[Valid RSS]

Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser dr Fahmi Fadli, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) bersama Kementrian lembaga serta kepala daerah se- Indonesia yang dilaksanakan Ballrom Le Meridien di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Turut mendampingi Bupati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Adi Maulana, dan Kepala Bankaltimtara Yudhi Susatyo.

Rakornas P2DD adalah kegiatan yang bertujuan meningkatkan koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mempercepat dan memperluas bidang registrasi di daerah. Tercatat sebanyak 514 desa mengikuti yang dihadiri oleh kepala daerah se- Indonesia.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adi Maulana mengatakan bahwa akan mengikuti instruksi pusat dalam rangka percepatan dan perluasan digitalisasi.

Bahkan untuk mendukung perluasan itu pemerintah daerah fokus terhadap desa yang belum tersentuh jaringan 4G dan ada juga jaringan yang masih 2G.

"Perluasan dan percepatan digitalisasi harus didukung dengan adanya kualitas jaringan komunikasi yang baik dan pembanguan infrastruktur jaringan komunikasi desa untuk mengatasi tidak adanya jaringan (Blank Spot). Sebanyak 5 tower akan dibangun di desa tahun depan oleh Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian," kata Adi Maulana.

P2DD dilaksanakan dalam rangka percepatan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kabupaten Paser sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Adapun hingga saat ini Pengelolaan keuangan daerah berbasis elektronik sudah berjalan di kabupaten paser dengan metode pembayaran non tunai seperti SIPD online, Pembayaran pajak. Bahkan baru-baru ini launching pembayaran mengunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh BI ke pedagang di Kabupaten Paser.

"Diharapkan nantinya Pengelolaan keuangan  daerah berbasis elektronik ini juga diyakini akan lebih efisien, transparan, dan akuntabel bisa menjadi salah satu upaya dalam mendukung Kabupaten Paser yang Maju,Adil dan Sejahtera," pungkasnya.(ar/adv)

Photo : Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf bersama tim TPID Kabupaten melaksanakan rapat koordinasi dengan Kemendagri di Ruang Rapat Sekretariat Pemerintah Daerah / Sumber photo Humas

Kabarikn.com,Tana Paser - Pemerintah Kabupaten Paser melalui Wakil Bupati Paser bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual pada Senin, 6 Desember 2022. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sadurengas Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

Dalam Rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan tentang presentasi realisasi pendapatan APBD se Indonesia, khususnya Kaltim berada diperingkat atas dengan sebesar 105,98 persen namun di realisasi belanja kaltim berada diposisi yang rendah yaitu 65,97 persen.

Sementara inflasi di Kaltim saat ini sebesar 5,69 persen, dibawah nasional 5,71 persen dan salah satu kabupaten yang realisasi serapannya masih rendah untuk saat ini adalah Kabupaten Paser. Bekaitan hal tersebut Syarifah Masitah Assegaf meminta untuk saling bahu membahu melakukan pengendalian inflasi di daerah.

Dalam rapat tersebut Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf meminta semua jajarannya untuk peka dan respon terhadap penyampaian dari Mendagri dan melakukan gerak cepat untuk melakukan pemantauan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi belanjanya rendah.

"Setelah rapat ini kita akan minta segera melakukan rapat dengan OPD terkait, terutama bahas tentang realisasi belanjanya yang rendah," kata Syarifah Masitah Assegaf

Di Kabupaten Paser sendiri realisasi anggaran presentase untuk bulan November baru terlihat di tanggal 10 Desember nanti. "Insya allah realisasi akan terus bertambah dan akan bertambah lagi dengan terbayarnya proyek proyek diakhir tahun," ungkapnya.

Inflasi di Kabupaten Paser terjadi di sektor transportasi darat dampak dari kenaikan bahan bakar minyak, bahan bangunan, dan telur.

"Sementara yang mengalami deflasi dibanding lima bulan kemaren antara lain minyak goreng, bawang merah dan cabe. Tapi yang perlu diwaspadai pula terjadi inflasi di elpiji 3 Kg yang non subsidi karena mengalami kenaikan," terangnya.

Masitah menambahkan beberapa penyebab terjadinya kenaikan elpiji 3 Kg karena diduga adanya penyimpangan di level pengecer, namun untuk hal tersebut pemda sudah melakukan pantauan ke pangkalan pangkalan untuk menghindari penimbunan.

Kemudian juga dalam rangka mengendalikan inflasi ia berharap Disperindagkop bersinergi dengan instansi lainnya untuk antisipasi terjadinya inflasi.

"Kita berharap dengan terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan barang pokok setiap harinya, dan melaporkan perkembangannya setiap hari pula ke provinsi melalui aplikasi yang tersedia, lalu operasi pasar dan sidak pasar menjelang Natalan dan Tahun Baru pada pertengahan Desember nanti," pungkasnya.(ar/adv)

Photo : Bilik 02 di Desa Tanah Periuk.

Kabarikn.com,Tana Paser - Hasil pemilihan kepala desa di tanah periuk tuai protes dari beberapa calon kades yang tidak terpilih. Pasalnya hasil Daftar Pemilih Tetap (DPT) milik panitia yang ditetapkan sebelumnya tidak sesuai dengan daftar usulan RT pada saat Daftar Pemilih Sementara (DPS).

"Contoh saja di lingkungan RT saya kalo berdasarkan data riilnya dari daftar pemilih sementara sebanyak 227 jiwa kemudian kita tambahkan 36 jiwa namun yang hadir cuman 122 jiwa," kata calon kades nomor 3 Badriansyah.

Dengan tidak terakomodirnya DPT sebelumnya juga tidak maksimalnya jumlah daftar tambahan sehingga banyak warga yang mengeluhkan tidak mendapatkan undangan.

"Pada waktu pilkades banyak warga saya yang tidak bisa ikut memilih karena tidak dapat undangan. Padahal mereka warga yang sudah memiliki ktp setempat tapi sayangnya tidak bisa memilih dengan menggunakan ktp," ungkapnya.

Berdasarkan aturan yang ada pasca pemilihan calon kades yang tidak terpilih boleh memberikan sanggahan yang diberi waktu oleh panitia selama tujuh hari.

"Sementara saat ini kita tidak beri sanggahan kepada panitia karena kita sudah tidak percaya karena selama ini mereka selalu menyalahkan RT," terangnya.

Sementara saat ditanya tentang kondisi pemilihan di wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Camat Tanah Grogot Guntur mengatakan bahwa pemilihan kepala desa yang dilaksanakan berjalan lancar dan dipastikan aman serta tertib.

Terkait tanah periuk ia sudah mendapatkan laporan bahwa ada beberapa calon komplain hasil pemilihan. Tapi menurutnya komplain itu belum masuk ranah panitia.

"Masa sanggah ada waktu selama tujuh hari, dimulai dari panitia setelah mendapat jawaban panitia tidak puasa bisa dilanjut ke kecamatan setelah dapat jawaban bisa lanjut lagi ke pemerintah kabupaten," pungkasnya.

Tidak hanya itu guntur juga mengingatkan bahwa sebelum ditetapkanya DPT sudah ada DPS yang diberikan panitia dan pada saat ditetapkan semua calon kades tandatangan yang mana secara hukum sudah menyetujui.(ar)

Kabarikn.com,Tana Paser - Dalam rangka membangun sinergitas pemerintah desa dengan aparat penegak hukum. DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) kabupaten Paser gelar kegiatan bimbingan teknis di Ballrom Hotel Kryad Sadurengas, Rabu (1/12/2022).

Kegiatan sudah rutin dilaksanakan tiap tahunnya yang mana sebelumnya kegiatan itu namanya jaga desa dan sudah digantikan menjadi rapat koordinasi.

"Kegiatan ini rutin kita laksanakan tiap tahunnya dengan menggandeng aparat penegak hukum dengan menggunakan anggaran desa," kata Nasri pada media.

Beberapa pemateri yang akan mengisi di acara rakor tesebut yakni dari penegak hukum ada dari kejaksaan, Tipikor (kepolisian), Inspektorat. Sementara dari pemateri pemerintahan desa diisi oleh pemerintah kabupaten yaitu dari dinas pemberdayaan masyarakat desa, yang intinya berhubungan dengan pemerintahan desa. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dasar dasar pengetahuan tentang pengelolaan keuangan di desa agar peraturan peraturan yang ditetap oleh pemerintah pusat dan daerah tidak terjadi pelanggaran ditingkat desa karena disebabkan kurangnya pengetahuan tentang itu," ungkapnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini ia berharap semua kepala desa dan aparatur pemerintah desa bisa mengikuti aturan yang sudah disampaikan pemateri. Lain hal kalo masih ada yang melakukan karena bisa saja itu hanya oknum karena sebelum ditetapkan ada pembinaan yang tidak indahkan oleh oknum tersebut.

"Kegiatan ini kita laksanakan sebagai upaya untuk mensinergikan semua pihak baik itu dimulai dari organisasi perangkat daerah hingga DPR," pungkasnya.

Sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil bupati Paser adalah mewujudkan masyarakat paser yang maju adil dan sejahtera yaitu Paser MAS.(ar)

Kabarikn.com,Tana Paser - Pemerintah Kabupaten Paser sukses meraih anugerah mitra strategis pengembangan ekonomi daerah dalam kegiatan Diseminasi Ekonomi Regional Tahunan dan Apresiasi tahun 2022 yang berlangsung di Ruang pertemuan Beruang Madu, Kantor perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (1/12/2022). 

Penganugrahan tersebut diterima langsung oleh Bupati Paser dr Fahmi Fadli atas keikutsertaan kabupaten paser dalam mengembangkan ekonomi daerah dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser yang dinilai positif.

kepala perwakilan Bank Indonesia cabang Balikpapan Bambang Setyo Pambudi menyebutkan bahwa pada tahun 2021, ekonomi Kabupaten Paser bertumbuh secara positif di angka 5,41 % dan pada tahun 2022, perekonomian Kabupaten Paser dinilai masih akan mengalami pertumbuhan dan meningkat sampai tahun 2023.

"Perekonomian ditahun 2022 masih akan tumbuh sejalan kinerja lapangan utama sektor pertambangan," kata Bambang.

Dengan kinerja komoditas sektor pertambangan batubara yang menyumbang 70,95% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) disusul kinerja pertanian, kehutanan, perikanan dan perkebunan yang saat ini berada di angka 12,02%, perekonomian Kabupaten Paser diperkirakan akan terus tumbuh ditahun 2023.

“Selain pertambangan itu juga ada potensi yang akan terus berkembang yaitu pertanian, kehutanan,dan perikanan yang saat ini 12,02 %,” ucapnya.

Tingginya daya beli masyarakat juga ikut serta berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai 3,73%.

"Selain itu permintaan komoditas sawit yang masih tinggi 5,28% menjadi motor penggerak industri pengolahan diproyeksikan 2023 masih akan tumbuh," tuturnya.

Selain Kabupaten Paser, penghargaan tersebut juga diberikan kepada kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara dan diserahkan langsung oleh kepala perwakilan Bank Indonesia cabang Balikpapan Bambang Setyo Pambudi.

Kemudian perlu diketahui keberhasilan ini merupakan kerja nyata Bupati Paser dan Wakil Bupati Paser dalam rangka mewujudkan masyarakat Paser MAS (Maju Adil dan Sejahtera).(ar/adv)