[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan-Pasangan calon tunggal Kepala Daerah Kota Balikpapan Rahmad- Thohari janjikan tiga hal ketika keduanya dinyatakan sebagai pemenang kontestan Pilkada Balikpapan 2020.

Saat berkampanye dihadapan pendukungnya, Rahmad mengatakan dirinya terinspirasi dari kebijakan adik kandungnya sendiri yang kini menjabat Bupati Penajam Paser Utara- Abdul Gofur Masud yang telah menggratiskan BPJS Kesehatan untuk pasien kelas tiga. 

"BPJS Kesehatan ini akan kita minta untuk diringankan. Di penajam aja BPJS Kesehatan gratis, pendidikan gratis, masa Balikpapan tidak. Malu saya sama adik Gofur, " Kata Rahmad seraya tertawa. 

Selain meminta keringanan BPJS Kesehatan, Rahmad juga menyatakan komitmen menggratiskan biaya pendidikan hingga SMA sederajat. Ia tekankan generasi penerus di Balikpapan minimal berpendidikan terakhir SMA sederajat. 

Ketua DPC Partai Golkar ini mengatakan, kebijakan ini secara khusus untuk mengakomodir warga Balikpapan kategori berpenghasilan rendah yang kesulitan membiayai sekolah anak-anak mereka. 

"Sekolah dan kesehatan itu menjadi hak warga negara yang telah diatur oleh undang-undang bahwa setiap orang susah, fakir miskin, anak terlantar dan yatim piatu harus dipelihara oleh negara, " Ujarnya. 

"Tentu saja kebijakan ini nantinya juga akan di dukung oleh pengembangan dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti penambahan ruang belajar dan fasilitas kesehatan," kata Rahmad menambahkan. 

Rahmad mengatakan, program tersebut telah disampaikan kepada Ketua DPRD Balikpapan- Abdullah, yang juga merupakan kader Partai Golkar. Menurutnya Abdullah menyetujui rencana program tersebut, setelah melihat kemampuan anggaran keuangan daerah. 

"Keuangan daerah kita inshaAllah sanggup kok. Percayalah bapak ibu pembangunan kita ini atas berdasarkan RPJMD. Kalau tidak ada RPJMD tidak mungkin pembangunan itu terealisasi karena saya calon tunggal," kata Rahmad. 

"Yang lain mohon maaf kolom kosong nggak ada RPJMD nya. Jadi saya pastikan pembangunan tidak ada, " Katanya menambahkan.(*)

Kabarikn.com,Balikpapan - GP Ansor Balikpapan mendukung visi misi calon Wali Kota Rahmad mas’ud –Thohari Aziz. Jika terpiih, RM-TA harus mengimplementasikan visi misi itu untuk kesejahteraan masyarakat Balikpapan.

Hal ini disampaikan Ketua GP Ansor Balikpapan H Husni Kadri disela-sela silaturahami dengan Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz, Minggu siang (11/10/2020).

“Saya berharap kalau beliau jadi, apa visi misi beliau dikepentingan masyarakat Balikpapan dijalankan semua,” harapnya.

Husni mendoakan dan berikhitar agar pada 9 Desember 2020 masyarakat Balikpapan memilihnya dan memenangkan pilkada ini menjadi wali kota periode 2020-2024.”Tapi kami insyaallah yakin, beliau jadi,”ujarnya.

Husni menegaskan dukungan diberikan karena sejalan dengan visi misi yakni memajukan masyarakat dan kota Balikpapan. dia menegaskan tidak ingin dikotak-kotakan dengan kelompok

“Kami mendukug karena anggap sejalan visi misi dengan kota Balikpapan. Kita bukan bicara kelompok dengan kelmpok, kita bicara masyarakat Balikpapan secara keseluruhan. Kalau menang kita minta laksanakan visi misinya,” tegasnya.

Husni kembali menegaskan tidak ada bargaining dalam dukungan ini. “Tidak ada bargaining. beliau kita lihat kan wakil wali kota paling tidak melanjutkan pembangunan program yang telah diterapkan pendahulu,” tandasnya.

Pada pertemuan itu, Rahmad dan Thohari mendapatkan kehormatan mengenakan pakaian kebesaran Gerakan Pemuda Ansor Balikpapan.

H. Rahmad Mas’ud menegaskan pilkada jangan sampai menimbulkan perbedaan yang berujung pada putusnya tali silaturahmi.

“Mudah-mudahan dimomentum yang tepat ini kita sama-sama sejalan, membangun kota ini, menjaga persatuan demi keutuhan kita bersama sebagai anak bangsa yakni anak Indonesia yang cintai persatuan dan kesatuan,” katanya sambil mendapatkan yel-yel itu sudah dari anggota GP ANshor Balikpapan.

Pada kesempatan itu Rahmad juga meluruskan jika ada miskomunikasi soal “aliran” yang selama ini dipahami. Rahmad juga menyebutkan pasangan dengan Thohari, karena sosok Thohari berlatang belakang Nahdatul Ulama, pemilik pondok dan sekolah MTS di Magetan, Jawa Timur.

“Jiwa NU dan keislaman tidak perlu diragukan lagi. Saya yakin beliau sejalan dengan komitmen kita bersama.“Insyaallah dengan komitmen bersama, saya hadir sebagai warga biasa bukan orang lain tapi sekali lagi sebagai warga Nahdiyin yang ingin ikut menjaga dan membangun kota ini,” tukasnya. (*)

Calon Wakil Walikota Balikpapan 2020 Thohari Azis

Kabarikn.com,Balikpapan-Sosok Thohari Azis merupakan salah satu anggota NU sekaligus Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Tahun 2020. Culture dari keluarga beliau memang keluarga Nahdliyin di Magetan, ayah beliau mengajar di Madrasah Tsanawiyah untuk pelajaran Bahasa Arab.

Jadi, memang dilingkungan Thohari dan Keluarganya semua berada di Departemen Agama. Di Balikpapan Thohari sering berkumpul dengan para Kya'i, karena memang berasal dari culture keluarga.

Berkaitan dengan Pilkada karena Thohari masuk ke dalam Keluarga Besar Nadhliyin tentunya juga meminta doa kepada para kya'i. Sehingga dalam hal ini Thohari dapat menjunjung tinggi Fitroh dari Keluarga Besar Nadhliyin.

" Saya terus meminta doa, arahan dan Bimbingan kepada para Kya'i dan para ulama di Kota Balikpapan, agar jika saya mendapatkan amanah bersama Rahmad Mas'ud saya tetap menjalankan tradisi yang kami anut di keluarga kami," Kata Thohari Azis saat diwawancarai media kabarikn Via WA, Sabtu ( 03/10/2020 ).

Thohari juga turut meminta dukungan dan bimbingan kepada semua kalangan, keluarga besar yang ada di Balikpapan. Tentunya dengan meminta bimbingan nanti pasti akan diarahkan dan akhirnya keputusannya adalah dukungan.

Secara Pribadi Thohari tetap bersilaturahmi para ulama dan para kya'i khususnya di Kota Balikpapan.(Beny)

Oleh : Praktisi Hukum,

Hery Sunaryo, S.H

 Ketua Forum Masyarakat Untuk Transparansi ( FORMAT )

KOORDINATOR PROGRAM PERKUMPULAN STABIL

Kabarikn.com,Balikpapan-Ada dugaan atau prakiraan kami bahwa kecenderungan angka pengguna hak pilih menurun di pilkada Kota Balikpapan tahun 2020 dengan calon tunggal, terlebih, pilkada saat ini berlangsung dalam masa pandemi Covid, Calon tunggal membuat persaingan di pilkada Kota Balikpapan menjadi tidak kompetitif karna tidak adanya adu gagasan dalam proses pembangunan Kota Balikpapan Kedepan.

Akibat calon tunggal, juga membuat kompetisi pilkada Kota Balikpapan menjadi tidak kompetitif, serta tidak terjadi adu gagasan yang konstruktif dalam merencanakan proses pembangunan kota Balikpapan. Karenanya, penyelenggara pemilihan KPUD Kota Balikpapan harus bekerja keras mensosialisasikan pilkada calon tunggal tetap berjalan dengan lebih dari satu pilihan, karena selain ada calon tunggal, juga ada pilihan kolom kosong atau kotak kosong. 

Sosialisasi KPUD Kota Balikpapan cenderung dan terlihat sangat terbatas terkait keberadaan kolom kosong atau kotak kosong ini, sehingga tidak banyak masyarakat yang memahami pilkada bercalon tunggal dan pilihan-pilihan yang mereka miliki.

Munculnya calon tunggal pada pilkada kota Balikpapan ini tak lepas dari syarat pencalonan yang tinggi baik dari jalur partai maupun perseorangan. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada mensyaratkan partai atau gabungan partai bisa mengusung pasangan calon jika memiliki minimal 20 persen kursi DPRD. Sedangkan calon perseorangan wajib mengumpulkan dukungan antara 6,5-10 persen dari jumlah masyarakat yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Proses kaderisasi serta pengelolaan partai politik dikota Balikpapan terlihat belum menunjukan sikap tegas dalam melahirkan calon pemimpin melalui kaderisasi partai sehingga hal ini menjadi salah satu sebab yang ikut mempengaruhi lahirnya calon tunggal dalam Pilkada Kota Balikpapan.

Saat Pilkada mereka harus berkoalisi untuk mencari figur yang potensi menangnya besar. Sehingga ketika ada calon yang memiliki popularitas tinggi dengan kos politik atau financial yang mumpuni membuat semua partai bergabung,

Secara hitungan politis peluang calon tunggal untuk menang sangat besar. Tingginya peluang  kemenangan calon tunggal, salah satunya dipengaruhi oleh minimnya informasi, sosialisasi dan edukasi pada masyarakat bahwa calon tersebut tidak wajib dipilih. Ada ketidaksetaraan perlakuan dari penyelenggara Pemilu antara calon tunggal dan kotak kosong.

Tugas penyelenggara Pemilu, tidak hanya mensosialisasikan jika di suatu daerah tersebut hanya diikuti satu pasangan calon. Seperti yang terjadi dikota Balikpapan. KPUD Balikpapan harusnya mempromosikan pula kotak kosong lewat kampanye yang mereka fasilitasi melalui Anggaran APBD seperti saat penyebaran alat peraga, debat publik, dan publikasi di media massa.

Gak hanya menyampaikan ke publik bahwa di kota Balikpapan ini hanya ada calon tunggal tapi juga ada kotak kosong. Perlakuan gak setara ini yang membuat publik merasa calon tunggal ini wajib dipilih. Sehingga ketika datang ke TPS yg tertanam difikiran publik hanya paslon tunggal padahal ada pilihan lain yaitu kolom kosong.

Kendati peluang kemenangan calon tunggal tinggi, bukan berarti calon tunggal tak bisa dikalahkan oleh kotak kosong. Jika ada pihak-pihak yang menggerakkan masyarakat agar memilih kotak kosong dan KPUD Kota Balikpapan berlaku jujur dan Fair maka tidak menutup kemungkinan kolom kosong akan menang.

Problem lain polemik yang terjadi dimasyarakat  terkait soal boleh atau tidaknya  masyarakat kampanyekan kotak kosong di  Pilkada calon tunggal, masih menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. 

Bagaimana aspek hukum mengkampanyekan kotak kosong? Lalu apakah mengkampanyekan kotak kosong di Pilkada calon tunggal sama dengan mengkampanyekan golput?

Dalam UU Nomor: 10 Tahun 2016 , ttg pilkada menyatakan pemilihan 1 (satu) pasangan calon dilaksanakan dengan menggunakan surat suara yang memuat 2 (dua) kolom yang terdiri atas 1 (satu) kolom yang memuat foto pasangan calon dan 1 (satu) kolom kosong yang tidak bergambar. Pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos.

Menurut pandangan kami jika ketentuan perundang-undangan memberikan legalitas calon tunggal di Pilkada Balikpapan, seharusnya perlakuan untuk kotak kosong diberikan perlakuan yang adil dan setara dalam proses kontestasi Pilkada diBalikpapan. Jika pasangan calon kepala daerah diberikan kesempatan untuk mengkampanyekan dirinya kepada pemilih, hal yang sama seharusnya diberlakukan terhadap kotak kosong sebagai pengimplementasian kolom kosong yang dijamin oleh UU. 

Dalam mengkampanyekan kotak kosong jelas tidak sama dengan mengkampanyekan golput atau menyuruh orang tidak memilih.

Dasarnya, jelas kotak kosong sah secara hukum dan dilegalkan oleh UU. Sementara golput tidak ada aturan hukum yang melegalkan. 

Terkait mengkampanyekan kotak kosong soal boleh atau tidaknya mengkampanyekan kotak kosong di Pilkada calon tunggal, 

dalam UU Nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada menyatakan bahwa kampanye itu dilaksanakan tim kampanye, yang memiliki arti seseorang yang mendapatkan surat mandat dari pasangan calon.

Sementara, kotak kosong abstrak atau tidak ada seorangpun yang mencalonkan dan dicalonkan, dengan begitu tidak seorangpun yang mendapat mandat mengkampanyekan kotak kosong. Selain itu, kampanye juga memiliki arti penyampaian visi misi dan program dari pasangan calon.(*)

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Secara tegas Komunitas Relawan Warung Kopi Pak RT mengharapkan semua elemen masyarakat Balikpapan tetap santun dalam menjalankan kampanye untuk pasangan Rahmad dan Thohari (RT). Pernyataan ini didasari karena melihat fenomena yang terjadi. 

Selaku Ketua K Relawan Warung Kopi Pak RT , Katono meminta simpatisan dan relawan teatap menjunjung tinggi demokrasi. Pilihan boleh berbeda , tapi tetap disampaikan secara santun dan tidak menyebar kebencian.

" Kesantunan dalam menyampaikan pendapat harus menjadi cara elegan relawan Warkop" ajak Katono.

Selain itu dia juga meminta , masyarakat Balikpapan tetap cerdas dalam menentukan pilihannya. Jangan merasa terintimidasi oleh pihak-pihak manapun. Gunakan hati nuarani dan akal sehat.

"Mari sebagai masyarakat yang cerdas jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang keliru. Bijaklah dalam menentukan pilihan" tandasnya.

Untuk saat ini, Relawan Warkop mengimbau masyakat luas untuk tetap saling menghargai jika masih terjadi perbedaan pilihan politik. Namun diinternal komunitasnya, Katono mengharapkan relawanya harus menjaga kesantunan dalam menyampaikan sosialisasi figur pilihannya.*)

Kabarikn.com,BALIKPAPAN – Markas Daerah Laskar Merah Putih (Mada LMP) Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz sebagai pasangan calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan pada 9 Desember 2020.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Harian Mada LMP Kaltim Heriyanto SE di Sekretariat Mada LMP Kaltim Jalan Marsma Iswahyudi Balikpapan, Senin (28/09/2020).

Menurut Heriyanto, dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang, pihaknya meminta masyarakat, khususnya warga Balikpapan untuk menjaga kondusifitas kota agar pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, aman dan damai.

“Di kesempatan ini, Mada LMP Kalimantan Timur menyampaikan dukungan terhadap Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz sebagai pasangan calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota yang maju dalam Pilkada Balikpapan,” kata Heriyanto.

Heriyanto menambahkan, dukungan itu dirasa cukup beralasan karena Mada LMP Kaltim berada di kota Balikpapan. Mada LMP Kaltim juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Balikpapan untuk memilih pilihan yang sudah ada, bukan memilih kotak atau kolom kosong.

“Kenapa jangan memilih kotak kosong, menurut kami kotak kosong itu tidak punya visi dan misi. Yang harusnya kita pilih adalah yang sudah ada visi dan misinya,” harapnya.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, ada calon yang berani ambil resiko maju mencalonkan diri sebagai Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota, terutama yang di Balikpapan yakni Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz.

“Meski mendukung Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz sebagai Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan, LMP Kaltim tidak berpolitik. Tapi dalam beberapa hal kita melihat ada fenomena baru yakni calon tunggal di Pilkada Balikpapan. Untuk mekanisme strategi politik, ada pada masing-masing Paslon dan tim-nya, sedangkan kami hanya mendukung saja,” terang Heriyanto diamini Sekretaris Daerah LMP Kaltim, M Thohir.

Lebih lanjut, ucap Heriyanto, yang paling utama adalah bagaimana pihaknya menjaga kondusifitas kota serta bagaimana perjalanan Pilkada di Balikpapan berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk memilih yang sudah ada calonnya,” pesan Heriyanto.

Selain mendukung Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz sebagai Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota yang maju dalam Pilkada Balikpapan 9 Desember mendatang, Mada LMP Kaltim juga mengajak masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan. Pasalnya, pandemi Covid-19 di Balikpapan masih terjadi dengan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 semakin bertambah.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, kami juga mengajak masyarakat, khususnya warga Balikpapan untuk mentaati protokol kesehatan dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Dalam penyampaian dukungan Paslon Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz sebagai Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan adalah Panglima Mada LMP Kaltim M. Sahmid, Komandan Brigade M. Nainggolan, Waka Mada Bidang Perhubungan dan Transportasi Risman Sirait SH, Wadan Brigade H. Mustafa dan M. Syarif, serta Bidang Hubungan antar Lembaga Mada LMP Kaltim Bobby Suhara.Komandan provost Mada LMP Kaltim,Amrin(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Menjelang memasuki kampanye pemilihan kepala dearah (Pilkada) di Balikpapan , Majelis Daerah Balikpapan Korps Alumi Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengharapkan semua pihak tetap dapat menjaga kondusivitas kota. Walaupun untuk Balikpapan terdapat calon tunggal, namun melihat dinamika politik yang terjadi masih terdapat beberapa ketidakpuasan masyarakat dengan realitas politik yang ada.

Ketua KAHMI Balikpapan Madram Muchyar menyatakan apa pun yang menjadi pilihan masyarakat selama itu tidak melanggar aturan yang ada tetap harus dihormati. Namun jangan sampai gesekan timbul hanya karena pilihan yang berbeda. Apa lagi jika harus dilakukan tidak secara santun, meyebar berita - berita kebencian yang menambah warna demokrasi tidak sehat.

“ Silahkan masyarakat melihat dan menentukan pilihan politiknya. Yang terpenting dari dinamika poitik yang saat ini sedang berlangsung, Balikpapan harus tetap kondusif”ujar Madram.

Ditambahkan Wakil Ketua KAHMI Balikpapan, Danang Agung, sikap netral lembaga KAHMI dengan fenomena politik Balikpapan sudah ditegaskan. Namun KAHMI juga memiliki tanggung jawab terhadap kondusifitas kota ini, tapi mengajak masyarakat tetap kritis dalam melihat proses demokrasi yang ada di Balikpapan. 

“Pilihan semua kembali pada masyarakat, tetap gunakan hati nurani dan rasionalitas dalam menentukan pilihan kita”terang Danang.

Lanjutnya, karena kontestansi Pilkada di Balikpapan hanya satu pasangan calon, masyarakat lebih mudah untuk menilainya. Sejauh mana figur yang saat ini, apakah dianggap mampu menjawab permasalahan kota Balikpapan. Semua Kembali pada masyarakat Balikpapan yang semakin cerdas dalam menentukan sikap dan pilihannya.*)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-PARTAI BERKARYA KALIMANTAN TIMUR resmi mendeklarasikan sebagai partai pendukung pasangan H Rahmad Mas'ud, SE, ME dan Thohari Aziz, SH sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan di Pilkada Balikpapan. 

"Bismillah kami resmi mendukung pasangan Rahmad-Thohari, "kata Sumaria Daeng Toba Ketua DPW Partai Berkarya Kaltim. 

Pernyataan sikap ini disampaikan dihadapan pengurus dan kader Partai Berkarya yang diadakan di kawasan ruko Bandar pada (27/9).

Sumaria pun menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah mendapatkan restu dan persetujuan langsung dari Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Suharto. 

"Kami mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk memilih Rahmad-Thohari, "ujar Sumaria. 

Menurut Sumaria kalau Rahmad-Thohari sampai kalah, maka Balikpapan tidak akan memiliki Walikota definitif karena nanti yang akan menjabat adalah Pj Walikota yang bukan orang Balikpapan. 

Pj Walikota ini terbatas kewenangannya salah satunya tidak bisa mengesahkan dan menjalankan RPJMP baru, dia hanya bisa menjalankan dan melanjutkan program dari Walikota yang lama. Maka dampaknya pembangunan di Kota Balikpapan akan stagnan dan tidak ada program yang baru. 

"Jangan biarkan Balikpapan tanpa Walikota,karena itu pilih Rahmad-Thohari, "tegas Sumaria. 

Sumaria yang juga aktif membina pengusaha UKM dan PKL ini menyampaikan bahwa saat ini timnya telah membangun jaringan sampai ke tingkat kelurahan bahkan RT, dimana mereka sudah bergerak untuk memenangkan pasangan Rahmad-Thohari. 

Karena itulah Sumaria mengajak seluruh masyarakat kota Balikpapan untuk mensukseskan dan memilih pasangan Rahmad-Thohari di Pilkada Balikpapan nanti.*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis ( 24/09/2020 ), Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud -Thohari Azis mengikuti kegiatan tahapan KPU Balikpapan yaitu pengundian tata letak pasangan calon.

Pada kegiatan Pengundian Tata Letak Pasangan Calon tersebut dilaksanakan di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, dihadiri oleh Pasangan Calon Wali Kota Balikpapan dan Wakil Wali Kota Balikpapan beserta Stekholder.

Dalam Pengundian Tata Letak, Pasangan Calon Rahmad - Thohari memilih Tata Letak sebelah Kanan untuk Pemilihan Suara yang akan diselenggarakan nanti.

Calon Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menyampaikan Kanan tersebut dapat diartikan sebagai tempat yang terbaik dan mereka akan berusaha menjadi yang terbaik khususnya untuk membangun Kota Balikpapan.

Semua Prosedur akan dilakukan dan jika sudah ditetapkan Thohari Azis akan membuat Surat Pengunduran Diri sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan dan nantinya tetap akan diserahkan kepada regulasi yang berlaku.

Pasangan Rahmad - Thohari tetap berkomitmen dalam melaksanakan Protokol Kesehatan dan mereka menghimbau khususnya kepada Tim Relawan mereka, Simpatisan maupun pendukung agar tetap menaati protokol kesehatan.

" Hal ini jangan dianggap remeh karena ini merupakan masalah besar dan jangan sampai pilkada ini menjadikan cluster baru penyebaran covid-19 di Kota Balikpapan," Kata Rahmad Mas'ud.

Rahmad berkomitmen agar kita semua dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Balikpapan.

Terkait Kampanye yang sangat terbatas ini diketahui tidak merugikan Pasangan Calon RM - TA dan dapat diartikan juga ini merupakan strategi.

" Kita harus pandai mengatur strategi, untuk meyakinkan kepada pemilih dan menjual visi misi kita. Bagaimana kita bisa meyakinkan kepada warga, sehingga warga Balikpapan dapat menentukan pilihannya nanti kepada kami," Ujarnya (tri).

Milad KAHMI ke-54 dihadiri Walikota dan Ketua DPRD Balikpapan

Kabarikn.com ,Balikpapan-Milad Korps Alumi Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-54 di gelar oleh Majelis Daerah KAHMI Balikpapan secara sederhana, di KAHMI Center, Warung Arul Aril Kelurahan Sepinggan Baru pada Sabtu (19/9).Kegiatan yang dihadiri oleh Walikota dan Ketua DPRD Balikpapan tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Hadir pula pengurus HMI Cabang Balikpapan, Kohati dan Forhati yang merukana keluarga besar KAHMI Balikpapan.

Dalam sambutannya Ketua KAHMI Balikpapan Madram Muchyar menyatakan perjalanan KAHMI secara nasional sejak berdirinya 17 September 1966 sangat anjang memberi warna pada bangsa Indonesia. Begitu pula KAHMI Balikpapan, selalu ingin berkontribusi baik secara gagasan dan intelektualitas pada pembangunan Balikpapan saat ini, ataupun terlibat dalam peran-peran strategis lainnya..

“Sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, bernafaskan islam   dan bertangung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, KAHMI selalu berupaya memberikan kontribusi pemikiran untuk megara dan kota ini “ujar Madram.

Sehingga lanjut Madram,  sebagai bagian dari upaya untuk perduli dengan Pandemi Covid - 19, maka kami membatasi jumlah peserta dalam Milad Ini dan standar protokol Kesehatan tetap dilakukan. Begitupula dengan Pilkada Balikpapan secara kelembagaan KAHMI  tetap netral dan mengajak seluruh masyarakat Balikpapan bersama-sama  menjaga kondusivitas kota ini.

Ditambahkan Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, sejauh ini pihaknya sangat mengapresisai terhadap keberadaan KAHMI. Sebagai bagian pemerintahan dilegislatif  sangat butuh masukan dan saran dari elemen masyarakat lainnya. Terhadap netralitas lembaga KAHMI dalam Pilkada 202 0ini pihaknyapun sangat menghargai, sebagai bentuk sikap independent organisasi.

“Yang penting tetap mendukung  bagaiamana Pilkada Balikpapan berjalan aman dan lancar , ajak masyarak agar jangan golput” ajak Abdulloh

Senada dengan itu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan penyelengagran Pilkada disaat pandemi agak sulit. Dimana  ketika petugas pemungutan suara harus memberikan kesempatan pada pemilih yang terkena Covid di Rumah Sakit Umu (RSU)U. Dikhawatirkan apakah ada petugas yang bersedia dan Balikpapan belum memiliki pengalaman terkait hal tersebut.

Saat ini pula , untuk Balikpapan ada 2600 orang yang terkonfirmasi positif,  tingkat kematian tinggi bayak yang tidak patuhi protokol kesehatan. Sehingga pemkot Balikpapan mengeluarkan Perwali yang membatasi jam beraktivitas warga dan sanksi bagi yang melanggar.

Kebijakan yang tidak nayaman ini hendaknya dapat dipahami sebagai upaya yang diberikan Pemkot Balikpapan dalam menekan penyebaran Covid-18 dan menjaga warganya.

“Pada KAHMI ,HMI da Forhati saya miinta dukungannya  untuk mensosialisasikan di lingkungan terdekat dan keluarga,  agar terus mematuhi protokol kesehatan penangggulangan penyebaran Covid-19 ini”ajak Rizal

Seyognya kegiatan Milda KAHMI ke-54 ini juga kan dihadiri oleh Wakil Walikota Rahmad Mas.ud SE. ME dan Ahmad Basir. Panitia sudah bertemu dan memberikan undangan pada tokoh Balikpapan tersebut. Namun pada hari H, keduanya masih berada diluarkota.

 

Penulis; Danang Agung Wakil Ketua KAHMI Balikpapan

Kabarikn.com,Balikpapan-Sebagai suatu entitas elemen bangsa  kehadiran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau KAHMI pada 17 September 1966 silam, mempunyai tanggung jawab besar dalam menjamin kelangsungan, keutuhan, kedaulatan, kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Serta perwujudan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu KAHMI secara organisatoris harus mampu dan tampil di garis terdepan, melalui konsep dan tindakan kongkrit, terhadap permasalahan kekinian kedaerahan dan kebangsaan. 

Hadirnya KAHMI diharapkan terus menjaga nilai keIslaman sebagai dasar ketauhidan Hablumminallah dan Hablumminannas; nilai Ke-Indonesia-an sebagai tanggung jawab menjadi WNI yang wajib menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa, serta keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk tetap menjaga nilai-nilai tersebut, KAHMI harus memiliki nilai Kecendikiawanan yang senantiasa mendasarkan kepada kebenaran, ilmu pengetahuan, kejujuran dan ketulusan serta rasa tanggung jawab untuk menghasilkan karya karya inovatif yang bermanfaat bagi kemajuan dan  kemaslahatan ummat manusia.

Saat ini bangsa Indonesia masih dilanda Pandemi Covid-19. Segala cara untuk menghentikan penyebaran virus ini sudah diupayakan oleh negara. Tantangan saat ini merubah prilaku dan cara hidup bersosial masyarakat bukanlah perkara mudah, namun sudah harus menjadi tuntutan dan penekanan. Bahkan New Normal yang dibuka untuk mengembalikan kehidupan sosial ternyata bukan membuat kita semakin waspada, namun malah membuat kita lalai. 

Pandemi yang tak kasat mata ini masih dianggap sebagian masyarakat adalah halusinasi. Padahal  ribuan korban berjatuhan terpapar karenanya. Sendi-sendi kehidupan masyarakat terganggu bukan hanya Indonesia namun dunia, perekonomian terguncang. Karenanya KAHMI dituntut untuk memberikan edukasi dan informasi yang tepat ditengah maraknya informasi yang kadang menyesatkan.  Covid-19 adalah musuh bersama kita hari ini, melalui kerja sama  yakin usaha sampai Pandemi ini akan bisa kita lewati.

Ditengah Pandemi yang masih menghantui bangsa ini, ternyata dalam waktu dekat kita akan dihadapkan pada perhelatan pesta demokrasi serentak untuk memiliki kepala daerah ditingkat Gubernur dan Bupati/Walikota. Tak ketinggala untuk kota Balikpapan. 

Hiruk pikuk Pilkada tersebut menjadi catatan penting untuk kita semua, dimana biasanya dalam memobilisasi kegiatan kampanye disaat normal menghadirkan masyarakat banyak. Kini kegiatan serupa dipastikan harus tidak terjadi. Selain sangat riskan terpapar Covid-19, gesekan sosial diakar rumput harus dihindari 

Sebagai warga negara dan insan cendekia, KAHMI memiliki kewajiban untuk turut membangun bangsa dan negara. KAHMI berkewajiban untuk menjaga dan merawat daerah ini. Sebagai Muslim, KAHMI berkewajiban menegakkan amal makruf nahi munkar, termasuk dalam politik.  

Tetapi, politik KAHMI bukan politik praktis, melainkan politik moral yang menekankan pada nilai. Dimana nilai-nilai keluhuran yang menjunjung tinggi pada kepentingan yang lebih besar menjadi prioritas utama yang harus diselamatkan oleh KAHMI dan masyarakat. KAHMI harus hadir mensosialisasikan dan menebar kedamaian pada masyarakat luas. Pilkada bukanlah fokus utama yang mendapatkan porsi lebih untuk menguras daya pikir dan kerja kita. Namun bagaiamana kehidupan soisal dan ekonomi saat ini harus dapat kembali berjalan normal. 

Dalam setiapa perhelatan Pilkada tak dipungkiri  ancaman “keterbelahan” terjadi. Berbagai macam ujaran kebencian, berita hoax dan informasi yang mengandung unsur SARA yang dijumpai di media sosial, cukup mengkhawatirkan kelangsungan kota ini. Pengalaman telah membuktikan, bagaiamana hingga kini pemilihan-pemilihan seperti itu  masih menjadi momok mengkhawatirkan, yang mengancam disintegritas kebangsaan.  

Dalam hal ini KAHMI perlu mengambil peran untuk turut membantu bangsa dan negara mencari akar persoalan dan memberikan solusi konkritnya: apakah masyarakat kota ini ia sudah berubah menjadi bangsa intoleran, yang tidak lagi menghargai sopan santun, budaya dan nilai-nilai agama?. 

KAHMI harus mampu menjadi perekat dari mozaik-mozaik yang terpecah hanya karena beda pilihan dan warna. Menyadarkan pada seganap masyarakat luas, Pilkada bukanlah tujuan akhir dari sebuah demokrasi, ia hanya sebagian dari cara pilihan-pilihan yang telah disepakati dan belum tentu tepat. Namun harus kita hargai. Utama dari semua demokrasi yang hendak tercapai adalah penghargaan pada hak-hak pihak lain namun tetap terbingkai dalam keberlangsungan kondusivitas bermasyarakat.   

Untuk menjawab persoalan tersebut, penting bagi KAHMI untuk melakukan penguatan soliditas internal dengan membangun konsolidasi dan kesepahaman. Bahwa kondusdivitas daerah adalah hal utama yang menjadi skala prioritas harus kita perjuangkan dari pada kepentingan sekolompok dan golongan. KAHMI menawarkan cara-cara elegan dan kesantunan dalam merebut simpati meraih dukungan. 

Dengan solidaritas  kokoh dan kesepahaman tujuan didasarkan atas nilai-nilai Islam serta 5 insan cita,( Insan Akademis,  Insan Pencipta, Insan Pengabdi, bernafaskan Islam dan  bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SW). KAHMI diharapkan terjalin sinergi yang kuat untuk turut melakukan perbaikan atas persoalan yang dihadapi bangsa dan negara. KAHMI hendaknya terus mampu memberikan solusi dari aneka ragam problematika kebangsaan dan kedaerahan yang kini dan nanti akan terjadi. KAHMI adalah solusi untuk negeri ini. Selamat Milad KAHMI.

 

Kabarikn.com,BALIKPAPAN – Polling  menjadi salah satu alat untuk melakukan penggiringan opini publik, terutama saat jelang pelaksanaan pesta demokrasi. Masyarakat diminta untuk dapat selektif terhadap polling yang berseliweran di media sosial maupun aplikasi messenger. Apalagi jika polling tersebut tidak membatasi responden dalam memberi pilihan jawaban. Berarti, satu orang bisa klik berulang-ulang pada pilihan yang sama.

“Masyarakat harus hati-hati terhadap polling yang muncul di saat pesta demokrasi, seperti di pilkada yang tahapannya sedang berlangsung saat ini. Karena polling ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk membentuk opini, untuk kepentingan politiknya,” kata M Izzul Mutho, peneliti Esa Komunika Kreatif kepada media ini, Senin (14/9/2020).

Saat ini, kata Izul, ada polling online yang bisa diklik beberapa kali oleh responden, sehingga mudah dimobilisasi untuk memilih calon tertentu, guna menggiring opini publik. Jika pun pembatasannya pada IP address, masih bisa menggunakan IP address lainnya dengan orang yang sama. “Pindah lokasi wifi saja, sudah bisa klik lagi, orang yang sama. Jadi, polling ini tidak ilmiah. Berbeda dengan survey. Kegiatan survey, sepanjang dilakukan dengan metodelogi yang benar, itu dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Izul, yang kerap melakukan survey sosial politik terkait pesta demokrasi.  

Izul menyangkan jika ada pihak yang memanfaatkan polling untuk membangun opini public terhadap sesuatu yang merugikan masyarakat. Ia prihatin, masyarakat hanya menjadi korban kepentingan politik. “Masyarakat kita kan tidak paham, mana jajak pendapat yang ilmiah, mana yang tidak. Tahunya, oh, mayoritas pendapat orang begini ya. Ikut ah.. Lah, in ikan jadi salah. Karena sample tidak teruji,” tegas Izul. 

Untuk itu, sekali lagi izul mengajak masyarakat untuk mewaspadai adanya polling online yang di share di messenger maupun media social. Jika ada polling yang bisa diklik lebih dari satu kali untuk pilihan jawaban, maka sudah sepatutnya dicurigai dan tidak perlu diikuti serta dibagikan lagi kepada yang lain. “Kita sebagai masyarakat juga punya tanggungjawab social. Jangan ikut-ikutan share,” kata Izul.(*)