
Foto : Sultan Paser , YM Aji Muhamad Jarnawi
Kabarikn.com,Tana Paser - Kesultanan Paser melalui Sultan Paser YM Aji Muhamad Jarnawi mengungkapkan bahwa program perpindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur mendapatkan apresiasi dari Kesultanan Paser.
"Kita terima dengan tangan terbuka, karena dengan adanya IKN di Kalimantan khususnya di Penajam sebagai pusat IKN kita ikut merasakan pemerataan pembangunan," kata Jarnawi pada media Kabarikn, com, Senin (24/1/2022) ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna di ruang Rapat Baling Selelo, DPRD Paser. Tanah Grogot.
Jarnawi yang juga politisi Nasdem berharap dengan adanya IKN itu ada kebaikan bagi masyarakat lokal secara umum yang artinya masyarakat yang sudah bermukim di PPU, Paser dan Kutai Kartanegara.
" Ini perlu diperhatikan khusus oleh Pemerintah, manakala ada penerimaan PNS diberi kouta khusus biar nanti mereka tidak ketinggalan dari mereka yang datang dari pusat yang datang kesini akhir orang lokal tersingkir itu yang pertama, kedua kita minta agar masyarakat Kabupaten paser diberi hutan adat kurang lebih dari 2 ribu hingga 5 ribu hektar dengan tujuan agar kearifan lokal dan sejarah, pohon pohon yang dulu seperti ulin masih utuh dan ini menjadi cagar budaya dan menjadi peradaban Paser," kata Jarnawi.
Kemudian poin ketiga Jarnawi minta agar nama nama jalan, sungai dan tempat yang sudah ada tidak dirubah, artinya utuh seperti semula dengan nama namanya yang sebelumnya seperti Sepaku berarti Sepaku jangan dirubah karena itu bagian dari kearifan lokal. Dan pada poin kelima pemerintah harus mendirikan kesultanan Paser artinya istana kesultanan paser di dekat IKN tujuannya agar ada peradaban kearifan lokal bahwa disini dulu pernah bermukim suku paser.
"Jadi kami berharap pada presiden agar ada didirikan istana Kesultanan paser sebagai pusat peradaban dan sejarah paser," tutupnya.(ar)