[Valid RSS]

 

KabarIKN.com, Balikpapan – Selasa, 26 Agustus 2025, Penyediaan air bersih menjadi isu vital di Kota Balikpapan, mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pembangunan. Sebagai bentuk komitmen dalam menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyusun dan mulai merealisasikan rencana strategis jangka menengah 2025–2029.

Berbagai proyek prioritas disiapkan, mulai dari penambahan kapasitas produksi, pembangunan sumber air baku baru, hingga optimalisasi aset eksisting. Semua ini dilakukan untuk memastikan layanan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan merata bagi masyarakat.

Direktur Utama PTMB, Dr. Saharuddin, SE., MM, menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun langkah konkret yang dapat diukur hasilnya.

 “Hari ini kapasitas produksi air bersih kita berada di kisaran 1.460 liter per detik (Lps). Angka ini tentu belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, insya Allah dalam lima tahun ke depan, dengan rangkaian proyek strategis yang sedang dan akan kami jalankan, kita mampu memperluas cakupan layanan hingga puluhan ribu sambungan rumah baru. Target kami adalah tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga memastikan distribusi yang lebih merata antar wilayah,” ujarnya.

Langkah-Langkah Konkret yang Sudah Dilakukan

Sebelum merealisasikan proyek besar, PTMB telah melakukan sejumlah upaya teknis untuk memperbaiki pelayanan secara langsung kepada pelanggan, di antaranya:

Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di beberapa titik agar kapasitas produksi dimanfaatkan maksimal.

Rehabilitasi sumur-sumur dalam, seperti di wilayah Kampung Baru dan Teritip, untuk menambah pasokan air baku.

Revitalisasi dan perbaikan pipa transmisi serta pipa distribusi yang sudah berusia lama atau mengalami kebocoran.

Pemasangan District Meter Area (DMA) untuk memantau tekanan dan aliran air di jaringan distribusi.

Pemasangan pompa booster pada jalur distribusi menuju daerah dataran tinggi agar aliran menjangkau wilayah yang sulit teraliri.

Hasil dari langkah ini mulai terlihat positif. Tekanan air di sejumlah kawasan membaik, meski keluhan masih muncul ketika ada pekerjaan perbaikan pipa.

Saat ini kapasitas produksi 1.460 Lps hanya ideal untuk melayani sekitar 116.800 sambungan rumah (SR), sedangkan jumlah pelanggan sudah melampaui angka tersebut. Karena itu, tambahan pasokan dari proyek baru menjadi kebutuhan mendesak.

Tahap-Tahap Peningkatan Kapasitas Pasokan 2025–2026: Penambahan SIPA Waduk Manggar Tambahan 50 Lps dari Waduk Manggar akan dialirkan ke IPA Baru Ulu (Balikpapan Barat). Kapasitas pelayanan meningkat dari 1.457 SR menjadi 2.797 SR, dengan potensi maksimum 3.496 SR. Proyek ini diharapkan mengurangi beban suplai di kawasan padat seperti Kampung Baru.

2027: Embung Aji Raden & IPA Teritip Tahap II, Pembangunan Embung Aji Raden dan jaringan pipa transmisi ke IPA Teritip. Pembangunan IPA Teritip Tahap II berkapasitas 200 Lps. Tambahan ini mampu menambah sekitar 11.118 SR di Balikpapan Timur.

2028: SPAM Sepaku–Semoi Tahap I, Kapasitas tambahan 393 Lps. Ditargetkan melayani sekitar 30.000 pelanggan baru. Menjadi langkah antisipatif untuk kebutuhan Balikpapan sebagai penyangga IKN.

2029: SPAM Sepaku–Semoi Tahap II, Kapasitas tambahan 359 Lps, total menjadi 752 Lps. Melayani lebih dari 46.000 pelanggan baru, baik sambungan baru maupun switching.

2030: SPAM Sepaku–Semoi Tahap III, Kapasitas tambahan 198 Lps. Memperkuat ketahanan pasokan air bersih Balikpapan. Dalam 5–6 tahun, tambahan pasokan diperkirakan lebih dari 950 Lps.

Selain membangun infrastruktur baru, PTMB menjalankan program Rehabilitasi, Optimalisasi, dan Revitalisasi (RENBIS 2025–2029). Fokusnya adalah perbaikan jaringan transmisi, distribusi, serta peningkatan kinerja IPA yang ada.

Salah satu upaya yaitu revitalisasi IPA Gunung Tembak berkapasitas 10 Lps. Dengan perbaikan, IPA ini kembali optimal melayani lebih dari 500 SR masyarakat sekitar.

Implementasi proyek ini tidak hanya berorientasi pada kapasitas dan jumlah pelanggan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup warga.

Dengan distribusi yang lebih merata, masyarakat Balikpapan dari Barat, Timur, hingga Utara akan memperoleh akses air bersih yang lebih konsisten. Dampaknya terasa pada sektor kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi lokal.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dengan adanya kepastian layanan, masyarakat lebih mudah beraktivitas, usaha kecil berkembang, dan investasi juga semakin tertarik masuk ke Balikpapan. Jadi manfaatnya bukan hanya pada rumah tangga, tapi juga pembangunan kota secara menyeluruh,” jelas Direktur Utama PTMB.

Komitmen Jangka Panjang.

PTMB menegaskan bahwa tantangan penyediaan air bersih tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Strategi jangka panjang akan dijalankan dengan mengedepankan:

- Efisiensi operasional.

- Teknologi pengolahan modern.

- Sinergi dengan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

“Ke depan, PTMB tidak hanya fokus menambah kapasitas, tetapi juga memastikan kualitas layanan prima. Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata: air mengalir lebih lancar, distribusi lebih merata, dan pelayanan semakin profesional. Inilah wujud komitmen kami untuk menjadikan Balikpapan kota yang tumbuh dengan dukungan infrastruktur dasar yang kuat,” pungkas Direktur PTMB.

Dengan optimisme tersebut, PTMB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah yang dijalankan. Air bersih adalah kebutuhan bersama, dan keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota modern yang layak huni dan berdaya saing tinggi di masa depan.(*)

 

 

KabarIKN.com, Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengumumkan bahwa gangguan sistem internal pembayaran tagihan air telah berhasil diperbaiki. Dengan demikian, seluruh layanan pembayaran tagihan air kini sudah kembali normal dan dapat diakses melalui berbagai kanal pembayaran resmi yang disediakan.

Manajemen PTMB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pelanggan yang telah bersabar selama proses perbaikan berlangsung. “Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik untuk seluruh pelanggan,” tulis PTMB dalam keterangannya.

Meski pembayaran sudah kembali normal, PTMB menegaskan bahwa penangguhan denda keterlambatan pembayaran tagihan khusus untuk bulan Juli 2025 tetap berlaku hingga 25 Agustus 2025.

Pelanggan dapat melakukan pengecekan tagihan, pengaduan online, serta baca meter mandiri melalui laman resmi pelanggan.tirtamanuntung.co.id. Adapun informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui call center PTMB di nomor 0542-878991/878992, SMS dan WhatsApp di 0816200110, serta media sosial Instagram @tirtamanuntungbalikpapan dan @ptmb_commandcenter.(*)

 

KabarIKN.com, Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memberikan keringanan bagi pelanggan dengan menangguhkan denda keterlambatan pembayaran tagihan air hingga 25 Agustus 2025.

Kebijakan ini diambil karena sistem internal pembayaran rekening air PTMB masih dalam proses perbaikan. Dengan adanya penangguhan ini, pelanggan memiliki waktu tambahan untuk melakukan pembayaran tanpa perlu khawatir dikenakan denda.

“Demi kenyamanan pelanggan, kami menangguhkan denda hingga 25 Agustus 2025. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan waktu tambahan ini untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran,” demikian disampaikan pihak PTMB.

PTMB juga menyampaikan terima kasih atas pengertian dan kerja sama pelanggan selama masa perbaikan sistem berlangsung.

Call Center : 0542 - 878991 / 878992

SMS : 0816200110

Whatsapp : 0816200110

Instagram : @tirtamanuntungbalikpapan @ptmb_commandcenter

Website : www.tirtamanuntung.co.id

Cek Tagihan, Pengaduan Online, Baca Meter Mandiri :

pelanggan.tirtamanuntung.co.id. (*)

 

Foto : Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Sharuddin,MM.,

KabarIkn.com,Balikpapan - 6 Agustus 2025, Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Agustus 2025 menurut Balai Wilayah Sungai (BWS), Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan bahwa distribusi air bersih di Kota Balikpapan tetap aman dan berjalan normal.

Saat ini, produksi air masih berjalan 100% dari seluruh sumber air baku yang tersedia. Belum ada pengurangan distribusi dari BWS, dan PTMB tetap menjaga kestabilan pasokan untuk masyarakat.

Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, MM., menjelaskan bahwa meskipun belum ada dampak langsung dari musim kemarau, pihaknya terus melanjutkan program peningkatan layanan, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan air seperti Balikpapan Barat.

“Salah satu langkah yang sudah kami lakukan adalah penambahan kuota pengambilan air (SIPA) dari BWS sebesar 50 hingga 100 liter per detik. Dari jumlah tersebut, 30 liter per detik ialokasikan khusus untuk Balikpapan Barat,” jelasnya.

Penambahan SIPA ini bukan hanya sebagai antisipasi musim kemarau, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang PTMB dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan air bersih.

Untuk mendukung peningkatan layanan tersebut, PTMB juga akan merehabilitasi jaringan pipa di Jalan Agung Tunggal mulai September 2025. Proyek ini merupakan lanjutan dari perbaikan sebelumnya di Jalan MT. Haryono, yang bertujuan untuk mengurangi kebocoran, menambah tekanan air, dan memperpanjang usia teknis pipa.

PTMB menegaskan bahwa seluruh program ini bukan tindakan darurat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi warga Balikpapan.

Selain itu, PTMB terus memantau kondisi hidrologis bersama BWS dan pihak terkait agar siap menghadapi kemungkinan dampak musim kemarau. Masyarakat juga diajak untuk mulai menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari demi menjaga ketersediaan air untuk semua.(*)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Arsari Tirta Pradana (ATP), anak perusahaan Arsari Group, untuk mengatasi tantangan kebutuhan air bersih yang terus meningkat. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air bersih di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., dan Direktur Utama ATP, Wilhelmus T.M. Smits, di Jakarta. Acara ini disaksikan oleh Direktur Utama Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, serta jajaran petinggi Pemkot dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari surat PTMB terkait proyeksi kebutuhan air Balikpapan dan menjadi pijakan awal untuk pengembangan sumber air baru, termasuk rencana pembangunan Bendungan Arsari oleh pihak swasta.

"Kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan solusi berkelanjutan agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang memadai," ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud.

Hashim S. Djojohadikusumo menambahkan bahwa proyek ini adalah investasi sosial. "Gagasan ini sudah ada sejak 2016. Ini bukan hanya bisnis, tetapi investasi sosial demi kesejahteraan rakyat. Air bersih adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi bagi semua orang," tegasnya.

Kerja sama yang berlaku selama lima tahun ini akan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis. Ruang lingkupnya mencakup identifikasi potensi, pertukaran data, dan kajian peluang penyediaan air bersih di Balikpapan. Pelaksanaannya akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala.

Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, M.M., menyatakan dukungan penuhnya. "Kolaborasi ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk layanan air yang lebih merata dan andal," tuturnya.(*)

 

Kabarikn.com,Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berhasil menyelesaikan perbaikan pipa utama yang bocor, sehingga distribusi air di sejumlah wilayah kota secara bertahap kembali normal. Awalnya, perbaikan sempat terkendala oleh kebocoran susulan di lokasi berbeda.

Direktur Utama PTMB, Yudi Saharudin, menjelaskan bahwa kebocoran pipa di kawasan Agung Tunggal kini sudah tuntas ditangani. "Semua perbaikan sudah selesai. Saat ini kami sedang menunggu jaringan normal kembali agar tekanan air bisa kembali seperti semula," ujar Yudi. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran pelanggan selama perbaikan berlangsung.

Selain perbaikan, PTMB juga telah melakukan penggantian beberapa pipa tua yang rentan rusak. Hal ini sempat memengaruhi distribusi air karena sebagian jalur harus ditutup.

Upaya Jangka Panjang untuk Ketersediaan Air

Menghadapi musim kemarau, Yudi memastikan bahwa pasokan air baku di Balikpapan masih aman. Volume air di waduk utama tetap stabil, dan belum ada pembatasan pengambilan.

Untuk memperkuat pasokan, PTMB menyiapkan beberapa proyek:

 * Penambahan kapasitas dari Sungai Manggar: Saat ini sedang dikaji untuk menarik pipa tambahan ke wilayah Balikpapan Barat dan Utara. Proyek ini diharapkan bisa menambah sekitar 50 liter per detik.

 * Pembangunan Embung Haji Raden: Ditargetkan selesai tahun depan, embung ini dapat menambah pasokan air hingga 200 liter per detik.

 * Pemanfaatan sumber air cadangan: PTMB akan memaksimalkan Bendungan Pengendali (Bendali) dan Waduk Warnet Joe, serta memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile di wilayah yang membutuhkan.

Yudi juga menambahkan bahwa PTMB membuka diri untuk kerja sama internasional, khususnya dalam hal teknologi pengolahan air. Namun, perusahaan lebih memprioritaskan mitra yang berkomitmen pada investasi dan perluasan jaringan, bukan sekadar teknologi.

Sebagai penutup, PTMB akan mengadakan rapat kerja pada bulan Agustus untuk mengevaluasi kinerja semester pertama tahun ini dan menyusun strategi ke depan. "Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami terus berupaya meningkatkan pelayanan," tutupnya.(*)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengimbau seluruh pelanggannya untuk waspada terhadap kebocoran pipa air. Hal ini disampaikan menyusul banyaknya laporan pelanggan terkait kenaikan tagihan air yang signifikan tanpa adanya peningkatan pemakaian.

Kebocoran pipa air yang tidak terlihat dapat menjadi penyebab utama dari membengkaknya tagihan. Untuk membantu pelanggan mendeteksi kebocoran, PTMB memberikan panduan sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri.

Berikut adalah empat tanda utama yang patut dicurigai adanya kebocoran air:

 1. Terdengar Suara Air Mengalir: Jika Anda mendengar suara air mengalir meskipun semua keran di rumah sudah dalam keadaan mati, ini bisa menjadi indikasi kuat adanya kebocoran.

 2. Dinding atau Lantai Lembab: Perhatikan dinding atau lantai di sekitar jalur pipa air. Kelembaban atau rembesan yang tidak biasa bisa menandakan adanya kebocoran tersembunyi.

 3. Tagihan Air Naik Drastis: Kenaikan tagihan air yang melonjak tajam tanpa adanya pemakaian yang berlebihan patut dicurigai.

 4. Keran atau Toilet Menetes Terus-menerus: Kebocoran kecil yang terjadi terus-menerus pada keran atau toilet dapat menyebabkan pemborosan air yang signifikan.

Selain itu, Perumda TMB juga menyarankan sebuah tes sederhana untuk memastikan apakah ada kebocoran atau tidak:

1. Tutup semua keran air di rumah dan matikan pompa air.

 2. Perhatikan jarum pada meteran air.

  3. Jika jarum pada meteran air tetap bergerak, ada kemungkinan besar terjadi kebocoran pada pipa Anda.

Jika pelanggan sudah melakukan pengecekan mandiri dan tidak menemukan kebocoran di dalam rumah, namun tagihan tetap membengkak, PTMB mengimbau agar segera menghubungi layanan pelanggan. Hal ini untuk memastikan tidak adanya kesalahan atau kebocoran pada jaringan pipa PTMB.

Untuk informasi lebih lanjut atau laporan, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan PTMB. (*)

 

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), atau yang lebih dikenal sebagai PDAM Balikpapan, menunjukkan kemajuan signifikan dalam peningkatan layanan air bersih. Salah satu indikator keberhasilannya adalah penurunan drastis jumlah keluhan dari pelanggan.

Direktur Utama PTMB, Yudi Safaruddin, menyebutkan bahwa jumlah pengaduan masyarakat secara bertahap sudah mulai menurun. "Alhamdulillah distribusi air baku semakin lancar. Keluhan dari masyarakat menurun drastis, dan respons petugas kami cepat serta siaga 24 jam," jelasnya.

Yudi menegaskan, setiap aduan yang masuk akan segera ditindaklanjuti, maksimal dalam waktu 1x24 jam. Bahkan, ia mengaku sering meneruskan langsung keluhan pelanggan kepada tim teknis melalui ponselnya.

Penurunan keluhan ini tidak terlepas dari langkah strategis perusahaan, salah satunya perbaikan berulang di kawasan Jalan MT Haryono sepanjang tahun 2024. "Kami melakukan 11 kali perbaikan di titik kebocoran tersebut. Kini, alhamdulillah, tidak ada lagi masalah," ujar Yudi.

Distribusi air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Kampung Damai kini berjalan optimal dan mampu menjangkau Balikpapan Barat. Fokus layanan selanjutnya ditujukan ke kawasan Agung Tunggal, dengan proyek perbaikan pipa sepanjang 600 meter yang sedang dipersiapkan.

"Kami ingin distribusi air di Agung Tunggal lebih kuat dan merata. Air sudah tersedia, sekarang tinggal penguatan pipanya," tambah Yudi.

PDAM Balikpapan juga tengah menyiapkan penggantian pipa transmisi air baku untuk memperkuat sistem produksi air secara keseluruhan. Hasilnya, berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kinerja PDAM meningkat dan kini masuk dalam kategori sehat.

"Kami siap menjadi perusahaan yang mandiri tanpa terus bergantung pada APBD. Dukungan dari pemerintah daerah akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur," pungkasnya.(*)

 

 

Foto : Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin

KabarIkn.com,Balikpapan - Warga Balikpapan yang beberapa hari terakhir mengalami gangguan pasokan air bersih kini bisa sedikit lega. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengonfirmasi bahwa perbaikan pipa utama yang sempat bermasalah sudah selesai. Proses pemulihan distribusi air pun sudah dimulai secara bertahap.

Direktur Utama PTMB, Yudi Saharudin menjelaskan bahwa masalah bermula dari kebocoran pipa air baku di kawasan Agung Tunggal. Meskipun kebocoran awal sudah ditangani, pipa kembali bocor di lokasi lain, sehingga distribusi air di sejumlah wilayah kota terganggu.

"Memang kami menemukan kebocoran susulan yang cukup memengaruhi aliran air ke pelanggan. Tapi sekarang, semua perbaikan sudah selesai, tinggal menunggu jaringan kembali normal," ujar Yudi pada Jumat (25/7/2025).

Perbaikan yang dilakukan meliputi penggantian beberapa pipa lama yang memang sudah rentan rusak. PTMB mengakui bahwa perbaikan ini sempat mengurangi kapasitas distribusi karena sebagian jalur harus ditutup demi keamanan.

"Kami berterima kasih atas kesabaran masyarakat. Setelah pekerjaan selesai, tekanan air akan kembali normal secara bertahap," jelasnya.

Mengenai musim kemarau yang mulai terasa, PTMB memastikan bahwa ketersediaan air baku di Balikpapan masih aman. Berdasarkan laporan internal, volume air di waduk masih stabil dan belum ada pembatasan pengambilan dari Balai Wilayah Sungai.

"Selama curah hujan tidak benar-benar nol dalam sebulan penuh, kondisi waduk masih bisa mencukupi kebutuhan warga," kata Yudi.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan – Direktur Operasional dan Direktur Umum Perumda Tirta Manuntung Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak yang telah lama tidak beroperasi. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam upaya pemanfaatan kembali fasilitas tersebut.

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus melakukan survei teknis terhadap infrastruktur IPA yang ada. Hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih, khususnya untuk wilayah Balikpapan Timur.

Melalui langkah ini, Perumda Tirta Manuntung menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan layanan air bersih yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemanfaatan kembali IPA Gunung Tembak diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan kebutuhan air bersih yang terus meningkat.(*)

 

Foto : Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan,Yudhi Saharuddin saat memberi sambutan

KabarIkn.com,Balikpapan — Dalam rangka pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KPP Batu Butok, Kamis (19/6/2025). Mengusung tema “Kolaborasi untuk Berkelanjutan: Menjaga Air, Menjaga Kehidupan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media sebagai mitra penting penyebar pesan keberlanjutan.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program TJSL yang dijalankan mengacu pada peraturan daerah. Ia menekankan bahwa perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam wajib menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi-aksi konkret seperti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kemarin kami diajak oleh pihak Enable Project untuk lebih memperhatikan lingkungan. Ini salah satu bentuk aksi nyata kami menjaga keseimbangan ekosistem. Kita tidak hanya memikirkan pemanfaatan air, tetapi juga bagaimana menyeimbangkan lingkungan dengan menanam lebih banyak pohon,” ujar Yudhi.

Menurutnya, saat ini kondisi lingkungan di sekitar Waduk Manggar telah mengalami penurunan, terutama dari sisi daya tampung air yang semula mencapai 16 juta meter kubik, kini hanya tersisa sekitar 14 juta meter kubik akibat sedimentasi. Hal ini berdampak langsung pada volume air yang dapat diambil, dari semula 1.200 liter per detik menjadi hanya 1.100 liter per detik. Namun kabar baiknya, pemerintah telah memberikan izin untuk menaikkan kapasitas hingga 1.100 liter per detik kembali, yang rencananya akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah Balikpapan Utara.

Ia juga memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kebocoran air (Non Revenue Water/NRW) Perumda Tirta Manuntung berhasil ditekan dari 30 persen di tahun 2003 menjadi 26 persen pada tahun 2024. Peningkatan ini membuka peluang untuk memperluas layanan air bersih di wilayah yang telah tersedia jaringan pipa utama.

“Kalau kita bisa mendistribusikan air dengan baik, 1 liter per detik bisa melayani 80 hingga 100 sambungan rumah tangga. Kami terus berupaya memperbaiki jaringan pipa dan menyeimbangkan antara pelayanan masyarakat dengan ketahanan lingkungan,” tegasnya.

Sebanyak 100 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Perumda Tirta Manuntung juga tengah menjalankan dua program besar pada tahun ini, yaitu Program 1.000 Tandon untuk mendukung pemanfaatan air hujan oleh masyarakat, serta program penanaman pohon bersama Enable Project yang masih terus berproses.

“Kami berharap, ini bukan menjadi kegiatan terakhir. Akan ada lagi penanaman dan kegiatan lingkungan lainnya secara berkelanjutan,” pungkas Yudhi.(bs)

 

KabarIkn.com,Balikpapan — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menginformasikan bahwa telah terjadi kebocoran pada pipa berdiameter 700 mm yang berlokasi di KM 12, Kota Balikpapan. Peristiwa ini mengakibatkan gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah.

Pekerjaan perbaikan pipa dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025 mulai pukul 10.00 WITA, dengan estimasi durasi pengerjaan selama 1x24 jam.

Adapun wilayah yang terdampak adalah pelanggan yang menerima aliran air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) KM 8. Wilayah tersebut meliputi Jalur KM.10 hingga Rapak (Jalan Soekarno Hatta), Jalan MT. Haryono, Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komplek PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT. HER Mandiri, Komplek Perusda, Komplek Bumi Sepinggan Baru, Komplek PLN Spala, Villa Damai Indah, Perumahan Depsos Ringroad, Jalan Syarifuddin Yoes, Perumahan Daksa, sebagian daerah Batakan, Perumahan WIKA, sebagian Daun Village, Komplek Pemda BB, Boster AMD Sungai Ampal, Perumahan H. Ruslan Gunung Guntur, Perumahan Pelabuhan Gunung Guntur, Gunung Samarinda Strat I hingga VI, Jalan Patimura, Jalan Kampung Timur, Jalan Wonorejo, Jalan Sumber Rejo.

 

Lalu, Jalan Karang Rejo hingga Gang Buntu, Gang Rohani, KM 09 Komplek AD, KM 08 Komplek Klaus Reppe, Komplek Bangun Reksa, Perumahan PDAM, Perumahan Graha Indah, Perumahan Bhum Nirwana Indah, Perumahan Adi Guna Unggul, Perumahan Mandastana, Perumahan Batu Ampar Lestari, Perumahan Ramayana, Jalan Brantas, Komplek Perumnas, Jalan Telindung, Jalan Padat Karya, Inpres I hingga IV, Perumahan Somber, Jalan Gunung Satu, Jalan Gunung Empat, Jalan Gunung Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kampung Baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jalan Borobudur, Kampung Baru Ilir, Gunung Polisi, serta seluruh aliran dari IPA Batu Ampar.

PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau masyarakat untuk melakukan penampungan air sebagai antisipasi selama proses perbaikan berlangsung.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan PDAM melalui saluran resmi yang tersedia.(*)