[Valid RSS]

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - 4 Mei 2021, Dalam suasana Ramadan dan ditengah situasi pandemi, Program Dukungan Media Pertamina Subholding Upstream Area Kalimantan, yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kepada jurnalis yang sehari-hari meliput perkembangan COVID-19 di kota Balikpapan.

Bantuan PHKT ini berupa jaket, sembako dan masker yang disalurkan langsung kepada perwakilan wartawan Balikpapan oleh Ketua AMSI Kaltim Sumarsono, Selasa siang (4/05/2021). Penyaluran dilakukan secara simbolis mengingat masih dalam suasana pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya penerapan protokol kesehatan. 

Ketua AMSI Kaltim Sumarsono mengatakan bantuan PHKT kepada wartawan melalui AMSI Kaltim ini merupakan bentuk kepedulian berbagi dari PHKT yang menilai jurnalis juga merupakan salah satu garda terdepan dalam mengkomunikasikan kebijakan dan perkembangan COVID-19 di Balikpapan.

“Peliputan media di lapangan cukup rentan berpotensi terpapar COVID-19. Kita menginginkan wartawan sehat dan aman dalam setiap peliputan termasuk peliputan COVID-19 ini. Bantuan ini bentuk dukungan dari PKHT terhadap kerja wartawan di lapangan. Tentu kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan PHKT ini,” tuturnya.

Lanjutnya dengan sinergi dan kerjasama yang terjalin baik selama ini antara perusahaan migas PHKT dengan wartawan di Balikpapan menandakan bahwa ada kebersamaan untuk mendukung setiap program pembangunan yang dicanangkan baik perusahaan maupun pemerintah. “Tentu kami berharap sinergi ini bisa terjalin terus dan tidak berhenti sampai disini saja. Mungkin dalam bentuk pengembangan kompentensi wartawan,” tambahnya.

Menurutnya wartawan juga harus menerapkan prokes dengan tidak terlalu lama berkumpul saat meliput atau wawancara karena di Balikpapan sudah ada beberapa rekan yang terpapar covid. 

“Mudah-mudahan kegiatan ini juga sekaligus kampanye bersama kita dengan PHKT untuk senantiasa menjalankan prokes dimana saja baik di lingkungan kerja maupun di tempat-tempat umum. Wartawan harus juga jadi agen perubahan sikap waspada covid dan taat prokes,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wartawan Senior Benny Sanger dari Kabar IKN memberikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan yang diberikan PHKT. “Kami ucapkan terimakasih kepada PHKT, bantuan ini sebagai bentuk dukungan atas kerja kami di lapangan,” ucapnya.

Senior Manager Relations PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Farah Dewi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para wartawan yang merupakan garda terdepan dalam memberikan liputan mengenai COVID-19 dapat terus melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan 5M, “Kami berharap tidak ada lagi wartawan yang terpapar COVID-19 dan mereka terhindar dari penularan,” kata Farah Dewi. 

PHKT dan anak perusahaan Pertamina lainnya di area Kalimantan berkomitmen untuk terus semangat menjadi perusahaan energi dunia, dengan selalu menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan yang ada. 

Narahubung :

Head of Comrel & CID Zona 10

Visnu C. Bhawono

HP: 08125429113

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-Sabtu ( 01/05/2021) , Sebanyak 14 anggota AMSI Kaltim mendapatkan bantuan suplemen dari Pyridam Farma (PYFA) melalui AMSI Pusat. 

Bantuan suplemen tiba, seminggu lalu itu langsung didistribusikan ke 14 media anggota AMSI Kaltim, sebanyak 84 paket. 

Sebelumnya, manajemen Pyridam Farma menyampaikan, dukungan terhadap para jurnalis melalui bantuan suplemen ini, sebagai partisipasi dalam menjaga kesehatan dan kekuatan terutama dimasa pandemi.

Ketua AMSI Kaltim, Sumarsono mengapresiasi Pyridam Farma dan AMSI Pusat telah membantu, rekan-rekan jurnalis di daerah melalui bantuan suplemen. 

Ia juga mengucapkan, terima kasih kepada AMSI Pusat, telah memberikan perhatian kepada rekan-rekan jurnalis di daerah, khususnya di masa pandemi diperlukan kondisi yang prima dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

Ia berharap, semoga kawan-kawan, dapat menggunakan dengan baik, dan bermanfaat, tetap prima dalam menjalankan tugas. 

Sebagai informasi suplemen dibagikan di sekretariat AMSI Kaltim, Jl. RE. Martadinata No. 1 Balikpapan Tengah. (**)

KabarIkn.com,Balikpapan - Pemerintah telah memberikan instruksi bahwa masyarakat tidak diperkebolehkan untuk melakukan mudik , tetapi masyarakat yang ingin mudik juga ada tetapi denga catatan harus memiliki surat rekomendasi dari Satgas Covid19.

Kepala Cabang PT.Pelni Balikpapan , Purwadi menyampaikan dengan menanggapi instruksi dari Pemerintah tersebut Armada baik Pelni sendiri tetap beroperasi. Pelni Cabang Balikpapan sendiri memiliki 3 Armada yaitu Lambelu , Bukit Singuntang dan Labobar.

Foto : Kepala Cabang PT.Pelni Balikpapan , Purwadi

" Kapal kita tetap jalan sesuai dengan Peraturan dari Pemerintah . Tetapi kami tidak memuat penumpang untuk tanggal 6 Mei - 17 Mei 2021 , dari pelayaran tersebut dikecualikan jika ada emergency tetapi harus tetap menaati protokol kesehatan ," Kata Kepala Cabang PT. Pelni Balikpapan , Purwadi saat ditemui di ruang kerjanya . Rabu ( 05/05/2021 )

Armada Pelni  Balikpapan sendiri untuk saat ini hanya memuat logistik dan tidak menerima penumpang yang ingin mudik , loket juga ditutup jadi tidak ada penjualan tiket kapal untuk penumpang saat ini.

Di pelabuhan sendiri sudah memiliki posko yang akan mengawasi sehingga tidak akan ada salah satu penumpang yang lolos naik ke kapal tanpa tiket. 

Purwadi berharap agar bisa mentaati sesuai peraturan dari Pemerintah dan bisa melaksanakan dengan baik sehingga kegiatan Pelni saat ini bisa berjalan dengan baik. ( tri )

Foto : Para pekerja media Balikpapan Pos saat mengadu ke Kantor DPRD Balikpapan

Kabarikn.com BALIKPAPAN - Peringatan Hari Buruh (May Day) pada tanggal 1 Mei menjadi momentum para buruh menyampaikan aspirasi atas permasalahan mengenai ketenagakerjaan yang di alami. Tanpa terkecuali dari kalangan pekerja media yang turut merasakan pahit manisnya dunia perburuhan. 

Seperti yang dialami oleh para pekerja dari PT Duta Marga Jaya Perkasa (Balikpapan Pos) yang hingga kini permasalahan hubungan industrial belum ada titik terang. Bahkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan terkesan menarik ulur dalam proses penyelesaian antara permasalahan karyawan dengan pihak perusahaan.

 Sejak dilaporkan pada November 2020 lalu, hingga Mei 2021 ini Disnaker belum ada mengeluarkan anjuran terkait permasalahan yang telah dimediasi berkali-kali itu. Padahal mengacu dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (UUPPHI) bahwa setiap perselisihan dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 140 hari.

Foto : Serikat Pekerja Media Balikpapan 

Yakni bipartit diselesaikan dalam kurun waktu 30 hari, mediasi/konsolidasi/arbitrase 30 hari, pengadilan hubunga industrial  50 hari kerja dan Mahkamah Agung 30 hari kerja. Namun hingga kini prosesnya masih belum tuntas. 

"Hal ini tentu sangat merugikan bagi kami di sisi pekerja, karena hak-hak kami tertahan disitu sebab terlalu berlarut penyelesaiannya. Kami sudah berusaha mengikuti prosedur dan persyaratan yang ada, namun dari pihak Disnaker belum ada penyelesaian," kata Rusli, Ketua Serikat Buruh Media Balikpapan.

 Tidak hanya itu saja, peran pengawasan yang ada di Disnakertrans Kaltim juga dinilai tidak jalan. Dimana seharusnya ketika terjadinya perselisihan hubungan industrial, bidang Pengawasan Disnakertrans Kaltim turut mengambil sikap yakni melakukan pengawasan kepada perusahaan terkait. 

 Rusli mengatakan perselisihan yang dialami para pekerja dengan pihak perusahaan sudah sangat keterlaluan dan ia menilai pihak perusahaan terlalu banyak melakukan kesalahan fatal yang melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan. Seperti contoh merekrut karyawan baru, padahal para pekerja sedang melakukan mogok kerja yang sah sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Pasal 1 Ayat 23 Tentang Mogok Kerja.

Foto : Pihak perusahaan media Balikpapan Pos melakukan mediasi di Kantor Disnaker dengan salah satu pekerjanya yang menjadi korban pemutusan kerja

 "Bagaimana bisa kami dianggap mengundurkan diri sedangkan kami sudah mengikuti prosedur mogok secara sah. Dimana didalam aturan mogok sah ini, pihak perusahaan dilarang melakukan intimidasi seperti melakukan mutasi, demosi atau mengganti pekerja dengan pekerja yang lain. Nah artinya kantor ini sudah melanggar Undang-Undang," tegasnya.

 Tidak hanya itu, perusahaan dianggap telah melakukan pelecehan profesi jurnalis lantaran melakukan demosi para pekerja jurnalis menjadi cleaning service dan loper koran.

 "Kami sudah melakukan aksi mogok kerja sesuai aturan yang berlaku, tapi kantor menganggap kami ini mangkir, jadi diberi Surat Peringatan (SP) 2 dan demosi dari redaktur jadi cleaning service, ada yang dari wartawan jadi loper koran, layout jadi cleaning service. Kan aneh, seolah-olah agar kita tidak betah lalu mengundurkan diri. Jadi ini akal-akalan perusahaan saja," pungkasnya. 

 Hingga kini persoalan tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan media di Hari Buruh ini. Bahkan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi turut mendengar permasalahan yang dialami dan telah meminta kepada Disnaker Balikpapa  untuk segera menindaklanjuti hal ini.

 "Saya sudah sampaikan lagi ke Kepala Disnaker agar segera ini diselesaikan. Ditunggu saja, karena ini saya juga denger sudah lama. Saya pikir sudah keluar anjurannya dari Disnaker," tutur Rizal usai mediasi dengan Forum Komunikasi Serikat Pekerja Kota Balikpapan di ruang VVIP Pemkot pada Sabtu (1/5).(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan pada masa pandemi covid-19 ini selalu ingin berkolaborasi dengan seluruh wajib pajak sehingga ketaatan , kepatuhan untuk melaksanakan kewajiban pajaknya.

Foto : Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan , Haemusri Umar

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan , Haemusri Umar menyampaikan khusus untuk sektor jasa hendaknya lebih diperhatikan pada masa Covid-19 ini . Diutamakan kepada seluruh konsumen wajib pajak untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. 

" Pada masa menjelang Idul Fitri 1442H , saya Haemusri Umar selaku Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bersama seluruh staff mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ,Mohon Maaf Lahir Batin . Semoga kerjasama kita sudah terbangun dengan kepatuhan dan ketaatan pajak bisa terlaksana dengan baik," jelasnya. ( tri )

NGABUBURIT : Agus Pamuji dengan senyum renyah memperlihatkan kotak kurma Golden Valley dan Ikan Kering Jukud Taka di lapak miliknya di area Masjid Jabalussalam

KabarIkn.com,Balikpapan - Banyak cara yang bisa dilakukan warga Kota Balikpapan dalam menyiasati sulitnya ekonomi di tengah wabah Covid-19 saat ini.

Di bulan suci Ramadan 1442 hijriyah ini misalnya, bulan yang penuh berkah dan kemuliaan ini banyak dimanfaatkan warga untuk mengais rejeki dengan berjualan kue takjil Ramadan. Di musim Ramadan setiap tahunnya ini,  di sejumlah kawasan di Kota Beriman Balikpapan banyak sekali pedagang kue dadakan yang membuka jualannya di pinggir-pinggir jalan, ada yang pakai meja panjang berkelompok, tenda-tenda darurat dan sejenisnya. Tradisi jualan kue Ramadan ini di Balikpapan sudah berlangsung sejak lama. 

Salah satunya, warga Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) 1, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan yang bernama Agus Pamuji ini.

Ia mencoba peruntungan di bulan suci Ramadan, dengan membuka lapak takjil dan jajanan nusantara di area Masjid Jabalussalam, Perumahan BDS 1, sehari sebelum Ramadan tiba. 

Hasilnya sungguh menggembirakan. 

"Ini baru kali pertama saya coba jualan kue takjil Ramadan. Bagi saya, ramadan ini peluang bisnis halal yang sangat menguntungkan, kenapa enggak kita coba. Karena mayoritas umat Islam pasti butuh konsumsi kue untuk buka puasa," tutur Agus Pamuji yang belum lama ini pensiun sebagai wartawan di surat kabar harian terkemuka di Kota Balikpapan saat disambangi wartawan media online Kabarikn.com di tempat jualannya, Jumat 30/4/2021. 

"Enggak nyangka, ternyata banyak yang beli. Alhamdulillah, laris manis,"ucap Agus Pamuji yang tampak semangat itu.

Ia melanjutkan ceritanya, hingga puasa berjalan ke hari 17 ini, setiap harinya dagangan kue takjil berupa aneka kurma dan jajanan nusantara seperti pisang hijau, resoles, bingka, tahu isi, dadar golong, botok, barongko, martabak mini, bubur sumsum, puding lumut, onde-onde, kolak pisang, klepon, pentol bakso kemasan sering habis diborong pembeli yang melintas di depan tempat jualannya itu.

Bukan cuma kue basah saja yang menghiasi mejanya yang terbuat dari bahan kayu itu, pasangan suami istri ini juga terlihat kompak melayani para pembeli, baik off line maupun online. Selain pembeli kebanyakan warga lingkungan perumahan BDS 1 ini, juga warga luar perumahan yang singgah membeli. "Kami siap jadi kurir, demi memanjakan konsumen,"kata Agus yang didukung penuh istrinya yang berhijab itu.

Dagangan lainnya yang ia jual, juga ada masakan siap saji, seperti rica-rica paru pedas,, pentol bakso kemasan, asam-asam bandeng, pindang rasa balado,  ayam bakar lalapan, kwiktaw. 

Tak hanya itu, isi lapaknya juga ada madu murni, aneka kurma. Satu lagi yang kini dipasarkan pria paruh baya ini,  yaitu produk olahan ikan kering tanpa bahan pengawet kimia merek Jukud Taka yang diambilnya dari kelompok UMKM di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Ikan kering Jukud Taka ini sudah masuk sebagian kecil di sejumlah pedagang sayur di Balikpapan. 

Ketika disinggung soal modal, pria rambut panjang beruban yang akrab disapa Mbah Pam ini menyebutkan, modal awal jualan yang ia siapkan sebesar Rp 5 juta. 

"Ya, kira-kira 5 jutaan lah. Modal itu selain untuk kulakan kurma dan ikan kering jukud taka, juga beli peralatan seperti keranjang kain, payung, papan nama dua unit dan meja,"tuturnya.

Ia mnyebutkan, awalnya yang direncanakan jualan takjil dan jajanan nusantara ini pakai sistem mobil, yang tidak menetap di satu titik lokasi saja.

"Rencana awal sih jualan sistem mobile, karena ingin berpindah-pindah cari tempat yang strategis. 

Tapi enggak jadi, banyak saran dari emak-emak di BDS 1 supaya tempatnya enggak usah pindah. Enggak usah pindah Pak Agus, tetap saja di situ," kata Agus menerima saran ibu-ibu yang tinggal di Perumahan BDS 1 ini. 

Permintaan ibu-ibu agar tempatnya tidak bergeser jauh ini dapat dipahami, lantaran ada sejumlah warga perumahan BDS 1 banyak yang menitip kue basah dan masakan lainnya minta dijualkan selama Ramadan. "Senang juga sih, ya kita berbagi. Kita tampung kue-kue dan masakan siap saji bikinan ibu-ibu perumahan. Kita bantu jualkan, lumayan lah nambah keuntungan. Alhamdulillah, ini lah berkahnya bulan mulia Ramadan," tutur Mbah Pam dengan gembira. Embah Pam bersama istrinya selama buka lapak Ramadan ini, pihaknya tidak lupa menekankan tentang pentingnya tetap menjaga protokol kesehatan, karena itu di tempat jualannya disiapkan hand sanitizer, pakai masker dan menjaga jarak. Meski saya jualan di tempat umum tetap komitmen perhatikan prokes,"tutup Embah Pam.(beny)

Kabarikn.com Balikpapan - Sudah menjadi rutinitas tiap tahunmya di bulan yang penuh berkah ini, keluarga besar Bani Mas'ud di Balikpapan menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya kepada keluarga miskin yang membutuhkan melalui yayasan Rahmad Mas'ud Center (RMC).

Namun, untuk tahun ini pemberian zakat tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui ATM yang bekerja sama dengan Bank Mandiri, Seperti yang dilaksanakan RMC pada Selasa (4/5/2021) di aula rumah jabatan Wakil Walikota Balikpapan.

Rahmad Mas'ud dalam sambutan mengatakan, yang menerima zakat ini karena memang sudah menjadi haknya,  dan suatu kehormatan khusus para penerima bisa hadir dan memenuhi undangan.

"Zakat ini merupakan kewajiban bagi yang mampu untuk memberikan haknya kepada orang yang kurang mampu, mudah-mudahan jika tahun ini menerima zakat,  tahun depan dapat memberikan zakat," ujar Rahmad Mas'ud. 

Dalam kesempatan tersebut Rahmad mewakili keluarga besar Bani Mas'ud dan yayasan RMC juga menyampaikan permohonan maaf jika kegiatan ini mengganggu ibadah yang dilaksanakan di bulan puasa ini.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, melalui yayasan RMC kami menyalurkan zakat, dan ada yang mewadahi infak zakat dan sedekah dari kami sekeluarga yang dititipkan melalui yayasan RMC," akunya. 

Bukan hanya memberikan hak bapak ibu sercara langsung dari zakat terkumpul ini juga banyak digunakan untuk kegiatan yang produktif seperti membangun pabrik di PPU.

"Kami tidak mengambil keuntungan besar dari situ, tapi bagaimana zakat ini bermanfaat, paling tidak bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," harapnya.  

Ditahun ini pemberian zakat memang berbeda, apalagi masih dalam kondisi pandemi jangan sampai pembagian zakat malah menimbulkan kerumunan, untuk itu demi memuliakan penerima zakat dan mentaati prokees,  maka para penerima zakat akan diberi ATM. 

"Jadi tidak perlu berbondong-bondong berkumpul, dan ini juga lebih memudahkan kami memberi zakat ditengah pandemi covid seperti saat ini," tutur Rahmad.

"Dari 24 ribu yang dicanangkan, saat ini sudah terealisasi pembuatan untuk 10 ribu kartu ATM ini semua berkat kerja sama dengan Bank Mandiri yang bersedia ikut membuatkan kartu tersebut bagi penerima zakat," tutupnya.(*)

Kabarikn.com,Balikpapan- Menjelang datangnya hari raya Idul Fitri, Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Balikpapan melalui Bidang Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja saat ini menyediakan posko Tunjangan Hari Raya (THR).

Dikatakan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja, Disnaker Balikpapan, Niswary mengatakan. Posko THR tersebut, nantinya sebagai tempat pengaduan yang berkaitan dengan THR.

"Untuk posko ini sendiri akan mulai beroprasi dari 28 April sampai H -1 lebaran," ujarnya Jumat (30/4/2021).

Sejauh dia terangkan, beberapa perusahaan telah melaporkan kepada Disnakertrans akan merencanakan akan melaksanakan pembayaran THR.

"Kemudian kami juga menyediakan 4 konsultan berkaitan dengan regulasi THR. Seperti contoh berapa sih hak pekerja jika masa kerja 3 bulan berapa sih hak yang diterima pekerja, dan 1 tahun keatas kerja berapa sih hak yang diberikan. Itu masih dibawah konsultasi," terangnya.

Untuk pengaduan sampai saat ini belum ada. Karena kata dia, kalau melihat regulasi dari Peraturan Daerah (Perda), undang-undang ketenagakerjaan, Peremen nomor 6 tahun 2016 paling lambat 7 hari.

"Itu perusahaan wajib membayarkan THR," jelasnya.

Untuk para pekerja yang wajib mendapatkan THR dia terangkan minimal 1 bulan kerja itu sudah berhak mendapatkan THR.

"Jadi masa kerja di bagi 12 di kali upah. Jadi kalau masa kerja 1 bulan. 1 per 12 di kali upah. Kalau sudah bekerja 12 bulan berturut-turut itu 1 bulan gaji," tambahnya.

Sementara itu, ditanya mengenai sanski, dia katakan. Perusahaan akan dikenakan denda 5 persen, dari total yang harus dibayarkan. Denda ini sendiri  dikelola dan dipergunakan untuk kesejahtraan pekerja.

Kemudian,sanksi untuk administratifnya, teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha.

"Kemudian sebagian atau seluruh alat peroduksi dan pembekuan kegiatan usaha. Namun bukan kami yang memproses melainkan pegawai pengawas ketenagakerjaan yang sekarang berkantor di BLK," paparnya.

Dia juga mengimbau, kepada perusahaan di Balikpapan agar dapat melaksanakan kewajiban pembayaran THR keagamaan kepada pekerjanya.

Sementara itu bagi perusahaan yang mungkin  terdampak Covid-19 pada saat ini dan tidak dapat melaksanakan pembayaran THR tepat waktu H-7 sebelum lebaran. Itu bisa dilakukan dialog dengan pekerja jika memang terjadi keterlambatan.

"Namun toleransinya hanya diberikan paling lambat 1 hari sebelum hari raya. H-1 harus dibayarkan. Semoga semua bisa dapat berjalan lancar sehingga semua pekerja bisa begembira dalam pelaksanaan lebaran," pungkasnya. (*)