[Valid RSS]

 Kabarikn.com,Balikpapan - Program Peduli Pendidikan 1708 yang telah diserahkan secara simbolis oleh Walikota Balikpapan kepada para perwakilan sekolah pada tanggal 17 Agustus 2020 itu ditindak lanjuti dengan penyerahan seluruh donasi yang terkumpul yaitu 1.108 kepada seluruh kepala sekolas SD Negeri, SMP Negeri maupun Swasta di Balikpapan yang kemudian dilanjutkan kepada siswa yang membutuhkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ir.Muhaimin.MT menyampaikan dalam kegiatan ini Disdik hanya bertugas untuk mengumpulkan donasi dari para donatur dan selanjutnya akan disalurkan kembali kepada siswa yang membutuhkan sesuai data dari sekolah.

Permohonan untuk bantuan tersebut ada 1.531 dan Disdik telah mengumpulkan 1.108, jadi ada kekurangan sekitar 400. Beberapa waktu yang lalu lalu Pertamina menambah bantuan lagi sebanyak 50 unit dan ditambah dari KORPRI ada 5 unit laptop yang telah distribusikan Disdik ke sekolah dan kekurangan-kekurangan di sekolah ternyata ditutupi oleh Ketua Komite bersama kepala sekolah.

" Alhamdulillah untuk donasi sudah lengkap dan memang tinggal ada sedikit dari masyarakat yang mungkin tidak tahu pada saat kita melaksanakan program itu dan sekarang mengusulkan kembali. Hal itulah yang sekarang kita pikirkan kalau misalnya ada bantuan dari donatur," Kata Kadisdikbud Balikpapan, Ir.Muhaimin.MT di ruang kerjanya Jumat( 28/08/2020)

Muhaimin menghimbau kepada para orangtua untuk sama-sama dapat mengawasi penggunaan Androidnya, jangan sampai digunakan untuk di luar kegiatan belajar daring dan HP maupun laptop yang telah diberikan jangan sampai nanti di jual, tapi benar benar bisa digunakan untuk kegiatan proses belajar mengajar selama pandemi covid 19.

Ia Menambahkan Kementrian pendidikan telah mengeluarkan surat bahwa mulai bulan September, Oktober, November, dan Desember selama 4 bulan seluruh siswa tanpa terkecuali akan diberikan kuota untuk pembelajaran daring dari kementerian pendidikan dan kebudayaam melalui sekolah masing masing,”jelas Muhaimin ( tri)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-PEMERINTAH KOTA Balikpapan harus membuat Posko pengaduan anak putus kuliah, sebab banyak anak Balikpapan yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah karena tidak memiliki biaya. 

"Ini permasalahan kita semua, karena di data kami sangat banyak anak Balikpapan yang tidak kuliah, "kata DR Agung Sakti Pribadi Rektor Universitas Mulia dalam Diskusi Publik "Peningkatan SDM dengan Konsep Balikpapan Tanpa Putus Kuliah"yang diadakan oleh radio swasta pada (24/8).

Menurut Agung kalau Sumber Daya Manusia (SDM) balikpapan mau meningkat dan berkembang maka anak-anak harus dikuliahkan. Apalagi Ibukota Negara (IKN) akan dipindahkan ke Penajam dan balikpapan akan menjadi penyangga dan pintu gerbang IKN maka SDM nya harus ditingkat kualitasnya supaya nantinya tidak menjadi penonton saja. 

Agung pun menyampaikan bahwa saat Walikota H Imdaad Hamid yang lalu, setiap perguruan tinggi di kota Balikpapan mendapatkan bantuan dana dari Pemkot Balikpapan, dimana setiap perguruan tinggi tersebut diberikan kewajiban untuk memberikan kuliah gratis kepada anak-anak Balikpapan yang punya kemampuan dan kemauan untuk kuliah. 

"Sayangnya sejak sepuluh tahun terakhir bantuan tersebut tidak ada lagi, "ujar Agung. 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD kota Balikpapan Thohari Azis, SH akan memperjuangkan bantuan untuk perguruan tinggi di mata anggaran APBD kota Balikpapan. 

"Kami siap memperjuangkan aspirasi dan masukan dari perguruan tinggi, "kata Thohari. 

Termasuk untuk pemberian beasiswa kepada anak-anak Balikpapan juga menjadi perhatian supaya Pemkot Balikpapan bisa menaikkan dana bantuan beasiswa tersebut. 

"Saya tahu pak Thohari jadi calon Wakil Walikota kalau nanti bisa menjadi Wakil Walikota supaya bisa memperjuangkan anak-anak Balikpapan supaya tidak putus kuliah,"kata Agung. 

Thohari pun dengan optimis siap )memperjuangkan aspirasi dunia perguruan tinggi supaya tidak ada anak-anak Balikpapan yang putus kuliah.

Kabarbpp58.net,Balikpapan - Dalam kegiatan program bantuan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan sampai saat ini sudah terkumpul sebanyak 1.086 unit HP, kemudiam ditambah dengan 22 laptop dan totalnya adalah 1.108 , juga ditambah 1.758 kartu perdana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan , Ir.Muhaimin.MT menyampaikan Bantuan tersebut telah di bagikan pada hari ini , Senin ( 17/08/2020 ) secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan SD , SMP dan SMK.

“pada hari Sabtu sisa dari yang tidak diserahkan secara simbolis akan diserahkan semua kepada seluruh Kepala Sekolah SD , SMP , SMA dan selanjutnya akan diserahkan kepada siswa yang memang terdata di sekolah masing masing.

Data dari Disdik sendiri untuk yang membutuhkan bantuan tersebut ada 1.531 orang , sementara itu Disdik baru bisa memberikan 1.108 bantuan sehingga masih kurang sekitar 400 bantuan.

" Disdik memang tidak memasang target dalam bantuan ini , berapapun bantuan yang didapat itu yang akan dibagikan . Jika ada donatur yang ingin membantu disdik sudah selesai karena batasnya hanya sampai tanggal 15 Agustus 2020," Kata Kadisdikbud Balikpapan , Ir.Muhaimin.MT(tri)

Oleh; Danang Agung Wakil Ketua PPI Provinsi Kalimantan Timur

 

KabarIkn.com,Balikpapan-Hari kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan  Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Kebangsaan Indonesa , Sang Merah Putih, yang dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Tahun  ini, menyisakan catatan tersendiri untuk Paskibraka angkatan 2020. Jika sejak berdirinya Paskibraka pada 1968 lalu, pasukan ini memiliki formasi Pasukan 17 / pengiring (pemandu), Pasukan 8 / pembawa bendera (inti) dan Pasukan 45/pengawal. Tahun 2020 ini pasukan tersebut tak nampak.  Paskibraka hanya diwakili 3 orang  pasukan pengibar bendera. 

Paskibraka ini direkrut dari proses seleksi pelajar-pelajar terbaik dari seluruh nusantara. Jika untuk tingkat Provinsi dihadirkan dari kabupten /kota. Sedangkan Paskibraka untuk tingkat kabupaten /kota berasal dari kecamatan atau sekolah didaerah.  Palajar calon Paskibraka mengikuti proses seleksi dari fisik, baris-berbaris, kesehatan hingga pengetahuan akademik dan umum. Semua peserta sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengikuti penjaringan menjadi calon Paskibraka.

Menjadi Paskibraka itu merupakan sebuah impian tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Kelompok pasukan ini dibentuk bukan sebagai figur gagah-gagahan dan menonjolkan kecantikan fisik semata. Namun Paskibraka sejak dilahirkan di peruntukan sebagai simbol perekat NKRI dari Sabang sampai Merauke. Sehingga sejak dini, menghargai dan meghormati merah putih selalu diajarkan dan ditanamkan dalam – dalam pada anggota Paskibraka.

Pandemi Covid-19 menjadi cerita tersendiri, sehingga proses seleksi Paskibraka tahun 2020 diseluruh pelosok negeri ditiadakan. Penulis dapat memahami keputusan dilematis ini Penyebaran Covid-19 dengan korban kian meningkat dan bertambah. Salah satu cara memutus percepatan penyebarannya dengan mengurangi berbagai kegiatan yang banyak mengumpulkan massa. Salah satunya adalah meniadakan proses seleksi,  pelatihan dan pengasramaan kegiatan Paskibraka.

Menjadi Paskibraka adalah kebanggan tersendiri seumur hidup pelakunya.  Proses panjang dari seleksi, Latihan dan memasuki desa bahagia adalah perjalanan pembentukan diri pelajar-pelajar terpilih dari setiap sekolah. Paskibara dilatih untuk disiplin, manajemen waktu dengan baik, bekerja sama  (tim work), rasa syukur dan cinta tanah air/nasionalisme.

Paskibraka itu merupakan sebuah impian tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Kelompok pasukan ini dibentuk bukan sebagai figur gagah-gagahan dan menonjolkan kecantikan rupa semata. Namun Paskibraka sejak dilahirkan di peruntukan sebagai simbol perekat NKRI dari Sabang sampai Merauke. Paskibraka dihadirkan sebagai figur – figur pelajar yang menjadi percontohan dan harapan generasi mendatang Indonesia.

Beberapa daerah memiliki cerita tersendiri mengenai perekrutan calon Paskibraka 2020. Segala persiapan beberapa pemerintah sebenarnya sudah cukup matang. Sosialisasi dan proses seleksi awal sebenarnya berjalan. Namun dengan pandemi Covid-19 yang belum menunjukan kearah yang lebih baik, keputusan dilematis diambil oleh setiap pemerintah daerah meneruskan atau meniadakan seleksi calon Paskibraka 2020. Akhirnya hampir seluruh daerah meniadakan proses seleksi Paskibraka 2020.

Prosesi pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih menggunakan Paskibraka tahun sebelumnya. Dengan jumlah yang terbatas sesuai dengan arahan pemeritah pusat dan teknis pelaksanaan pengibaran dan penuruan Sang Merah Putih mengikuti tata cara yang dilakukan di Istana Negara. Dan prosesi tersebut sudah kita lihat bagaimana bentuk dan caranya. Hanya ada 3 personil Paskibraka yang melakukannya. Pengaturan jaga jarak secara ketat diberlakukan dan tak lupa tambahan atribut masker putih dikenakan.

Banyak yang menyayangkan langkah peniadaan Paskibraka 2020 oleh pemerintah. Karena harusnya masih bisa dilakukan dengan standar protokol yang ketat. Sehingga kekhawatiran terpapar Covid-19 dapat dihindari.  Tapi mencegah lebih baik daripada mengobati. Antisipasi dan tak mau mengambil resiko tinggi terkait meniadakan perekrutan Paskibraka harus kita terima dengan arif. Apa yang dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai tanggung jawabnya melindungi segenap warganya termasuk melindungi Paskibraka.

Pandemi ini, bukan saja membuat perekonomian carut marut , hubungan sosial dibatasi, sistem pendidikan bertransformasi namun membuat proses dan cerita – cerita selama pembentukan Paskibraka pun  hilang. Akibat pandemi yang berkepanjangan ini, tahun 2020 Paskibaraka telah kehilangan satu generasinya. Covid-19 telah merenggut harapan ribuan pelajar yang berhasrat menjadi Paskibraka. Segala persiapan yang telah dilakukan sirna. 

Paskibraka yang hanya diwakili 3 orang  personil pengibar bendera, serasa tak utuh sebagai sebuah pasukan. Formasi perlambang hari kemerdekaan 17-8-45 yang biasanya ditampilkan Paskibraka tak nampak. Keriuhan dan luapan emosional Paskibraka saat Sang Merah Putih mampu dibentangkan  dan mengangkasa diudara setelah selesai tugas tak begitu terasa bergelora. 

Tak ada ucapan selamat dari mantan senior-senior Paskibraka yang tergabung dalam Purna Paskibra Indonesia (PPI) pada adiknya. Sebagai ungkapan turut berbahagia telah menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah putih dengan baik. Tak ada linangan mata bahagia dan sujud syukur atas tuntasnya sebuah tugas negara. 

Walau pengibaran merah putih dengan hanya melibatkan 3 orang personil Paskibraka dalam rangka  memperingati HUT RI ke - 75 ini,bagi sebagian pihak tak kehilangkan makna.  Namun bagi penulis yang merupakan mantan anggota Paskibraka, tanpa formasi lengkap kehadiran Paskibraka, prosesi penaikan dan penurunan Sang Merah Putih telah kehilangan rasa.

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Pemerintah yang terus bekerja keras dapat segera mendapatkan vaksin penawar penyembuhnya. Cukup satu generasi Paskibraka 2020 hilang. Jangan sampai 2021 hilangnya generasi Paskibraka terulang (*).

 

Muhaimin: Sudah 400 HP dan Puluhan Laptop Pendudkung Pembelajaran Daring

Wakil Walikota Rahmad Mas'ud SE M.E dan Kasdiskbud Ir Muhaimin MT

KabarIkn.com-BALIKPAPAN-WAKIL WALIKOTA Balikpapan H Rahmad Mas'ud, SE, ME mengapresiasi penuh dukungan masyarakat dan swasta untuk mensukseskan program belajar daring yang kini sedang dilaksanakan oleh seluruh anak-anak Balikpapan. 

"Inilah bentuk kepedulian dan gotong-royong kita sesama anak bangsa, "kata Rahmad dalam sebuah diskusi yang diadakan pada (10/8)

Menurut Rahmad pembelajaran daring ini memang hal baru bagi masyarakat semua, tetapi ini harus dilaksanakan karena wabah covid 19 belum hilang. Memang ada beberapa kendala yang dialami oleh para siswa dan orang tua. Tetapi pemerintah akan tetap membantu dan mencarikan jalan keluar atas permasalahan yang ada. 

 Seperti saat ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan dengan mengumpulkan sumbangan HP Android dan laptop dari masyarakat untuk disalurkan kepada keluarga yang tidak mampu. 

"Kami mengajak kepada pihak swasta untuk ikut membantu lewat program CSR, "ujar Rahmad. 

Dirinya menyampaikan kalau semua pihak bergotong-royong membantu untuk permasalahan peralatan belajar ini, maka kedepannya anak-anak bisa terbantu kebutuhan peralatan mereka. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin, ST, MT menyampaikan bahwa saat ini sudah terkumpul 400 lebih HP dan puluhan laptop untuk mendukung pembelajaran daring. Bantuan tersebut berasal dari masyarakat umum, pejabat, pegawai maupun perusahaan yang ada di Balikpapan. 

"Kami masih terus membuka program sumbangan HP dan laptop ini, "kata Muhaimin. 

Menurut Muhaimin untuk penyaluran hp  ini akan disampaikan lewat sekolah. Jadi bagi masyarakat yang belum memiliki HP untuk anaknya belajar supaya segera melapor ke sekolah tempat anaknya belajar. 

Nanti pihak sekolah yang akan menyaring, siapa saja yang memang layak untuk mendapatkan bantuan HP tersebut. Adapun untuk laptop diperuntukkan buat para guru dan siswa sekolah menengah atas, yang juga nantinya disaring oleh pihak sekolah. 

"Untuk tahap awal ini kami mentargetkan supaya kebutuhan peralatan belajar siswa bisa diatasi, "imbuh Muhaimin. 

Karena wabah covid ini masih ada,  pemerintah pun lanjut Muhaimin akan terus membantu dan mencarikan solusi terhadap kendala pendidikan yang dialami masyarakat (ar).