
Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser Fahmi Fadli menghadiri acara ramah tamah dengan peserta rapat koordinasi daerah Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) se - Kalimantan Timur di Pendopo Bupati Paser, Minggu (12/3/23).
Turut mendampingi Asisten Administrasi Umum Setda Paser Murhariyanto, Kepala Diskominfotaper Kabupaten Paser Ina Rosana dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Paser.
Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan bahwa kehadirannya pada malam ramah tamah adalah dalam rangka mendukung acara rakor Diskominfo se Kaltim dan berharap kegiatan itu berdampak baik buat pemerintah kabupaten Paser khususnya dan kabupaten lainnya.
"Ini merupakan suatu kehormatan dan kami mengucapkan terimakasih pada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas kesempatannya di berikan kepada Kabupaten Paser," kata dr Fahmi Fadli dalam sambutan hangatnya malam tadi.
Bupati Paser berharap pertemuan rakor ini bisa menyerap semua kendala kendala yang selama ini terjadi di setiap kabupaten di Kalimantan Timur.

"Momentum ini perlu saya sampaikan terkait program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Paser yang masih belum dapat terintegrasi seluruhnya Sehingga menghambat terwujudnya program satu data," ungkapnya.
Tidak hanya di Kabupaten Paser bahkan beberapa kabupaten juga mengalami hal yang sama sehingga ia berharap dengan kehadiran Diskominfo Kaltim bisa memberikan pencerahan agar sistem tersebut dapat berjalan dan mencarikan solusi terhadap kendala yang dihadapi kabupaten selama ini.
"Dari sekitar 41 Perangkat Daerah baru 8 perangkat daerah yang bisa berintegrasi dengan satu data, kita berharap Kominfo Kaltim bisa menjadikan satu tempat yang langsung di arahkan oleh Provinsi Kaltim," kata Fahmi.
"Karena dengan kita punya satu data yang terintegrasi akan sangat memudahkan pelayanan pada masyarakat dan ini juga wujud dari visi untuk menjadikan masyarakat Paser yang Maju Adil dan Sejahtera," lanjut Fahmi.
Dengan adanya program SPBE yang terintegrasi dengan Provinsi akan menjawab kekurangan kekurangan di daerah.
"Misalnya di Kabupaten Paser ada program satu bidan dan satu perawat dengan sistem satu data tadi kita bisa mencari di kabupaten lain karena adanya sistem yang sudah terintegrasi tadi," pungkasnya.(ar/adv)