[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan- Penerapan PPKM tahap kedua langsung ditindak lanjuti oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, terkait dengan terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di klaster perusahaan dan  perkantoran Migas di Kota Balikpapan.

Rizal Effendi Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, menghubungi langsung melalui pesan singkat ke Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok selaku Komisaris Utama Pertamina pada Sabtu (30/1), untuk berkordinasi terkait peningkatan protokol kesehatan di Pertamina Grup, terutama di Kota Balikpapan.

"Dilanjutkan pada hari ini Senin (1/2), kami berkordinasi dengan pihak jajaran manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan yang datang ke Kantor Pemerintah Kota untuk memaparkan program protokol kesehatan yang akan diterapkan", ujarnya.

"Dari yang sudah di paparkan, pihak Pertamina akan mengetatkan protokol kesehatan mulai dari penerapan WFH sebesar 75 persen, penggunaan GeNose test bagi karyawan dan crew, serta akan menerapkan disiplin dan sanksi bagi seluruh kontraktor yang tidak menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. 

Sementara itu, untuk peningkatan protokol kesehatan di Pertamina dan penguatan penanganan Covid-19 di RS Pertamina Balikpapan dengan memberi dukungan dari segi peralatan dan tenaga kesehatan, yang mana hanya menerima hasil positif Covid-19 yang memiliki gejala berlaku bagi karyawan Pertamina Grup, sehingga daya tampung RSPB menjadi lebih banyak karena RSPB merupakan salah satu Rumah Sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19", ujar Rizal Effendi menjelaskan saat pers rilis.(*)

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin, (01/02/2021 ) Terkait Press Release mengenai perkembangan Covid-19 di Balikpapan. Diketahui terdapat 111 kasus terkonfirmasi positif , 132 pasien dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dr. Andy Sri Julianty menyampaikan penambahan 111 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan hari ini terdiri dari 65 kasus bergejala atau suspect.

Terdapat 24 pasien dari riwayat tracing dan 19 kasus dari Orang Tanpa Gejala ( OTG )  , Terdapat Juga 3 kasus positif dari riwayat pemeriksaan antigen.  

Ada juga 171 kasus yang selesai perawatan atau dinyatakan sembuh yaitu dari Embarkasi Haji 4 pasien , RS Kanudjoso 14 pasien , dari Isasi Mandiri 153 pasien.

Terdapat 2 kasus pasien positif meninggal dunia antara lain yaitu pasien Perempuan , BPN 8793 berusia 54 tahun , meninggal dunia pada tanggal 31 Januari 2021 jam 21.40 di RSUD Beriman  dan Pasien Laki - Laki , BPN 9825 berusia 51 tahun , meninggal dunia pada tanggal 31 Januari 2021 jam 03.15 di RS Kanudjoso Balikpapan .

Dengan adanya 111 kasus ini, total kasus positif di Balikpapan per 01 Februari 2021 berjumlah 9.920 orang, dirawat di rumah sakit 458  orang, isolasi mandiri 1.190 orang, pasien sembuh 7.913 dan meninggal dunia 359 orang.  ( tri ) 

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis, (28/01/2021) Terkait Press Release mengenai perkembangan Covid-19 di Balikpapan. Diketahui terdapat 164 kasus terkonfirmasi positif , 132 pasien dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dr. Andy Sri Julianty menyampaikan penambahan 124 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan hari ini terdiri dari 86 kasus bergejala atau suspect.

Terdapat 47 pasien terkonfirmasi dari Orang Tanpa Gejala ( OTG ) , Terdapat Juga 23 kasus positif dari riwayat tracing  ,  2 kasus dari riwayat pelaku perjalanan  dan 6 kasus positif dari riwayat pemeriksaan antigen.

Ada juga 132 kasus yang selesai perawatan atau dinyatakan sembuh yaitu dari Embarkasi Haji 2 pasien , RS Bhayangkara 23 pasien , RS Hermina 6 Pasien, RS Siloam 13 Pasien , RSPB 11 Pasien dan Karantina Mandiri 77 pasien.

Terdapat 4 kasus pasien positif meninggal dunia antara lain yaitu pasien Perempuan , BPN 7235 berusia 49 tahun , meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2021 jam 17.30 di RSKD . Pasien Laki - Laki , BPN 7782 berusia 50 tahun , meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2021 jam 17.30 di RSPB Beriman .

Pasien Laki-Laki , BPN 8316 berusia 71 tahun , meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2021 jam 13.40 di RSKD. Pasien Laki-Laki , BPN 8726 berusia 69 tahun , meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2021 jam 20.20 di RSKD.

Dengan adanya 164 kasus ini, total kasus positif di Balikpapan per 28 Januari 2021 berjumlah 9.360 orang, dirawat di rumah sakit 388  orang, isolasi mandiri 1.310 orang, pasien sembuh 7.307 dan meninggal dunia 346 orang.  ( tri ) 

KabarIkn.com,Balikpapan - Dalam keterangannya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memberikan kelonggaran dalam kebijakan tersebut, akan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

"Ada beberapa poin yang kami putuskan, salah satunya adalah jam operasional pelaku usaha dapat dimulai sejak pukul 6 pagi hingga pukul 10 malam, dan take away service berlaku hingga 24 jam", bebernya.

Untuk PPKM kali ini lebih tertuju kepada perkantoran, terutama perbankan. Sedangkan poin yang lainnya seperti ketersediaan fasilitas umum dan olahraga akan dibuka secara berkala, sebagai kebijakan relaksasi yang lain.

"Saya mohon dukungan dari masyarakat, agar aktivitas di Kota Balikpapan bisa berangsur normal kembali, dengan memberikan beberapa relaksasi yang harapnya dapat menyokong perekonomian masyarakat. Tolong saling mengingatkan protokol kesehatan, jangan sampai karena ada sebagian yang tidak memiliki kesadaran, lalu imbasnya menjadi luas," harapnya.

Terkait update kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan pada hari ini terdapat penambahan sebanyak 95 kasus baru. Kemudian 154 kasus selesai isolasi dan tiga kasus positif meninggal dunia.  

Andi Sri Juliarty selaku juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menyampaikan dari  kasus yang positif hari ini masih didominasi usia produktif dibawah umur 40 tahun.

"Dua puluh dua kasus positif tanpa gejala dan 23 kasus positif hasil perluasan tracing, semuanya berusia dibawah 40 tahun", ujarnya.

Selain itu, situasi Rumah Sakit di Kota Balikpapan yang mana saat ini ada 43 tempat tidur yang tersedia dari 467 tempat tidur dari 11 Rumah Sakit. Sedangkan ruang ICU tersisa 2 ICU untuk anak dan 2 untuk dewasa dari total 38 ICU.

Hari ke tiga pelaksanaan vaksinasi Covid-19, tercatat dari data sementara siang ini,  seluruh Fasyankes di Kota Balikapapn yang melakukan vaksinasi kepada 1.914 nakes atau 26,52 persen dari total 5.840 nakes yang akan disuntik vaksin.

Sebelum menutup pers rilis, Andi Sri Juliarty juga menginformasikan bahwa saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan sudah mulai melayani donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 guna keperluan penyembuhan pasien Covid-19.

"Saat ini layanan donor plasma konvalesen terbuka 24 jam bagi penyintas yang mau menjadi relawan", tutupnya. 

Sumber : Ig Pemkot Balikpapan

Kabarikn.com, BALIKPAPAN-Mulai tanggal 20 Januari, PMI Kota Balikpapan melakukan pengumpulan dana bantuan korban banjir Kalimantan Selatan dan Gempa Bumi Sulawesi Barat, pihaknya telah mengumpulkan bantuan dari warga dan berbagai komunitas berupa barang logistik mencapai 9 ton.

Berbagai bantuan itu diterima seperti, beras, makanan bayi, susu, pampers. Bahkan, berupa dana terkumpul hingga kini totalnya mencapai Rp 600 juta, akan dibagi ke dua wilayah, Kalsel dan Sulbar.

Malam ini, Kamis (28/1/2021), di Halaman Pemkot Balikpapan, Walikota Balikpapan, melepas rombongan PMI Kota Balikpapan, akan menyalurkan bantuan ke korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua PMI Balikpapan, Dyah Muryani menyampaikan, bantuan yang disalurkan ke Kalsel akan diangkut enam armada, yang terdiri dua truk, satu mobil pikap, satu ambulan, dan dua mobil hiace. 

Termasuk, ada 26 petugas yang akan ikut ke Kalsel. "Untuk uang akan dilakukan melalui transfer ke PMI setempat yang nantinya akan menyalurkan ke warga," katanya.  

Untuk lokasi akan dikirimkan, saat ini menyasar kepada tiga kabupaten yang ada di Kalsel, mengingat ketiga kabupaten ini saja yang baru bisa ditembus melalui jalur darat.

Rencananya akan diserahkan terlebih dahulu di Barabai, Martapura dan Banjarbaru. Untuk tahap pertama bantuan disalurkan ke Kalsel, nanti tahap keduanya baru dikirimkan ke Sulbar.

Menurut Dyah, untuk posko bantuan di PMI masih akan dibuka hingga 3 Februari mendatang, tapi waktu tersebut masih bisa diperpanjang jika memang diperlukan. (**)  

Sumber: Humas PMI Balikpapan