[Valid RSS]

Foto : Bupati Paser Dr. Fahmi Fadli Saat Menerima Audiensi dari Sales Manager PT. Pertamina Area PPU dan Paser

Kabarikn.com,TANA PASER-Bupati Paser dr Fahmi Fadli  menerima audiensi dari Sales Manager PT. Pertamina Area PPU dan Paser di Pendopo, Selasa (14/09/2021)pagi.

Selain untuk bersilaturahmi, kunjungan ini juga dalam rangka membicarakan Program Langit Biru atau PLB yang akan dijalankan di SPBU di wilayah Kabupaten Paser.

"Dalam program ini Pertamina akan menghentikan distribusi bahan bakar bensin dan mendorong masyarakat agar beralih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan seperti Pertalite dan Pertamax. Program Langit biru ini rencananya dijalankan mulai Oktober  2021,” kata  Sales Manager PT. Pertamina Balikpapan Area PPU -Paser Nandi. Seraya menyebutkan, saatv ini penggunaan premium di Paser tinggal 7 persen.

Selain itu Nandi yang disertai pemilik SPBU wilayah Paser H Ian juga menyampaikan tentang program Pertashop. Pertashop atau Pertamina Shop merupakan outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumsi BBM non subsidi kepada konsumen yang diutamakan pengoperasiannya di desa-desa yang jauh dari SPBU.

Karena itu Nandi  menawarkan pembangunan lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) berskala kecil dengan mengandeng pemerintah desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Paser.

“Saat ini sudah ada beberapa Pertashop di Paser pak Bupati, selain perorangan juga ada dikelola BUMDes yakni di Batu Kajang. Karena itu kami berharap dukungan pak Bupati, sehingga ada BUMDes lain yang mau bekerjasama dengan kami dalam pembangunan Pertashop  di desa-desa yang belum terjangkau SPBU,” katanya.

Ditambahkannya, investasi membangun Pertashop tidak memberatkan pemerintah desa. Kebutuhan investasinya tidak terlalu besar atau bergantung besaran kapasitas dan luas Pertashop. 

Menanggapi harapan tersebut, Bupati Fahmi mengaku akan sangat mendukung Program Langit Biru ini. Menurutnya jika hal tersebut menyangkut lingkungan dan demi kebaikan bersama, maka pihaknya akan mendukung segera dilaksanakan. 

Sedangkan terkait  program Pertashop, Bupati Fahmi  mengaku sangat tertarik dan program ini sangat cocok untuk diterapkan di pelosok desa, Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait akan memfasilitasi Pertamina jika ingin melakukan sosialisasi program Pertashop dengan BUMDes. 

Sumber : (humas) Kamkap Paser

Foto : Plt DLH Kab Paser Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan , Oktoberson Ngindra S.Hut

Kabarikn,Tana Paser - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memanggil perusahaan Multi Makmur Multi Alam (M3A) yang berada di Kecamatan Batu Engau untuk menindak lanjuti pengaduan masyarakat terkait Limbah Miko.

"Pengaduan itu kaitannya terkait dengan gangguan lingkungan intinya yang berhubungan dengan limbah Miko yang diduga ada proses pengangkutan dan jual beli yang tidak berizin tentang pemanfaatan lingkungan,"kata pelaksana teknis Kasi pengaduan dan penyelesaian sengketa lingkungan Oktoberson Ngindra S.Hut, (13/9/2021). 

Sebelumnya DLH sudah mengingatkan dengan bersurat pada perusahaan tersebut agar tidak melaksanakan kegiatan pengutipan, yang mana pengutipan yang dimaksud adalah terkait proses air limbah yang sudah dibuang di kolam penampungan. 

Dinas Lingkungan Hidup dari PLT Kasi pengaduan dan penyelesaian sengketa lingkungan.Oktoberson Ngindra S.Hut juga menjelaskan terkait Miko yaitu limbah yang mempunyai nilai produksi kembali karena ada kandungan minyak, dan sangat minim sekali diketahui masyarakat bahkan bisa dikatakan itu barang baru di kabupaten paser tapi kalo buat perusahaan itu sudah ada cukup lama. 

"Dalam pelaksanaan harusnya perusahaan secara prosedur merubah izin lingkungannya UPL dan UKL, dan perusahaan melakukan perubahan dokumen lingkungan dahulu,baru dia melakukan pengutipan,sepanjang tidak ada izin tentang pengutipan dan tidak melakukan perubahan dokumen lingkungan kita anggap itu ilegal dan tidak berizin,"ungkap.

"Yang pasti tindakan selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan kepala dinas terkait rencana memanggil perusahaan itu. Dasarnya kita sudah memberikan surat peringatan sebelumnya tapi mereka tidak mengindahkan itu,"lanjutnya.

Oktoberson juga memastikan bahwa dokumen administrasinya mereka tidak memiliki perubahan dokumen lingkungan UPL dan UKL itu, terkait soal pengangkutan yang jelas barang belum ada izin sudah diangkut duluan jelas itu tidak ada izin pengangkutan, dan pengangkutan juga harus nya ada izin pengumpul atau penampung yang domisili di daerah setempat karena sebagai salah satu kerjasama masyarakat  dengan perusahaan termaksud disitu harunya ikut andil pemerintah daerah. 

"Dengan adanya izin penampung tentunya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan bahkan menjadi pendapatan daerah seharusnya,"terangnya.

Selain memanggil perusahaan tersebut DLH akan melakukan pembinaan terhadap perusahaan tersebut jika perusahaan mau mengikuti aturan yang ada. 

"Sepanjang mereka mau dibina maka kita lakukan  pembinaan tidak hanya perusahaan itu saja tapi semua perusahaan kita akan surati agar proses pengutipan limbah Miko itu mengikuti sesuai aturan PP 22 tahun 2021 tentang pemanfaatan limbah dan jika mereka tidak mengindahkan kami akan beri sangsi dari sangsi administratif hingga sangsi penutupan perusahaan,"tutupnya. (ar)

Kabarikn.com,Tana Paser – Setelah mengikuti kegiatan High Level Meeting RIRU Kaltim, Wabup Masitah kemudian menuju kantor Dinas PMD Provinsi Kaltim untuk menghadiri kegiatan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke XXII tingkat nasional Tahun 2021.

Dalam lomba TTG tingkat nasional tahun ini, Paser berhasil mewakili Kaltim melalui inovator Ali Maulana Dahrun dari Desa Uko Kecamatan Muara Komam dengan inovasi TTG Alat Jemur Efek Rumah Kaca.

Sebagaimana yang dilakukan Bupati Fahmi pada 22 Juli lalu, bahwa Pemkab Paser akan mendukung penuh jika perwakilan Paser berhasil juara ditingkat provinsi dan mewakili Kaltim pada lomba tingkat nasional. Hal tersebut dibuktikan Bupati Fahmi waktu itu dengan berkunjung langsung ke Desa Uko untuk melihat secara langsung inovasi TTG yang menjadi unggulan Paser.

Senada dengan Bupati Fahmi, Wabup Masitah hadir untuk memberikan dukungan pada gelaran Lomba Inovasi TTG yang diselenggarakan secara daring (9/9) serentak diseluruh Indonesia.

“Alhamdulillah tadi Saudara Ali Maulana, mampu memberikan presentasi Alat Jemur Efek Rumah Kaca dengan lugas di depan para juri dan kita berharap Paser berhasil menjadi yang terbaik dan meraih juara satu,” kata Masitah.

“Ibu datang ke sini untuk memberikan support kepada Saudara Ali Maulana supaya lebih bersemangat dalam menghadapi dewan juri dan mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dengan baik dan jelas,” ungkap Masitah dengan sangat antusias.

Labih lanjut Masitah menyatakan rasa bangganya karena Paser masuk dalam 10 besar tingkat nasional mewakili Provinsi Kaltim dalam lomba TTG ke XXII tingkat nasional dan tentunya kita berharap Paser berhasil menjadi juara.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 7-9 September dan Paser masuk dalam kategori Lomba TTG Unggulan yang di gelar 9 September.

Turut hadir mendamping Wakil Bupati Paser saat menyaksikan gelaran lomba yaitu Kepala Dinas PMD Pemprov Kaltim dan Kepala Dinas PMD Pemkab Paser.(*)

Sumber : Humas Pemkab Paser

Kabarikn.com,TANA PASER- Wakil Bupati Paser Hj Sarifah Masitah Assegaf menghadiri Pengukuhan Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser periode 2021-2024.

Pengukuhan jajaran IDI Cabang Paser yang digelar  di Pendopo Bupati, Minggu (12/09/2021) oleh Ketua Bidang Organisasi IDI Kaltim dr Mansyah, dan dinahkodai dr Achmad Hadiwijaya.  

Dihadapan jajaran IDI, Wabup Masitah mengatakan keberadaan dokter di masyarakat harus menjadi pusat pemberdayaan dan penggerak pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan. 

Selain itu  menurut Masitah, Dokter juga dituntut sebagai pemberi solusi di tengah problem kesehatan di masyarakat.

Karena itu lanjut Masitah, satu  hal yang selalu menjadi catatan bahwa dibalik tuntutan untuk hidup sejahtera, para dokter di Paser dituntut mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menolong sesama.

“Ini dilakukan  untuk menepis persepsi salah yang terbangun di masyarakat bahwa hubungan dokter pasien adalah hubungan transaksional, yang berorientasi utama ekonomi. Jika ini berkembang di masyarakat, maka yang terjadi kemudian adalah sedikit demi sedikit akan menggerus kepekaan sosial, dampaknya nilai-nilai keluhuran profesi dokter menjadi terganggu,” ujarnya.

Karena itu, Wabup berharap pengurus IDI Paser agar bisa membangun semangat baru, untuk terus meningkatkan profesionalisme dokter Indonesia, dan etika moralnya tetap terjaga.

“Semangat ini tentu sangat bagus, karena berarti akan memberi harapan kepada seluruh masyarakat, terutama orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan,” tabdas Wabup.(*) 

Sumber : Humas Kab Paser

Foto : Ketua PSTI Muh Idris beri arahan pada atlit pelajar Kabupaten Paser

Kabarikn, Tana Paser - Salah satu cabang olahraga yang siap untuk mengahadapi Popda pelajar di Kaltim adalah olah raga Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Cabang Paser.

Dalam keteranganya Sekretaris PSTI Muh Idris mengatakan bahwa Atlit sepak takraw yang kita training center beberapa hari ini adalah putra daerah yang diambil dari beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Paser.

"Saat ini kita seleksi persiapan training center yang di ikuti oleh beberapa kecamatan dari 15 atlit akan menjaring 6 atlit untuk Kabupaten Paser,"kata Idris pada media Kabarikn, (10/9/2021).

Sepak takraw terbagi ada beberapa kelas putra putri, kelas doble even dan inter regu, atlit untuk inter regu berjumlah 5 orang kemudian Doble even berjumlah 3 orang.

"Rencananya seleksi akan usai Akhir  bulan September kemudian dilakukan training center sesuai hasil penjaringan,"ungkapnya.

Dalam perhelatannya ke depan Cabang oleh raga PSTI Kabupaten Paser memiliki target raih emas.

"Harapannya kita pada dinas terkait yang Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dalam hal ini sebagai dinas yang ditunjuk oleh provinsi untuk memberikan suntikan dana untuk kegiatan training center untuk semua cabang agar proses latihan bisa maksimal untuk mencapai target,"pintanya

Karena dalam persiapan perlu fasilitas latihan dan suplemen, dan khususnya PSTI merupakan salah cabang olahraga yang akan berlaga di POPDA Kaltim yang akan di gelar Kabupaten Paser.

"Kita sebagai tuan rumah harus punya persiapan khusus agar target bisa dicapai sebagai tuan rumah,"tutupnya. ( ar )