[Valid RSS]

Photo : Masyarakat lokal kunjungi destinasi wisata air terjun Riam Beangin 7 Bidadari di Kecamatan Muara Komam Desa Muara Langon.(Istimewa).

Kabarikn.com,Tana Paser - Kabupaten Paser kaya akan destinasi wisata alam bagaikan surga yang tersembunyi dibumi, salah satu diantaranya kawasan wisata Air Terjun Riam Beangin Tujuh Bidadari.

Terletak di Desa Muara Langon Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan ini dapat ditempuh melalui jalan darat dengan waktu tempuh lebih kurang dua setengah jam dari ibu kota Kabupaten Paser.

Objek wisata yang menghadirkan pesona hutan yang masih alami dan kawasan air terjun yang indah ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang ingin menikmati keindahan panorama dan keheningan alam untuk mencari ketenangan.

Riam Beangin Tujuh Bidadari adalah objek wisata air terjun sebanyak tujuh tingkat dan untuk sampai dikawasan ini dari jalan poros lintas provinsi Kaltim - Kalsel berjarak dua kilometer, yang mana separuh perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat selanjutnya kita akan melanjutkan dengan berjalan kaki.

Perlu diketahui objek wisata itu sudah ada beberapa tahun lalu, bahkan pada tahun 2019 sudah mendapatkan kunjungan langsung dari pemerintah daerah Kabupaten Paser yaitu Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata.

Berdasarkan pengalaman seorang warga dari Muara Komam Ikram yang datang bersama teman-temannya mengatakan bahwa pengalaman pertama mengunjungi wisata tersebut dengan menyusuri lewat sungai. Hanya saja memakan waktu 1 jam untuk mencapai lokasi Riam Beangin.

"Awalnya kita mengunjungi objek wisata itu menggunakan kapal kecil melewati daerah aliran sungai sehingga dapat menyaksikan keindahan alam yang ada di sekitar batuan yang ada di sekitar menuju kawasan wisata," kata Ikram saat diwawancarai media Kabarikn, (26/3/2023).

Lebih lanjut ia menceritakan bahwa kunjungan berikutnya dilakukan melalui darat karena mendapat informasi bahwa akses menuju kawasan tersebut sudah bisa dilewati menggunakan motor sampai bibir sungai.

"Jalannya cukup jauh dan perkiraan 2 Km menuju bibir sungai, setelah sampai bibir sungai sudah dekat dengan lokasi wisata," ungkapnya.

Kawasan wisata tersebut saat ini masih terkendala akses jalan karena pada saat musim hujan lebat seperti akhir akhir ini sulit dilewati.

"Kita berharap dan yakin melalui program Bupati dan Wakil Bupati Paser dengan visi Paser MAS (Maju Adil dan Sejahtera) bisa membangkitkan ekonomi masyarakat melalui destinasi wisata yang ada di desa," terangnya.

Menurutnya kawasan wisata itu menarik dan sangat indah karena selain keindahan alam disekitarnya yang masih alami juga air terjun yang bertingkat disepanjang jalan menyusuri sungai kita akan menemui aneka satwa yang hidup disekitar aliran sungai.

" Wisata Riam Beangin Tujuh ini memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung, sehingga perlu untuk dikembangkan, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata ini, " tutupnya.(ar/adv)

Foto : Bupati Paser Tanda tangan prasasti menandai resminya gedung PKK baru Kabupaten Paser/ (RN).

Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser dr. Fahmi Fadli secara langsung meresmikan Gedung Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang terletak Jalan Jenderal Sudirman Tana Paser, Jumat (3/3/23) Pagi.

Turut hadir dalam peresmian Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf, Ketua Tim Penggerak PKK Sinta Rosma Yenti, unsur Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara langsung oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli didampingi ketua Tim Penggerak PKK Sinta Rosma Yenti dan unsur forkopimda.

Dalam sambutannya Bupati Paser mengungkapkan harapan kepada para TP PKK untuk ikut bersinergi bersama pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan untuk mewujudkan masyarakat Paser Maju, Adil sejahtera (MAS).

"Kami ingin kehadiran tim penggerak PKK dapat dirasakan masyarakat kabupaten Paser serta dapat bersinergi kepada pemerintah untuk dapat mewujudkan Paser MAS," kata Fahmi.

Diungkapkannya Fahmi, bahwa pembangunan gedung TP PKK merupakan pertimbangan setelah melihat kondisi dilapangan dan bukan untuk memboroskan anggaran yang ada.

"saya juga melihat langsung sudah tidak layak lagi untuk ditempati. Selain Banyak yang rusak, terkadang pada musim hujan banjir," terangnya.

Melalui TP PKK, Fahmi berharap penurunan angka stunting dapat diwujudkan, "Dimana dalam pelayanan posyandu nanti juga ikut mensosialisasikan agar ibu-ibu hamil, ibu ibu yang memiliki balita, dapat mengurangi angka stunting," ungkap Fahmi.

Fahmi menambahkan, lokasi gedung PKK lama akan dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menjadi lokasi pembangunan perpustakaan Nasional yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

"Dibangunnya gedung PKK yang baru ini tidak lain karena di gedung PKK yang lama akan dibangun gedung perpustakaan Nasional," imbuhnya.(ar/adv)

Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser Fahmi Fadli menghadiri acara ramah tamah dengan peserta rapat koordinasi daerah Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) se - Kalimantan Timur di Pendopo Bupati Paser, Minggu (12/3/23).

Turut mendampingi Asisten Administrasi Umum Setda Paser Murhariyanto, Kepala Diskominfotaper Kabupaten Paser Ina Rosana dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Paser.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan bahwa kehadirannya pada malam ramah tamah adalah dalam rangka mendukung acara rakor Diskominfo se Kaltim dan berharap kegiatan itu berdampak baik buat pemerintah kabupaten Paser khususnya dan kabupaten lainnya.

"Ini merupakan suatu kehormatan dan kami mengucapkan terimakasih pada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas kesempatannya di berikan kepada Kabupaten Paser," kata dr Fahmi Fadli dalam sambutan hangatnya malam tadi.

Bupati Paser berharap pertemuan rakor ini bisa menyerap semua kendala kendala yang selama ini terjadi di setiap kabupaten di Kalimantan Timur.

"Momentum ini perlu saya sampaikan terkait program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Paser yang masih belum dapat terintegrasi seluruhnya Sehingga menghambat terwujudnya program satu data," ungkapnya.

Tidak hanya di Kabupaten Paser bahkan beberapa kabupaten juga mengalami hal yang sama sehingga ia berharap dengan kehadiran Diskominfo Kaltim bisa memberikan pencerahan agar sistem tersebut dapat berjalan dan mencarikan solusi terhadap kendala yang dihadapi kabupaten selama ini.

"Dari sekitar 41 Perangkat Daerah baru 8 perangkat daerah yang bisa berintegrasi dengan satu data, kita berharap Kominfo Kaltim bisa menjadikan satu tempat yang langsung di arahkan oleh Provinsi Kaltim," kata Fahmi.

"Karena dengan kita punya satu data yang terintegrasi akan sangat memudahkan pelayanan pada masyarakat dan ini juga wujud dari visi untuk menjadikan masyarakat Paser yang Maju Adil dan Sejahtera," lanjut Fahmi.

Dengan adanya program SPBE yang terintegrasi dengan Provinsi akan menjawab kekurangan kekurangan di daerah.

"Misalnya di Kabupaten Paser ada program satu bidan dan satu perawat dengan sistem satu data tadi kita bisa mencari di kabupaten lain karena adanya sistem yang sudah terintegrasi tadi," pungkasnya.(ar/adv)

Kabarikn.com,Tana Paser - Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas Aparatur Sipil Negara, Bupati Paser melalui Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Paser memberikan diklat pada sekitar 25 persen total ASN di Kabupaten Paser.

Kepala BKPSDM, Suwito mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal guna mencapai visi misi Paser MAS (Maju, Adil, Sejahtera)

"Tidak mungkin itu bisa tercapai kalo ASN nya tidak berkualitas," kata suwito, Jumat (17/3/23).

Persentase 25 persen tersebut merupakan total jumlah seluruh ASN di Kabupaten Paser dengan ketentuan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mendapatkan kuota tertentu bergantung pada kuantitas pegawai setiap OPD.

"Jadi seluruh OPD kita kasih kuota tergantung tipologi OPDnya. Misal tipologi OPD A itu pegawainya banyak, otomatis yang didiklatkan di OPD tersebut banyak," jelas dia.

Semua kebutuhan pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap perangkat daerah dengan pendanaan akan difasilitasi oleh BKPSDM.

"Silahkan cari tempat diklatnya dimana, kontribusinya berapa silahkan anggarkan, melaporkan ke kita, nanti kita siapkan anggarannya," terang kepala BKPSDM tersebut.

Proses pelatihan sudah berjalan, kata dia. Sehingga sekarang setiap OPD sedang berlomba-lomba mencari diklat sesuai dengan kebutuhan OPD tersebut.

"Contohnya orang Kominfo ingin mendiklatkan kemampuan dalam mengedit, ya orang kominfo mendiklatkan pegawainya untuk itu. Semua kita serahka ke OPD untuk memilih diklatnya," tuturnya.(ar/adv)

 

Photo : Bupati Paser dr Fahmi Fadli hadiri acara Musda Muhamadiyah Paser dan Aisyiyah Paser di Gedung Olahraga Tapis Paser/ Istimewa (R).(11/3).

KabarIkn.com,Tana Paser - Bupati Paser dr Fahmi Fadli membuka Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 7 Paser, di di Gedung Olahraga (GOR), Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Sabtu (11/3/23).

Bupati Fahmi mengatakan seperti halnya Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo pada bulan November 2022, semoga Musda pada 2023 ini dapat berlangsung dengan damai, tanpa ada jarak antara pemilik suara dengan penggembira, serta tercipta komitmen menjaga suasana yang kondusif.

"Semoga agenda yang telah disusun oleh panitia pelaksana bisa terlaksana dengan baik, tetap dalam suasana dan koridor kekeluargaan, santun dalam berdiskusi, menciptakan rasa nyaman bagi semua pihak," kata Bupati Paser.

Akan diselenggarakan selama 2 hari pada 11-12 Maret 2023. Musda pada tahun ini mengangkat tema "Memajukan dan Mencerahkan Kabupaten Paser dan Perempuan Berkemajuan, Mencerahkan Peradaban Paser".

"Pemerintah Kabupaten Paser tentu mengharapkan ada masukan yang konstruktif dari PDM dan PDA terkait pembangunan di Paser, sesuai dengan tema pada hari ini," pintanya.

Musyawarah Daerah bertujuan sebagai sarana Pemilihan pergantian pengurus PDM dan PDA, Penetapan program 5 tahun ke depan, dan Rekomendasi ke pemerintah daerah.

"Selama ini begitu banyak saran, ide, fatwa, pertimbangan serta rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah, Sebagian besar menginginkan Pemerintahan yang baik, pembangunan yang menyeluruh, serta fokus pada tujuan mewujudkan masyarakat Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera," ungkapnya.

Kami pun mengharapkan hal yang sama, lanjut Fahmi, semoga rekomendasi yang disampaikan nanti adalah yang benar-benar bisa terjangkau, terukur dan terimplementasi dengan baik untuk kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Paser seluruhnya.

Sebagai salah satu alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fahmi mengungkapkan tentunya keberadaan Muhammadiyah bukanlah hal yang asing lagi baginya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Paser, Fahmi berharap melalui Musyawarah Daerah ini, ada ide-ide cemerlang untuk Pemerintahan Kabupaten Paser yang lebih baik.

"Selamat bermusyawarah. Semoga semua kegiatan kita dari awal hingga akhir selalu mendapatkan petunjuk dari Allah Swt, serta menjadi bagian dari amal ibadah kita sekalian," tutupnya.(ar/adv)