[Valid RSS]

Photo : Kegiatan LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Paser.

Kabarikn.com, Tana Paser - Latihan Kader (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Paser secara resmi di buka oleh Sekretaris Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD Kahmi) Kabupaten Paser yang dilaksanakan di Taman Inspirasi Tapis, Minggu (20/11/2022) pagi.

Latihan Intermediate Training itu bertemakan "HMI Empowering : Gerak Esensial Upaya Menyongsong Pembangunan Nasional".

Turut hadir dari pemerintah daerah yang diwakili oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Paser Sucipto Wibowo, Ketua Majelis Daerah KAHMI Paser, Drs Azhar Bahrudin. MAP, beserta Sekretaris MD Kahmi Abu Hasan dan seluruh kader dan jajaran pengurus HMI cabang Paser.

"HMI kembali melaksanakan kegiatan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional setelah lama 7 tahun tidak melaksanakan. Tentu ini merupakan hal yang patut mendapatkan perhatian besar, bahwa kemahasiswaan yang berbasis kampus tingkat kabupaten bisa membawa kegiatan skala Nasional ke Kabupaten Paser," kata Bupati Paser dalam Sambutannya yang dibacakan oleh Sucipto Wibowo.

Sebanyak 28 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Akan dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 20 hingga 26 November 2022, setelah sebelumnya telah dilaksanakan screening test peserta pada 17-19 November lalu.

"Saya mengingatkan, agar semangat adik-adik untuk memajukan organisasi hijau hitam ini sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang disegani dibumi daya taka," tuturnya.

Ketua MD Kahmi, Drs. Azhar Baharuddin mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memperkenalkan Kabupaten Paser sebagai salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Timur dengan segala potensi dan cirikhas nya.

"Alhamdulillah, Kami dari Majelis Daerah KAHMI Paser, sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan yang dilaksanakan oleh adek-adek kita dari HMI cabang Paser. Yang bisa mengumpulkan beberapa cabang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Hal ini kami anggap cukup luar biasa," kata Azhar saat menyampaikan sambutannya.

Tidak hanya itu dengan adanya LK II ini yang digelar oleh pengurus HMI cabang paser merupakan kontribusi nyata terhadap peran organisasi untuk mengenalkan pariwisata di daerah dan secara otomatis kegiatan ini bisa mendorong perekonomian UMKM di daerah.

Ditempat yang sama Ketua Umum HMI Cabang Paser Lian Sari mengatakan bahwa kegiatan latihan kader tingkat nasional merupakan kewajiban seluruh cabang yang ada di Indonesia.

"Semoga kegiatan seperti ini terus berkesinambungan karena salah satu pendidikan yang kita sajikan dalam kegiatan latihan kader tingkat nasional ini mampu meningkatkan sumberdaya manusia khususnya kader kader HMI ke depannya," pungkasnya.(ar)

Photo : Wakil Bupati Paser Bersama Pengurus Kerukunan Keluarga Besar Kesultanan Paser

Kabarikn.com,Tana Paser - Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf menghadiri silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Kesultanan Paser (K3P) di Keraton Sadurengas Paser Belengkong, Minggu (20/11/2022).

Turut hadir dari pemerintahan daerah dan forkopimda Kabupaten Paser, Kepala Desa Belengkong dan peserta silaturahmi akbar yang datang dari beberapa kabupaten luar daerah.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Paser Masitah Assegaf mengatakan bahwa dengan adanya silaturahmi akbar yang dilaksanakan oleh K3P diharapkan bisa menjadi dasar koordinasi untuk merekatkan persaudaraan serta kekeluargaan khususnya zuriat Kesultanan Paser.

"Kita sangat mengapresiasi panitia dan kerabat yang sudah bekerja keras siang dan malam untuk mewujudkan pertemuan silaturahmi akbar pada hari ini dan terlaksana sukses," kata Masitah Assegaf.

Kegiatan silaturahmi yang diinisiasi oleh K3P menghadirkan beberapa kabupaten diantaranya Kabupaten Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang dan Kabupaten Malinau.

"Saya yakin yang hadir pada hari ini belum seberapanya dibandingkan dengan seluruh kerabat keluarga kesultanan paser yang ada," kata Wakil Bupati Paser Masitah Assegaf.

Tentunya dengan forum silaturahmi akbar ini bisa menyatukan sanak famili keluarga dan cucu kesultanan paser.

"Kegiatan ini harus berkesinambungan sehingga keluarga kesultanan paser bisa semakin erat semakin besar dan keberadaannya bisa menjadi sejarah yang diperhitungkan menjelang Ibu Kota Negara (IKN)," pintanya.

Masitah menambahkan bahwa saat ini yang perlu diketahui oleh semua pihak khususnya dari kesultanan Paser adalah bahwa kabupaten paser salah satu penopang IKN sehingga hampir semua wilayah bila dilihat secara geografis seluruhnya masih di wilayah Kabupaten Paser.

"Jadi kami dari pemerintah daerah berharap K3P bisa menjadi organisasi sosial yang kuat di daya taka apalagi kehadirannya sudah ada sejak 2006. Artinya sudah sangat lama sekali harusnya K3P terus berkembang mampu merekatkan seluruh keluarga kesultanan paser," terangnya.

Tidak hanya pemerintah daerah berharap K3P selalu aktif melakukan hal yang positif terutama untuk menjaga keutuhan kesultanan Paser, keutuhan budaya, adat istiadat sehingga K3P mampu menjadi mitra pemerintah.

"Harapannya organisasi ini bisa menjadi panutan bagi masyarakat dengan sejalan seiring dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat paser maju, adil dan sejahtera (Paser MAS).(ar/adv)

Photo : Bupati Paser di MTQ Muara Samu Tingkat Kabupaten Paser

Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Paser ke 47 tahun 2022 di Kecamatan Muara Samu, Senin (15/11/2022) malam.

Dalam sambutannya Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran merupakan kegiatan yang sudah menjadi kultur masyarakat dan bangsa kita.

"Bahkan kehadiran MTQ senantiasa memiliki daya tarik tersendiri terutama dalam kehidupan masyarakat, dengan harapan momen keagamaan ini bisa menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif," kata Bupati Paser dalam sambutannya tadi malam.

Lebih lanjut ia berharap momentum ini juga bisa menjadi daya dorong meningkatkannya perekonomian karena melibatkan para pelaku UMKM.

Bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Paser, MTQ memiliki nilai dan makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan masyarakat ditengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengaruh budaya-budaya luar di era globalisasi seperti sekarang ini.

"Lantunan Kalam Ilahi yang menggema selama pelaksanaan MTQ diyakini mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan suasana yang memberi kesejukan batin bagi masyarakat," ungkapnya.

Disamping itu kegiatan MTQ dapat menjadi forum silaturrahim yang mengandung nilai-nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama sebagai sesama warga masyarakat Kabupaten Paser.

"Penyelenggaraan MTQ senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat terutama para generasi muda untuk senantiasa mempelajari dan memahami Al Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup," terangnya.

Selain itu, kegiatan musabaqah ini dapat menjadi tolak ukur dinamika aktifitas pembinaan seni baca Al Quran yang berlangsung di seluruh Kabupaten Paser.

"Sungguh suatu anugerah yang patut kita syukuri sebagai umat muslim karena memiliki kitab suci Al Quran.

Oleh karena itu, forum-forum kajian Al Qur'an perlu digiatkan dan wajib dikembangkan di lingkungan masyarakat," pintanya.

Keluhuran nilai-nilai  ajaran  Al Qur'an sebagai pedoman dan pandangan hidup masyarakat perlu ditumbuh kembangkan melalui proses pendidikan baik formal maupun informal, termasuk diantaranya melalui kegiatan Musabaqah Al Quran dalam berbagai cabang keilmuan Al Quran seperti yang kita diselenggarakan ini.

"Keliru apabila pelaksanaan MTQ hanya dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan, tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya," kata dr Fahmi Fadli.

Pemahaman dan kesadaran inilah, yang perlu dibangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat, sehingga kegiatan MTQ tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial semata tetapi mampu menjadi momentum strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan perilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Qurani. 

Sebagaimana diketahui, dalam pelaksanaan MTQ, Kabupaten Paser telah dikenal mampu melahirkan kafilah-Kafilah yang cukup diperhitungkan dan berpotensi memiliki dominasi perolehan prestasi yang membanggakan.

"Hal ini tentu tidak terlepas dari kesungguhan Pemerintah Daerah serta keterlibatan dan peran serta instansi dan lembaga terkait dalam pengembangan pembinaan seni baca Al Quran," pungkasnya.

Kemudian dalam forum resmi tersebut Bupati Paser dr Fahmi Fadli atas nama Pemerintah Kabupaten Paser menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua elemen masyarakat dan segenap unsur Pemerintah Daerah termasuk perusahaan-perusahaan seperti Kideco Jaya Agung, MITEC, KAU, K2B, MHA, DPN, Sim Jaya Kaltim, Samindo Utama Kaltim, Petrosea, BJM, KWN, Sim ABM, Wico Jaya Abadi, Pama dan Diesel Utama Mineral yang turut berkontribusi atas terselenggaranya MTQ ini.

"Saya yakin melalui kegiatan MTQ ini Kabupaten Paser juga menjadi lebih maju dalam segala aspek pembangunan yang tentu saja sejalan dengan visi Paser MAS yakni Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera," tuturnya.(ar/adv)

Foto : Sekretaris IMI Paser Zulkifli Kaharuddin.

Kabarikn.com,Tana Paser - Ikatan Motor Indonesia Paser batal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim karena tidak adanya anggaran untuk membeli alat tanding (sepeda motor) yang diwajibkan saat mengikuti Porprov Kaltim.

Waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk berlatih diluar daerah untuk meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim di Berau terasa sia-sia.

"Teman-teman atlet sudah berlatih hampir 2 tahun untuk mempersiapkan Porprov di jawa, keliling Kalimantan, dan anggaran yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Lalu di belakang hari, pemerintah atau KONI tidak menyediakan alat tanding sedangkan untuk balap motor sangat diperlukan itu alat tanding," kata Zulkifli Kaharuddin, Kamis (17/11/2022).

Batalnya IMI Paser mengikuti porprov VII Kaltim membuat beberapa atlet balap motor pada akhirnya diadopsi untuk membela Kabupaten lain di ajang Porprov VII Kaltim.

"Sekarang pembalap kita satu orang diambil Berau dan satu lagi diambil Kutai Kartanegara," papar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, seharusnya KONI sudah menyiapkan anggaran tersebut mengingat ini bukan pertama kalinya Kabupaten Paser mengikuti ajang Balap Motor di Porprov Kaltim.

"Kebutuhan keseluruhan sekitar 50 sampai dengan 60 juta. Selebihnya kayak pakaian balap itu sebenarnya butuh juga karena inikan membawa nama baik daerah, supaya seragam. Tetapi, tidak pakai juga tidak apa-apa karena yang paling penting bisa main," terangnya.

Dengan adanya masalah seperti ini, Zulkifli berharap kedepannya agar pemerintah dapat memperhatikan permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Seharusnya juga pemerintah kalo mau mengurangi balap liar, fasilitas anak-anak itu.

"Pelaksanaan Porprov tahun ini agak jelimet. Karena banyak pencab yang mengeluh. Uang saku atlet hanya dijatah 4 hari, bagaimana yang ikut 2 minggu. Apalagi 2026 rencana akan dilaksanakan di Paser," pungkasnya.(ar)

Photo : Bupati Paser serahkan plakat penghargaan

Kabarikn.com,Tana Paser - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser menggelar kegiatan sosialisasi pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Pendopo Kabupaten Paser.

Kegiatan tersebut di buka oleh Bupati Paser yang disaksikan oleh Kepala DKISP Paser Ina Rosana, Koordinator Kemitraan Komunikasi Publik Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Dirjen Informasi Komunikasi Publik Helmi Hafid dan diikuti oleh 14 KIM yang sudah terbentuk serta 28 kades yang akan dibentuk KIM.

Dalam sambutannya Bupati Paser mengatakan bahwa dari jumlah 139 desa masih banyak yang belum tersentuh jaringan komunikasi (Blank Spot). Bicara kualitas informasi erat kaitannya dengan ketersedian jaringan informasi.

"Kami terus berupaya jaringan komunikasi di paser semakin meningkat baik dari sisi Mbps nya maupun kualitasnya," kata Bupati Paser, Senin (14/11/2022).

Pemkab Paser sudah melakukan koordinasi tentang permasalahan blank spot yang ada di Paser. Sebelumnya Bupati berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo di Jakarta.

"Dengan kemajuan informasi saat ini diperlukan jaringan komunikasi yang baik, sehingga pemerintah daerah terus mengusahakan menambah jaringan yang masih blank spot untuk kebutuhan pelayanan di masyarakat dalam rangka mengefisiensi waktu dan jarak," terangnya.

Pelaksana kegiatan Kepala DKISP Paser Ina Rosana mengatakan bahwa terlaksananya sosialisasi KIM saat ini merupakan upaya konsolidasi dan sinergitas dalam penyelenggaraan hubungan masyarakat, media dan kemitraan komunitas antara pemerintahan kecamatan, kelurahan dan desa di kabupaten paser.

"Oleh Karena itu pemerintahan daerah melalui DKISP berupaya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat kita terkait dengan penyediaan informasi di Kabupaten Paser sampai pada tingkat desa," kata Ina Rosana.

Ina Rosana menjelaskan bahwa KIM ini adalah sebuah lembaga yang sangat strategis didalam penyebarluasan informasi karena lembaga ini dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat.

"Dengan keberadaan KIM akan menjadi mitra baik itu dari pusat, provinsi terkhusus kabupaten paser sampai pada pemerintah desa," terangnya.

Pemkab Paser melalui DKISP paser berupaya akan menghadirkan KIM di 139 desa lima kelurahan dan 10 kecamatan.

"Dengan hadirnya KIM saat ini sangat penting dilaksanakan di dimasyarakat hingga desa sebagai mitra pemerintah sebagai media literasi,edukasi dan informasi yang bebas hoax serta pemberdayaan ekonomi," tuturnya.(ar/adv)