[Valid RSS]

KabarIkn.Com,Balikpapan – Mengenai kegiatan Rapid Test yang dilaksanakan oleh para Anggota Komisioner dan Sekretaris KPU Balikpapan sampai saat ini hasilnya masih ditunggu dari Dinas Kesehatan. Ada 47 Komisioner dan Sekretaris KPU Balikpapan yang dilakukan Rapid Test dan rencana kedepannya para anggota PPS , PPK juga akan dilakukan rapid test, tapi melalui anggaran yang ada perubahan nanti.

Sekretaris KPU Balikpapan, Syabrani menjelaskan setelah dilakukan rapat dengan sekretaris daerah saran dari dinas kesehatan untuk anggota KPU Reguler minimal mengikuti dua kali test tetapi hal tersebut nantinya akan diusulkan kembali.

Terpenting pada saat ini anggota KPU Balikpapan telah dilakukan Rapid Test dan hasil rapid test tersebut belum diketahui, hal tersebut juga merupakan antisipasi agar mereka dapat terhindar dari penularan covid-19.

“ Jika ada anggota yang reaktif kami akan meminta saran dari dinas kesehatan maupun gugus tugas agar bisa ditindak lanjuti jika ada anggota KPU yang dinyatakan reaktif,” Kata Sekretaris KPU Balikpapan, Syabrani.lewat Selelur Minggu (07/06/2020)

KPU Balikpapan juga memohon kepada Pemerintah Kota agar dapat memfasilitasi khusus KPU. Tetapi, untuk jajaran yang berada dibawah KPU seperti PPK,PPS , KPPS dan PPDP itu masih disusun anggarannya yang diminta ke Pemkot dan jika Pemkot tidak memiliki anggaran mereka akan ke APBN.

Syabrani menambahkan memang semuanya ada titik terang dalam hal tersebut seperti siapa yang akan reaktif dan siapa yang tidak, jadi KPU Balikpapan bisa menyarankan dan meminta pendapat kepada Dinas Kesehatan maupun Ketua Gugus tugas agar tidak terjadi penularan selanjutnya,” harapnya (by/triani)

 

KabarIkn.Com,Balikpapan - Mengenai jajaran sekretariat KPU Kota Balikpapan apapun yang diputuskan oleh KPU RI mereka siap melaksanakan. Untuk anggaran KPU Balikpapan tidak ada masalah dan Pemerintah Kota tidak mengutak atik anggaran tersebut.

Sekretaris KPU Balikpapan , Sabrani menjelaskan bahwa anggaran tersebut ada di kas daerah dan untuk anggaran covid 19 tidak menggunakan dari kas tersebut. Jika didengar bersama di RDP antara KPU , Bawaslu , DKPP , Mendagri dengan DPRD apapun yang diputuskan oleh mereka KPU Balikpapan siap untuk melaksanakannya.

KPU juga bukan hanya sekali ataupun dua kali melakukan hal seperti ini , dari awal pemilu KPU sudah melaksanakan dengan tenaga yang stand by. Anggaran yang dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah masih 53 M dan tidak diganggu gugat, karena Mendagri juga meng instruksikan untuk tidak mengganggu gugat anggaran tersebut,”kata Sekretaris KPU Sabrani dirung kerjanya Kamis (28/05/2020)

Sabrani menambahkan karena mereka turut membantu komisioner untuk melaksanakan kegiatan pemilu , maka mereka siap setiap saat. Harapan kedepannya semoga wabah covid-19 ini cepat selesai , tetapi tidak lupa pula KPU Balikpapan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan dan anggaran anggara yang ada juga diintruksikan untuk hal hal terkait baik untuk  KPU Balikpapan sendiri maupun penyelenggara di TPS,”jelanya (beny/tri)

 

 

KabarIkn.com, Balikpapan - Terkait dengan opsi penundaan pilkada pada prinsipnya KPU Balikpapan mengikuti apa yang diputuskan oleh pemerintah. Dalam hal ini lewat Perpu presiden dan KPU RI, artinya KPU Balikpapan akan mengikuti apa yang diputuskan oleh pemerintah dan KPU RI.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha menjelaskan KPU Balikpapan menunggu keputusan KPU RI, setelah diputuskan KPU Balikpapan akan siap melaksanakan.

Untuk opsi pertama, kedua atau ketiga itu tidak menjadi masalah bagi KPU Balikpapan, karena yang menjadi kompetensi untuk mempertimbangkan segala sesuatunya di KPU RI dan Perpu tersebut.

" Saya fikir, Perpu itu nanti inshaallah menurut saya mungkin bunyinya 2 bulan setelah emdemik corona dinyatakan ditutup oleh pemerintah. Maka 2 bulan setelah itu akan dilaksanakan tahapan," Kata Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha.

Noor Thoha berharap mudah mudahan apa yang terjadi saat ini terkait dengan mewabahnya virus corona ini bisa segera mereda, sehingga tahapan yang sudah direncanakan oleh KPU Balikpapan kembali berjalan dengan normal. ( beny )

 

KabarIkn.comBalikpapan- Sekretaris KPU Balikpapan,Syabrani menjelaskan bahwa karena situasi darurat virus ini semua kegiatan yang berhubungan dengan berkumpul bersama masyarakat ditunda.

KPU diketahui juga sudah siap dalam devisi dan ada beberapa kecamatan yang sudah ditetapkan dalam tahapan.

Beliau mengatakan bahwa ada kacamatan yang mengusulkan di masing masing kelurahan tetapi dari komisioner dan bawaslu sendiri akan menilai yang mana akan masuk dalam kategori.

Untuk launching tahapan KPU Balikpapan sedang menunggu petunjuk dari KPRI apakah tahapannya dipercepat atau digeser waktunya.

" Administrasi kami tetap jalan, makanya sekretaris dan bendahara harus wajib hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah dikeluarkan anggarannya," Kata Sekretaris KPU Balikpapan,Syabrani.

Syabrani menambahkan bahwa memang untuk PPS belum berjalan karena ditunda, untuk yang PPK yang sudah dilantik harus diberikan bayaran,” jelasnya (triani)

KabarIkn.com -Balikpapan-Pasca merebaknya virus Corona atau Covid 19 yang sudah menyebar di puluhan negara dari seluruh penjuru Dunia, termasuk Indonesia. Di mana untuk Indonesia sendiri Pemerintah RI sudah mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan bagi warga yang terkena suspect Corona.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh KPU Kota Balikpapan, dengan berdasarkan Surat Edaran Nomor 8 dari KPU RI tentang penanganan Convid 19. Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha menyebut, bahwa KPU Kota Balikpapan sudah melakukan langkah-langkah saat dihubungi liwat WhatsApp Senin pagi (30/03/2020).

Langkah-langkah yang dimaksud Noor Thoha itu adalah mensterilkan diri di unit unit kerjanya dengan protokoler sebagaimana yang sudah diatur dalam surat edaran tersebut. Misalnya setiap pegawai KPU Kota Balikpapan harus dicek suhu tubuhnya setiap masuk kantor. Dilengkapi dengan hand sanitizer yang harus dilakukan oleh semua staff.  Selain itu KPU Kota Balikpapan juga sudah menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan yang ada di Kantor KPU Kota Balikpapan.

Noor Thoha juga menyampaikan untuk absensi finger print sementara ditiadakan. “Itu sementara tidak boleh dilakukan lagi. Jadi kami menggunakan absensi secara manual saja,” ujar Noor Thoha.

Selain itu, langkah lain yang dilakukan KPU Kota Balikpapan adalah KPU Kota Balikpapan akan mengatur sistem piket. “Jadi hari ini ada beberapa staff yang tidak boleh hadir secara bergantian. Jadi akan dilakukan secara shift-shift an setiap harinya hingga tanggal 31 Maret mendatang. Dan bisa saja ada penambahan waktu untuk pengaturan jam kerja di lingkungan kami ini,” ujarnya.

Selain menggilir masuknya jam kerja bagi seluruh staff KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha juga mengatakan sementara tidak ada rapat-rapat atau pertemuan pertemuan juga ditiadakan. “Jadi saat ini kita koordinasi dengan menggunakan HP, by WA. Semua kita lakukan dalam rangka membantu dan menanggulangi penyebaran virus Corona sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Namun apabila virus Corona ini mereda menurut Noor Thoha, maka kegiatan sudah mulai lagi dilakukan. “Makanya KPU belum bisa menentukan Surat Keputusan terkait dengan sampai kapan penundaan ini. Sampai sekarang belum ada. Karena ini sangat tergantung sampai kapan penyebaran virus Corona ini akan berakhir,”pungkas Noor Thoha.(triani)

 

KabarIkn.com-Balikpapan - Mengenai tindak lanjut penundaan kegiatan di KPU Balikpapan karena diakibatkan oleh mewabahnya virus corona ini, Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha turut memberikan tanggapan.

Noor Thoha menjelaskan bahwa KPU Kabupaten Kota secara prinsip mengikuti arahan dari KPU Provinsi. Jadi, terkait dengan Penundaan yang di instruksikan oleh KPU RI, maka KPU Kabupaten Kota taat dan patuh mengikuti hal yang di instruksikan oleh KPU RI.

 Kegiatan tersebut sesuai dengan arahan yaitu banyak yang harus dikerjakan terkait dengan laporan laporan yang harus diselesaikan berkaitan dengan tahapan yang sudah dilaksanakan kemarin.

 " Otomatis dalam hal ini semua saling bersih baku tidak terpapar wabah corona. Kami setiap jam 10 juga diinstruksikan harus berjemur, olahraga dan senantiasa terus berdoa," Kata Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha SH liwat WhatsApp Senin (30/03/2020)

 Untuk karyawan KPU Balikpapan sendiri sebagian dipekerjakan dari rumah dan sebagian ada yang piket secara shift," jelasnya (beny)

 

 

 

KAMIS,19/3/2020,KPU Kota Balikpapan telah menyelesaikan sebagian agenda kegiatannya untuk proses terlaksananya persiapan pilkada Kota Balikpapan Dalam pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2020.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha menyampaikan secara tegas terkait dengan kegiatan KPU kedepannya sebagaimana telah disampaikan oleh pemerintah Pusat adanya penyebaran inveksi Corona virus diseasi 19 (Covid 19) diseluruh Indonesia melakukan "lockdown".

Untuk di Balikpapan sendiri sudah melakukan "lockdown"sesuai arahan dari pemerintah RI.

Sesungguhnya untuk kegiatan KPU tentunya menyesuaikan dengan seluruh intruksi protokoler baik dari pemerintah RI, pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah dalam hal ini terkait pengumpulan masa yang melibatkan orang banyak,tegasnya.

KPU mengambil langkah strategi lain pengumpulan masa yang sifatnya sosialisasi semuanya akan dipending, tapi jika itu pengumpulan masa sifatnya menjadi kewajiban tahapan seperti pelantikan PPS itu tidak bisa dihindari.

Dengan demikian KPU sudah memikirkan dari jauh hari sebelumnya kegiatan tersebut dilakukan tersentral dari satu tempat ngumpul bersama, sekarang akan diparsialkan atau dipecah pecah menjadi setiap kecamatan, Setiap PPS Akan dilantik masing masing kecamatan.

Dari sisi tata acara dipersingkat yaitu tidak adanya sambutan dan ucapan selamat pada saat memasuki tempat acara akan disiapkan sanitizer , sangat diharapkan dan diusahakan peserta bawa masker, tentu jarak peserta akan diatur,kata Thoha.

Inilah bagian dari upaya KPU membantu menahan sebaran Corona ini, karena kegiatan KPU tidak dapat dihindari kecuali ada hal hal yang sifatnya sosialisasi pastinya akan ditunda.

Inti dari wabah yang mendunia ini tentunya Instruksi tetap dilaksanakan dengan menjaga kebersihan dan pola makan yang sehat, dengan memperpendek acara kurangi berkumpul dengan orang banyak,ungkap Thoha.

Jumat, 13 Maret 2020 BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan kembali melanjutkan tahapan seleksi tes wawancara calon anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara), setelah sebelumnya dilakukan tes tertulis.

Tahapan tes wawancara calon anggota PPS berlangsung di Hotel Horison Sagita, Gn. Malang, berakhir Kamis, (12/3/2020) lalu. Tes wawancara berlangsung dua hari ini, untuk 34 kelurahan. Sehari KPU dapat melakukan tes wawancara sedikitnya 17 Kelurahan dari 34 Kelurahan di enam Kecamatan, di Balikpapan.

Dipastikan kenetralan menjadi penting bagi setiap calon anggota PPS yang lulus wawancara dan menjalankan tugasnya. Bahkan tidak berafiliasi dengan Partai Politik (parpol) atau tim sukses manapun. Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha, akan melakukan tindakan tegas bilamana anggota PPS tidak menjaga kenetralan dalam tugasnya. Atau dapat diberhentikan dari tugasnya bila terjadi pelanggaran etik PKPU.

"Mengingat netralitas merupakan harga mati dari penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), jika penyelenggara pemilu tidak netral. Maka akan menjadi musibah besar dihadapi penyelenggara pemilu, khususnya KPU," tegas Noor Thoha.

"Meski, penyelenggaraan pemilu sendiri sebenarnya, diawasi melalui pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) baik dari sisi proses, pidana dan etika," jelasnya.

"Jika terdapat kesalahan proses, maka Bawaslu hanya cukup memberikan rekomendasi ke KPU, dan setelah diterima, KPU segera memperbaiki kesalahan proses tersebut," urainya.

"Namun jika terdapat tindak pidana, tindakan pertama Bawaslu dan KPU, melaksanakan proses. Bila benar ada indikasi pidana, contoh penggelembungan suara, atau ada unsur pidana lain, maka menjadi pidana umum," bebernya.

Selanjutnya, bilamana terjadi pelanggaran etika dilakukan anggota PPS. Noor Thoha mencontohkan, ikut melakukan musyawarah bersama tim sukses Pasangan Calon (paslon), penanganannya dan penyelesaiannya, cukup KPU. "Tudak perlu sampai ke Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKPP)," tandas Noor Thoha.

Penulis:Agus

Editor.  :Ahmad Y

RABU,11/3/2020,KPU Kota Balikpapan telah menyelesaikan satu agenda tes seleksi tertulis PPS dan sudah menghasilkan nama nama yang sudah ditetapkan dan diumumkan pada tanggal 7 maret 2020 , tidak sampai disitu saja masih ada tahapan berikutnya dengan mengikuti tes wawancara.

Tes seleksi wawancara ini dilaksanakan dihotel Horison gunung malang yang didampingi oleh petugas PPK dan dihadiri oleh bawaslu Kota Balikpapan.

Komisioner KPU Kota Balikpapan Mega Fariany Ferry S,Kom menyampaikan dari hasil seleksi tes tertulis sudah ditentukan disetiap kelurahan dengan berdasarkan aturan paling banyak 6 orang atau dua kali kebutuhan dari PPS itu sendiri.

Kata Mega," proses tahapan perekrutan PPS diseleksi wawancara sedang berlangsung yang dibagi menjadi 2 hari ,untuk hari pertama ini seleksi  di bagi 6 kecamatan di 17 kelurahan begitu pula dihari kedua dengan jumlah yang sama.

Masih Mega ,untuk proses perekrutan PPS dalam tes wawancara ini kisi kisinya seputaran tentang pengetahuan si calon tersebut, kemudian  bagaimana tugas dan wewenang serta tanggung jawab sebagai petugas PPS itu.

Para calon PPS ini juga dilihat dari rekam jejaknya baik yang berpengalaman maupun yang belum berpengelaman didalam kepemiluan.

Masih Mega, tes wawancara ini juga akan membahas serta mengkonfirmasi tanggapan masyarakat yang masuk dari proses tes tertulis sampai proses seleksi tes wawancara ini.

Satu hal yang perlu diketahui komponen penilaianya untuk menjadikan sicalon ini menjadi terpilih adalah dengan dilihat dari bobot hasil tes tertulis 30% ditambah dengan 70% bobot hasil seleksi wawancara ujungnya nilai nilai itu akan digabungkan dan dari nilai tersebut akan diberi rangking dari yang tertinggi sampai yang terendah,jelasnya"

Karena anggota PPS perkelurahan hanya dibutuhkan 3 orang saja maka yang berhak menduduki diposisi 1,2 dan 3 itulah yang dinyatakan lolos sisanya akan dijadikan cadangan .tegas Mega". 

SABTU,7/3/2020,KPU Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan pelantikan sekretariat panitia pemilihan kecamatan se kota Balikpapan pada pemilihan walikota dan wakil walikota Balikpapan tahun 2020.

Kegiatan pelantikan ini diselenggarakan di Aula KPU kota Balikpapan dengan dihadiri sejumlah para undangan seperti Bawaslu , Kesbangpol,Danramil, kapolda sekota Balikpapan, kabag pemerintahan , camat ,rohaniawan,serta perwakilan dari walikota.

Ketua KPU Kota Balikpapan menyampaikan bahwa ditingkat kecamatan sudah ada sekretariat yang sudah dilantik ada sekretaris ,bendahara dan bagian tekhnis, yang mendampingi 5 anggota PPK .

Tentu semuanya  tanggung jawab yang sama terhadap penyelenggaraan pilkada ditingkat kecamatan sesuai dengan jobdisk nomor 66 yang diterbitkan oleh KPU bahwa jajaran sekretariat di SK kan oleh walikota dan dilantik oleh Kpu,jelas thoha.

Setelah pelantikan ini diharapkan lurah atau camat untuk menfasilitasi seperti tempat meskipun ini tanggung jawab pemerintah kota dan tentunya harus dikawal agar teman teman PPK tidak lontang lantung dikarenakan tidak ada tempat.ungkap Thoha."