
Kabarikn, Tana Paser - Wakil Bupati Paser berkunjung ke rumah korban Aat Supian pedagang buah daerah Siring yang diduga di aniaya pada saat razia yustisi yang dilaksanakan oleh tim satgas covid Kabupaten Paser.
Walaupun sampai saat ini persoalan itu belum dapat diketahui pelaku yang sebenarnya, namun inisiatif Pemerintah Daerah melalui wakil bupati menyambangi rumah korban adalah upaya untuk mendukung secara moril dan spirit pada keluarga besar korban.
"Kami meminta pada Aat Supian agar memeriksa kesehatannya ke rumah sakit,"kata Masitah Assegaf pada wartawan pada Senin (23/8/2021).
Karena menurut Masitah, kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan.
Masitah juga mengungkapkan bahwa Bupati juga pasti akan mengunjungi korban.
Dalam pelaksanaan razia yustisi yang dilaksanakan oleh tim satgas ke depan diharapkan bisa bertidak humanis seperti yang disampaikan oleh Masitah bahwa tidak dibenarkan ada tindakan pemukulan dalam pelaksanaan yustisi.
"Hendaknya dalam melakukan operasi yustisi lakukan dengan cara cara yang tegas tapi humanis, jangan sampai melakukan kekerasan,"tegasnya Masitah
Masitah juga sangat menyayangkan tindakan yang terjadi pada korban Aat yang diduga ada pemukulan saat satgas gelar razia yustisi.
"Sampai menyakiti fisik itu tidak dibenarkan,"tandasnya
Sehingga Wabup sendiri melihat ini perlu menjadi evaluasi untuk tim satgas agar setiap kegiatan yang dilakukan benar benar anggotanya di persiapkan.
"Mereka tim satgas betul betul mempersiapkan para anggota yang turun jangan sampai hal ini terjadi lagi ke dua kalinya,"
"Dan kita berharap pihak keluarga tidak memperpanjang urusan ini dan kami bersama Bupati tetap akan memberikan sangsi kepada oknum yang betul betul melakukan pelanggaran,"tutupnya.
Kemudian melalui Sekretaris APDESI Taher mengungkapkan bahwa dirinya hadir memberikan pendampingan pada keluarga korban yang juga merupakan bagian dari keluarganya.
Taher sangat berterimakasih pada Bupati dan wakil bupati yang pada hari ini Wakil Bupati datang mengunjungi Aat Supian memberikan motivasi dan semangat.
Taher juga mendapatkan telpon langsung dari bupati paser yang saat ini dalam kegiatan dinas luar terkait vaksinasi.
"Saya mendapatkan telpon dan bupati dan wakil bupati berupaya agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, tapi tetap ada sangsi bagi pelakunya,"tutupnya.(ar)