[Valid RSS]

Foto : Kegiatan Vaksin di Pemdes Senaken

Kabarikn.com, Tana Paser - Pemerintah Desa Senaken melakukan kegiatan Vaksinasi di Kantor Desa Senaken hari ini, Sabtu (4/9/ 2021).

Pemberian vaksinasi Covid-19 ini sebagai langkah Pemdes Senaken untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di wilayah Desa Senaken. Masyarakatpun begitu antusias untuk datang ke kantor desa.

Kepala Desa Senaken Bambang Supriyadi mengatakan bahwa sebanyak 350 vaksin berjenis Moderna di siapkan untuk 350 orang warga masyarakat Desa Senaken. 

“Kami siapkan vaksin sebanyak 350, ini termaksud kurang karena terbukti pendaftar lebih dari batas maksimal yang kita siapkan,"ungkapnya.

Sekalipun kurang dosis yang tersedia Kepala Desa tetap memberikan ruang pendaftaran bagi masyarakat yang mau di vaksin. 

"Ada sekitar 70 orang lebih cadangan sebagai pendaftar tunggu, karena 350 pendaftar awal bisa saja ada yang tidak turun atau terkendala penyakit bawaan,"bebernya.

Tercatat secara khusus Desa Senaken merupakan wilayah yang sempat terjadi pelonjakan kasus covid di awal tahun 2020, namun pada tahun 2021 justru kasus covid di Desa Senaken landai dan tidak ada kenaikan secara khusus. 

Antusias masyarakat Desa Senaken untuk melakukan vaksin perlu dukungan semua pihak.

"Kegiatan vaksin hari ini di Desa Senaken adalah kegiatan vaksin  tahap pertama, kita berharap ada tambahan lagi untuk masyarakat kita," tutupnya. ( ar )

Foto : Ketua PMD KAHMI Paser  , Azhar Bahrudin

Kabarikn.com,Tanah Paser - Soal rencana pinjam dana yang  dilakukan oleh Pemerintah Daerah mendapatkan kritik dari beberapa kalangan diantaranya adalah Ketua PMD KAHMI Paser. 

"Peminjaman dana yang di usulkan oleh pemerintah daerah ke Bank Kaltim yang kemudian disetujui oleh DPR berapa hari yang lalu terkesan tergesa gesa,"kata PMD KAHMI Azhar Bahrudin pada media, Kamis (2/9/2021). 

Idealnya perlu duduk bersama dengan semua komponen baik dari Pemerintah Daerah, DPRD, sejumlah tokoh, pakar ekonomi hingga tokoh masyarakat juga karena soal pembangunan semuanya perlu prioritas. 

"Jangan sampai apa yang direncanakan ternyata tidak dibutuhkan masyarakat, walaupun harapan kami adalah akses jalan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan terutama jalan produktif yang ada di desa,"ungkapnya

Azhar Bahrudin melihat bahwa Kita jangan mengejar pengakuan dari masyarakat, sementara masyarakat kita masih banyak yang kesusahan. Disinilah tantangannya pemimpin agar semua persoalan perlu improvisasi dan political will seorang pemimpin. 

Bahkan oleh beberapa masyarakat mulai kritik soal Pemerintah Daerah hendak pinjam dana melalui Bank tersebut. Walaupun dalam sejarah Kabupaten Paser hal ini baru terjadi di Kabupaten Paser. 

"Yang jelas itu peminjaman itu sah sah saja, tapi tidak logis dan terlalu cepat di putuskan oleh Pemerintah Daerah dan DPR, karena peminjaman itu untuk membangun"pungkasnya. (ar)

Foto :  Wakil Bupati bersama Kapolres, Ketua Lembaga Adat Paser dan Korban Pemukulan Aat Supian dan Keluarganya.

Kabarikn.com,Tana Paser - Pada mediasi hari ini Wakil bupati Paser saat ditemui di depan Mako polres mengungkapkan pada wartawan bahwa hasil mediasi Alhamdulillah berlangsung damai dan korban sepakat cabut laporan.

" Ya Alhamdulillah keluarga korban di fasilitasi, dimediasi oleh Lembaga Adat Paser, ini sudah sepakat untuk melakukan perdamaian, dan proses pencabutan laporan juga pada hari ini,"kata Masitah Assegaf pada awak media, Kamis (26/8/2021).

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa Bupati Paser juga akan membentuk tim terkait persoalan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku.

"Biarkan dulu dalam waktu satu atau dua hari ini tim untuk melakukan kinerjanya untuk melihat kesalahan yang dilakukan oleh pelaku, artinya kami dari Pemerintah Daerah tidak tinggal diam meskipun terjadi perdamaian kita tetap memberikan sangsi administratif,"bebernya.

Kemudian juga Masitah mengatakan bahwa terkait pelanggaran dilihat dari hasil pemeriksaan tim yang dibentuk bupati Paser nanti sejumlah sangsi di sebutkan, "kalo ringan itu hanya teguran tertulis, kalo sedang itu penundaan jabatan, naik pangkat, dan kalo berat sampai pada pemecatan,"ungkapnya.

"Yang pasti pak Bupati akan bertindak tegas terkait persolan ini,"terangya.

Selain itu juga Masitah melihat hasil mediasi hari ini berjalan lancar antara korban dan pelaku sudah saling berpelukan dan pelaku sudah minta maaf dan tidak ada dendam.

"Meskipun sudah minta maaf kita akan tetap proses secara kedinasan,"pungkasnya. (ar)

Foto : Ketua PMD KAHMI Paser Drs Azhar Bahrudin bersama Mantum Cabang Ke 3 Ardiansyah

Kabarikn.com, Tana Paser - Ketua Pimpinan Majelis Korps Alumni HMI (PMD KAHMI) Kabupaten Paser Azhar Bahrudin mengatakan kritik itu wajib hukumnya. Khususnya pada peran Himpunan Mahasiswa Islam. 

"Tentu kritik yang kita harapkan kritik yang membangun, kritik yang mengedepankan suasana yang kondusif,"kata Azhar pada media di acara konferensi Cabang HMI di Gedung Aula Bina Islam. 

Azhar juga menyatakan bahwa HMI bukan bagian dari oposisi tapi sebagai organisasi mahasiswa yang independen dan meletakkan perannya sebagai pembaharu dan kekuatan moral. Sebagai"agent of change" Tentunya yang kita harapkan adalah perubahan dari tidak baik menjadi baik. 

"Jadi HMI tidak mengenal Oposisi," kata Azhar

Selain itu ia berharap sebagai organisasi pertama dalam sejarah kemahasiswaan, HMI cabang Paser harus berbenah diri baik secara kualitas maupun kuantitasnya. 

"Karena HMI sebagai organisasi Kader perlu penguatan kaderisasi, baik itu sebagai anggota, dan sebagai bagian kader organisasi HMI ini harus kita jaga terus,"pungkasnya. (ar)

Kabarikn, Tana Paser - Wakil Bupati Paser berkunjung ke rumah korban Aat Supian pedagang buah daerah Siring yang diduga di aniaya pada saat razia yustisi yang dilaksanakan oleh tim satgas covid Kabupaten Paser.

Walaupun sampai saat ini persoalan itu belum dapat diketahui pelaku yang sebenarnya, namun inisiatif Pemerintah Daerah melalui wakil bupati menyambangi rumah korban adalah upaya untuk mendukung secara moril dan spirit pada keluarga besar korban.

"Kami meminta pada Aat Supian agar memeriksa kesehatannya ke rumah sakit,"kata Masitah Assegaf pada wartawan pada Senin (23/8/2021).

Karena menurut Masitah, kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan.

Masitah juga mengungkapkan bahwa Bupati juga pasti akan mengunjungi korban.

Dalam pelaksanaan razia yustisi yang dilaksanakan oleh tim satgas ke depan diharapkan bisa bertidak humanis seperti yang disampaikan oleh Masitah bahwa tidak dibenarkan ada tindakan pemukulan dalam pelaksanaan yustisi.

"Hendaknya dalam melakukan operasi yustisi lakukan dengan cara cara yang tegas tapi humanis, jangan sampai melakukan kekerasan,"tegasnya Masitah

Masitah juga sangat menyayangkan tindakan yang terjadi pada korban Aat yang diduga ada pemukulan saat satgas gelar razia yustisi.

"Sampai menyakiti fisik itu tidak dibenarkan,"tandasnya

Sehingga Wabup sendiri melihat ini perlu menjadi evaluasi untuk tim satgas agar setiap kegiatan yang dilakukan benar benar anggotanya di persiapkan.

"Mereka tim satgas betul betul mempersiapkan para anggota yang turun jangan sampai hal ini terjadi lagi ke dua kalinya,"

"Dan kita berharap pihak keluarga tidak memperpanjang urusan ini dan kami bersama Bupati tetap akan memberikan sangsi kepada oknum yang betul betul melakukan pelanggaran,"tutupnya.

Kemudian melalui Sekretaris APDESI Taher mengungkapkan bahwa dirinya hadir memberikan pendampingan pada keluarga korban yang juga merupakan bagian dari keluarganya. 

Taher sangat berterimakasih pada Bupati dan wakil bupati yang pada hari ini Wakil Bupati datang mengunjungi Aat Supian memberikan motivasi dan semangat. 

Taher juga mendapatkan telpon langsung dari bupati paser yang saat ini dalam kegiatan dinas luar terkait vaksinasi. 

"Saya mendapatkan  telpon dan bupati dan wakil bupati berupaya agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, tapi tetap ada sangsi bagi pelakunya,"tutupnya.(ar)