[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan – Seperti yang dilakukan oleh anggota Kepolisian jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim ini. Usai mengikuti apel pagi, sejumlah petugas langsung berkeliling diseputaran kota Balikpapan. Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai patroli wilayah memantau dinamika Kamtibmas wilayah. Kamis, (15/4).

Petugas patroli Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltimmenyambangi beberapa warga yang ditemui seperti para pedagang dan tukang ojek online. Bukan itu saja, petugas juga menyambangi pasar rakyat dibeberapa lokasi. Sembari blusukan dan berinteraksi dengan para pengunjung, petrugas menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan.

Wadanyon A Pelopor AKP Edy Musdwiyono, S. Sos mengatakan sampai dengan saat ini dampak pandemi Covid-19 masih cukup dirasakan oleh masyarakat khususnya warga tak mampu dan pekerja informal.

Disamping itu, di masa pandemi yang telah berlangsung satu tahun ini, sebagian masyarakat mengalami kejenuhan sehingga diakui atau tidak tingkat kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan mulai menurun.

“Nah, sudah menjadi tugas kita bersama membantu mengingatkan menghimbau protokol kesehatan di masa pandemi ini.” Ungkap AKP Edy Musdwiyono.

Pihaknya menegaskan tidak akan mengendorkan berbagai upaya yang telah tergelar rutin guna menggugah kesadaran warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari paparan Covid 19. Baik melalui penertiban maupun sosialisasi yang dilaksanakan setiap hari oleh jajarannya.

“Target terdekat adalah Kota Balikpapan bisa menurun terpapar dan lepas dari Covid-19 dan kita semua terus bekerja keras untuk itu. Pungkasnya.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kaltim dan Wakapolda Kaltim dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

Rilis : Brimob Polda Kaltim

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Sebagai wujud implementasi program unggulan Satuan Brimob Polda Kaltim Personel Batalyon A Pelopor melaksanakan kegiatan Gerakan Infaq Dua Ribu (GERAQ DURI) yang dilaksanakan secara rutin setelah kegiatan apel pagi.

Gerakan Infaq Dua Ribu ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Satbrimob Polda Kaltim dan dilaksanakan di seluruh jajarannya.

Setelah terkumpul dana infaq yang terkumpul akan disalurkan kepada yang membutuhkan di wilayah Kota Balikpapan dan sekitarnya.

Wakil Komandan Batalyon A Pelopor AKP Edy Musdwiyono, S. Sos menerangkan bahwasanya kegiatan gerakan infaq ini merupakan giat rutin di jajaran Batalyon A Pelopor. Kamis (15/4).

“Semoga dalam kegiatan ini jajaran Batalyon A Pelopor dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh rasa keikhlasan terutama untuk membantu masyarakat pada saat pandemi covid-19 ini,” tambah AKP Edy Musdwiyono.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K. berharap, “Dengan adanya program Gerakan Infaq Dua Ribu ini dapat membentuk personel Brimob yang dermawan, beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT serta peduli dengan sesama dan masyarakat.” Ucap John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kaltim dan Wakapolda Kaltim dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Tim patroli jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan giat sambang dan kordinasi bersama piket posko Kesiapsiagaan Bencana Potensi Kota Balikpapan untuk mengantisipasi bencana yang ada di Kota Balikpapan. Rabu (14/04/2021).

Kedatangan tim patroli Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim disambut oleh anggota BPBD yang sedang melaksanakan siaga di posko, sekaligus untuk berkoordinasi dengan BPBD terkait penanganan bencana di wilayah Kota Balikpapan.

Wadanyon A Pelopor AKP Edy Musdwiyono, S. Sos menyampaikan bahwa, “selama ini, kerjasama yang erat dan sinergi sudah terjalin antar polri dan instansi terkait untuk penanganan bencana yang ada di wilayah Kota Balikpapan,” ucapnya.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kaltim dan Wakapolda Kaltim dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

Rilis : Brimob Polda Kaltim

KabarIkn.com,JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Propam Polri untuk menindak tegas seluruh personel kepolisian yang masih terjerat dalam kasus Narkoba. 

Hal itu ditekankan Sigit saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Propam Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2021).

"Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa dibina, yang begitu-begitu segera selesaikan," kata Sigit dalam sambutannya. 

Menurut Sigit, sebagai personel kepolisian tugas pokoknya sudah jelas, memberantas, memberangus dan menangkap bandar narkoba di Indonesia. Bukan malah sebaliknya, polisi malah terjerumus masalah itu.

"Karena saya pikir kami sebagai penegak hukum yang bertugas melakukan penangkapan, pemberantasan terhadap hal seperti itu. Tapi disitu rekan-rekan juga di dalamnya yang beginian selesaikan dengan cepat," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Saat ini, Sigit menyebut, sudah banyak perubahan sikap maupun perilaku dari aparat kepolisian di lapangan. Terutama personel yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Saya melihat di lapangan banyak sekali perubahan yang sudah dilakukan oleh anggota, 

saya melihat bagaiamana rekan-rekan bekerja kerja hadir pada saat masyarakat membutuhkan kehadiran dari kepolisian pada saat siang, pada saat banjir, pada saat hujan," ujar Sigit.

Oleh sebab itu, Sigit menekankan, oknum-oknum kepolisian yang terlibat narkoba ataupun terjerat pidana lainnya justru akan merusak citra Polri yang saat ini terus membangun kepercayaan publik lebih tinggi lagi.

"Oleh karena itu jangan hanya gara-gara satu dua orang oknum yang melakukan pelanggaran maka 100 anggota yang sudah bersusah payah itu kemudian hilang. Ibarat hanya gara-gara nila setitik maka rusak susu sebelanga, hal seperti itu ke depan harus diperbaiki," tutup Sigit.

KabarIkn.com,JAKARTA —Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi malaunching Polri TV dan Radio di Gedung Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Senin (12/4). 

Kapolri mengatakan, peluncuran Polri TV dan Radio ini sebagai bagian dari upaya Korps Bhayangkara untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui strategi komunikasi publik dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi. 

"Harapan saya dengan kita launching TV dan Radio Polri ini tentunya kita bisa memberikan edukasi, informasi terkait dengan pelayanan kepolisian yang saat ini terus kita kembangkan," kata Kapolri dalam sambutannya, Senin (12/4). 

"Tentunya hal itu membutuhkan sosialisasi," tambah Kapolri menekankan. 

Dengan adanya Polri TV dan Radio juga diharapkan mampu menginformasikan kehadiran polisi ditengah masyarakat baik pagi, siang hingga malam. Dengan begitu, muncul interaksi antara Polri dengan masyarakat. 

Yang terpenting, Sigit menekankan Polri TV dan Radio bisa memberikan informasi terkait trend gangguan Kamtibmas serta tips untuk menghadapi masalah Kamtibmas dengan harapan masyarakat memiliki daya cegah dan tangkal terhadap persoalan gangguan Kamtibmas. 

"Sehingga persoalan-persoalan di tengah masyarakat akan lebih mudah dipecahkan oleh personel polri di lapangan," kata Listyo

Disisi lain, Polri TV dan Radio juga diharapkan menjadi saluran informasi terpercaya program-program pemerintah, seperti pengenalan PPKM Mikro, penanganan Karhutla, dan bagaimana masyarakat menghadapi peristiwa bencana alam. 

"Informasi-informasi, yang diberikan kepada masyarakat harus akurat, jelas dan terpercaya serta selaras dan mendukung program pemerintah," tekan Kapolri. 

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menambahkan, Polri TV dan Radio bertujuan untuk memberikan saluran informasi kepada masyarakat secara transparansi dan terpercaya demi mewujudkan Polri yang Presisi.

Dimana tujuannya agar memudahkan penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya, dapat digunakan dalam kegiatan sosialisasi program Polri secara komprehensif, memberikan wawasan kepada Publik tentang kegiatan dan hasil kinerja Polri serta menjadi rujukan media mainstream dalam pembuatan media.

Adapun program-program Polri TV Radio yang akan disajikan kepada masyarakat terdiri dari. Program TV, yaitu: Presisi Petang, Presisi Siang, Presisi Update, Indepth Story, Cek TKP, Kapolri sepekan, Commander Wish, Inspirasi Pagi, dan Podcast Polri Presisi;

Sementara Program Radio, yaitu: Podcast Polri, Sapa Warga, Inspirasi Pagi, Siaga Malam, Presisi Petang, Presisi Pagi, dan Top 5 News.

KabarIkn.com,Balikpapan – Jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan patroli Gereja atau tempat ibadah, Senin (12/04/2021).

Kegiatan patroli tersebut sebagai kegiatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan giat patroli rutin di setiap pelaksanaan ibadah di Kota Balikpapan.

“Beberapa gereja yang melaksanakan ibadah secara online atau streaming pun tetap kita laksanakan patroli sebagai langkah preventif agar tetap aman dan kondusif,” tambah Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K.

Tim Patroli Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim juga menghimbau kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah tatap muka untuk selalu menjaga jarak atau menggunakan masker karena masih dalam pandemi virus Covid – 19.

Pengecekan CCTV dan penutupan gerbang ketika ibadah sedang berlangsung pun juga di laksanakan guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kaltim dan Wakapolda Kaltim dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

Rilis : Brimob Polda Kaltim

KabarIkn.com,JAKARTA- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi massal COVID-19 di Mapolda Sulawesi Utara hari ini, Kamis, 1 April 2021. Vaksinasi ini diikuti personel Polri dan masyarakat sekitar.

"Hari ini sebanyak 204 personel dan 60 orang masyarakat umum dari Puskesmas melaksanakan vaksinasi COVID-19," kata Listyo dalam keterangannya.

Listyo menjelaskan, sebanyak 8.053 personel di Sulawesi Utara yang sudah dilakukan vaksinasi tahap pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 personel yang sudah melakukan vaksinasi tahap dua yang artinya sudah 20,07 persen.

"Dalam pelaksanaan vaksinasi ini sebanyak 25 orang vaksinator Polri yang dibantu vaksinator dari puskesmas sebanyak 12 orang," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Jenderal Listyo didampingi Kadiv Humas Polri, Wakabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Kakorwas PPNS Polri. Kedatangan Kapolri disambut oleh Gubernur Sulut, Kapolda Sulut dan Pangdam.

KabarIkn.com,JAKARTA - Polri melalui tim Detasemen Khusus (Densus) 88 bergerak cepat usai peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan jajaranya itu menangkap beberapa terduga teroris. Di Makassar, Densus menangkap empat orang yaitu AS, SAS, MR dan AA. 

“Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara,” kata Kapolri dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021). 

Keempat terduga teroris yang ditangkap di Makassar ini, berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad serta membeli bahan-bahan peledak untuk disiapkan bom bunuh diri. 

Bersamaan dengan itu, sambung Listyo Sigit, tim Densus juga bergerak melakukan penggeledahan dan penangkapan di dua wilayah yakni Condet Jakarta Timur dan Bekasi Jawa Barat. Empat terduga teroris diamankan yakni A, AH, AJ dan BS berikut barang bukti bom dan bahan peledak lainnya. 

“Polisi temukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, 5 Toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flashfolder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak Jumlahnya 4 Kg , kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan Jumlah 1,5 Kg,” jelas Kapolri. 

Kemudian hasil operasi penangkapan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Densus 88 mengamankan lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD). 

“Total lima pelaku telah diamankan, serta terus dikembangkan, dalam waktu dekat dapat diamankan,” pungkas Listyo Sigit. 

Untuk itu, Kapolri meminta agar masyarakat di Jakarta,Makassar, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan aktivitas seperti biasa dan tetap tenang jangan panik. Ia memastikan, bahwa jajarannya terus mengejar kelompok-kelompok teroris dan mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri ini. 

“Saya Himbau masyarakat tetap tenang, tidak usah panik, terkait masalah teroris merupakan tugas kami untuk mengusut tuntas,” Tutup Kapolri.

KabarIkn.com,JAKARTA - Teka teki pelaku bom bunuh diri yang tewas di depan halaman gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, perlahan-lahan mulai terungkap. 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebut, pelaku bom bunuh diri  terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Dari data yang diperoleh keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan. "Betul pelaku pasangam suami istri baru menikah enam bulan," kata Argo dalam keterangannya, Senin (29/3/2021). 

Seperti diketahui, pasca bom  bunuh diri beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic berboncengan dengan seorang wanita. Motor dengan nopol DD 5984 MD tersebut tampak hancur. 

Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaaan swasta. "Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya," ujar Argo. 

Dia mengatakan, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah pelaku. "Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dah kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," tandasnya. 

Argo mengungkapkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. "Pelaku berafiliasi dengan JAD," ucapnya.

Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. 13 diantaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam. "Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan," tutupnya.

Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pasca-Bom Bunuh Diri di Katedral 

KabarIkn.com,JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sigit menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

"Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya," kata Sigit saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Sigit menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Mengingat, negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi ataupun serangan teror apapun.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar untuk melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut. 

"Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP," ujar Argo.

Disisi lain, Argo memastikan bawah, aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang. 

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.

"Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petinjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan kematian tuhan dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas," ucap Argo.

"Masyarakat tetap tenang serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini," kata Argo melanjutkan. 

Peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Diduga pelaku berjumlah dua menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

KabarIkn.com,JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk meningkatkan sinergitas soal keamanan dan penegakan hukum di perairan Indonesia. Penguatan itu dilakukan di satuan jajaran TNI AL dan Polri. 

"Sinergitas kerjasama di operasi utamanya amarinir dan Brimob, Lantamal dengan Polair," kata Sigit dalam pertemuannya bersama KSAL.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri dan KSAL juga mendiskusikan soal maraknya kejahatan tindak pidana narkoba yang diselundupkan melalui jalur laut atau perairan. Modus pelaku kejahatan itupun untuk mengelabui petugas saat ini beragam, misalnya menyimpan barang haram itu dengan dibungkus kemasan teh.  

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan, dalam penanganan kasus kejahatan di perairan perlu adanya penguatan sinergitas di tingkat bawah hingga atas. Mengingat saat ini banyak jalur perairan dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Oleh sebab itu, Sigit menyebut, perlu adanya pembahasan soal dilakukannya pelatihan bersama antara personel Polri dan TNI AL dalam mengamankan perairan Indonesia. 

"Bagaimana ada kegiatan pelatihan bersama ada integrasi di tingkat pelaksana. Minimal pernah ada pelatihan bersama," ungkap mantan Kapolda Banten ini. 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono berpandangan perlunya meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri dalam memberangus kejahatan. 

"Kerjasama sinergitas AL dengan polisi terutama Polair. Kewenangan yang bukan AL diserahkan ke Polisi. Hal seperti ini dikembangkan dan di tingkatkan dalam sinergitas," ucap Yudo. 

Dengan munculnya fenomena kejahatan di perairan itu, Yudo pun sepakat perlu adanya integritas dari jajaran TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya.

KabarIkn.com,JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) di Mabes Polri, Senin 22 Maret 2021.

Dalam pertemuan ini, Kapolri mengatakan, pendekatan dan diskusi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia pun menyambut baik dimana bentuk intoleransi yang dilawan dengan moderasi keagamaan yang memerlukan tokoh-tokoh agama.

"Kami juga siap bekerjasama dengan pemuda masjid untuk membangun bangsa," katanya.

Peran ormas yang peduli bangsa saat ini, kata Kapolri, sudah semakin bagus. Ia pun berharap, basis pemuda masjid sampai tingkat desa harus saling menguatkan.

Selain itu, mantan Kabareskrim ini meminta peran tokoh agama menyosialisasikan 3M dan ketahanan pangan melalui program Kampung Tangguh.

"Prinsipnya Polri siap bekerjasama dan mendukung program-program dalam memerangi hal-hal yang menyerang negara," unhkapnya.

Mantan Kapolda Banten ini  pun mengajak para tokoh dan pemuda agama bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di Pilpres dan Pilkada.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Said Aldi mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan polisi di daerah dalam membina ustaz, ustazah serta dai dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya radikal masuk ke pemuda Masjid.

"Badan Pemuda Masjid dalam membina ustaz, ustazah dan dai kamtibmas sekalian untuk menutup kemungkinan adanya radikal yang akan masuk ke pemuda Masjid," katanya.

Ketua Penasehat BKPRMI Idrus Marham mengatakan, basis BKPRMI adalah masjid, maka jika ada masalah di Masjid dapat dikoordinasikan dengan pemuda Masjid.

"Kalau ada bencana maka pemuda masjid ikut mengambil bagian dan bagaimana polanya kerjasama pembinaan masyarakat sesuai dengan ciri karakter masing-masing daerah," ujarnya.