[Valid RSS]

Kabarikn.com,Tana Paser- Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf  secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait kebijakan Pemerintah Indonesia mencanangkan pembangunan rendah karbon sebagai salah satu strategi penurunan emisi dan menjadi salah satu jalan menuju Indonesia Emas 2045.

FGD ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Paser dalam menggali dan mencari rumusan yang tepat sebagai bahan untuk menentukan kebijakan pemerintah daerah untuk melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut. 

Dalam diskusi yang digelar selama 5 hari ini, resmi dibuka wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf, Senin (7/02/2022) bertempat di Hotel Kryad Sadurengas dan menghadirkan tim riset Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Anggota Komisi III DPRD Paser, Sekretaris Bappedalitbang dan mewakili  perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Masitah mengatakan, Pemerintah melalui Bappenas telah mencanangkan pembangunan rendah karbon sebagai salah satu strategi penurunan emisi dan menjadi salah satu jalan menuju Indonesia Emas 2045 dimana transformasi ekonomi hijau menjadi hal yang paling penting dilakukan karena lebih cepat dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Transformasi ekonomi hijau merupakan peningkatan ekonomi yang kuat, namun juga ramah lingkungan. Program ini merencanakan dan merancang kegiatan yang secara langsung memberi akses yang lebih baik dan berkelanjutan terhadap berbagai layanan dasar dan sumber daya, serta penciptaan lapangan kerja hijau sambil memastikan perlindungan dan pengurangan kemiskinan,” kata Wabup.

Sejalan dengan itu menurut Masitah, Provinsi Kalimantan Timur telah terpilih menjadi salah satu provinsi terbaik dalam pelaporan aksi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) Tahun 2010-2020 dan menjadi katalisator peran pemerintah daerah untuk mendukung target nasional dalam mendukung ekonomi hijau. “Kabupaten Paser sendiri sebagai salah satu Kabupaten/ Kota di Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam mewujudkan upaya perwujudan ekonomi hijau tersebut. Saat ini, Kabupaten Paser ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian dimana 65% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten berasal dari sektor ini dan selebihnya bersumber dari sektor pertanian, perhutanan, perikanan dan industri,” ucapnya.

Tentu saja dalam jangka panjang Kabupaten Paser lanjut Masitah,  tidak dapat bergantung secara terus-menerus pada sektor pertambangan dan penggalian, karena cepat atau lambat sumber daya alam yang dimiliki akan berkurang atau habis. 

“Oleh sebab itu, kita perlu melakukan transformasi ekonomi yang berbasis pada sumber daya terbarukan,” kata Masitah.

Selama ini lanjut Wabup, Transformasi ekonomi di Kabupaten Paser menjadi sangat relevan yang harus dipersiapkan pemerintah. Hal ini berkaitan juga dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke provinsi Kalimantan Timur yang tentunya hal ini dinilai akan memberikan keuntungan terhadap Kabupaten Paser.

“Saya berharap agar riset dan penelitian ini dapat memberikan perspektif alternatif yang dapat memperkaya dan memperjelas arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah daerah Kabupaten Paser untuk memulai langkah nyata mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi yang tidak terbarukan,” tambah Masitah.

Sumber : Humas Paser

Kabarikn.com,Tana Paser-Presiden Joko Widodo pada  Senin siang (7/2/2022) melaksanakan rapat  secara virtual dengan seluruh Kepala Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten se Indonesia. 

Dengan didampingi Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, Presiden menyampaikan dua hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari para kepada daerah bersama jajaran Forkopimda.

“Gelombang omikron sudah datang di Indonesia, dan saat ini kasus terbesar ada di wilayah Jawa dan Bali. Bahkan penularannya empat kali lebih cepat daripada delta. Namun begitu tingkat keterisian RS dan Case Fatality Ratenya masih rendah. Ini menandakan vaksin cukup ampuh dalam menekan dampak omikron. Sehingga kita perlu melakukan dua langkah penting,” ucap Presiden.

Yang pertama sebut Presiden segera mempercepat vaksinasi, vaksinasi dosis lengkap hingga booster harus terus didorong. Utamakan lansia terlebih dahulu. Saya lihat masih banyak daerah yang vaksinasi lansianya masih dibawah 60 persen. “Tolong TNI Polri bisa ikut membantu pemdanya untuk menggenjot ini,” kata Presiden.

Jika stok vaksin di daerah jumlahnya kurang, Presiden meminta Kepala Daerah bisa berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan agar stok segera dikirim.

“Selain vaksinasi, poin kedua yang ingin saya sampaikan adalah penekanan kembali kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Utamanya pemakaian masker, ini penting. Tidak usah banyak-banyak, dua hal itu saja tolong diperhatikan betul-betul. Saya berharap Kepala Daerah bersama unsur TNI Polri bisa bekerjasama untuk dua poin tadi,” tegas Presiden.

Usai mengikuti jalannya arahan Presiden bersama Dandim 0904 Paser Letkol Infantri Ronald Wahyudi dan Wakapolres serta hadir Kadis Kesehatan dr I Dewa Made Sudarsana dan Kadis Kominfo Hj Ina Rosana, Bupati dr Fahmi Fadli menyampaikan bahwa Pemkab Paser  siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

“Arahan Presiden akan kami tindak lanjuti  bersama dengan Forkopimda dan OPD terkait. Paser siap untuk terus meningkatkan vaksinasi dan kembali menggencarkan kampanye protokol kesehatan khususnya selalu menggunakan masker,” ucap Fahmi. 

Sumber : humas Paser

Foto :  Wabup Paser Masitah Terima Kunjungan Ketua BNK Kukar

Kabarikn.com,Tanah Paser- Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf menerima kunjungan silaturahmi ketua BNK Kutai Kertanegara Rendi Solihin, Kamis (3/02/2022) malam diruang kerja Wabup Paser.

Pertemua ketua BNK Paser dan ketua BNK Kutai Kertanegara ini dilaksanakan dalam rangka tukar informasi tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Selain itu juga terkait Optimalisasi Program Kerja dan Referensi Perubahan Status BNK menjadi Instansi Vertikal BNN, baik Paser maupun Kuker.

Saat diterima, Ketua BNK Kuker disertai istri Fetty Rendi Solihin dan Kepala Kesbagpol Rinda Desianti.

Sementara, Wabup Masitah disertai Kepala Kesbangpol Paser Nonding dan sejumlah pengurus BNK Paser. 

Wabup Masitah menyampaikan, ketua BNK Kuker bersama rombongan dalam rangka bersilaturahmi, sekaligus bertukar informasi masalah program kerja BNK masing-masing daerah dan termasuk  proses pengajuan perubahan status BNK ke BNN.

"Selain bersilaturrahmi, kita juga saling bertukar informasi mengenai masalah penanganan narkoba di masing-masing Kabupaten/Kota," terang Masitah.

Yang menarik sebut Masitah, dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan terkait peran kedua daerah sebagai penyangga Ibu Kota Negara. 

Di kesempatan itu, Ketua BNK Kukar Rendi Solihin menuturkan, kunjungan ke Paser  ini dalam rangka untuk bersilaturrahmi dan sekaligus bertukar informasi mengenai masalah Badan Narkotika Kabupaten (BNK) baik itu anggaran dan termasuk traspormasi  BNK ke BNN. 

Sumber : Humas Paser

Kabarikn.com,Tana Paser - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait Domestic Price Obligation (DPO) untuk pasokan Crude Palm Oil (CPO) sebesar Rp. 9300 per kilogram, kebijakan DPO ‘pukul’ daya beli petani saat buah sawit trek.

Hal tersebut turut terdampak terhadap daya beli petani kelapa sawit yang ada di Kabupaten Paser, menyikapi issue kebijakan DPO CPO, Muchtar Amar, SH selaku Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) turut berkomentar kepada awak media. 

“beberapa hari sebelum dan setelah kebijakan DPO CPO, telah berdiskusi informal dengan para petani sawit dan pelaku usaha mikro lainnya," Muchtar Menyampaikan. 

Kata Amar, para petani khawatir besaran DPO CPO sebesar 9.300 ke depan dapat menekan harga TBS hingga di bawah harga 2000an perkilo gramnya. Hal ini dapat dan menyebabkan tertekannya harga TBS disaat para petani sedang mengalami trek TBS.

“petani berharap kebijakan ini tidak terjadi disaat hasil panen TBS sedang trek, besaran DPO CPO sangat memukul daya beli petani dan menyebabkan turunnya pendapatan pelaku usaha mikro lainnya, awal bulan ini terbantu karena telah gajian”, ucap Muchtar, Sabtu (5/02/2022).

Dengan tingginya harga minyak goreng di pasaran, seharusnya tidak serta merta menetapkan besaran harga DPO CPO sebesar 9.300, perlu dilakukan kajian secara mendalam yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk pihak produsen B-20 dan eksportir.

“kebijakan ini dapat menimbulkan ketidakadilan bagi para petani sawit dan pelaku usaha mikro lainnya yang terkait, meski alasan pemberlakuannya khusus untuk stabilkan harga minyak goreng, tapi jika penetapannya hingga tercapai harga DPO, ini kan bisa berlangsung lama," Amar memaparkan.

Seharusnya pemerintah dapat menjamin keseimbangan pemenuhan kebutuhan pasokan produsen minyak goreng dan produsen B-20 melalui pembagian skema waktu berdasarkan rentang waktu masa panen TBS dengan puncak pemenuhan kebutuhan minyak goreng dan bio-diesel berdasar kuota Market Obligation (DMO) CPO.

“kan bisa saja diatur sesuai masa panen, pas lagi panen raya, ya wajar harga dan kuota DPO CPO diatur proporsional seimbang, keberlangsungan kebutuhan dalam negeri dan kepentingan sesama pelaku usaha perlu tetap terjaga," usulnya.

“pemerintah harus berikan kemudahan kepada petani sawit melalui stimulus kebijakan di sektor lainnya termasuk sarana prasarana perkebunan dan sektor keuangan”, tambah Amar.

Amar mengatakan bahwa rejeki itu kan sudah diatur, kita dapat banyak rejeki tapi gak diridhoi hasilnya oleh Yang Maha Kuasa, kan repot juga, seimbang lah yaa, apalagi hasilnya dibagi dengan sesama yang membutuhkan, itu lebih indah. (ar)

Kabarikn.com,TANA PASER- Dalam rangka  mengetahui tingkat kemapanan  penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik di Kabupaten Paser,  Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik  menyelenggarakan rapat koordinasi penilaian mandiri SPBE  yang melibatkan responden dari semua perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Paser.

Membahas berbagai hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan dan pelaksanaan SPBE ini, Kominfo dan Persandian menghadirkan nara sumber via virtual Diputi  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia ( Kemenpan RB) Cahyono Tri Wibono dan pihak Universitas Gaja Mada (UGM) Faulus Insap Santoso.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli dalam sambutanya mengatakan, SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. 

Selain itu jelas Bupati, SPBE ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. 

“Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik juga diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik,” katanya.

Menurut Fahmi, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Paser pada aplikasi umum maupun sektoral perangkat daerah guna percepatan layanan kepada masyarakat.Hal ini dapat dilihat dengan telah dilaksanakannya berbagai aspek SPBE, diantaranya Tata Kelola SPBE, Rencana Strategis, serta Layanan Administrasi Pemerintahan dan Layanan Publik Berbasis Elektronik.

“Pelaksanaan sistem pemerintah daerah berbasis elektronik sangat penting dilakukan oleh suatu instansi pemerintahan untuk memajukan daerah, dan mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel,” kata Fahmi. 

Sumber : humas