[Valid RSS]

KabarIkn.com,MAKASSAR- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona. Dalam kegiatannya, Sigit meninjau dan mengapresiasi program kampung tangguh Balla Ewako. 

Menurut Sigit kampung tangguh Balla Ewako mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu terbukti bahwa, Provinsi Sulsel yang tadinya zona merah kini menjadi zona hijau.

"Saya apresiasi terkait angka Covid-19 di Sulsel yang dulunya masuk zona merah dan dengan kegiatan Balla Ewako yang didukung disiplin menerapkan Prokes bisa berubah menjadi zona hijau," kata Sigit dalam kunjungan kerjanya, Kamis (11/2/2021).

Sigit dan jajaran juga mensosialisasikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (3M) dan testing, tracing, treatment 3T.

Adapun jumlah kampung tangguh nusantara di Sulsel sebanyak 2.670 tersebar di 3.048 desa/kelurahan. Lantaran efektif untuk menekan penyebaran virus corona, Sigit berharap masyarakat Sulsel mau terlibat aktif dalam mendukung program kampung tangguh Balla Ewako tersebut. Mengingat, kerjasama seluruh elemen masyarakat diperlukan di masa pandemi ini.

"Tolong  pertahankan ini, dan bersama-sama kami gelorakan program Kampung Tangguh Balla Ewako untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan semoga tetap dala Zona Hijau,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Dalam peninjauannya, mantan Kapolda Banten itu mengecek beberapa fasilitas yang tersedia berupa ruang isolasi, ruang membaca, dan lahan tempat ketahanan pangan yang di sediakan secara swadaya oleh masyarakat, guna membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan, gudang bantuan logistik, dapur umum untuk warga serta kegiatan budidaya ikan, sayur mayur dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Sigit juga membagikan 20.000 masker dan 20.000 botol Hand Sanitizer kepada perwakilan Balla Ewako yang diterima para ketua RT, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

KabarIkn.com,JAKARTA -Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebar lebih dari 40 ribu personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Setidaknya daa 40.366 personel Bhabinkamtimbas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai 7 langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya yang disampaikan saat apel serentak kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai tracer dan vaksinator Covid-19, Kamis (11/2/2021).

Menurut Kapolri, hal itu seiring dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 ini.

Kapolri menyebutkan, saat ini saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.

“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” papar jenderal bintang empat tersebut.

Listyo Sigit juga berharap kepada seluruh tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 yang telah diberikan pelatihan, akan menjadi tenaga Polri yang cakap dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di masyarakat, Kapolri juga menekankan adanya sikap senantiasa bersinergi dengan seluruh Babinsa TNI dan juga petugas dinas kesehatan di wilayah masing-masing.

Kapolri juga menyebut, di luar tantangan dan kesulitan yang datang bersama pandemi Covid19, pihaknya juga harus senantiasa optimis bahwa selalu ada peluang untuk membuat lompatan kemajuan. 

Tidak hanya keluar dari situasi krisis pandemi Covid-19, tapi bahkan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi sejajar dengan negaranegara maju di dunia.

“Bapak Presiden RI telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi Covid- 19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen Bangsa harus bahu membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Optimisme masyarakat harus terus dijaga dengan keseriusan dan upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19,” pesan Kapolri.

Adapun apel kesiapan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggelar tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan Bhabinkamtibmas sebagai tracer ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 dan mendukung program vaksinasi nasional.

KabarIkn.com,Jakarta - Polri menyatakan bahwa pihak keluarga sudah mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi, saat meninggal dunia di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. 

"Dan yang menjadi catatan kami bahwa penyakit yang diderita saudara Soni (Maaher) itu diketahui oleh keluarga," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

Rusdi menjelaskan, kepastian keluarga mengetahui jenis penyakit itu adanya surat pernyataan dari pihak keluarga terkait dengan riwayat medis dari mendiang Maaher. 

"Yaitu dengan adanya surat pernyataan dari keluarga bahwa keluarga ketahui penyakit yang diderita oleh Soni yang ditandatangani oleh istri almarhum," ucap Rusdi. 

Oleh sebab itu, Rusdi mengimbau kepada masyarakat agar tak berspekulasi soal kematian dari Maaher di dalam Rutan Bareskrim. Pasalnya, Ia dinyatakan meninggal dunia lantaran keadaan sakit. 

"Bahwa penyakit yang diderita almarhum itu diketahui oleh keluarga. Dan dapat dijelaskan disini bahwa meninggalnya almarhum murni disebabkan oleh sakit," ujar Rusdi. 

Kemudian, Rusdi menuturkan, dalam proses penahanan pada tanggal 20 Januari 2021, Maaher menderita sakit. Karena itu, penyidik membawanya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Satu minggu berselang atau 27 Januari, Maaher kembali ke tahanan lantaran sudah dinyatakan sehat dan membaik dari penyakit yang dideritanya selama ini. 

Setelah itu, pada tanggal 4 Februari 2021, Kejaksaan menyatakan bahwa berkas penyidikan Maaher telah lengkap atau P21. Di hari yang sama, penyidik pun melakukan pelimpahan tahap II atau menyerahkan barang bukti serta tersangka ke Kejaksaan.

Dengan begitu, saat pelimpahan tahap II, Maaher statusnya sudah menjadi tahanan Kejaksaan. Namun, Ia dititipkan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. 

"Dan dalam proses penahanan, tentunya pelayanan kesehatan terhadap seluruh tersangka ini sudah dipenuhi dengan baik oleh Polri. Karena pada tahanan Bareskrim Polri ditempatkan satu dokter yang senantiasa setiap hari memeriksa kesehatan seluruh tahanan yang ada pada rutan Bareskrim Polri," papar Rusdi. 

Lalu, di tanggal 6 Februari 2021, Dokter di Rutan Bareskrim Polri sempat menyarankan kepada Maaher untuk menjalani perawatan kembali RS Polri. Kala itu, Maaher menolak rekomendasi dari Dokter tersebut. 

"Tetapi yang bersangkutan senantiasa menolak dan ingin tetap berada di rumah tahanan Bareskrim dan tentunya mendapat perawatan dari Dokter kepolisian," kata Rusdi. 

Sehingga pada akhirnya, tanggal 8 Februari, Maaher dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Namun, jenis penyakit Maaher tak bisa diungkap ke publik karena menjaga nama baik dari pihak keluarga. 

"Tentunya yang terpenting bagi kami semua, untuk mendoakan semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT," ujar Rusdi.(*)

Kabarikn.com,Balikpapan – Guna mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., bersama Pangdam VI Mlw Mayjen TNI Heri Wiranto dan Walikota Balikpapan laksanakan penyemprotan cairan disinfektan secara massal dan serentak di wilayah Balikpapan, Sabtu (6/2).

Kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Pasar Pandan Sari dan Pelabuhan Speed Kampung Baru Ujung tersebut turut diikuti juga oleh Pejabat Utama Polda Kaltim, Dandim 0905 Balikpapan, Kapolresta Balikpapan, Danlanal serta Danlanud Balikpapan.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri dalam mendukung keselamatan masyarakat sehingga diperlukan gerakan preventif secara massif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus covid-19.

Kegiatan penyemprotan tersebut Sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Kaltim dalam rangka Penerapan Pengurangan Mobilitas Saat Weekend (Kaltim Senyap), Kapolda Kaltim beserta  Pangdam VI/Mlw dan Walikota melaksanakan penyemprotan di daerah Pasar Pandansari dengan menyemprot di lapak pedagang yang tutup.

Kapolda Kaltim juga mengimbau kepada warga agar dapat menerapkan Social Distancing atau menjaga jarak dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak seperti membeli kebutuhan pokok.

Pada kesempatan yang sama, Panglima Kodam Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim khusus Balikpapan yang ikut serta pada kebijakan dia hari di rumah saja.

“Saya menaruh rasa hormat kepada masyarakat yang mau menuruti. Tadi saya lihat di jalan sepi mereka pada di rumah. Sekarang tanggung jawab kami melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan bersama perangkat yang ada,” ujarnya.

”Biarkan kami lakukan tugas, silakan masyarakat di rumah saja agar kondisi membaik nanti silakan beraktivitas kembali,” katanya.

Pangdam juga menyampaikan terima kasih kepada petugas yang melaksanakan tugasnya melakukan pengawasan dan penyemprotan di pasar, pelabuhan, terminal juga pemukiman.

Kegiatan penyemprotan dan pemantauan dilanjutkan di pasar Kampung Baru dan Pelabuhan Penyebrangan Balikpapan Barat.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan untuk sementara waktu berdiam diri dirumah saja guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami mengajak masyarakat, untuk menerapkan social distancing, yaitu untuk menjaga jarak antara satu sama lain, terus menjaga kebersihan, dan apabila mengalami gejala badan kurang sehat dapat segera memeriksa kesehatan,” tutup Kombes Pol Ade Yaya Suryana. 

Sumber : Humas Polda Kaltim

KabarIkn.com, BALIKPAPAN - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim menggelar konferensi pers pengungkapan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Timur, Selasa (2/02/2021).

Konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol. Rickynaldo Chairul, S.I.K., M.M., dan didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., di Ruang Balai Wartawan Mapolda Kaltim.

Dir Resnarkoba Polda Kaltim menjelaskan, bahwa Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim dalam minggu ke-5 Januari 2021 telah melaksanakan penegakan hukum Tindak Pidana Narkoba di wilayah hukum Polda Kaltim dan telah berhasil mengamankan 4 (empat) Pelaku pengedar narkoba jenis sabu beserta barang bukti sebanyak 1.505,18 Gr (1,5 Kg) Sabu dan 21 Butir Extacy (INEX) di Kota Samarinda dan Kota Bontang berdasarkan : 1). LP/29/I/KALTIM/DITRESNARKOBA/TGL 27 JAN 2021, 2). LP/30/I/KALTIM/2021/DITRESNARKOBA TGL 28 JAN 2021, 3). LP/31/I/KALTIM/2021/DITRESNARKOBA TGL 29 JAN 2021.

“Berdasarkan pengembangan, 3 pelaku berhasil diamankan di Samarinda dan 1 pelaku di Bontang,” jelasnya.

Lebih rinci dijelaskan oleh Direktur Ditreskoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo, informasi yang mereka terima berawal dari masyarakat. Jika di daerah Samarinda dan di Bontang akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu dan Extacy (INEX).

Dari informasi tersebut, pihaknya langsung bergerak dan melakukan pengintaian. Benar saja di daerah yang dimaksud, para pelaku akhirnya masuk dalam monitor, hingga akhirnya berhasil ditangkap bersama barang bukti.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa dari hasil barang bukti yang berhasil diamankan bisa menyelamatkan sekitar 7.550 Warga di Kaltim dari Bahaya Narkoba sesuai dengan perhitungan dari BNN.

“Untuk para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU no 35 th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 10 tahun dan maksimal seumur hidup,” Tutup Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Sumber :Humas Polda Kaltim

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Kegiatan patroli rutin setiap siang dan malam selalu dilaksanakan oleh Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, kegiatan patroli tersebut adalah untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Bentuk kegiatan patroli ini yaitu berkeliling dibeberapa tempat di wilayah hukum Polda Kaltim khususnya kota Balikpapan sambil memberikan himbauan kamtibmas dan himbauan tentang pencegahan wabah virus corona, Senin (01/02/2021).

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK mengatakan bahwa, “pagi ini pihak kami melaksanakan patroli situasi di wilayah hukum Polda Kaltim khususnya kota Balikpapan masih relatif aman dan kondusif serta kami himbau warga yang sedang berkerumun/nongkrong untuk menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut Dansat Brimob Polda Kaltim menuturkan, “selain menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif juga kami himbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang bertujuan untuk menghindari penyebaran virus corona.” tutur Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Dengan selalu menerapkan protokol kesehatan setidaknya kita menghindari dari penyebarannya, dikarenakan wilayah Kota Balikpapan angka positif Covid-19 cukup tinggi.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kaltim dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya. 

Rilis : Brimob Polda Kaltim

Kabarikn.com, Balikpapan – Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Drs. Hariyanto, S.H., M.Hum., menjadi orang pertama di Kota Balikpapan yang menerima suntikan vaksin sinovac. Vaksinasi simbolis dilakukan di Kantor Walikota Balikpapan bersama sejumlah Forkopimda dan Tokoh Masyarakat. Sebelum vaksin disuntikkan, Kapolda beserta sejumlah Forkopimda telah menjalani beberapa tahap pemeriksaan kesehatan, Jumat (29/01/2021).

Tahapan pertama yang dilakukan adalah pendaftaran dan registrasi data. Kemudian, tahap kedua, dilakukan screening kesehatan analisa fisik apakah ada komorbid termasuk pemeriksaan tekanan darah. Tahap ketiga, Wakapolda menerima suntikan vaksin Covid-19. Setelah menerima vaksin, Wakapolda menuju area tunggu selama 30 menit untuk peninjauan pasca menerima vaksin. Pada tahapan keempat setelah divaksin, Wakapolda menerima surat tanda Vaksinasi dari petugas kesehatan. 

” Setelah 30 menit alhamdulillah tidak ada efek samping,” ujar singkap Wakapolda Kaltim.

“Hari ini adalah pencanangan tahap pertama Vaksin Covid-19 di Kota Balikpapan bersama 10 pejabat publik, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Vaksin ini adalah upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Rizal juga berharap dukungan semua pihak di kota Balikpapan untuk mendukung Pembentukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mengingat sampai hari ini jumlah yang tetkonfirmasi positif berjumlah 9.360 orang dengan yang dirawat di rumah sakt berjumlah 388 orang.

“Adapun rumah sakit yang melayani covid-19 di Balikpapan ada 11, dengan kapasitas 467 tempat tidur namun yang terusi 398 dan tersisa 60 orang, sedangkan ICU total 38 ruangan yang terusi mencapai 35 ruangan,” ujar Rizal.

Saat ini kota Rizal juga mengingatkan Balikpapan zona merah, sehingga PPKM di Balikpapan direncanakan akan diperpanjang tapi tetap akan ada evaluasi dalam perpanjangan tersebut.

“Kami harap jika PPKM ini diperpanjang, kami tahu semua terdampak tapi ini semua juga untuk antipasi penyebaran covid-19, bahkan saya kemarin sempat didatangi Pemuda Ansor terkait PPKM ini, tapi saya mohon kerja samanya karena penerapan PPKM ini untuk menimalisasi penyebaran covid-19 di Balikpapan,” jelasnya.

Dari informasi ada 10 pejabat publik maupun tokoh yang akan divaksin di Balikpapan pada hari ini seperti, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim Asnaedi, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gustu Agung Putu Sujarnawa, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi, Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Dedy Susanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Hasbullah Helmi, Ketua PCNU Balikpapan KH Muhammad Muhlasin, Pendeta Rumorupok, Duta Masker Kasmidi.

Selain 10 tokoh kesehatan yang juga akan disuktin vaksin covid-19 yakni seluruh direktur rumah sakit dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Sementara Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menunggu tahap selanjutnya program vaksinasi. Karena usianya sudah diatas 60 tahun. Adapun jumlah vaksin yang diterima kita Balikpapan sebanyak 12.200, dengan jumlah nakes yang akan divaksin berjumlah 5.879, tapi nakes yang teregistrasi berjumlah 5.645 dengan 47 fasyankes uang siap melaksanakan proses vaksinasi. 

Sumber : Humas Polda Kaltim

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Tim patroli Brimob Polda Kaltim Batalyon A Pelopor kali ini lakukan sambang dan meminta para pengemudi ojek online yang sedang menunggu orderan di depan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan untuk saling menjaga jarak fisik guna mencegah penularan COVID-19.

“Pelayanan ojek online harus juga memperhatikan social distancing atau menjaga jarak fisik khususnya saat berkumpul menunggu customer atau orderan dengan harus tetap menjaga jarak dan tidak berkumpul,” kata Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK saat dihubungi, Sabtu, (23/1).

Imbauan untuk menjaga jarak sangat penting demi menghindari penyebaran COVID-19 di Indonesia sesuai dengan imbauan Pemerintah yang meminta masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, serta menjaga kebersihan.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya. 

Rilis : BRIMOB POLDA KALTIM

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melakukan patroli sambang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Balikpapan, Jumat, (22/01/2021) malam.

“Malam tadi ada satu tim anggota Satbrimob Polda Kaltim dari jajaran Batalyon A Pelopor yang datang untuk menyambangi lapas kelas II A Balikpapan,” ucap Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK.

John Huntal Sarjananto Sitanggang mengatakan, kegiatan tersebut memang penting dilakukan untuk meningkatkan keamanan di Lembaga Pemasyarakat baik dari dalam maupun dari luar lapas.

“Untuk meningkatkan keamanan, kita memang perlu mendukung Lapas Balikpapan,” ujar John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Selain patroli sambang, anggota Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim juga melakukan pengecekan rutin seperti jumlah napi, serta kegiatan pembinaan. Dimana pihaknya juga mempertanyakan kondisi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat ini. 

Rilis : Brimob Polda Kaltim

KabarIkn.com,Balikpapan – Dalam menjaga kondusifatas wilayah Kota Balikpapan dan antisipasi tahanan kabur, Unit Patroli Sat Brimob Polda Kaltim Batalyon A Pelopor sambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A di Jalan Jend. Sudirman Kota Balikpapan, Kamis pagi (21/1).

Dalam patroli tersebut yang dilaksanakan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, petugas melakukan koordinasi dengan petugas pengamanan Lapas, supaya dilakukan pengecekan jumlah narapidana yang ada serta kuat personel jaga.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK menyampaikan patroli sambang ini merupakan langkah Brimob Polda Kaltim dalam mengantisipasi tahanan kabur khususnya diwilayah Kota Balikpapan.

“Dengan diadakannya patroli dan sambang ke Lapas diharapkan tidak terjadi narapidana kabur di wilayah Kota Balikpapan.” Ujar Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.

“Petugas patroli juga mengimbau kepada petugas jaga Lapas untuk selalu berkoordinasi dan meningkatkan pengawasan guna menghindari hal yang tidak diinginkan serta wajib dan terapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19,” pungkas John Huntal Sarjananto Sitanggang.

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Sebagai wujud implementasi program unggulan Satuan Brimob Polda Kaltim Personel Batalyon A Pelopor melaksanakan kegiatan Gerakan Infaq Dua Ribu (GERAQ DURI) yang dilaksanakan secara rutin setelah kegiatan apel pagi.

Gerakan Infaq Dua Ribu ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Satbrimob Polda Kaltim dan dilaksanakan di seluruh jajarannya.

Setelah terkumpul dana infaq yang terkumpul akan disalurkan kepada yang membutuhkan di wilayah Kota Balikpapan dan sekitarnya.

Wakil Komandan Batalyon A Pelopor AKP Edy Musdwiyono, S. Sos menerangkan bahwasanya kegiatan gerakan infaq ini merupakan giat rutin di jajaran Batalyon A Pelopor. Kamis (21/1).

“Semoga dalam kegiatan ini jajaran Batalyon A Pelopor dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh rasa keikhlasan terutama untuk membantu masyarakat pada saat pandemi covid-19 ini,” tambah AKP Edy Musdwiyono.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K. berharap, “Dengan adanya program Gerakan Infaq Dua Ribu ini dapat membentuk personel Brimob yang dermawan, beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT serta peduli dengan sesama dan masyarakat.” Ucap John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dan kita akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya. 

Rilis : Brimob Polda Kaltim

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Seluruh personil Satuan Brimob Polda Kaltim mengikuti apel gelar siaga bencana alam atau Search And Rescue (SAR) dan peralatan dalam rangka kesiapsiagaan menanggulangi terjadinya bencana alam di wilayah hukum Polda Kaltim.

Apel yang berlangsung di lapangan SPN Polda Kaltim dipimpin langsung Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK, Rabu (20/01/2021).

Apel gelar pasukan dan peralatan yang melibatkan seluruh personil Brimob Polda Kaltim di wilayah Kota Balikpapan, Samarinda, KM 13 Balikpapan, Paser dan Berau ini untuk menindaklanjuti petunjuk dan arahan Dankor Brimob Polri terkait apel kesiapsiagaan jajaran Korps Brimob Polri, sebagai salah satu bentuk kesiapan Brimob menghadapi segala bentuk gangguan kamtibmas.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK dalam arahannya menjelaskan, apel tersebut dalam rangka kesiapsiagaan mengantisipasi bencana alam di wilayah hukum Polda Kaltim.

“Apel pengecekan personil, kendaraan serta peralatan ini dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personil Brimob Polda Kaltim guna menghadapi situasi kontijensi terjadinya bencana alam di wilayah hukum Polda Kaltim. Sehingga ketika dalam keadaan darurat kita siap bergerak dengan peralatan dan kendaraan dinas yang kita miliki,” kata Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang juga menjelaskan kegiatan ini selain bertujuan untuk pengecekan pasukan, menyiagakan pasukan, dan menyiapkan peralatan serta penyampaian informasi dari pimpinan kepada anggota.

“Bukan hanya di wilayah Kota Balikpapan saja tetapi di luar wilayah Kota Balikapapan juga menggelar apel kesiapsiagaan bencana alam dengan tujuan mengantisipasi situasi kontijensi bencana alam yang terjadi di beberapa daerah yang saat ini kita semua ketahui,” lanjut John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Dalam apel tersebut juga menampakkan alat SAR dan kendaraan, seperti mobil JForce, pelampung, mobil Tata, tali caramantel dan sejenisnya sekaligus pengecekan alat SAR dan kendaraan khusus SAR yang dimiliki oleh Satuan Brimob Polda Kaltim. 

Rilis :Brimob Polda Kaltim