[Valid RSS]

Kasus Campak di Balikpapan Capai 201 Orang, Dinkes Gencarkan Imunisasi Kejar

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 201 warga di Kota Balikpapan terpapar penyakit campak. 

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah kini menggencarkan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, mengatakan langkah imunisasi kejar dilakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat sekaligus menekan penyebaran virus campak yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

“Campak sebenarnya penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi. Jika anak sudah mendapatkan imunisasi tetapi masih terjangkit, biasanya gejalanya tidak terlalu berat,” kata Alwiati, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, kelompok yang paling berisiko mengalami gejala berat adalah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus campak.

Karena itu, Dinkes Balikpapan terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang belum menerima imunisasi agar dapat segera diberikan vaksin.

“Kami melakukan imunisasi kejar. Jadi jika ditemukan anak yang belum imunisasi, akan segera kami lakukan vaksinasi agar tidak mudah terjangkit,” ujarnya.

Selain meningkatkan cakupan imunisasi, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan penyakit.

Orang tua diminta lebih memperhatikan kebersihan anak, seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. 

Masyarakat juga diimbau membatasi kontak langsung dengan anak kecil apabila sedang mengalami gejala penyakit menular.

Menurut Alwiati, kebiasaan mencium bayi atau anak kecil oleh orang dewasa juga perlu dihindari karena berpotensi menjadi media penularan virus.

“Kadang ada kebiasaan orang datang langsung mencium anak, padahal bisa saja orang tersebut membawa virus. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan,” jelasnya.

Bagi warga yang terinfeksi campak, Dinkes menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri hingga sembuh. 

Langkah ini penting untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun orang lain di sekitar.

Jika ditemukan kasus di lingkungan rumah, masyarakat juga diminta segera melaporkannya ke fasilitas kesehatan terdekat agar petugas kesehatan dapat melakukan penanganan serta memberikan obat pencegahan bagi anggota keluarga yang berisiko tertular.

Melalui langkah imunisasi kejar dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, pemerintah berharap penyebaran campak di Balikpapan dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas. (t/adv/diskominfo balikpapan)