tidak sinkron, atau tumpang tindih antar instansi. Maka dari itu, penggunaan OpenSID menjadi langkah strategis yang harus terus didorong," tegasnya.

Bupati Fahmi juga menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, panitia, para narasumber, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelatihan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa, khususnya dalam hal pengelolaan data dan pelayanan publik berbasis digital.

"Saat ini, dari 144 desa dan kelurahan yang ada, sebanyak 101 desa telah mengadopsi dan menggunakan OpenSID. Ini pencapaian yang luar biasa, tetapi belum cukup. Kita masih punya PR untuk menyukseskan implementasi sistem ini di seluruh desa dan kelurahan," kata Bupati.

Salah satu fokus utama dalam pemanfaatan OpenSID, lanjutnya, adalah peningkatan pelayanan publik, terutama layanan administrasi surat-menyurat dan kependudukan yang sering diakses masyarakat.

"Dengan OpenSID, tidak ada lagi alasan pelayanan dilakukan secara manual atau tertunda. Semua dokumen administrasi seperti surat pengantar, domisili, pengantar nikah, hingga rekomendasi bantuan sosial bisa dikelola secara digital, cepat, dan terdokumentasi," jelasnya.

Selain mempercepat pelayanan, OpenSID juga meningkatkan kerapian kerja perangkat desa, mengurangi tumpang tindih, serta meminimalisir kesalahan data. Yang paling penting, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

"OpenSID juga menghadirkan fitur keterbukaan informasi publik melalui website desa. Warga bisa mengakses berbagai informasi mulai dari kegiatan, anggaran, hingga data pembangunan. Ini bukan sekadar teknologi, tetapi bagian dari membangun kepercayaan terhadap pemerintah desa yang transparan dan akuntabel," tutup Bupati Fahmi.(ar/adv)

KabarIkn.com,TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-51 dan Hari Perawat Internasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Paser. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota PPNI yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Paser mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke-51 sekaligus Hari Perawat Internasional kepada seluruh pengurus dan anggota PPNI Kabupaten Paser. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian saudara dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Bupati Fahmi Fadli, Senin (26/5/2025).

Ia berharap agar di usia ke-51 ini, para perawat semakin matang dalam melaksanakan tugas serta terus memberikan pelayanan terbaik demi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Paser.

Menurut Bupati, perawat merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan yang memiliki peran vital di berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga ke pelosok desa. Ia mengingatkan kembali peran besar perawat saat pandemi COVID-19 lalu.

“Saya ingat betul bagaimana para perawat bertaruh nyawa menyelamatkan pasien di masa pandemi. Mereka tetap bertahan karena komitmen terhadap sumpah profesi. Ini adalah pengabdian yang patut kita beri apresiasi luar biasa,” tegasnya sambil mengajak seluruh hadirin memberikan aplaus meriah untuk perawat.

Bupati Fahmi juga menyoroti perjuangan perawat yang tak kenal waktu dalam memberikan pelayanan, bahkan ketika masyarakat sedang beristirahat, para perawat tetap siaga. Hal ini, katanya, menjadi bukti nyata bahwa profesi perawat adalah panggilan jiwa dan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa.

Dalam momentum HUT PPNI ke-51 ini, Bupati juga mengajak seluruh tenaga kesehatan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mendukung pelaksanaan 11 Program Prioritas Paser TUNTAS, khususnya poin ke-4 yaitu “Empati kepada Warga Kurang Mampu.”

“Melalui program ini, kita hadirkan layanan kesehatan yang terjangkau dan menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas medis. Edukasi dan advokasi kesehatan juga perlu diperkuat agar sistem pelayanan menjadi lebih inklusif,” jelas Bupati.

Ia juga menegaskan pentingnya memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Menurutnya, semua warga berhak atas layanan kesehatan yang baik, tanpa memandang latar belakang.

“Saya yakin seluruh perawat dan tenaga medis di Kabupaten Paser telah melakukannya. Laporan terkait pelayanan sangat minim, dan jikapun ada, biasanya hanya kesalahpahaman. Namun tetap harus menjadi koreksi dan perbaikan bersama, apalagi sekarang semua bisa viral lewat media sosial,” tegasnya.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, dr. Fahmi menyampaikan bahwa dari sekitar 1.030 perawat di Kabupaten Paser, sebanyak 895 orang merupakan anggota aktif PPNI. Bahkan 119 perawat telah dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Ini bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap tenaga kesehatan. Pemerintah tidak hanya menuntut pelayanan, tapi juga memberikan kepastian dan kesejahteraan,” ujar Fahmi.

Ia juga menekankan bahwa pelayanan darurat di rumah sakit dan puskesmas, khususnya di ruang IGD, harus mengutamakan penanganan pasien terlebih dahulu dibandingkan urusan administrasi.

Terakhir, Bupati Paser mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme perawat melalui pelatihan, seminar, dan kegiatan pengembangan diri guna menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

“Mari kita terus menjalin sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Bersama kita wujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan masyarakat yang sehat serta sejahtera. Sesuai tema HUT Ke-51 PPNI tahun ini: Perawat Kuat, Bersinergi Membangun Bangsa,” pungkasnya.(ar/adv)

Foto : Bupati Paser Fahmi Fadli bersama peternak ayam telur di Desa Saing dan UPT Disbunak Paser

KabarIkn.com,Tana Paser - Bupati Paser Fahmi Fadli melakukan peninjauan program pengendalian inflasi melalui peternakan ayam petelur di Desa Saing Prupuk Kecamatan Batu Engau yang dilaksanakan UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser pada, Rabu (21/5/25).

Kunjungan tersebut ia lakukan dengan didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya sebagai bagian dari pemantauan program pengendalian inflasi yang ditugaskan kepada Disbunak Paser.

"Apa saja kendalanya ke depan nanti diusulkan saja," ujar Fahmi.

Dalam kunjungannya, Bupati Fahmi berpesan agar hasil produksi telur tidak dijual melebihi harga pasar. Pengendalian harga ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. 

Sebagai salahsatu program pengendalian inflasi, peternakan ini direncanakan untuk diperluas dan dijadikan peternakan terpadu. Sekarang, telah ada 11.300 ekor ayam petelur yang diternakkan yang menghasilkan 9000 butir telur perharinya.

Melui kesempatan itu, Bupati Fahmi juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kotoran dan limbah hasil peternakan. Ia menekankan agar limbah tersebut tidak mencemari lingkungan dan dikelola dengan baik, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan.

"Kotoran dan limbahnya tolong diperhatikan," Kata Fahmi.

Dalam kunjungan tersebut, Fahmi juga menyempatkan diri mencoba memanen telur dan mencicipi langsung telur rebus hasil panen sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan program ini.(ar/adv)