[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan – Keadaan guru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan baik Guru SD maupun SMP dengan kondisi adanya wabah Covid 19 yang belum usai , mereka tetap bisa melaksanakan kegiatan kegiatannya baik itu melalui Daring ataupun melalui WA dan sebagainya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan , Buntoro menjelaskan bahwa Koordinasi selalu dilakukan antara Guru dan Orangtua . Memang tugas sudah diberikan sekolah melalui guru bidang studinya masing masing , tetapi mereka tetap semangat walaupun dalam kondisi covid 19 yang belum usai.

Kemudian , tugas tugas yang berkaitan dengan pembelajaran tetap dilaksanakan dan walaupun dalam kondisi seperti ini tugas guru masih bisa dilaksankan melalui daring maupun melalui paguyuban yang dilaksanakan di sekolah.

“Kalau untuk kegiatan masih bisa terlaksana dengan baik yang artinya kegiatan tersebut masih tetap lancar dan bisa dilakukan walaupun melalui tugas tugas yang diberikan melalui Daring ( Internet ),” Kata Sekretaris Disdikbud Balikpapan , Buntoro diruang kerjanya. Senin ( 11/05/2020 )

Buntoro berharap kepada guru guru agar tetap semangat sambil menunggu situasi aman . tetapi , tetap kita bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan melaui tugas tugas yang ada di masing masing guru (beny)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Mengenai kelulusan siswa siswi sesuai dengan aturan yaitu siswa yang bersangkutan menyelesaikan seluruh pembelajaran, artinya dari Semester I sampai dengan Semester V itu harus diselesaikan. Lalu, siswa mengikuti ujian sekolah dan absensi siswa selama satu tahun tidak boleh melebih 30%.

Kepala SMAN 7 Balikpapan, Daliya menjelaskan bahwa karena adanya wabah covid 19 maka Ujian Nasional ( UN ) ditiadakan. Sehingga dasar kelulusan SMA itu menggunakan gasal Ujian Sekolah.

Untuk standar kelulusan siswa diharuskan menyelesaikan seluruh pembelajaran dan mengikuti Ujian Sekolah. Diketahui memang ada sebagian mata pelajaran  oleh sekolah yang tidak dilaksanakan Ujian Sekolah sebelum adanya wabah covid 19 ini.

Kendala yang dirasakan yang pertama tidak bisa bertatap muka, ada sebagian murid murid yang kebetulan tidak memiliki fasilitas untuk internet dan mereka tidak semua memiliki Fasilitas seperti Laptop maupun Komputer.

" Bagi siswa yang tidak mempunyai fasilitas tersebut tetap bisa melakukan. seperti nanti akan kita membantu untuk Paket Data mereka," Kata Kepala SMAN 7 Balikpapan, Daliya.yang mulai bertugas tangga 23 maret di SMAN 7, sebelummnya si SMAN 3 Balikpapan

Di SMAN 7 sendiri untuk kelulusan diketahui ada 315 dan 1 siswa yang tidak lulus. Siswa tersebut tidak lulus karena siswa tersebut tidak mengikuti Ujian Sekolah, Lalu absensi kehadiran melebihi dari 30%,hampir di Semester V tidak pernah hadir dan di Semester VI siswa tersebut tidak pernah mengikuti  pembelajaran.

Dahlia juga memberikan himbauan, sesuai dengan aturan pemerintah diharapkan para siswa tetap di rumah saja, kegiatan yang ada diluar rumah dihindari sementara dan terus menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” jelasnya

 Penulis : ben

Editor : tri

Foto : Kadisdikbud Ir Muhaimin MT

KabarIkn.com, Balikpapan - Kelulusan SMP dinilai dari nilai rata rata raport mulai dari Semester I sampai dengan Semester V, yang artinya nilai dari Kelas VII , VIII dan IX. Ditambah dengan penilaian akhir sekolah dan ujian sekolah yang sudah dilaksanakan oleh SMP.

Kadisdikbud Balikpapan , Ir.Muhaimin.MT menjelaskan bahwa Untuk kelulusan SD nilainya diambil dari nilai akhir raport kelas 4 , 5 dan 6. Lalu , ditambah lagi dengan Ujian akhir sekolah dan Portofolio atau penilaian kinerja.

Untuk kenaikan kelas diambil dari Ujian Akhir Sekolah , Penilaian Akhir Sekolah dalam bentuk portofolio , kemudian raport dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. Prestasi yang diperoleh sebelumnya tersebut seperti penugasan daring , penugasan melalui media televisi dan penugasan melalui buku kurikulum yang ada disekolah ditambah tugas mandiri yang sudah mereka laksanakan.

Muhaimin menambahkan bahwa pembelajaran dari televisi tersebut bukan hal yang utama tetapi hanya sebagai pelengkap saja. Karena , tetap saja tugas tugas para murid diberikan melalui buku kurikulum yang ada disekolah dan kemudian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan TVRI.

" Tentu saja hal tersebut bertujuan agar tidak jenuh dalam pembelajaran Daring , kemudian diharapkan dengan adanya pembelajaran dari TVRI tersebut daerah terpelosok bisa terjangkau," Kata Kadisdikbud Balikpapan , Ir.Muhaimin.MT. ( tn/tr )

Kadisdikbud Balikpapan Ir Muhaimin MT

Catatan ringan HARDIKNAS 2020

KabarIkn.Com.Balikpapan-Point penting Hardiknas tahun 2020 adalah "BELAJAR DARI COVID-19"...ungkapan beliau sekarang menjadi kenyataan. Hampir 2 bulan ini proses belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan di sekolah karena wabah covid-19 yang melanda Indonesia bahkan dunia, siswa akhirnya hanya bisa belajar di rumah secara daring/online. Tugas guru yang biasanya melakukan interaksi dengan tatap muka sekarang digantikan oleh para orang tua yang tiba-tiba HARUS menjadi guru bagi putra/putrinya.

 Suasana belajar yang biasanya ramai karena guru terlambat masuk kelas,  diselingi canda  tawa karena kadang-kadang ada siswa yang saling menggoda/mengolok teman, ada waktu istirahat yg biasanya digunakan oleh siswa/siswi saling diskusi dan berinteraksi sosial, bahkan ada kecemasan dan ketakutan karena tidak bisa mengerjakan mid semester atau terlambat sampai sekolah...TIBA-TIBA BERUBAH.

 Sekarang siswa hanya di rumah, para guru juga di rumah. Tugas yang diberikan/perintah hanya bisa dilakukan melalui media komunikasi secara daring/online. Rumah yamg biasanya hanya dijadikan tempat kumpul keluarga dan berinteraksi sekarang MENJADI KELAS/SEKOLAH. Para orang tua yang biasanya menyerahkan pendidikan putra/putrinya kepada guru sekarang harus berperan ganda BEKERJA dan menjadi GURU bagi putra putrinya.

 Sebagai kepala Dinas terkadang saya harus menerima laporan keluhan dari para orangtua, mereka mengatakan bahwa tugas yang diberikan kepada putra/putri terlalu berat dan sangat merepotkan. Para orang tua menjadi kurang sabar dan kadang lebih emosional (TIDAK SEMUA) ketika harus menemani putra/putrinya mengerjakan tugas/PR dari para guru maupun proses pembelajaran dari media TVRI.

 Saya juga orang tua dengan 3 putra/putri saya yang masih bersekolah, setiap saat bersama isteri saya juga mendampingi putri saya mengerjakan tugas-tugas dari para guru. Dalam kondisi seperti ini saya harus bisa menempatkan pada posisi yang netral yaitu menjadi mediasi keluhan para orang tua, dan juga menjadi orang tua yang mendampingi putrinya mengerjakan tugas.

 Saya mhn maaf kepada para orang tua, disini harus saya katakan dengan JUJUR BAHWA TUGAS YANG DIBERIKAN TIDAK SELURUHNYA MEMBERATKAN PUTRA/PUTRI KITA, karena di hari biasa bila tidak ada Covid-19 bahkan tugas tugas di sekolah jauj lebih berat karena tuntutan kurukulum yang harus tuntas. Bahkan dulu orang tua hanya berguman dalam hati manakala melihat putra/putrinya membawa tas dengan buku yang banyak, tapi saat itu bapak/ibu TIDAK ADA YANG PROTES.

Trus dimana letak  masalahnya??? Mohon maaf terpaksa harus saya sampaikan sekali lagi kepada bapak/ibu KITA SEBAGAI ORANG TUA KURANG SABAR DAN IKHLAS....

Coba kita renungkan bersama, baru dua bulan saja kita mendampingi putra/putri kita, tiba tiba kita menjadi orang yang tidak sabar, sering marah, dan sering menyalahkan. Kita lupa bahwa yang kita dampingi adalah anak kandung kita sendiri...bagaimana dengan para guru kita??? Mereka mendidik putra/putri bapak/ibu selama 6 tahun, 9 tahun, bahkan 12 tahun tetapi mereka iklhas, walaupun yang dididik buka anak kandungnya.

 Mengapa? karena pada saat seorang sdh meniatkan diri menjadi guru, maka dia sadar bahwa tugasnya bukan hanya mengajar tetapi juga MENDIDIK PUTRA PUTRI KITA. Ada panggilan jiwa menjadi guru...ada keihklasan hati menjadi guru...Kebanggaan seorang guru hanya satu bagaimana melihat para murudnya bisa berhasil dan MENJADI ORANG, walau seumur hidup mereka hanya akan tetap menjadi guru.

Coba bpk/ibu tanyakan kepada putra/putrinya di rumah, lebih senang mana belajar di sekolah dengan didampingi guru, atau belajar di rumah dengan didampingi para orang tua???

 Saya juga harus mengucapkan terima kasih ada para orang tua dan para peserta didik yang mengirim video, WA, atau youtube menyampaikan rasa kangennya kepada guru, kepada teman-teman dan kepada suasana sekolah....ketahuilah wahai para orang tua sesungguhnya para guru kita juga batinnya menangis karena kangen, dan sayang dengan putra putri kita...mereka lebih senang mengajar di sekolah dan bertemu dengan anak anak kita.

 Dulu para buyut, kakek, nenek dan orang tua kita mempercayakan penuh pendidikan kita kepada sekolah, mereka tidak protes bila kita dihukum atau dimarahi bahkan dijewer kuping kita, dicubit manakala kita tidak patuh. Orang tua kita mengajarkan agar kita tidak cengeng, tahan uji dan siap menghadapi tantangan...dan hasilnya dapat kita lihat, saya dan bapak ibu sekalian menjadi orang kuat dan sukses. lantas knp sekarang kita tidak mempercayakan putra putri kita kepada guru...?

 Saya bersyukur selama 5 tahun ini menjadi keluarga besar para pendidik yang hebat di balikpapan, saya tahu betul dengan segala keterbatasannya para guru "malu untuk mengeluh, banyak dari mereka yang jauh dari sejahtera, bahkan mereka belum tau bagaumana nasibnya bila purna tugas nanti, mereka juga punya keluarga yang harus ditanggung...sama seperti kita...

 Tapi mereka ikhlas, karena pada saat mereka mengajar putra putri ada olah rasa, ada keterikatan yang tidak bisa dilukiskan...

 Semoga kelak bila ibu/bapak para orang tua mendengar atau menemukan kesalahan yang dilakukan oleh guru karena ketidaksengajaan, tolong lakukanlah TABALBAYUN...klarifikasi, jangan melabrak ke sekolah, apalagi di depan para siswanya, jangan melaporkan ke polisi...

akan hancur hatinya....dan kita juga tidak ingin MARWAH GURU dilecehkan...pada dasarnya

GURU JUGA MANUSIA...ada keterbatasan, ada salah, ada khilaf...tapi yakinlah para bapak/ibu bahwa GURU ADALAH PAHLAWAN TANPA TANDA JASA....

 Semoga menjadi bahan renungan kita bersama untuk saling introspeksi.

 Balikpapan, 2 Mei 2020

9 Ramadhan 1441 H

(MUHAIMIN-KADISDIKBUD)