[Valid RSS]

Foto : Kasubag CS Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo S.kom

Kabarikn.com,Balikpapan-Kepala Sub Bagian (Kasubag) Customer Service (CS) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (TMB) Suryo Hadi Prabowo, menjadi ‘jantung informasi’ untuk pelanggan. Ia selalu hadir memberikan sosialisasi kaitan sejumlah hal menyangkut pelayanan air bersih yang menampilkan dirinya sebagai sosok ‘Kang Uyo’.

Ia tak hanya di sosial media lewat sosialisasi dalam bentuk video, tetapi juga memberikan keterangan pers (press realease) kepada wartawan kaitan perkembangan PDAM. “Saya hanya ingin pelanggan juga ikut berpartisipasi untuk melakukan kontrol terhadap pemakaian air bulanan. Jangan hanya membayar saja dan mengeluh. Sebab, harus ada kerjasama antara PDAM dan pelanggan,” kata Kang Uyo.

Suryo yang selalu kreatif membuat konten untuk sosialisasi kaitan pelayanan PDAM Balikpapan kepada pelanggan agar pelanggan mengetahui secara teknis

Kang Uyo mengajak secara rutin pelanggan melakukan pengawasan pemakaian air. Karena, banyak   keluhan dari pelanggan PDAM  tagihan rekeningnya membengkak. Padahal ada sejumlah faktor. “Kita juga tidak alergi kritik. Pemberi jasa pelayanan kritik membangun (konstruktif) itu diperlukan demi peningkatan pelayanan. Hanya, jangan buru-buru menyalahkan PDAM sebelum mengetahui apa penyebanya,” kata Suryo alias Kang Uyo ini.

Fungsi pelanggan ikut mengecek water meter itu, adalah melihat kubikasi atau penggunaan air tiap bulannya.  Sehingga, antara bulan ini dan akan datang (sesuai pemakaian) dapat dikontrol. Jika mengalami pembengkakan, tentu akan dapat dianalisa.

DUA WARNA DIGIT ANGKA

Menurut Suryo atau Kang Uyo,  pada meteran air, ada terdapat dua warna digit angka yaitu warna  hitam untuk jumlah kubikasi (meter kubik) dan warna merah untuk jumlah liter. Dan setiap bulan pembaca meter PDAM  selalu melakukan kunjungan ke rumah pelanggan untuk melihat jumlah pemakaian air.

Suryo juga menganjurkan, jika ada masalah pelanggan air PDAM maka harus koordinasi dengan bagian Customer Service dengan menghubungi hotline

Ia menguraikan, biasanya  kalau pembaca meter, tanggal bacanya setiap tanggal  5, maka akan dicatat jumlah kubikasi pemakaian air. 

“Mudah kok menganalisinya. Misalnya petugas datang tanggal 5  Mei 2021, tercatat di meter air warna hitam berupa angka 0016, lalu di bulan Juni 2021 0030, berarti ada kenaikan pemakaian 14 kubik,” jelasnya.

Setelah itu, jumlah 14 kubik itu akan dihitung sesuai tariff harga tiap pelanggan, lalu dimasukkan pada tagihan bulan berikutnya. Makanya, jika pelanggan rutin mengecek pemakaian air di rumah, akan juga mudah mendapatkan informasi berapa kubik yang dipakai sebulan.

“Kalau terlalu banyak, kan bisa dianalisa. Lalu melakukan penghematan bulan berikutnya. Terkadang tidak sadar. Mencuci mobil juga menggunakan air PDAM. Ini tidak terasa kubikasinya terus berjalan,” ujarnya.

Mengapa  cek meter air itu diperlukan, karena menurut Suryo  jika terjadi angka meter yang melonjak, dapat segera diantisipasi dan tidak terkejut saat akhjir bulan. Atau pelanggan  pada kondisi tertentu dapat berkonsultasi  menghubungi nomor layanan pelanggan Perumda TMB yakni (0542)-878 991 – 878 992 atau WA dan SM ke nomor 0816200110.

Rilis : Kasubag CS Perumda Tirta Manutung Suryo Hadi Prabowo S.kom

Foto : Direktur Umum Perumda Tirta Manuntung , Noer Hidayah

Kabarikn.com,Balikpapan-Meteran air lama dan sudah berusia 4 tahun, maka harus diganti.  Jika tidak berpengaruh pada tagihan air. Sebab, kondisi air tidak tertampung maksimal dan bisa terjadi kebocoran.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM) Noer Hidayah menjelaskan, pelanggan tidak dapat menganggap remeh kaitan dengan meteran ini. “Selalu cek. Laporkan jika sudah berusia 4 tahun, PDAM akan mengganti dan tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Noer Hidayah atau biasa disapa Nunu.

Dijelaskannya, di Kota Balikpapan, pelanggan PDAM harus memberi informasi kaitan usia meter air yang sudah mencapai 4 tahun. Atau bisa juga petugas pembaca meter mengecek langsung.

“Kalau ada petugas yang akan mengecek program penggantian meter, mohon diberi izin. Karena, ini untuk mengetahui usia meter air itu. Sayangkan kalau tidak diganti. Apalagi gratis,” tambah Nunu.

Meter air milik pelanggan jika diidentifikasi usia pemakaian sudah 4 tahun, maka PDAM menggantinya secara gratis.

Kaitan meteran ini, ada  ketentuan yuridis yang mengatur yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Apa itu, yakni aturan kaitan dan berhubungan dengan  satuan ukuran dan alat ukurnya seperti meter air PDAM itu. 

“Jadi kalau alat ukur atau meter air PDAM sudah  mencapai usia 4 tahun, PDAM sesuai ketentuan UU itu wajib menggantinya,”  kata Nunu.

TAGIHAN DAN NRW

Disebutkan Nunu, kalau meter air rusak dan itu dalam jumlah banyak karena secara metrologi legal tidak segera dilaporkan, maka itu  berpengaruh pada distribusi air. “Ada istilah non revenue water (NRW) atau angka kehilangan air begitu banyak. Sehingga, ini juga berpengaruh pada pendapatan PDAM. Makanya harus diganti,” tambah Nunu.

Bukan itu saja, pergantian meter yang sudah berusia 4 tahun atau  penggunaan air sudah mencapai 2000 M3, maka PDAM segera mungkin menggantinya.

“Makanya petugas kita yang berkeliling secara door to door ada yang mengecek kondisi meter air itu. Insya Allah jika memang sudah 4 tahun, kita ganti dan sekali lagi free atau gratis tadi,” ujar Nunu.

Nunu saat uji kompetensi (fit and proper test) jabatan Direktur Umum PDAM dan akhirnya berhasil lolos menjadi Dirum

Kaitan tagihan air melonjak, bisa juga karena meter air tadi sudah aus atau harus diganti. Sebab, perlu dikalibrasi. Caranya, diganti yang baru. “Kalau sudah  usia 4 tahun tadi kan alatnya sudah lama. Sehingga, bisa berpengaruh pada proses perhitungan penggunan air dan implikasinya pada tagihan pelanggan,” pungkas Nunu yang menambahkan, jika ada pelanggan yang meterannya perlu dicek dapat WA di nomor 0816200110. 

Sumber: CS PTM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo S.kom

Kabarikn.com,Balikpapan -Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan yang dulu bernama PDAM Tirta Manggar Balikpapan terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada pelanggan yang tersebar di enam wilayah kecamatan.

Kontur topografi Kota Beriman yang 80 persen berada pada daerah perbukitan membuat layanan air bersih kerap terkendala aliran, namun demikian Perumda TMB terus memberikan layanan, jika pelanggan mengalami gangguan air bersih.

"Apalagi saat terjadi kebocoran pipa air baku, terutama yang menghubungkan jalur Waduk Manggar ke IPAM Kampung Damai, sehingga lokasi yang berada jauh di hutan Transad membuat tim cepat tanggap secara maksimal melakukan perbaikan, dan tentunya membuat setop distribusi air sementara," jelas Kasubag Customer Service (CS), Suryo Hadi Prabowo.

Dan tentunya pelanggan yang mengalami gangguan distribusi, biasanya langsung menghubungi nomor hotline Perumda TMB di nomor Perumda TMB (0542) 7218830 atau chat teks WA 0816200110.

Selain itu juga Perumda TMB memiliki media sosial di IG maupun FB yang dapat dijadikan sarana keluhan pelanggan.

"Untuk FB, kami ada grup pelanggan yaitu di SAVE PDAM BALIKPAPAN, atau di IG @tirtamanggarbalikpapan, biasanya kalau ada perbaikan pipa atau jaringan hingga kebocoran air kami infokan juga di IG story," tambah Kang Uyo, akrab Suryo Hadi Prabowo disapa.

"Pelanggan juga dapat datang langsung ke kantor Graha Perumda TMB, setiap hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, dengan antrean pelanggan yang dibatasi, karena penerapan protokol kesehatan, sesuai pelaksanaan PPKM level 4 untuk kota Balikpapan," tambah Suryo kembali.

Pelanggan juga dapat mengakses website Perumda Tirta Manuntung Balikpapan yaitu www.tirtamanuntung.co.id sedangkan untuk layanan pelanggan telah berubah alamat kepelanggan.tirtamanuntung.co.id namun mungkin masih ada gangguan di layanan tersebut selama migrasi.

Semoga pelanggan yang bijak selalu dapat mengontrol pemakaian air, selalu menampung air saat kondisi normal, terutama jangan terlambat membayar tagihan air bersih maksimal tanggal 20 setiap bulannya, 

Sumber: Kasubag CS Perumda Tirta Manuntung,Suryo Hadi Prabowo S.kom

 


Kabarikn.com,Balikpapan- PerumdaTirta Manuntung Balikpapan mengalami kembali kerusakan yang diluar dari perkiraan, pipa Transmisi mengalami kebocoran di Jalur Hutan Transad KM.10 (Kebun Karet) atau belakang Pesantren Mardhatillah yaitu pipa air baku (transmisi) diameter 600 mm yang menuju jalur Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai. Kebocoran teridentifikasi setelah terjadinya penurunan debit air yang dikirim dari waduk manggar KM.12 ke IPAM Kampung Damai, saat produksi air yang tidak standar seperti biasanya dengan kapasitas produksi dibawah dari 450 liter/detik. 

Foto : Dirut Perumda Tirta Manuntung , Haidir Effendi

Dari Kebocoran tersebut, akan segara melaksanakan perbaikan yang dilaksanakan pada Senin, 16 Agustus 2021, dari jam 12.00 Wita s.d Selesai dengan estimasi Pekerjaan Kurang Lebih 1x24 Jam, lebih cepat lebih baik. Maka dari dari itu pelayanan Distribusi air Kota Balikpapan dari Jalur Produksi IPAM KAMPUNG DAMAI terganggu atau mengalami "Stop Distribusi Air." Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Haidir Effendi, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kegiatan ini, terutama kepada Pelanggan yang mengalami air tidak mengalir lebih dahulu, Tim Tanggap Darurat Sumber Air Baku langsung bertindak cepat membuat galian pada jalur yang bocor dan mempersiapkan segala kebutuhan operasional untuk perbaikan. 

Ia juga mengingatkan bahwa, apabila perbaikan sudah selesai nantinya, proses Normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi Kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu, jelasnya, mohon doanya kepada Masyarakat semoga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Adapun aliran Produksi IPAM KAMP. DAMAI : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan, Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Jalan Beler, Dam, Sebagian Daun Village, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai. 

Rilis : Perumda Tirta Manuntung Balikpapan

Kabarikn.com,Balikpapan- Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Haidir Effendi mengatakan, jika kegiatan program MBR kaitkan dengan implementasi dari pada visi misi walikota yang diberi gratis pemasangannya untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan air minum dengan kategori tidak mampu.

"Sebelumnya program MBR pada 2021 total yang kita usulkan untuk kota Balikpapan 1200 KK di 11 kelurahan,"ujar Haidir ikut serta hadir dalam acara penerima  Program MBR Kelurahan Manggar Sabtu (7/8/2021)

Dimana untuk di wilayah kecamatan Balikpapan Timur ini tersebat di tiga kelurahan yakni Lamaru, Manggar, dan Manggar baru, untuk kecamatan Balikpapan Selatan ada di Sepinggan, kecamatan Balikpapan Utara di Karang Joang, Graha Indah dan Batu Ampar, Gunung Samarinda,  sisanya di Balikpapan Tengah kelurahan Sumber Rejo dan Balikpapan Kota di Telagasari dan Klandasan Ilir. 

"Realisasi pemasangan hingga hari ini 786 sambungan rumah atau 50 persen dari target yang kita rencanakan pada 2021," katanya. (tri)

Kontribusi Pelanggan Bagi Operasional Perumda TMB 

Kabarikn.com Balikpapan -- Sebagai pelanggan air bersih yang bijak dan komitmen, membayar air tepat waktu menjadi bentuk sinergi agar Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dapat beroperasi dengan lancar.

Karena dari pembayaran tagihan rekening air bersih rutin itulah, pengelolaan dan pendistribusian air bersih kepada pelanggan agar menjadi lancar, dan operasional Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dapat berjalan baik; jelas Kepala Sub Bagian Customer Service Perumda TMB, Suryo Hadi Prabowo kemarin.

Namun demikian karena kondisi pandemi Covid-19, Perumda TMB masih memberikan toleransi. Jika terlambat membayar rekening air 1 bulan, lewat tanggal 20 tiap bulan, hanya didenda 10 persen dari tagihan air yang dibayarkan bulan itu. 

“Jika sudah menunggak 2 bulan, tentu petugas Perumda TMB akan menyegel meter air milik pelanggan tanpa pemberitahuan,” tambah Suryo yang akrab disapa Kang Uyo,Kamis (5/8/2021).

Proses sanksi Perumda terhadap pelanggan kata Suryo, tentu tidak berhenti di situ. Kalau pelanggan masih juga belum membayar bahkan sampai 3 bulan tunggakan, maka di bulan ke-4 melewati tanggal 20 akan memutus status dan meter air pelanggan. Dan Ini tentu merugikan pelanggan yang tidak mendapat pelayanan air bersih. 

Proses kerja Perumda Tirta Manuntung terhadap meter air pelanggan, menurut Suryo mengikuti regulasi yang diatur dalam peraturan walikota (Perwali) Nomor 19 Tahun 2010 tentang sistem penyediaan air minum pasal 16 ayat 2. Jelas dalam pasal itu disebutkan pemutusan tetap atau pencabutan air PDAM dilakukan apabila pelanggan tidak menyelesaikan segala kewajibannya dalam jangka waktu dua bulan terhitung sejak tanggal dilakukan penyegelan.

 Artinya PDAM sudah memberikan keringanan kepada pelanggan, inilah harapan kami agar pelanggan dapat memahami pentingnya membayar air tepat waktu," harap Suryo.

Selain itu Perumda Tirta Manuntung masih memberikan kesempatan kepada pelanggan yang merasa keberatan terhadap tagihannya, untuk dapat langsung menyampaikan keberatannya ke kantor PDAM di bagian Customer Service.

" Ayok bayar air tepat waktu, pelanggan bijak tentunya sama-sama berkontribusi untuk kelancaran distribusi air bersih di kota Balikpapan ," pungkasnya.(*) 

Sumber : Kasubag CS,Suryo Hadi Prabowo S.kom

Kabarikn.com,Balikpapan - Banyaknya keluhan para pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, bahwa tagihan rekening air membengkak mengharuskan pelanggan rajin mengontrol pemakaian air.

Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Customer Servis (CS) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Suryo Hadi Prabowo, keluhan tagihan membengkak terjadi saat pelanggan mau membayar tagihan air.

"Nah sebelum hal itu terjadi, jadilah pelanggan bijak, harus rutin mengontrol pemakaian air tiap bulan," jelas Suryo memperlihatkan cara mengecek jumlah kubikasi pemakaian air.

Pada meteran air, terdapat dua warna digit angka, yaitu warna hitam untuk jumlah kubikasi (meter kubik), dan warna merah untuk jumlah liter.

Menurut Suryo, akrab disapa Kang Uyo, setiap bulan petugas pembaca meter melakukan kunjungan ke rumah pelanggan untuk melihat jumlah pemakaian.

"Biasanya kalau pembaca meter, tanggal bacanya setiap tanggal 5, maka akan dicatat jumlah kubikasi pemakaian air," jelasnya.

Dirinya mencontohkan, misalnya tertanggal 5 bulan Mei tercatat di meter air warna hitam berupa angka, 0016, lalu dibulan Juni 2021 menjadi 0030, berarti ada kenaikan 14 kubik.

"Nantinya jumlah 14 kubik, akan dihitung sesuai tarif harga tiap pelanggan, lalu dimasukkan pada tagihan bulan berikutnya," ujar Uyo kembali.

Dan dirinya berharap, kepada seluruh pelanggan, agar rutin mengontrol pemakaian air di rumah setiap bulannya.

"Sebab jika rutin melakukan pengecekan, tentunya jika terjadi angka meter yang melonjak, dapat segera tahu, dan tidak kaget saat akhir bulan mengetahui jumlah tagihan melonjak," pungkasnya.

Jika ada kondisi-kondisi yang perlu dikonsultasikan dapat menghubungi nomor layanan pelanggan Perumda TMB (0542) 878 991/ 878 992 atau WA / SMS 0816-200-110.(*/tri)

Kabarikn.com,Balikpapan - Saat air di rumah diperoleh dengan berlangganan terhadap Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan yang merupakan jasa penyedia air bersih, tentu 'Sahabat Air' wajib membayar tagihan penggunaan setiap bulannya. 

Sayangnya, ada cukup banyak kasus di mana tagihan air seseorang di rumahnya menjadi membengkak. 

"Kebanyakan dari pelanggan merasa tidak menggunakan air berlebihan, digunakan sewajarnya," jelas Kang Uyo, sapaan akrab Kasubag Customer Service (CS) Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan .

Untuk menghindarkan 'Sahabat Air' dari kasus tagihan air yang membengkak, maka perlu mengetahui beberapa penyebab yang mengakibatkan tagihan air menjadi bengkak meski sahabat tidak menggunakannya berlebihan.

Kang Uyo menyarankan agar pelanggan air harus mengetahui sebab-sebab tagihan air membengkak, yaitu :

1. Kebocoran besar dan kecil pada pipa persil milik pelanggan setelah meter air.

2. Lupa menutup keran-keran air dirumah dengan durasi yang cukup lama sehingga air terbuang percuma

3. Rusak pada pelampung dan bak penampungan toilet duduk, jika terus menerus maka air akan terbuang didalam closet.

4. Pelampung otomatis tandon/ tangki rusak sehingga terus menerus mengalir meskipun tangki sudah penuh.

5. Pola pemakaian air yang boros, maka perlu melakukan pemantauan pada penggunaan air di rumah mulai saat ini.

Cara terakhir untuk memastikan ada kebocoran atau tidak adalah dengan mengecek stop keran air. 

"Pastikan stop keran airnya tidak dol (rusak), karena yang paling jelas terlihat ada kebocoran atau tidak bisa dilihat dari stop keran airnya," jelas Kang Uyo.

Jika terjadi kerusakan, perbaikan kebocoran instalasi sambungan air yang terjadi di rumah merupakan tanggung jawab pelanggan. 

Jadi tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung itu sampai di batas meter. Kalau titik kebocoran teridentifikasi sebelum meter, maka itu menjadi tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan pelanggan tidak dikenakan biaya apa pun. 

"Tetapi kalau kebocoran teridentifikasi ada pada instalasi sambungan pipa setelah meteran, maka itu sudah termasuk wilayah pelanggan," ujarnya

Jika kebocoran pipa air terjadi di wilayah pelanggan, maka Perumda Tirta Manuntung tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan. 

Namun teman-teman Customer Service Perumda Tirta Manuntung, mencoba membantu masyarakat atau pelanggan untuk mengidentifikasi adanya kebocoran dengan membagikan langkah-langkah pengecekan di rumah. (*tri)

Ramli : Konsumen Harus Mematuhi Protokol Kesehatan 

Kabarikn.com,Balikpapan-Pelayanan Tatap Muka, Kunjungan Pelanggan Customer Service, Pemasangan Baru dan Loket Pembayaran Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Gedung Graha Tirta mulai dari hari Rabu, 14 Juli 2021 sampai dengan Jumat, 16 Juli 2021, Sementara Tidak di Buka (Tutup Pelayanan). Dan akan dibuka kembali pada hari  Senin, 19 Juli 2021.

Dikarenakan dilaksanakan kegiatan Gugus Tugas Covid - 19 dalam rangka penyemprotan dan sterilisasi ruangan Pelayanan Customer Service serta upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Covid - 19 di Lingkungan Kerja Perumda Tirta Manuntung Balikpapan.

Foto : Kabag Hubungan Pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan , Abdul Ramli

Kabag Hubungan Pelanggan, Abdul Ramli, mewakili Direksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan menyampaikan bahwa "Kami harap pelanggan mengenai kegiatan pelayanan tatap muka kunjungan ke Kantor Graha Tirta Manuntung Kota Balikpapan bisa diminimalisir mungkin, pelanggan dapat meminta permohonan fasilitas pelayanan Perumda melalui Call Center PDAM di 0542 878991 atau 878992 dan bisa juga SMS/ Whatsapp di 0816200110, baik itu permohonan pelayanan teknis dan juga termasuk pelayanan administrasi yang bisa di tanyakan terlebih dahulu ke Call Center jika ada hal hal yang bersifat urgensi" sebelum penyelesaian secara langsung di Kantor Pelayanan Graha Tirta  PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan, ujar Abdul Ramli.

Menurutnya, untuk pembayaran tagihan rekening air bulanan, pelanggan diharapkan menggunakan Fasilitas Online untuk mempermudah pembayaran tagihan Air, kapanpun dan dimana pun, seperti Mobile Banking, ATM, Konter-konter PPOB, Kantor Pos (Tunggakan Maksimal 3 bulan) dan diharapkan bisa dikordinasikan terlebih dahulu melalui Call Center PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan 

PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan, memohon kepada pelanggan untuk mengerti di situasi saat ini, Ayo kita jaga kesehatan bersama-sama, tahan diri kita untuk tetap dirumah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita selalu kuat dan bugar dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan semoga wabah ini segera berakhir. "Imbuh Abdul Ramli.

Buka Kembali mulai hari Senin, 19 Juli 2021 dengan Jam Pelayanan selama corona tetap berlaku dari awal sampai sekarang tetap diatur dengan standar pembatasan seperti berikut:

Jam pelayanan : 

Senin - Kamis : 08.00 s.d 12.00

Jumat : 08.00 s.d 10.30

Dengan pola antrian

Keluhan dari Senin s.d Kamis

- Customer Service : 70 antrian

- Loket : 150 antrian

- Pemasangan baru : 20 antrian

Jumat 

- Customer Service : 35 antrian

- Loket : 70 Antrian

- Pemasangan Baru : 15 antrian 

Sumber : Kabag Humlang Perumda Tirta Manuntung Balikpapan

Foto : Kasubag Customer Service Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo

Kabarikn.com,Balikpapan- Perumda Tirta Manuntung Balikpapan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik di masa PPKM Darurat.

Kasubag Castomer Servis Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Suryo Hadi Prabowo mengatakan, pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

“Pelayanan kami tetap optimal meskipun harus menyesuaikan PPKM Darurat covid 19, mengingat kebutuhan air bersih di masa pandemi ini justru sangat vital dibutuhkan oleh warga," ungkap Suryo kepada media kabarikn.com lewat WhatsApp , Jum'at(16/7/2021).

Tentu saja kami harus terus meningkatkan pelayanan agar suplai air tetap lancar diterima pelanggan. “Saat ini kegiatan pelayanan tetap kami optimalkan,kami selalu saling mengingatkan kepada jajaran Costumer Service untuk bekerja dengan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk pelayanan dimasa pandemi kami tetap menerima kunjungan konsumen,namun dibatasi dan pengunjung yang datang harus memakai masker dan siap dicek suhunya sebelum masuk ruangan,komsumen sudah disediakan tempat duduk sesuai aturan jaga jarak dan taat aturan ptotokol kesehatan", terang sapaan bang uyo.

"Pelanggan juga dapat meminta permohonan fasilitas pelayanan Perumda melalui Call Center PDAM di 0542 878991 atau 878992 dan bisa juga SMS/ Whatsapp di 0816200110, baik itu permohonan pelayanan teknis dan juga termasuk pelayanan administrasi yang bisa di tanyakan terlebih dahulu ke Call Center jika ada hal hal yang bersifat urgensi" sebelum penyelesaian secara langsung di Kantor Pelayanan Graha Tirta  Perumda Tirta Manuntung Balikpapan.

Menurut Suryo, untuk pembayaran tagihan rekening air bulanan, pelanggan diharapkan menggunakan Fasilitas Online untuk mempermudah pembayaran tagihan Air, kapanpun dan dimana pun, seperti Mobile Banking, ATM, Konter-konter PPOB, Kantor Pos (Tunggakan Maksimal 3 bulan) dan diharapkan bisa dikordinasikan terlebih dahulu melalui Call Center PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan," jelas bang uyo. (tri)

Foto : Kabid CS Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo

Kabarikn.com, Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan  mempersilahkan konsumen untuk mengajukan keberatan jika mendapat tagihan yang dinilai tidak wajar.

Namun di sisi lain, konsumen juga diimbau untuk menggunakan air dengan bijak seiring kenaikan konsumsi yang sering tak disadari selama pandemi Covid-19.

Kabid Costomer Service Perumda Tirta Manuntung Suryo Hadi Prabowo mengatakan, pandemi Covid-19 membuat masyarakat termasuk konsumennya saat ini lebih sering berada di rumah.

"Gunakanlah air bersih sesuai kebutuhan, sehingga tagihan bulanan akan wajar," ujarnya saat dihubungi Kamis (7/7/2021)

Seperti diketahui selain tetap di rumah, pemerintah selama pandemi Covid-19 juga memang mengimbau masyarakat untuk lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Tidak heran jika tanpa disadari penggunaan air bersih memang meningkat di tingkat rumahan.

Menurut Suryo, sejak pandemi Covid-19 pun memang terjadi perubahan perilaku konsumen Perumda Tirta Manuntung Hal itu menyebabkan penggunaan air bersih mereka rata-rata mengalami peningkatan sehingga tagihan pun mengalami kenaikan.

Suryo, menambahkah hal itu seringkali baru disadari ketika konsumen melihat adanya kenaikan pada tagihan mereka. Bahkan tak sedikit yang berasumsi,

Meskipun demikian,Suryo tidak menampik jika kenaikan tagihan yang tidak wajar memang bisa memicu keluhan konsumen. Oleh karena itu konsumen dipersilahkan mengajukan keberatan jika mengalami hal tersebut.

"Jika ada tagihan yang dinilai tidak wajar, maka perlu dilakukan pemeriksaan atas data teknis, angka pemakaian wajar sampai kondisi meter air pelanggan. Dengan begitu persoalan tagihan dan pemakaian air pelanggan tersebut bisa dibuktikan kebenarannya sehingga tidak ada pihak yang dirugikan," kata Suryo

Setelah pemeriksaan, kata Suryo,konsumen bisa sama-sama mengetahui apa yang terjadi. Jika ada kesalahan pencatatan, maka Perumda Tirta Manuntung bisa memperbaiki sesuai angka sebenarnya.

Sebaliknya jika ada persoalan teknis pada sambungan pelanggan yang menyebabkan angka pemakaian tinggi akibat air terbuang, maka kami  bisa segera melakukan perbaikan pada sambungan tersebut. 

"Intinya silahkan mengajukan keberatan atas tagihan yang tidak wajar dengan membawa foto terakhir angka meter di rumah, sehinga bisa dilakukan penyesuaian," pungkas Suryo. (tri)

Foto : Kasubag CS Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo

Kabarikn.com,Balikpapan -Saat air di rumah diperoleh dengan berlangganan terhadap Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan yang merupakan Jasa Penyedia air bersih, tentu “Sahabat Air” wajib membayar tagihan penggunaan setiap bulannya. 

Sayangnya, ada cukup banyak kasus di mana tagihan air seseorang di rumahnya menjadi membengkak. 

Kebanyakan dari pelanggan merasa tidak menggunakan air berlebihan, digunakan sewajarnya. 

Untuk menghindarkan “Sahabat Air” dari kasus tagihan air yang membengkak, maka perlu mengetahui beberapa penyebab yang mengakibatkan tagihan air menjadi bengkak meski sahabat tidak menggunakannya berlebihan. 

1. Kebocoran besar dan Kecil pada Pipa Persil Milik Pelanggan setelah meteran. 

2. Lupa Menutup Keran-keran air dirumah dengan Durasi yang cukup lama sehingga air terbuang percuma 

3. Rusak pada Pelampung dan Bak Penampungan Toilet duduk, jika terus menerus maka air akan terbuang didalam closet. 

4. Pelampung Otomatis Tandon/ Tangki Rusak sehingga terus menerus mengalir meskipun tangki sudah penuh. 

5. Pola Pemakaian air yang Boros, maka perlu melakukan pemantauan pada penggunaan air di rumah mulai saat ini. 

Cara terakhir untuk memastikan ada kebocoran atau tidak adalah dengan mengecek stop keran air. "Pastikan stop keran airnya tidak dol (rusak), karena yang paling jelas terlihat ada kebocoran atau tidak bisa dilihat dari stop keran airnya," Jika terjadi kerusakan, perbaikan kebocoran instalasi sambungan air yang terjadi di rumah merupakan tanggung jawab pelanggan. 

Jadi tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung itu sampai di batas meter. Kalau titik kebocoran teridentifikasi sebelum meter, maka itu menjadi tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan pelanggan tidak dikenakan biaya apa pun. Tetapi kalau kebocoran teridentifikasi ada pada instalasi sambungan pipa setelah meteran, maka itu sudah termasuk wilayah pelanggan," Jika kebocoran pipa air terjadi di wilayah pelanggan, maka Perumda Tirta Manuntung tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan. Namun Perumda Tirta Manuntung, mencoba siap membantu masyarakat atau pelanggan untuk mengidentifikasi adanya kebocoran. 

Sumber : CS Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo