[Valid RSS]

KabarIkn.Com-Balikpapan - Dalam Program yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mengenai Pembayaran Pajak Online, Diharapkan seluruh para organisasi perangkat daerah dapat melakukan sistem transaksi kepada konsumen nya secara non tunai.

Kepala BPPDRD Balikpapan, Haemusri Umar menjelaskan bahwa hal tersebut bisa tercatatkan di aplikasi, sehingga dapat memudahkan sistem pelaporan terhadap penerimaan baik pajak daerah maupun retribusi daerah yang dikelola oleh organisasi perangkat daerah.

" Kita menindak lanjuti Permendagri No.13 bahwa semua transaksi yang dilakukan adalah non tunai dalam 24 jam masuk kedalam kas daerah dan ini yang harusnya menjadi perhatian dalam organisasi perangkat daerah dan retribusi daerah," Kata Kepala BPPDRD Balikpapan, Haemusri Umar.

 Diharapkan bagi pihak Bank Kaltimtara dalam hal ini membangun satu infrastruktur yang bisa memfasilitasi OPD untuk penyedia alat transaksi tersebut, bisa berupa EDC atau Cash Register.

 Haemusri menambahkan bahwa hal tersebut karena seluruh pendapatan yang diterima oleh OPD tekhnis yang menangani retribusi dan pajak daerah semua juga akan masuk kedalam kas daerah.

Dalam pembayaran non tunai ini seluruh para pelaku usaha diwajibkan seperti perhotelan, restoran, hiburan, parkir dan lain lain. Semua diharapkan bisa mentransformasi dari tunai ke non tunai, sehingga efektifitas laporan bisa terintegrasi dengan sistem yang ada.

" Pembayaran non tunai ini sangat efektif dan membantu pemerintah dalam rangka melakukan proses pelaporan pendapatan dan keuangan yang ada di pemerintah," ujarnya.

Haemusri berharap kepada masyarakat diminta untuk sadar bahwa lebih menggunakan fasilitas fasilitas yang telah dikeluarkan oleh bank konvensional dan mengikuti sistem informasi yang tersedia berkaitan dengan aplikasi pembayaran non tunai,”harapnya (ben).

 

 

KabarIkn.Com-Balikpapan - Dalam suasana pandemi covid 19 dan Bulan Ramadhan anggota Satpol PP Balikpapan tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Ada 2 kegiatan yang saat ini difokuskan oleh Satpol PP Balikpapan, Pertama adalah kegiatan penertiban masyarakat terkait dengan sosial distancing.

 Kasat Satpol PP Balikpapan, Zulkifli menjelaskan bahwa Pada social distancing ini masyarakat yang berkumpul akan diingatkan oleh satpol pp. Jadi, ada 19 titik yang dipantau setiap hari agar masyarakat tidak berkumpul dan mengingatkan juga agar selalu memakai masker.

 Kegiatan kedua yang dilakukan oleh satpol pp adalah terkait kegiatan rutin mereka untuk memelihara penertiban kota Balikpapan. Karena bagaimana pun kondisi saat ini tidak boleh mengabaikan ketertiban  karena hal ini tidak terpisahkan dari kondisi kota secara keseluruhan.

 Kendala mereka saat di lapangan yang pertama itu di Balikpapan sendiri belum di lakukan PSBB  sehingga mereka lebih banyak menghimbau ke masyarakat dan tidak secara ekspresif, Kecuali yang bersifat penertiban memang dipindahkan.

 " Koordinasi kami dengan instansi terkait terbilang lancar, kapan kita mau bergerak secara gabungan juga sangat didukung baik dari TNI, Polri maupun instansi terkait lingkup OPD Pemda," kata Kasat Satpol PP Balikpapan, Zulkifli.

 Secara rutin kegiatan satpol pp sudah berjalan dan tidak ada masalah, tetapi ada satu masalah yaitu mereka menunggu kesadaran dari masyarakat karena dilihat saat beroperasi di lapangan banyak masyarakat yang belum menaati himbauan.

 Satpol PP rutin bergerak di siang hari menurunkan sekitar 4 - 5 regu petugas dan minimal pada satu kecamatan satu regu satpol pp tetap jalan,” jelasnya (ben).

 

 

KabarIkn.Com-Balikpapan-Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam pers release melaporkan mengenai perkembangan hasil swab dari balai besar laboratorium kesehatan Surabaya BBLK Balikpapan kasus postif bertambah 2 orang jadi dari 25 menjadi 27 orang yang mana 2 orang tersebut ada pasien PDP yang sudah lama dirawat di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan ternyata pasien tersebut terkonfimasi positif corona.

Menurut Rizal, kedua orang pasien tersebut yang mana 1 jenis kelaminnya laki-laki dan 1 jenis kelaminya peremuan kondisinya cukup baik riwayatnya yang perempuan kuliah di Jakarta yang satu lagi sering berpergian Jakarta,Banjarmasin dan daerah lainnya, sementara pasien PDP tetap 45 orang dan ODPnya sedikit turun menjadi 459 orang.

“hingga hari ini ada sebanyak 50 sampel swab berasal dari Balikpapan yang masih mengantri untuk dianalisis di BBLK Surabaya,” kata Rizal Sabtu (25/04/2020)

Pemerintah Kota juga menghimbau agar masyarakat tetap disiplin , menjaga jarak , memakai masker , tetap dirumah dan menjaga asupan gizi dengan baik. Masyarakat juga dihimbau untuk sementara tidak melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan di masjid atau mushola , karena dari hasil  monitoring ada beberapa masjid yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty menambahkan, pasien yang baru terkonfimasi positif, perempuan berusia 19 tahun dan pasien laki-laki berusia 49 tahun.

“Untuk yang laki-laki memiliki riwayat pernah ke Bogor, Martapura, tapi kegiatannya lebih banyak di Kalimantan, dia karyawan swasta,” jelasnya.

Peliput (tn)

Editing : kabarikn.com

KabarIkn.Com-Balikpapan- Wali Kota Balikpapan dalam prescon menyampaikan sebanyak 4 swab terkofermasi 1 orang pisitif pasien yang terkonfermasi positif hari ini merupakan dari klaster Gowa yang sebelummnya masuk dalam kasus OPD

 “hari ini kita menerima 22 hasil swab 4 pasien yang terkonfermasi positif , satu positif baru dari orang dalam pengawasan (OPD)  kalster Gowa masuk RSKD laki-laki usia 56 tahun

 Menurut Rizal klaster Gowa yang kemarin belum melakukan rpid test, jadi memohon kepada klaster Gowa tersebut agar melakukan rapid test yang kedua, karean dibeberapa  daerah hasinya bayak yang positif

 Jadi 3 pasien yang terkonfirmasi positif  merupakan pasien yang sudah termasuk dalam data pasien positif, dan sudah beberapa kali dilakukan uji swab berulang, namun hasil yang didapat masih dinyatakan positif Covid-19.di RSKD sisanya 18 hasilnya negative,sebagian dari pasien OPD ,” jelasnya Rizal

 Terhitung hari ini 28 pasien positif Covid-19,PDP 34 pasien.ODP 728 sementara 4 pasien meninggal dan 6 pasien sembuh    

 Spesimen yang masih di Surabaya ada 28 mudah-mudahan tidak ada yang positif supaya tidak bertambah lagi,” harapnya (by).

KabarIkn.Com-Balikpapan Jumat ( 24/04/2020 ), Direktur Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo mendapat bantuan dari pusat yang diberikan oleh Dandim.

Bantuan tersebut berupa 64 koli APD ( Alat Pelindung Diri ) dan dari 64 APD tersebut akan di distribusikan sesuai proporsi rumah sakit di masing masing daerah yang merawat pasien covid 19. Proporsi terbesar yang pasti ada di Balikpapan, samarinda dan seterusnya.

Sementara ini bantuan yang diterima masih APD Asmat. Direktur Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo berharap besok akan menghubungi pusat melalui gugus tugas covid 19 provinsi untuk mendapatkan Masker N - 95.

" Jadi beberapa rumah sakit stock untuk Masker N - 95 sudah menipis dan beberapa kali pengiriman belum di turunkan ke daerah," Kata Direktur Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo.Dr Eddy Iskandar

Beliau juga menambahkan diharapkan Wali Kota kalau bisa untuk pemeriksaan PCR itu dengan adanya kendala penerbangan yang terhenti hal tersebut akan menjadi masalah.

Hal tersebut menjadi masalah karena pengiriman sample apakah bisa lancar atau tidak, paling tidak di salah satu rumah sakit di Kalimantan Timur harus cepat memiliki PCR.,”ucapnya (tn)

Alat Pelindung Diri (APD) didistribusikan kepada beberapa rumah sakit di wilayah Prov. Kaltim, sbb :

1. RSKD Balikpapan, 6 Koli ( 300 pcs ) Coverall Gown.

2. RSUD Beriman Balikpapan 2 Koli (100 pcs) Coverall Gown.

3. RS DR R Hardjanto 2 Koli ( 100 pcs ) Coverall Gown.

4.Dinkes Balikpapan 4 Koli (200 pcs) Coverall Gown.

5.BPBD Kota Balikpapan, 8 Koli ( 400 pcs ) Coverall Gown.

6.RSUD AW Sjahranie , 4 Koli ( 200 pcs ) Coverall Gown.

7.RSUD Inche Abdoel Moeis, 2 Koli ( 100 pcs ) Coverall Gown.

8.Dinkes Prov. Kaltim 38 Koli ( 1.900 pcs ) Coverall Gown.