Anggota DPR-RI Drs.H.Safaruddin Laksanakan Reses Dalam Rangka Mendengarkan Aspirasi Masyarakat Kel.Gunung Samarinda
-
kabarikn.com

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin, (14/12/2020) Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Safaruddin melaksanakan kegiatan Reses yang juga dihadiri oleh Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PDI Perjuangan Thohari Azis untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara.
Dalam Resesnya Drs.H.Safaruddin menyampaikan beliau mendengarkan beberapa aspirasi dari masyarakat terkait permasalahan Tanah, Banjir, PDAM,Pendidikan dan tentunya pasti akan dicarikan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Lalu, Mengenai Fly Over di area Muara Rapak jika di Provinsi ada dana maka akan dianggarkan untuk membangun Fly Over tersebut.
" Jika dalam pembangunan Fly Over dana APBD Kota Balikpapan tidak bisa digunakan maka akan menggunakan APBD Provinsi dan jika masih tidak bisa akan tetap kami usahakan," jelas Safaruddin.
Selain itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan dari Fraksi PDI Perjuangan Thohari Aziz menyampaikan bahwa kegiatan reses kali ini perwakilan masyarakat yang hadir menyampaikan aspirasi terkair beberapa hal, seperti persoalan mengenai flyover dan penanganan banjir di Gunung Samarinda.
Dalam hal tersebut, dibutuhkan anggaran yang besar dalam penanganannya, yaitu sekitar 500 milyar. Agar hal tersebut terselesaikan maka harus ada sinergi dengan wakil rakyat dari Kalimantan Timur, yang diwakili oleh H. Safaruddin dari fraksi PDI Perjuangan.
Thohari juga menjelaskan bahwa yang menyusun APBD Kota Balikpapan Tahun 2021 adalah Walikota Balikpapan saat ini, bukan Walikota terpilih. Sehingga nantinya, Walikota terpilih hanya tinggal menjalankan saja.
"Saya berpesan kepada 40 kursi anggota DPRD, tolong dicermati betul-betul Rencana Kerja Anggaran dan penggunaan anggaran agar dapat menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung dan detail, baik masalah penanggulangan banjir, masalah BPJS, maupun masalah sekolah dimana hal ini secara langsung menyentuh hajat hidup orang banyak." jelasnya.
Nanti akan ada pengkajian ulang terkait pembangunan flyover yang direncanakan selesai di tahun 2022, dikarenakan adanya projek Pertamina. Dalam hal ini akan dilakukan pengecekan, apakah Detail Engineering Desain (DED) masih terlihat dan terkoneksi dengan pembangunan area kilang RDMP, karena akan ada perubahan letak tata kota dengan keberadaan dari RDMP tersebut.
"Akan kami lihat apakah ada penambahan anggaran apa tidak. Jadi apakah perlu ada peninjauan DED, ditambah lagi disana ada jalan baru yang dibuat Pertamina, nanti hal itu juga akan di cek lagi secara benar." pungkasnya. ( tri )
