[Valid RSS]

KabarIkn.com - Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Timur dengan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMPN 22 Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa, 24 Agustus 2021. 

Penyuntikkan dosis pertama vaksin Sinovac bagi pelajar di Kota Samarinda diikuti sebanyak 1.053 peserta secara bertahap. Secara keseluruhan, total vaksin yang akan disuntikkan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur pada hari ini sebanyak lebih kurang 24 ribu dosis vaksin. 

"Kita harapkan semuanya berjalan lancar dan segera terbangun kekebalan komunal di seluruh Provinsi Kalimantan Timur dan kita berharap penyebaran Covid dapat segera dikurangi dan dihilangkan dari provinsi ini," ujar Presiden. 

Selain di Kota Samarinda, sembilan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur juga secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat. Wilayah tersebut antara lain Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Mahakam Hulu. 

"Hari ini kami melaksanakan di dua titik vaksinasi massal, yang di sini 1.600 sasaran, kemudian di kecamatan lain 1.200 (sasaran). Jadi 2.800 (sasaran) total hari ini," jelas perwakilan dari Kabupaten Kutai Timur. 

“Kami dari Paser mempunyai sasaran hari ini 1.500 sasaran. Kemudian dilaksanakan tercepat di 19 fasilitas kesehatan di puskesmas. Saat ini sedang dilaksanakan di salah satu fasyankes di puskesmas dengan sasaran 380 sasaran, Pak,” ungkap perwakilan dari Kabupaten Paser. 

Pada dialog bersama perwakilan kabupaten/kota, Presiden juga menanyakan terkait ketersediaan stok vaksin. Salah satu perwakilan daerah dari Kabupaten Kutai Barat meminta pemerintah pusat untuk terus menambah stok vaksin karena antusiasme masyarakat tinggi. 

"Oke nanti saya kirim ke Dinkes, ke Pak Gub nanti agar juga segera ditransfer ke Kutai Barat," ucap Presiden.

Mengakhiri dialog, Presiden berharap ada kecepatan dalam program vaksinasi agar penyebaran Covid-19 dapat dihilangkan dari Provinsi Kalimantan Timur serta utamanya dari Tanah Air Indonesia. 

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksin yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. 

Samarinda, 24 Agustus 2021

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden 

Website: https://www.presidenri.go.id

YouTube: Sekretariat Presiden

KabarIkn.com,Balikpapan - Dalam Rangka memperingati HUT RI Ke - 76 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2021 , Warga RT.52 Kel.Muara Rapak Balikpapan Utara melakukan kerja bhakti bersama membersihkan lingkungan sekitar.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan anrara lain adalah membersihkan jalan , memangkas semak belukar di fasilitas umum dan membersihkan lingkungan sekitar.

Tidak hanya bapak - bapak yang mengikuti gotong royong ini tetapi juga ibu - ibu PKK RT.52 turut membantu dalam kegiatan kerja bakti bersama ini. 

Ketua RT 52 Ardiansyah menyampaikan untuk sementara seluruh lomba ditiadakan karena melihat masih dalam kondisi Covid - 19 , hal ini guna mencegah adanya kerumunan dan penyebaran virus karena kasus Covid-19 di Balikpapan khususnya lingkungan RT.52 masih cukup meningkat.

Ia berharap agar seluruh warga RT.52 dapat bekerja sama dalam gotong royong dan peduli terhadap warga yang terpapar covid - 19 di lingkungan RT.52 .

" Selama tahun 2021 ini ada sekitar 5 rumah yang didalamnya warga terpapar covid - 19 di lingkungan RT kita , " Kata Ketua RT.52 Ardiansyah , Minggu ( 15/08/2021 ).

Untuk bantuan dari Pemerintah sendiri belum ada dan kalau ingin meminta bantuan bisa lewat kelurahan. Tetapi kalau untuk satu rumah atau satu orang akan gotong royong untuk peduli terhadap mereka.

" Kita sudah menganjurkan ke warga RT.52 khususnya untuk bisa mengikuti vaksinasi , " pungkasnya. ( beny )

KabarIkn.com - Presiden Joko Widodo pada Selasa, 24 Agustus 2021, bertolak menuju Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan kunjungan kerja. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.00 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda, Presiden akan disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, dan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak.

Mengawali agenda kerja di Provinsi Kalimantan Timur, Presiden akan menuju SMPN 22 Kota Samarinda untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar. Presiden juga diagendakan menyapa peserta vaksinasi di beberapa tempat lainnya melalui konferensi video.

Setelah itu, Presiden akan menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur untuk memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Kalimantan Timur. 

Pada siang harinya, Presiden akan menuju Kota Balikpapan melalui jalan tol Balikpapan-Samarinda. 

Setibanya di Gerbang Tol Manggar, Kota Balikpapan, Presiden akan meresmikan jalan tol Balikpapan-Samarinda ruas Balikpapan-Samboja.

Pada sore harinya, Kepala Negara akan menuju Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Setelahnya, Presiden akan menuju Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan, untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Timur antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Brigjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Jakarta, 24 Agusutus 2021

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden 

Website: https://www.presidenri.go.id

YouTube: Sekretariat Presiden

(Dr. H. Mahyudin. ST., MM) 

KabarIkn.com - Hari ini, tepat tujuh puluh enam tahun yang lalu para pendiri bangsa memproklamirkan kemerdekaan dalam situasi yang penuh dengan ketebatasan. Karena semangat juang yang tak kenal lelah dan Ridha Allah SWT semua itu dapat terwujud. Dengan usia yang tidak lagi terbilang muda itu, bangsa ini sudah seharusnya mencurahkan energi dan pikiran untuk membangun semua aspek kehidupan mengejar ketertinggalan agar dapat berdiri dengan tegak sejajar dengan bangsa lain, dan tidak lagi berkutat pada persoalan-persoalan klasik yang seharusnya sudah selesai sejak kemerdekaan itu dikumandangkan. 

Karena itu pula sejak awal pemerintahan, Presiden Jokowi sangat fokus memperbaiki dan  membangun infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka daerah terisolir dan mempercepat arus barang dan jasa, mempermudah investasi untuk membuka lapangan kerja, membangun bendungan dan irigasi untuk serta mencetak areal pertanian untuk meningkatkan produksi pangan, meningkatkan kualitas SDM dengan medorong riset yang mampu memberi nilai tambah serta  menolarkan kebijakan BBM satu harga dari sabang sampai merauke demi terwujudnya rasa keadilan .  

Namun dipenghujung tahun 2019, ditengah pemerintah telah merampungkan program untuk pembangunan tahun berikutnya tersiar kabar nunjauh dari negeri tirai bambu, tepatnya di  Wuhan yang merupakan ibukota provinsi Hubei telah lahir mahluk baru yang dinamai corona virus (Covid-19). Kabar itu begitu menyentak bagai petir disiang bolong, Covid-19 dengan cepat menyebar ke seantero negeri(Pandemi Covid-19), hinggap pada manusia sesukanya sebagai inang untuk  tumbuh dan berkembang, tidak menengenal suku/ras,warna kulit, pejabat ataupun masyarakat biasa, kaya ataupun miskin dan tidak peduli dengan penganut agama apapun. 

Dalam sekejap covid-19 menjadi monster yang menakutkan, menjelma menjadi mesin pembunuh yang paling efektif dan mematikan dalam sejarah peradaban umat manusia. Data Worldometers pertanggal 10 gustus 2021 menunjukkan jumlah korban kematian akibat pandemi Covid-19 mencapai 4.181.915 orang. Hebatnya lagi covid-19 dapat dengan cepat bermutasi dalam berbagai varian dengan derajat inveksius yang lebih tinggi. 

Kehadirannya memberi dampak yang luas dan massif serta meluluh lantakkan sendi-sendi kehidupan global. Parahnya lagi, ditengah inviltrasi covid-19 tidak ada satu negarapun yang punya pengalaman mengatasinya. masing-masing negara mengeluarkan kebijakan preventif untuk menghambat laju penularan sesuai dengan eskalasi dengan merujuk pada standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh World Health Organication (WHO).

Di awal tahun 2020, Covid-19 terdeteksi pertama kali menginjakkan kaki di bumi pertiwi, pemerintah dengan sigap hadir memberikan keyakinan dan memastikan negara siap menghadapinya dengan mengkategorikannya sebagai bencana non alam. Karena memang demikianlah seharusnya negara harus memberi perlindungan dan rasa aman pada warga negara. Dalam perjalanan penanganan pandemi covid-19 berbagai kebijakan dikeluarkan mulai dari pencegahan berupa physical distancing, social distancing, 3 M (memakai maker, mencuci tangan dan menjaga jarak), pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyrakat (PPKM) serta pengadaan vaksin untuk mempercepat vaksinasi demi terwujudnya herd immunity. Di bidang ekonomi dan perlidungan sosial  kebijakan hadir dalam bentuk program pemulihan ekonomi nasional dengan berbagai variannya.   

Upaya pemerintah menangani vandemi covid-19, juga dipersenjatai dengan lahirnya undang-undang No 2 tahun 2020 yang memberi ruang bagi pemerintah untuk dapat mengubah postur melalui refokusing anggaran untuk mendukung kebijakan yang dapat dengan cepat berganti dan sangat dinamis sesuai dengan kondisi dan eskalasi penyebaran covid-19, perlu dicatat pilihan-pilihan kebijakan yang diambil  itu demikianlah sulit bagai menelan pil kina yang sungguh pahit. 

Ditengah kerja keras pemerintah mencegah dan menghambat laju penyebaran covid-19 dengan memobilisasi segala potensi yang dimiliki,  tidak luput dari kritikan, masukan, saran dan pendapat dari berbagai kalangan yang saling bersahutan bagai katak di musim hujan yang tentunya perlu diperhatikan sebagai masukan untuk perbaikan kebijakan selanjutnya. Namun ada juga sebagian dari kita memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, mengais rezeki  dengan menimbun dan memperdagangkan berbagai kebutuhan penanganan covid-19. 

Kita menjadi geram karena mendapati penjualan masker dengan harga melangit, penjualan tabung oksigen dengan harga membumbung, penjualan obat penangkal covid-19 dengan harga yang tak terkira  dan mengutak atik harga peti mati untuk pemulasaran jenazah korban covid-19. Kitapun menjadi marah karena mendapati kabar dan berita berseliweran dijagat maya yang berisi hasutan ketidak percayaan penangan covid-19, yang membuat masyarakat semakin ragu dan bertambah bingung. 

Hati kita  miris mendapati pejabat negara setingkat menteri harus duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa atas didugaan  korupsi bantuan sosial untuk simiskin. Hati kita bagai tersayat sembilu mendapati seorang bupati harus berurusan dengan penegak hukum karena diduga menilap anggaran pengadaan (APD) yang diperuntukkan untuk tenaga kesehatan di daerahnya. Sungguh mereka bagai menari diatas penderitaan simiskin dan papah yang bertarung nyawa menyambung hidup demi untuk bertahan hidup dalam tekanan dan himpitan. 

Di titik inilah kenangan dan kisah heroik tujuh puluh enam tahun yang lalu itu kembali hadir, bangsa ini pernah terperangkap dalam kubangan penjajahan demikina lama. Kesadaran akan senasib sepenanggungan memberi energi besar lahirnya jiwa patriot, kebersamaan dan  kegotongroyongan menjadi senjata ampuh dalam memobilisasi segenap potensi untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan itu. 

Gotong royong itu, lahir dari rahim ibu pertiwi tumbuh dan berkembang secara alamiah dalam masyarakat, gotong royong itu intisarinya Pancasila, yang seringkali kita ucapkan dan perdengarkan sebagai warisan luhur bangsa ini dan gotong royong itu yang oleh Soekarno disebut  sebagai “pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjoangan bantu binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagian semua, holopis kuntul baris buat kepentingan bersama!” Itulah gotong royong.

Masihkah ada gotong royong itu?,  karena seharusnya dalam perkara inilah kita saling menguatkan, bergandengan tangan, melangkah bersama, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing,  dalam urusan ini pula seharusnya rasa empati dan kasih pada sesama dipertaruhkan. Momentum ini menggugah  pribadi kita masihkah gotong royong bersemayam dalam sanubari ataukah hanya tinggal sebagai cerita penghantar tidur anak cucu kita kelak dihari nanti....... salam 

Dirgahayu indonesiaku, jayalah bangsaku 

Indonesia Tangguh

Indonesia Tumbuh

Foto : Anggot Dewan Pakar DPP Partai Gerindra , Bambang Haryo Soekartono

Kabarikn.com -Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengevaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini lantaran saat diterapkannya PPKM Darurat mulai 3 Juli 2021 lalu, tidak ada penerapan mitigasi bencana. Padahal, seharusnya PPKM Darurat, didahului mitigasi bencana yang disiapkan secara matang.

“Mitigasi bencana ini penting karena menjadi dasar pemerintah membuat kebijakan. Di dalam mitigasi ada pemetaan masalah yang benar. Termasuk cara mengatasi dan antisipasi yang disiapkan dari sisi infrastruktur dalam penanganan Covid-19 secara nasional,” ujar BHS melalui siaran pers yang disampaikan, Jumat (20/8/2021) malam.

Menurut mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini, dalam penanganan pandemi Covid-19, infrastruktur itu bisa berupa Rumah Sakit (RS) hingga peralatan lainnya, mulai dari tabung oksigen hingga obat-obatan yang dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19.

“Buktinya ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19, 3 Juli lalu, penerapan PPKM Darurat itu kurang siap. Bahkan perangkat negara kurang siap dalam analisa lonjakan kasus Covid-19. Ini semua karena tidak adanya mitigasi bencana itu,” imbuh alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini.

Karena adanya sejumlah kegagalan dalam penerapan kebijakan PPKM Darurat itu, BHS mengusulkan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memperkuat tim koordinator penanganan PPKM maupun Satgas Covid-19. BHS mengusulkan sejumlah nama agar masuk menjadi Koordinator pelaksana PPKM.

Pertama, sebut dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Alasannya, Prabowo merupakan Menteri Pertahanan yang memang harusnya diserahi tanggung jawab untuk mempertahankan negara. Apalagi serangan Covid-19 berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM).

“Padahal, SDM ini tidak boleh rapuh karena dihancurkan ‘peperangan’ melawan Covid-19. Negara ini harus kuat dengan SDM yang kuat pula,” jelas BHS.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, persoalan utama pertahanan yakni dengan cara mempertahankan SDM agar tetap dalam keadaan sehat.(*)

Wakil Ketua DPD RI, DR. H. Mahyudin, S.T., M.M. 

KabarIkn.com - “Pemuda adalah tulang punggung bangsa, pemuda hati nurani bangsa, pemuda pembawa perubahan lebih baik, pemuda calon tampuk pimpinan umat dan negara di masa depan.” Kalimat karangan Bung Hatta yang disampaikan pada pidato di lapangan Ikada 1944 merupakan sebuah kata yang sangat menggema dan memberikan makna bahwa di Tangan Pemudalah nasib bangsa dimasa depan sebagai generasi muda yang menjadi tongkat estafet bangsa. Mulai dari ide nasionalisme yang muncul dari kalangan pemuda dan mereka juga yang mewujudkannya dalam bentuk organisasi kepemudaan yang puncaknya adalah Budi Utomo dan kemudian melahirkan sumpah pemuda, Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, merebutnya serta mempertahankannya Kembali adalah dilakukan oleh para pemuda bangsa Indonesia. 

Anhar Gonggong ( seorang sejarawan Indonesia) menulis pesan untuk para pemuda dan menurutnya ada 2 tipologi pemuda yaitu : Pemuda sebagai penentu sejarah, yaitu para pemuda yang memiliki pemikiran-pemikiran dan gagasan mampu melahirkan juga menentukan sejarah-sejarah baru untuk agama dan bangsa. Pemuda sebagai pengisi sejarah, yaitu pemuda yang memiliki tekad dan kemauan kuat untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara aktif dalam memperjuangkan tercapainya cita-cita bangsa, khususnya cita-cita para pemuda itu sendiri. 

Begitu pentingnya eksistensi dan peran pemuda dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dalam membebaskan diri dari kolonialisme, kapitalisme dari negara-negara penjajah dari dulu sampai sekarang ini, Allah SWT pun memberikan pembicaraan khusus kepada pemuda yang diabadikan dalam al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 13 : “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (QS. Al Kahfi 13).

Oleh karena itu, Pramuka hadir sebagai salah satu wadah pemuda yang mampu menjadikan pemuda sebagai pelopor kemajuan bangsa. Dengan Fungsi Motto Gerakan Pramuka tercantum dalam Lampiran Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 pada pasal 14 butir 1, yaitu : “Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan”. 

Pramuka memiliki sejarah panjang di Indonesia. Dalam kurung waktu 1950-1960 banyak organisasi kepanduan tumbuh di Indonesia. 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam tiga federasi organisasi, yaitu IPINDO, POPPINDO dan PKPI. Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Soekarno memberikan amanat pemimpin pandu di Istana Merdeka.

Presiden Soekarno menyatakan pembubaran semua organisasi kepanduan di Indonesia, dan kemudian meleburnya menjadi organisasi baru, yang bersama Gerakan Pramuka. Kehadiran Gerakan Pramuka di Indonesia mendapat tempat penting di Indonesia bertolak dengan ketetapan MPRS No.II/MPRS/1960. Presiden Sukarno memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana Merdeka pada 9 Maret 1961. Amanat itu untuk lebih mengefektifkan kepanduan sebagai komponen penting dalam pembangunan bangsa. 

60 tahun Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memiliki Sejarah yang turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa. Lahirnya Pramuka di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional, juga berperan dalam tercetusnya sumpah pemuda. Sebagaimana dengan untaian kata Bung Karno yang membangkitkan semangat juang bagi laki-laki dan perempuan yang tertuang dalam buku yang berjudul “Sarinah”, berisikan: laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali. 

Selamat Hari Pramuka 

Semangat Para Pemuda  

 

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Banyak cara untuk menggelorakan semangat kemerdekan di HUT Republik Indonesia ke-76 ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh komunitas Fun Family Camp Indonesia (F2CI).  Menggandeng komunitas Drone Balikpapan, Pramuka Gudman  dan Komunitas Panther , komunitas ini menggelar bentang Bendera Merah Putih Raksasa berukuran 20 x 15 meter di simpang lampu merah Balikpapan Baru pada Selasa (17/8).

Diungkapkan kordinator kegiatan bentang bendera raksasa ini yakni Muhammad Kafrawi, persiapan kegiatan ini cukup singkat hanya sehari. Pembentangan bendera dilaksanakan tepat pukul 11.17 Wita atau 10.17 Wib ditandai dengan sirine detik detik peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

“Dadakan kegiatan ini kami rencanakan, namun berbagai komunitas lain turut memberikan dukungan agar kegiatan ini bisa terlaksana”ujarnya

Ditambahkannya, teknis pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa dilakukan  sebanyak 25 orang. Saat ditengah-tengah persimpangan lampu merah, semua kendaraan diharapkan untuk berhenti, begitu pula masyarakat  yang hadir. Disaat bendera dibentangkan dan dikumandangkan lagu Indonesia Raya semua yang hadir diharapkan memberi penghormatan.

Pesan yang ingin disampaikan kegiatan ini lanjut Awi begitu pangglan akrabnya, walau ditengah Pandemi jangan sampai kita melupakan semangat nasionalisme.  Tetap menjaga prokes dan terus berjuang melawan Covid-19 yang diharapkan segera berakhir.

Ditambakan salah satu peserta kegiatan yang ikut membentangkan Bendera Merah Putih Raksasa tersebut, Roy Widhiarta. Pihaknya sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan yang direncanakan secara dadakan tersebut. Hasilnya  ternyata  mendapat antusias luas dari masyarakat. ratusan masyarakat berjejer dipinggir jalan mengabadikan momentum kegiatan ini. 

Apa yang telah dilakukan oleh komunitas ini harap Roy bisa memberi warna tersendiri bagi semua pihak dan warga Balikpapan khususnya. Ditengah Pandemi yang masih terus terjadi, masyarakat Indonesia tidak boleh kehilangan semangat untuk terus berjuang dan meninggalkan jiwa-jiwa patriotisme.  

“Momentum kemerdekaan ini harus kita jadikan penyemangat untuk kita semua melawan pandemic Covid-19 dengan tetap patuh pada Prokes yang telah disarankan pemerintah. Terus berbuat dan berkarya terbaik dengan apa yang kita miliki”tandas Roy. ( danang )

Kabarikn.com,Jakarta- Dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, Kementerian Kesehatan merilis angka Kematian akibat COVID-19 yang cenderung tinggi, dengan Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki kontribusi paling besar.

dr. Panji Fortuna Hadisoemarto, MPH, Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan menyampaikan berdasarkan analisis dari data National All Record (NAR) Kementerian Kesehatan, didapati bahwa pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat realtime dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

NAR adalah sistem big data untuk pencatatan laboratorium dalam penanganan Covid-19 yang dikelola oleh Kemenkes. 

Berdasarkan laporan kasus Covid-19 di tanggal 10 Agustus 2021, misalnya, dari 2.048 kematian yang dilaporkan, sebagian besar bukanlah angka kematian pada tanggal tersebut atau pada seminggu sebelumnya. Bahkan 10,7% diantaranya berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat di NAR lebih dari 21 hari namun baru terkonfirmasi dan dilaporkan bahwa pasien telah meninggal.

“Kota Bekasi, contohnya, laporan kemarin (10/8) dari 397 angka kematian yang dilaporkan, 94% diantaranya bukan merupakan angka kematian pada hari tersebut, melainkan rapelan angka kematian dari bulan Juli sebanyak 57% dan bulan Juni dan sebelumnya sebanyak 37%. Lalu 6% sisanya merupakan rekapitulasi kematian di minggu pertama bulan Agustus,” terang dr. Panji.

Contoh lain adalah Kalimantan Tengah dimana 61% dari 70 angka kematian yang dilaporkan kemarin adalah kasus aktif yang sudah lebih dari 21 hari namun baru diperbaharui statusnya. 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM mengakui adanya keterlambatan dalam pembaharuan pelaporan dari daerah akibat keterbatasan tenaga kesehatan dalam melakukan input data akibat tingginya kasus di daerah mereka pada beberapa yang minggu lalu.  

“Tingginya kasus di beberapa minggu sebelumnya membuat daerah belum sempat memasukkan atau memperbarui data ke sistem NAR Kemenkes.” terangnya.

“Lonjakan-lonjakan anomali angka kematian seperti ini akan tetap kita lihat setidaknya selama dua minggu ke depan ,” tambah drg. Widyawati.

dr. Panji menuturkan lebih dari 50 ribu kasus aktif yang saat ini adalah kasus yang sudah lebih dari 21 hari tercatat namun belum dilakukan pembaharuannya.

"Kita saat ini sedang mengkonfirmasi status lebih dari 50 ribu kasus aktif. Jadi beberapa hari kedepan akan ada lonjakan di angka kematian dan kesembuhan yang bersifat anomali dalam pelaporan perkembangan kasus Covid-19. Tapi ini justru akan menjadikan pelaporan kita lebih akurat lagi," tutur dr. Panji. 

Kementerian Kesehatan sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang telah melakukan pembaharuan data sesegera mungkin. 

“Tentunya ini tidak mengurangi semangat kita untuk terus berpacu menyampaikan data yang transparan dan realtime kepada publik,” tutur drg Widyawati.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (NI) 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM