[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Barusan saja perbaikan jalur pipa Air Baku di Hutan Transad KM.8, yang menyebabkan 50% Pelayanan Air Bersih Terganggu yang berasal dari Aliran Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) KM.8 Batu Ampar, sekarang kembali lagi jalur Pipa Distribusi air bersih di Lokasi Jalan Poros Utama Soekarno Hatta KM. 5.5, sebelah kanan jalan menuju arah samarinda atau dekat perumahan Bukit Nirwana, indikasi adalah Pipa Distribusi 600 steel, kerusakan terjadi pada sore hari tadi (Kamis, 16/7/2020) jam 17.45 Wita.

Kang uyo selaku Kepala Sub. Bagian Customer Service PDAM Kota Balikpapan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besar nya kepada pelanggan PDAM yang berasal dari aliran IPAM KM.8, karena harus menambah jam kegiatan perbaikan lebih dari 24 Jam.

Kegiatan perbaikan ini harus segera dikerjakan malam ini juga (16/7) sejak jam 20.00 Wita (target pekerjaan ditambah lagi 1x24 jam, lebih cepat lebih baik), mengingat posisi kebocoran berada disiringan badan jalan yang dulu pernah terjadi longsor.

Akibat dari itu IPAM KM.8 Batu Ampar STOP Produksi lebih dari 24 jam lagi, akibat dari kerusakan tersebut.

Kang Uyo juga mengingatkan bahwa, apabila perbaikan sudah selesai nantinya, proses Normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi Kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu, jelasnya.

Daerah yang mengalami gangguan Distribusi Air : Produksi IPAM KM. 8 BATU AMPAR : Sepanjang Jalur KM.10 sampai dengan Rapak (Jalan Soekarno Hatta), Jl. MT. Haryono Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, sepanjang jalan Syarifuddin Yoes, Perum. Daksa, Sebagian Daerah di Batakan, Perum. WIKA, Sebagian Daun Village, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.Ramayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU.

Rizal Effendi

Rahmad Mas'ud

Rilis : PDAM Kota Balikpapan

KabarIkn.com,Balikpapan - Pipa Transmisi mengalami kebocoran di Jalur Hutan Transad KM.8, yaitu pipa air baku (transmisi) diameter 600 mm Ductile yang menuju jalur Instalasi Pengolahan Air Minum KM. 8 Batu Ampar.

Kebocoran teridentifikasi setelah terjadinya penurunan debit air yang dikirim dari waduk manggar KM.12 ke IPAM KM.8, saat produksi air yang tidak standar seperti biasanya dengan kapasitas produksi dibawah dari 450 liter/detik.

Dari Kebocoran tersebut PDAM akan segara melaksanakan perbaikan yang dilaksanakan pada Rabu pagi, 15 Juli 2020, dari jam 10.00 Wita s.d Selesai dengan Target Maksimal pekerjaan 1x24 Jam, lebih cepat lebih baik. Maka dari pada itu 50% pelayanan Distribusi air Kota Balikpapan dari Jalur Produksi IPAM KM.8 terganggu atau mengalami "Stop Distribusi Air."                                                                                                      

Kepala Sub. Bagian, Customer Service PDAM Kota Balikpapan, Suryo Hadi Prabowo, atau disapa Kang Uyo, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kegiatan ini, terutama kepada Pelanggan yang mengalami air tidak mengalir lebih dahulu, karena kerusakan tergolong bersifat Darurat dan harus segera dilakukan penanganan, Tim Tanggap Darurat Sumber Air Baku langsung bertindak cepat membuat galian pada jalur yang bocor dan mempersiapkan segala kebutuhan operasional untuk perbaikan sejak Selasa siang (14/7), mohon doanya agar PDAM dapat menyelesaikan segera dan tidak ada kendala.  

Kang Uyo juga mengingatkan bahwa, apabila perbaikan sudah selesai nantinya, proses Normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi Kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu, jelasnya. 

Daerah yang mengalami gangguan Distribusi Air : Produksi IPAM KM. 8 BATU AMPAR : Sepanjang Jalur KM.10 sampai dengan Rapak (Jalan Soekarno Hatta), Jl. MT. Haryono Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, sepanjang jalan Syarifuddin Yoes, Perum. Daksa, Sebagian Daerah di Batakan, Perum. WIKA, Sebagian Daun Village, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.Ramayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU AMPAR.

Rilis : PDAM Kota Balikpapan

Hasbi Muhammad : Pelanggan sangat dirugikan

KabarIkn.com,Balikpapan - Kekecewaan masyarakat sebagai pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan yang tagihan pemakaian airnya mengalami peningatan drastis dianggap diluar kewajaran. Penjelasan terkait lonjakan tagihan tersebut oleh Dirut PDAM Haidir Effendi  dianggap beberapa pihak tidak bisa diterima begitu saja. Data PDAM hanya 16,5 persen dari total 104 ribu pelanggannya yang terjadi penyimpanggan yang ektrem. Angka 5 Miliar rupiah kelebihan pembayaran dari penyimpangan ekstrem tersebut.

Salah satu alasan  fenomena pandemic Covid-19 sehingga manajemen PDAM meminimalisir kerja tim lapangan yang tidak melakukan pencatatan selama beberapa bulan dan melakukan work from home (WFH). Sehingga dalam situasi ini, pihaknya melakukan pencatatan meteran penggunaan air secara estimasi. Standarnya pemakaian enam bulan terakhir dijadikan rata-ratakan  pada bulan berjalan

Dikatakan Wakil Ketua KAHMI Balikpapan, Hasbi Muhammad pihak PDAM memahami WFH  secara keliru dalam situasi seperti ini. Pandemi ini bukan menjadi alasan penghentian perhitungan petugas tidak turun kelapangan.

“Karena  perhitungan tarif pelanggan tiap bulan didasarkan pada catatan petugas lapangan. Harusnya pencatatan dilapangan tetap dilakukan oleh petugas PDAM dengan standar kesehatan yang diberlakukan” papar Hasbi.

Ditambahkannya, dalam situasi pandemi ini pemerintah juga meminta PDAM mengratiskan 10 kubik peamakain pertama untuk pelanggan  yang terdampak covid sebagai kebijakan walikota. Harusnya kebijakan ini bisa mengurangi beban pelanggan. Masarakat banyak yang tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi. Restaurant tutup, hotel-hotel sepi pengunjung. Masyarakat mendapatkan pemutusan kerja dari perusahaan.

“Tapi nyatanya tagihan pelangggan makin meningkat. Bantuan penggratisan 10 kubik itu sangat membantu masyarakat. Dan sebenarnya  PDAM tidak rugi dengan kebijakan tersebut” terangnya.

Hasbi juga mempertanyakan dasar aturan  menghitung dengan mengakumulasi rata-rata 6 bulan pemakaian itu apa. Aturan estimasi yang dijadikan dasar PDAM tidak tepat. Karena bukan meteran yang tidak terbaca atau meteran ada kerusakan. Ini murni PDAM tidak melakukan pencatatan yang seharusnya menjadi tugasnya.

Lonjakan tagihan ini menjadi kerugian bagi  konsumen. Dan sebagai pelanggan memiliki hak untuk mempertanyakan untuk mengevaluasi kesalahan PDAM. Jangan kesalahan PDAM di bebankan ke pelanggan.

“Kebijakan inikan yang mengakibatkan dampak tagihan pelanggan jadi naik.  Dan sebagai konsumen,  pelanggan PDAM sangat dirugikan” tegasnya. ( danang )

 

Dirut PDAM Balikpapan Haidir Effendi

KabarIkn.Com,Balikpapan-Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Balikpapan Haidir Effendi menjelaskan, penyebab melonjaknya tagihan air merupakan dampak dari kembalinya pencatatan air secara normal oleh petugas pencatat meteran air di lapangan.

Sebelumnya, semasa pengetatan akibat pandemi Covid-19, PDAM mengikuti arahan Gugus Tugas untuk menghentikan sementara aktivitas pekerja di lapangan sejak Maret 2020..

Sehingga tagihan kepada pelanggan pada April dan Mei 2020 menggunakan sistem estimasi dengan standar menghitung rata-rata air yang digunakan pada enam bulan terakhir sebelum pandemi..

Kini setelah masuk fase relaksasi New Normal, petugas pencatat meteran air kembali melakukan pencatatan langsung di lapangan. Dengan demikian, yang ditagihkan merupakan angka real dari meteran pelanggan langsung. Dan selisih yang terjadi pada selama penghitungan dengan estimasi masuk pada tagihan bulan Juni 2020..

Dari analisis tim PDAM, kata Haidir, saat ini ada sekitar 16,5 persen pelanggan PDAM yang mengalami lonjakan pemakaian air secara drastis, akibat imbas Estimasi disaat bulan April dan Mei 2020.

Ia pun mengimbau kepada para pelanggan yang keberatan dan perlu mengklarifikasi tagihan airnya agar dapat melapor ke layanan aduan pelanggan atau datang ke kantor pelayanan PDAM untuk memastikan histori pemakaian air sejak masa pandemi Covid-19, sama - sama mencocokan angka meter dirumah dan data yang ada di PDAM, apakah angka itu sesuai atau tidak sesuai..

Apabila ditemukan tagihan yang tidak sesuai dan pelanggan telah melakukan pembayaran, maka akan dilakukan pengembalian oleh PDAM..

Jika masyarakat merasa keberatan, maka hal ini akan disampaikan kepada Pemerintah Kota untuk mengambil langkah selanjutnya, dan masih menunggu di Hari Senin depan..

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan permohonan maaf karena melonjaknya tagihan ini membuat kaget masyarakat pelanggan. Saat ini, PDAM tengah melakukan verifikasi data dan masih membuka kesempatan kepada pelanggan untuk mengklarifikasi, bisa langsung ke kantor pelayanan PDAM di jalan Ruhui Rahayu I, ada penjelasan yang sama-sama bisa saling dipahami, atau terlebih dahulu menghubungi ke call center agar mendapat gambaran tentang kondisi kubikasi air sebenarnya..

Tentunya, Pemerintah Kota Balikpapan akan mengambil kebijakan lebih lanjut setelah verifikasi data yang dilakukan PDAM telah selesai. Ia berharap pada Senin depan verifikasi selesai dan keputusan kebijakan sudah dapat diambil.(*)

Rilis : Humas PDAM Balikpapan

 

Kasubag CS PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo S.kom

KabarIkn.Com,Balikpapan- Jumat, 26 Juni 2020, Pada jam 14.00 Wita siang tadi, dilokasi pump house waduk manggar KM.12, baru terdeteksi adanya kerusakan pada Jalur bypas pada Gate Valve diameter 500 mm, dari kerusakan tersebut mempengaruhi debit air yang dikirim ke Instalasi Pengolahan Air Minum KM.8 menjadi sedikit, sehingga turut mempengaruhi pada kapasitas produksi yang diolah di IPAM KM.8 menjadi tidak maksimal dalam beberapa hari ini.

Maka dari pada itu, Tim Tanggap Darurat PDAM Kota Balikpapan, akan segera melakukan perbaikan pada malam hari ini juga, Jumat 26/6/20, pada jam 20.00 Wita dengan target pekerjaan 1 x 12 Jam (lebih cepat lebih baik), dilokasi Pump house waduk manggar KM.12.

Suryo Hadi Prabowo, atau disapa Kang_Uyo selaku Kepala Sub. Bagian Customer Service PDAM Kota Balikpapan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, mengingat pekerjaan darurat ini diluar dari jadwal dan perkiraan, terutama imbasnya kepada pelanggan yang mengalami Stop Distribusi lebih awal akibat dari kondisi kerusakan tersebut.

Kang Uyo juga mengingatkan bahwa, apabila perbaikan sudah selesai nantinya, proses Normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi Kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu, jelasnya.

Adapun cakupan pelayanan yang terganggu dari IPAM KM.8 BATU AMPAR :

Sepanjang Jalur KM.10 sampai dengan Rapak (Jalan Soekarno Hatta), Jl. MT. Haryono Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, sepanjang jalan Syarifuddin Yoes, Perum. Daksa, Sebagian Daerah di Batakan, Perum. WIKA, Sebagian Daun Village, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.Ramayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU AMPAR.lebih sedikit (*)

 Rilis : PDAM Balikpapan

Kasubag CS PDAM Suryo Hadi Prabowo S.Kom

KabarIkn.Com-BALIKPAPAN-Pandemi virus corona (COVID-19) bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga perekonomian. Tak sedikit diantara masyarakat harus kehilangan pekerjaan dan penghasilan akibat program pencegahan COVID-19.

Untuk menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan yang terdampak wabah COVID-19, PDAM Balikpapan menggratiskan biaya pemakaian air selama tiga bulan April, Mei dan Juni.

Kepala Sub Bagian Customer Service PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo S.Kom mengatakan, kebijakan itu berdasarkan Keputusan Walikota Balikpapan Nomor 188.45-135/2020 Tentang Subsidi Pemakaian Air sampai dengan 10 m3 pertama bagi pelanggan sosial dan pelanggan rumah tangga menengah Ke bawah.

"Kurang lebih sebanyak 82 ribu pelanggan sosial dan pelanggan rumah tangga berpenghasilan rendah menerima penggratisan iuran air bersih tersebut, untuk meringankan beban masyarakat," ungkapnya.

"Terkait pelayanan PDAM Untuk sementara ini kami ubah jam pelayanan lebih pendek dari biasanya, pengubahan ini sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, tergantung dari situasi serta kondisi" katanya.

"Mewajibkan setiap pegawai PDAM dan setiap pelanggan yang berkunjung ke kantor PDAM Balikpapan untuk mencuci tangan, mengunakan masker, jaga jarak dan mengecek suhu tubuhnya," urainya.

"Batas pengunjung di dalam kantor PDAM maksimal 25 orang, jika pelanggan lebih PDAM telah menyiapkan tempat mengunakan tenda di halaman kantor PDAM," bebernya.

"kursinya diberikan jarak sesuai dengan protokol kesehatan, semua ini demi kebaikan bersama, semoga Virus Covid-19 segera teratasi," tandasnya (tri).

KabarIkn.com,Balikpapan – Dalam suasana New Normal seperti sekarang ini PDAM Balikpapan tetap melaksanakan pelayanan penerimaan keluhan pelanggan di customer service, baik itu merupakan kunjungan untuk complain , Pemasangan baru termasuk juga pembayaran loket tagihan PDAM Balikpapan.

Kasubag Customer Service PDAM Balikpapan, Suryo menjelaskan bahwa setiap pelanggan yang berkunjung ke PDAM tetap harus mengikuti protokoler yang dilaksanakan dan pada saat pelaksanaan kunjungan ke PDAM pelanggan juga diwajibkan untuk mencuci tangan , kemudian ada pemeriksaa suhu tubuh dan saat masuk kedalam ruangan mereka ditempatkan sesuai dengan physical distancing.

“ Batas 20 – 25 orang didalam satu ruangan pelayanan customer service ini apabila pelanggan tersebut membludak PDAM Balikpapan sudah menyediakan Tenda dan Kursi yang berada diluar ruangan dan juga sudah diatur jaraknya,” Kata Kasubag Customer Service PDAM Balikpapan, Suryo.

Harapan kedepannya , semoga di suasana New Normal seperti ini masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti semula dengan menjalankan peraturan dari protokoler kesehatan , mulai dari menjaga jarak , kemudian mencuci tangan dan menggunakan masker. ( beny )

Kasubag CS PDAM Suryo Hadi Prabowo S.kom

KabarIkn.com,Balikpapan - Minggu Pagi tadi PDAM Kota Balikpapan mengalami kembali kerusakan yang diluar dari perkiraan, pipa Transmisi mengalami kebocoran di Jalur Hutan Transad KM.10 (Kebun Karet) yaitu pipa air baku (transmisi) diameter 600 mm Ductile yang menuju jalur Instalasi Pengolahan Air Minum KM. 8 Batu Ampar 

Kebocoran teridentifikasi setelah terjadinya penurunan debit air yang dikirim dari waduk manggar KM.12 ke IPAM KM.8, saat produksi air yang tidak standar seperti biasanya dengan kapasitas produksi dibawah dari 450 liter/detik.

Dari Kebocoran tersebut PDAM akan segara melaksanakan perbaikan yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2020, dari jam 13.00 Wita s.d Selesai dengan Target Maksimal pekerjaan 1x24 Jam, lebih cepat lebih baik. Maka dari pada itu 50% pelayanan Distribusi air Kota Balikpapan dari Jalur Produksi IPAM KM.8 terganggu atau mengalami "Stop Distribusi Air."

Kepala Sub. Bagian, Customer Service PDAM Kota Balikpapan, Suryo Hadi Prabowo, atau disapa Kang Uyo, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kegiatan ini, terutama kepada Pelanggan yang mengalami air tidak mengalir lebih dahulu, karena kerusakan tergolong bersifat Darurat dan harus segera dilakukan penanganan, Tim Tanggap Darurat Sumber Air Baku langsung bertindak cepat membuat galian pada jalur yang bocor dan mempersiapkan segala kebutuhan operasional untuk perbaikan pada siang hari Senin besok (8/6), mohon doanya agar PDAM dapat menyelesaikan segera dan tidak ada kendala.

Kang Uyo juga mengingatkan bahwa, apabila perbaikan sudah selesai nantinya, proses Normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi Kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu, jelasnya.

Daerah yang mengalami gangguan Distribusi Air : Produksi IPAM KM. 8 BATU AMPAR : Sepanjang Jalur KM.10 sampai dengan Rapak (Jalan Soekarno Hatta), Jl. MT. Haryono Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, sepanjang jalan Syarifuddin Yoes, Perum. Daksa.

Lalu, Sebagian Daerah di Batakan, Perum. WIKA, Sebagian Daun Village, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.Ramayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU AMPAR.

Rilis : PDAM Balikpapan

 

Kabarikn.com,Balikpapan – Terkait dengan New Normal yang akan diumumkan pada tanggal 01 Juni 2020 , PDAM Kota Balikpapan menerapkan beberapa tahapan. Dari segi customer service sudah dilihat bahwa pemakaian Face Shield digunakan untuk menjaga komunikasi dengan para pelanggan.

Kabag Hublang PDAM Kota Balikpapan, H. Nour Hidayah, SE.MM menejelaskan new normal itu pada dasarnya adalah kita harus tetap menerapkan bahwa aturan Pemerintah terkait dengan APD untuk mencegah dari pandemic Covid-19 itu sendiri. Jadi, pembaca meter dari segi pelayanan untuk call center maupun bagian pemasaran mereka semua menerapkan APD seperti sarung tangan, masker , dan face shield.

Bagi konsumen yang masuk ke kantor PDAM Balikpapan akan diperiksa temperature suhu tubuhnya , kemudian juga harus menggunaan masker,pada ruang tunggu juga diberi pembatasan  dan social distancing tetap dilaksanakan.

Untuk pembaca meter sendiri itu sudah dimulai pembacaan pada tanggal 01 Juni 2020 secara manual turun ke lapangan mendatangi rumah kerumah. PDAM Balikpapan sendiri menyediakan sarana aplikasi baca meter mandiri, yaitu pelanggan boleh memotret meteran air nya dan dikirim ke aplikasi yang telah disediakan oleh PDAM.

“ untuk pembatasan pelanggan dibatasi sekitar 20 sampai 25 orang , kemudian untuk pemberlakuan jam pelayanan sendiri yaitu dari jam 08.00 sampai jam 12.00 siang selebihnya jam pelayanan sudah ditutup,” Kata Kabag Hublang PDAM Balikpapan , H. Nour Hidayah,SE.MM. ( beny )  

KabarIkn.com,Balikpapan - Bulan Ramadhan dan Lebaran telah berlalu, memang jika kita pahami sebelumnya pola pemakaian air PDAM disaat bulan Ramadhan dan dibulan bulan biasa pasti berbeda, karena penggunaan Air dibulan Ramadhan mengalami perubahan pola pemakaian, dari biasanya Penggunaan air di kisaran pemakaian puncak jam 05.00 pagi dan sore harinya di kisaran Jam 16.00, berbeda disaat Ramadhan, pemakaian pucak Air PDAM lebih awal digunakan oleh Masyarakat pada saat dini hari diatas kisaran Jam 02.00 pagi, terutama saat menjelang waktu saur aktivitas penggunaan air lumayan meningkat.

Saat ini pelanggan masih menyoroti terhadap pelayanan PDAM Kota Balikpapan khususnya aliran Distribusi air didaerah – daerah gunung yang tidak maksimal serta kondisi kualitas air yang mengalami penurunan dalam beberapa hari ini.

Wilayah Pelanggan yang mengalami tidak maksimalnya Distribusi air adalah daerah-daerah gunung di Lokasi Kecamatan Balikpapan Barat, seperti Gn. Satu, Gn. Empat, Sidodadi, Gn. Bugis, Asrama Bukit hingga di Kelurahan Baru Tengah termasuk wilayah paling tinggi di Kecamatan Balikpapan Tengah didaerah Martadinata Jalan Pembangunan. 

Saat ini PDAM Kota Balikpapan sedang berupaya untuk memaksimalkan Kapasitas Produksi didaerah-daerah tersebut, memang Imbas dari pola pemakaian air setelah Ramadhan dan Lebaran perlu dilakukan Normalisasi dengan menjaga Kontinuitas kuantitas air yang diolah atau di produksi dari setiap Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM. 

Upaya antisipasi saat ini yang dilakukan untuk menanggulangi permintaan kebutuhan air PDAM Ke Pelanggan, solusi jangka pendek saat ini, PDAM tetap mengarahkan kepada pelanggan untuk dapat memesan air tangki yang berada di Posko Tangki Jalan Mt. Haryono, depan kantor DukCapil.

Disamping Kuantitas air baku yang masih perlu Kontinyu diproduksi dan tahap Normalisasi agar sampai ke Daerah Gunung, sebagian pelanggan masih ada yang mengeluh terhadap kualitas air PDAM yang berwana keruh dan berbau.

Sejak Laporan Keluhan Pelanggan terkait penurunan kualitas air yang mengalami kekeruhan dan berbau dari akhir Ramadhan, kemudian memasuki lebaran hingga saat ini, Tim Laboratorium dan Bagian Produksi PDAM Kota Balikpapan masih berupaya melakukan tindakan perbaikan pada proses Pengolahan Air bersih pada dua Instalasi Pengolahan Air Minum terbesar milik PDAM Kota Balikpapan, yaitu IPAM Batu Ampar dan IPAM Kampung Damai, mengingat kedua Instalasi tersebut sumber air bakunya berasal dari Waduk Manggar, memang faktor utamanya yang menjadi penyebab kekeruhan tersebut berasal dari sumber waduk manggar itu sendiri, dimana telah terjadi perubahan terhadap kualitas air baku waduk manggar pada saat Peningkatan curah hujan yang menyebabkan debit air waduk bertambah dan diikuti dengan perubahan kualitas air waduk/ air baku, disaat level waduk yang Terus meningkat sampai hari ini, dimana level waduk menjadi 10,41 meter (Minggu, 31/05), dari peningkatan level tersebut karena curah hujan yang tinggi, ternyata mengakibatkan kualitas air waduk menjadi menurun, dimana Air hujan menyebabkan endapan lumpur yang sudah lama berada di dasar dan kemudian dipertengahan muka air waduk ikut terangkat serta terlarut, sehingga mengakibatkan beban di unit pengolahan beroperasi dengan berat (air susah diolah) dan kekeruhan warna air, zat melayang (TSS) serta zat besi pun meningkat. Akibat dari Kekeruhan yang terjadi pada air baku juga mempengaruhi daya ikat air terhadap oksigen sehingga kualitas oksigen terlarut (DO) menurun, kemudian zat organik juga ikut meningkat dan juga merupakan salah satu yang menyebabkan air baku waduk manggar menjadi bau.

Dimana yang perlu diketahui parameter kualitas air baku waduk manggar dari Warna, Kekeruhan, TSS (zat melayang) dan Besi Total mengalami peningkatan jika di bandingkan dengan bulan sebelumnya, perlu diketahui oleh masyarakat bahwa Waduk Manggar harus memenuhi standar Air Baku Kelas I, artinya, air baku yang memang masuk dalam katagori sumber air yang pantas untuk diolah menjadi air bersih atau air minum (Layak Konumsi), sesuai dengan “Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, (Tanggal : 14 Desember 2001), Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,” berikut laporan secara rinci perubahan parameter terhadap hasil Kualitas Air Baku Waduk Manggar.

Perubahan Level Waduk Manggar : 

Sehingga hasil analisa terhadap parameter yang mengalami penurunan kualitas, terutama dalam hal ini beberapa parameter yang menjadi meningkat antara lain :Berdasarkan data dari parameternya :

  1. Warna meningkat sebesar 72,43% (Dari April 272 PtCo menjadi 469 PtCo pada Mei).
  2. Kekeruhan meningkat sebesar 109,68% (Dari April 31 NTU menjadi 65 NTU pada Mei).
  3. Besi Total meningkat sebesar 45,71% (Dari April 3,5 mg/L menjadi 5,1 mg/L pada Mei) Standar Air Baku 0.3 mg/L.
  4. Zat Organik meningkat sebesar 15,79% (Dari April 19 mg/L menjadi 22 mg/L pada Mei)

Dengan kondisi seperti ini, Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan mengatakan bahwa Proses Pengolahan air tidak dapat dilakukan untuk STOP Produksi sementara waktu, mengingat permintaan kebutuhan air sangat tinggi di masyarakat atau pelanggan, disatu sisi Kualitas air Baku yang menurun, Produksi air bersih harus terus diolah secara kontinyunitas tanpa berhenti, dilihat dari hasil analisa laporan kualitas air baku sampai bulan Mei 2020, hasil analisa mengalami peningkatan yang sangat Drastis dari minggu ke minggu, hingga sampai hari ini pun Tim Instalasi Pengolahan Air Minum dan Laboratorium PDAM Kota Balikpapan terus berupaya dalam meningkatkan dosis obat air (penggunaan chemical) dimana dalam penggunaannya mengalami peningkatan 2 kali lipat, perlu diketahui oleh pelanggan tahapan peningkatan obat air ini berjenjang, atau perlu proses dalam pembubuhannya, mengingat cara yang dilakukan ini dengan Kondisi Instalasi terus Beroperasi secara Kontinyu tanpa STOP Produksi, dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat menggunakan Air dari PDAM, disini menjadi tantangan bagi PDAM dalam menanggulangi permasalahan air baku yang terjadi, dengan mempertahankan Kualitas, Kuantitas dan Kontinyunitas, semoga proses yang sedang berjalan dalam penambahan dosis obat air ini, sesuai dengan dosis optimal yang dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan standar air minum di setiap IPAM, Khususnya IPAM yang sumber air bakunya berasal dari Waduk Manggar.

Dengan keadaan seperti ini Direksi PDAM Kota Balikpapan memohon kepada pelanggan untuk sabar menunggu dalam proses pemulihan kembali, dimana PDAM sudah melakukan upaya-upaya seperti monitoring dan jarts kualitas air baku setiap jamnnya (untuk mendapatkan dosis optimum), melakukan penambahan udara (oksidasi) melalui surface aerator di waduk manggar, pengurasan Pada pipa Distribusi, pipa air baku atau transmisi serta pengurasan di Instalasi Pengolahan Air Minum itu sendiri dari clearator/pulsator, Filter dan Reservoir, Direksi juga meminta kepada pelanggan untuk turut memantau perubahan Kualitas air PDAM yang terjadi dirumah pelanggan, apabila masih ada ketidak sesuaian, mohon untuk segera lapor ke Call Center di 0542 878991/878992 - sms center 0816200110 dan sekali lagi PDAM Kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini.

Rilis : PDAM Balikpapan

KabarIkn.Com,Balikpapan-PDAM Balikpapan,bidang Customer Social Responsibility kerjasama Balikpapan pos laksanakan Paket Ceria Ramadhan 1441 H

Kegiatan PCR dilaksanakan tiga lokasi yang terpisah, yakni warga Kelurahan Sepinggan Raya, Kelurahan Kariangau dan Warga Kelurahan Graha Indah

Acara kegiatan ini dihadiri langsung olet Plt Direktur Umum, Kabag Hub Pelanggan, Kabag Produksi dan Kasubag Customer Service

Kasubag Customer Service PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo S.kom mengatakan sebanyak 15 paket PCR yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, apalagi disuasana Ramadhan dan masa pandemic covid-19 saat ini, begitu bermanfaat paket PCR ini bagi warga yang membutuhkan dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1441 H ,” kata Suryo lewat Seluler Selasa (19/05/2020)

Menurut Suryo, banyak pihak yang memanfaatkan momen ramadan sebagai bulan untuk berbagi. Terutama kepada masyarakat yang kekurangan. Sehingga diharapkan orang-orang yang membutuhkan bantuan kita dapat juga merasakan kebahagiaan sebagaimana yang dirasakan orang lain.

Untuk itu, PDAM Kota Balikpapan juga menggunakan momen ini sebagai sarana mendekatkan hubungan kepada masyarakat sebagai upaya memberikan kebahagiaan untuk orang-orang yang membutuhkan melalui program “Paket Ceria Ramadhan PDAM bersama Balikpapan Pos” dengan memberikan bingkisan Ramadhan kepada warga yang beruntung mendapatkannya.

“Kami berharap agar bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat,” kata Suryo (beny)

KabarIkn.Com,Balikpapan - Terkait himbauan dari Pemerintah Kota Balikpapan, PDAM Kota Balikpapan dalam pelayanan nya menerapkan protokol untuk penanganan Covid 19 tersebut.

Kasubag Customer Service PDAM Balikpapan , Suryo Hadi Prabowo S.kom menjelaskan bahwa PDAM tetap menerima kunjungan tatap muka dari orang yang mempunyai keluhan ke PDAM. Hanya saja dalam pola penerimaannya dibatasi dan penerapan duduk di dalam ruangan juga diberi batasan, yang boleh masuk di pelayanan tersebut ada sekitar 20 orang saja.

" kalau misalnya pada saat pelanggan datang dalam keadaan antri maka harus secara bergantian dan sebelum masuk juga ada tempat untuk cuci tangan beserta sabun, setelah itu juga ada pemeriksaan suhu tubuh," Kata Suryo.

Jadi, memang penerapan Physical Distancing ini adalah salah satu upaya untuk menjaga jarak agar bisa mengurangi dampak wabah atau memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Suryo berharap semoga penyebaran wabah covid 19 ini segera berakhir, dan masyarakat bisa melakukan kegiatan dengan normal kembali.(triani)