[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan BPOM melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap paket parcel yang dijual di sejumlah toko swalayan, Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan produk yang dijual aman, memiliki izin edar, serta tidak merugikan konsumen.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi, mengatakan bahwa secara umum hasil pengecekan sementara menunjukkan produk yang dijual masih sesuai dengan ketentuan. Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa berbagai produk baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dikemas dalam parcel.

“Sejauh ini masih sesuai. Tadi kita lihat ada juga produk dalam negeri dan ada produk luar negeri. Semuanya kita cek untuk memastikan kelengkapan izin dan kelayakan produknya,” ujar Agus Budi.

Meski demikian, petugas sempat menemukan satu produk yang diduga tidak mencantumkan izin PIRT. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa izin tersebut sebenarnya ada namun tertutup oleh kemasan.

“Tadi sempat ada satu produk yang terlihat seperti tidak memiliki PIRT. Setelah diteliti ternyata hanya tertutup saja. Namun kalau memang ada produk yang tidak memiliki izin, kami minta pihak toko untuk menariknya terlebih dahulu sampai izin tersebut dilengkapi,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum membahas terkait sanksi karena belum ditemukan pelanggaran yang signifikan. Namun apabila di kemudian hari ditemukan unsur kesengajaan dalam pelanggaran, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat terkait.

Sementara itu, anggota Satgas Pangan Kota Balikpapan, AKP Agus Fitriyadi, menyampaikan bahwa secara umum hasil sidak menunjukkan kondisi yang masih aman. Pemeriksaan dilakukan secara sampling terhadap produk-produk yang dijual dalam parcel.

“Sejauh ini masih aman, belum ada temuan yang merugikan masyarakat. Pemeriksaan ini dilakukan secara sampling karena tidak semua produk bisa dicek satu per satu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila nantinya ditemukan produk yang tidak sesuai atau merugikan konsumen, pihaknya akan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada penjual. Jika ada laporan masyarakat atau ditemukan pelanggaran yang lebih serius, maka penindakan dapat dilakukan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

“Kami akan berikan peringatan terlebih dahulu. Jika ada laporan warga atau ditemukan pelanggaran yang merugikan konsumen, maka bisa diproses sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” katanya.

Satgas Pangan juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan produk yang mencurigakan atau tidak sesuai dengan label yang tertera pada kemasan parcel. Dengan pengawasan bersama, diharapkan produk yang beredar menjelang Lebaran tetap aman dan layak dikonsumsi. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 201 warga di Kota Balikpapan terpapar penyakit campak. 

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah kini menggencarkan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, mengatakan langkah imunisasi kejar dilakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat sekaligus menekan penyebaran virus campak yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

“Campak sebenarnya penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi. Jika anak sudah mendapatkan imunisasi tetapi masih terjangkit, biasanya gejalanya tidak terlalu berat,” kata Alwiati, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, kelompok yang paling berisiko mengalami gejala berat adalah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus campak.

Karena itu, Dinkes Balikpapan terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang belum menerima imunisasi agar dapat segera diberikan vaksin.

“Kami melakukan imunisasi kejar. Jadi jika ditemukan anak yang belum imunisasi, akan segera kami lakukan vaksinasi agar tidak mudah terjangkit,” ujarnya.

Selain meningkatkan cakupan imunisasi, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan penyakit.

Orang tua diminta lebih memperhatikan kebersihan anak, seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. 

Masyarakat juga diimbau membatasi kontak langsung dengan anak kecil apabila sedang mengalami gejala penyakit menular.

Menurut Alwiati, kebiasaan mencium bayi atau anak kecil oleh orang dewasa juga perlu dihindari karena berpotensi menjadi media penularan virus.

“Kadang ada kebiasaan orang datang langsung mencium anak, padahal bisa saja orang tersebut membawa virus. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan,” jelasnya.

Bagi warga yang terinfeksi campak, Dinkes menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri hingga sembuh. 

Langkah ini penting untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun orang lain di sekitar.

Jika ditemukan kasus di lingkungan rumah, masyarakat juga diminta segera melaporkannya ke fasilitas kesehatan terdekat agar petugas kesehatan dapat melakukan penanganan serta memberikan obat pencegahan bagi anggota keluarga yang berisiko tertular.

Melalui langkah imunisasi kejar dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, pemerintah berharap penyebaran campak di Balikpapan dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, menyebut kehadiran zona pick up dan drop off untuk layanan transportasi publik di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan angkutan umum di Kota Minyak ini.

Zona khusus tersebut resmi diluncurkan pada Senin (9/3/2026) dan melayani dua moda transportasi sekaligus, yakni angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) serta bus swasta rute Balikpapan-Ibu Kota Nusantara (IKN).

Fadli mengatakan, selama ini bus Bacitra yang masuk ke kawasan bandara hanya diperbolehkan menurunkan penumpang tanpa dapat melakukan penjemputan. 

Dengan adanya zona khusus tersebut, Bacitra kini dapat melayani penumpang yang hendak berangkat dari bandara menuju berbagai wilayah di Kota Balikpapan.

"Selama ini Bacitra hanya bisa melakukan drop off di bandara. Dengan adanya zona pick up dan drop off ini, Bacitra kini juga dapat melakukan penjemputan penumpang. Ini tentu menjadi peningkatan layanan transportasi publik di Balikpapan," ujar Fadli.

Ia menambahkan, peluncuran fasilitas tersebut merupakan agenda yang sudah lama dinantikan, mengingat tingginya minat masyarakat menggunakan layanan Bacitra sejak mulai beroperasi di kota tersebut.

Menurutnya, peningkatan fasilitas transportasi publik perlu dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Balikpapan, terlebih dengan peran kota ini sebagai penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara.

"Kota Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai mitra dan penyangga IKN. Karena itu konektivitas transportasi menjadi faktor penting yang harus terus diperkuat," jelasnya.

Fadli menilai kehadiran layanan Bacitra dan angkutan antarmoda Balikpapan-IKN di bandara menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi di kota tersebut.

Selain meningkatkan konektivitas, penyediaan zona khusus pick up dan drop off juga dinilai dapat meningkatkan keteraturan, keamanan, serta kenyamanan transportasi publik di kawasan bandara.

Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sesuai dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengembangkan sistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.

"Sistem transportasi publik yang baik tentu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat," katanya. (tt/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan menyiapkan sejumlah posko kesehatan di berbagai titik strategis selama masa cuti bersama dan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. 

Posko ini disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik maupun masyarakat yang beraktivitas selama libur Lebaran.

Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, mengatakan posko kesehatan tersebut disiapkan melalui kolaborasi bersama aparat keamanan dan sejumlah pemangku kepentingan guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama periode libur panjang.

"Kami menyiapkan beberapa posko pelayanan kesehatan untuk mendukung kegiatan masyarakat selama Lebaran, khususnya bagi pemudik yang datang maupun yang akan melakukan perjalanan," kata Alwiati, Kamis (12/03/2026).

Beberapa posko terpadu disiapkan di titik transportasi utama seperti Pelabuhan Ferry Kariangau dan Terminal Batu Ampar. 

Kedua lokasi tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Selain di jalur transportasi, pos kesehatan juga didirikan di kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran, yakni Pantai Manggar Segara Sari.

Dinkes Balikpapan juga menyiapkan pos kesehatan di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut selama perayaan Idulfitri.

Sementara itu, pelayanan kesehatan di Pelabuhan Semayang serta Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan akan ditangani oleh petugas dari Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan.

Menurut Alwiati, kehadiran posko kesehatan ini bertujuan untuk memberikan layanan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan, hingga rujukan apabila masyarakat membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain menyiapkan posko kesehatan, Dinkes juga memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap beroperasi selama masa libur Lebaran. 

Tujuh puskesmas dengan layanan 24 jam tetap membuka pelayanan bagi masyarakat, yakni Puskesmas Manggar Baru, Sepinggan, Klandasan Ilir, Mekarsari, Baru Ulu, Karang Joang, dan Kariangau.

Di sisi lain, pelayanan rawat jalan di sejumlah puskesmas tetap berjalan dengan sistem jadwal bergilir agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun sebagian fasilitas kesehatan menyesuaikan operasional selama libur Lebaran.

Alwiati berharap dengan adanya posko kesehatan di berbagai titik tersebut, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melakukan perjalanan mudik maupun beraktivitas selama libur Idulfitri.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah selama masa libur Lebaran," tuturnya. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama jajaran pemerintah kota serta masyarakat yang memadati masjid.

Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan apresiasi kepada qari asal Balikpapan yang berhasil mengharumkan nama daerah di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional. Ahmad Fadil meraih Juara I cabang hafalan 30 juz dan tafsir Surah Al-Hujurat di MTQ Internasional Brunei Darussalam, serta Juara II cabang tilawah dan hafalan 5 juz pada MTQ Internasional di Maroko.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan turut menyerahkan secara simbolis dana Gerakan Sejadah Sedekah Jariah Ramadan Berkah yang dihimpun dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini merupakan implementasi dari surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Menteri Agama Republik Indonesia.

Dana sedekah jariah tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan, di antaranya SD di Kecamatan Balikpapan Utara sebesar Rp93.712.000, SD Balikpapan Timur Rp13.100.000, SD Balikpapan Selatan Rp17.800.000, SD Balikpapan Barat Rp39.911.000, SD Balikpapan Tengah Rp26.882.000, dan SD Balikpapan Kota Rp51.600.000.

Selain itu, sumbangan juga datang dari SMP swasta sebesar Rp23.450.000 dan SMP negeri se-Kota Balikpapan sebesar Rp83.188.000. Dari jenjang PAUD terkumpul Rp10.000.000 serta pendidikan kesetaraan sebesar Rp19.340.000.

Secara keseluruhan, dana sedekah jariah Ramadan Berkah tahun 2026 yang berhasil dihimpun mencapai Rp379.083.000. Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Balikpapan bersama MKKS dan K3S. Antusiasme siswa dalam program ini dinilai sangat tinggi sehingga mampu mengumpulkan dana dalam jumlah besar untuk kegiatan sosial keagamaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat memaknai peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum memperkuat keimanan dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.

Ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul dan beribadah bersama pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Pada malam yang agung ini kita memperingati turunnya Al-Quran sebagai cahaya dan pedoman hidup bagi umat manusia. Semoga tausiah yang disampaikan dapat menambah pemahaman kita terhadap nilai-nilai Nuzulul Quran,” ujarnya.

Rahmad juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan panic buying terhadap kebutuhan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, pemerintah telah menjamin ketersediaan stok BBM dan bahan pokok selama Ramadan hingga beberapa bulan ke depan. Karena itu masyarakat diminta tidak melakukan penimbunan yang justru dapat memicu kelangkaan.

“Tidak perlu panik atau menimbun BBM maupun sembako. Jika kita tetap bijak, insya Allah Ramadan bisa kita jalani dengan khusyuk tanpa kekhawatiran,” katanya.

Di akhir sambutannya, Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa agar dunia tetap dalam keadaan damai serta bangsa Indonesia selalu diberi keselamatan, khususnya Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan.

“Semoga kota Balikpapan yang kita cintai selalu aman, rukun, dan penuh keberkahan,” tutupnya. (tt/adv/diskominfo balikpapan)