[Valid RSS]

KabarIkn.com,NUSANTARA - Pemanfaatan teknologi kota cerdas (smart city) menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi baru di Ibu Kota Nusantara. Semangat itulah yang menjadi dasar penyelenggaraan Nusantara Smart City Forum (NSCF) 2025, kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan, yang berlangsung di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3, IKN (03/12/2025).

Forum ini menghadirkan para pakar dari Indonesia dan Korea Selatan untuk membahas pengembangan pusat kolaborasi smart city, protokol smart building, serta dampaknya terhadap pembangunan ekonomi. Melalui forum ini, kedua institusi menegaskan komitmen mereka terhadap pengembangan teknologi dan kebijakan kota cerdas yang dapat diimplementasikan langsung di lingkungan IKN.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN menempatkan inovasi sebagai inti pertumbuhan.

“Kami membayangkan Smart City Cooperation Center (SCCC) sebagai ‘living lab’ yang memungkinkan pengembangan bersama, sebuah ruang di mana kebijakan, teknologi, dan solusi inovatif dapat diuji langsung di lingkungan perkotaan yang nyata. Kami juga mengharapkan Gedung SCCC ini menjadi tempat bertemunya praktisi, akademia, mahasiswa dan siswa untuk menumbuhkan _future skills_ yang meningkatkan daya saing di masa depan. Di sinilah investasi bertemu dengan inovasi, menghasilkan terobosan praktis yang meningkatkan layanan publik.” ujar Basuki.

Kepala Tim dari MOLIT Korea Selatan, Jo Eun Hye, mengapresiasi kemajuan kerja sama kedua negara dalam pembangunan _smart city. Ia menyampaikan bahwa pendirian dan operasional SCCC yang dilaksanakan hari ini merupakan pencapaian penting yang berdiri di atas pondasi kolaborasi kuat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Jo Eun Hye menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga pengembangan berbagai teknologi kota cerdas yang efektif dan dapat menjawab kebutuhan kota modern. 

“Saya mendengar bahwa kata ‘Nusantara’ bermakna gugusan banyak pulau. Makna itu sangat indah, menggambarkan keberagaman yang terhubung. Dengan semangat tersebut, kami percaya Nusantara akan menjadi pusat inovasi yang menyatukan berbagai teknologi, gagasan, dan peluang yang tersebar dari banyak pihak, lalu berkembang menjadi ekosistem kota cerdas yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Jo Eun Hye.

Sesi presentasi NSCF 2025 mencakup status proyek SCCC yang dipresentasikan bersama oleh CJ OliveNetworks dan Teknik Sipil dan Teknologi Bangunan (KICT), proses pengembangan rencana induk, draf awal protokol bangunan pintar yang dikembangkan bersama oleh kedua organisasi, serta arah teknis dan kemajuan pengembangan SCCC.

Sesi diskusi mengenai Smart Cities and Economic Development turut menghadirkan pakar dari Indonesia yang memaparkan kontribusi smart city terhadap pertumbuhan ekonomi, pertahanan, hingga peningkatan keselamatan lalu lintas melalui pemanfaatan teknologi simulasi cerdas.

Penyelenggaraan forum ini menegaskan kembali peran Nusantara sebagai laboratorium perkotaan masa depan, tempat pengembangan kebijakan dan teknologi dilakukan secara kolaboratif untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju era digital. Kolaborasi Indonesia dan Korea dalam pengembangan smart city diharapkan dapat mempercepat realisasi target Nusantara sebagai kota hijau, cerdas, dan layak huni yang menjadi model bagi kota-kota masa depan.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Sebanyak 12 ekor rusa sambar dilepasliarkan ke kawasan hutan Nusantara sebagai bentuk komitmen Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam memperkuat ekosistem hutan hujan tropis dan membangun konsep forest city. Agenda ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian Kehutanan RI, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai langkah strategis menghadirkan pembangunan yang selaras dengan konservasi alam.

Kegiatan diisi dengan pembukaan tarian Kalimantan oleh sekolah binaan PAMA, SMK Negeri 1 Balikpapan, pelepasan rusa sambar, hingga penanaman pohon spesies native Kalimantan. Rangkaian ini sekaligus menandai peluncuran program eco-edu forest, yang diselenggarakan di Wanagama IKN, Nusantara, pada Kamis (20/11/2025). 

Rusa sambar (Cervus unicolor) dikenal sebagai satwa asli Kalimantan dengan ukuran tubuh besar, warna cokelat gelap, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap hutan hujan tropis. Karakteristik tersebut menjadikan rusa sambar tepat untuk dikembangkan kembali sebagai bagian dari penguatan populasi satwa liar di kawasan Nusantara.

Program eco-edu forest ini menjadi bentuk komitmen PAMA dan UGM dalam melindungi satwa endemik, memulihkan hutan hujan tropis, serta memastikan pembangunan Nusantara berjalan seiring dengan konservasi.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini sebagai tonggak penting pembangunan Nusantara sebagai kota hutan dunia. 

“Hal yang paling membuat saya bahagia hari ini, kami mendapatkan dukungan penuh dari PAMA, UGM, dan Kementerian Kehutanan dalam program eco-edu forest. Ke depan, kalau kawasan ini sudah seperti Wanagama Gunungkidul, nantinya juga akan menjadi destinasi ekowisata bagi para pengunjung di IKN,” jelas Basuki.

Senada, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut RI, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan peran Kemenhut dalam mewujudkan visi Nusantara sebagai kota hutan.

“Ada beberapa hal yang sudah kita lakukan dalam mendukung pembangunan IKN, seperti pemetaan areal bernilai konservasi tinggi, pemetaan koridor satwa, serta menyediakan wildlife rescue unit khusus untuk resort IKN,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk membangun lingkungan berkelanjutan.

“PAMA hadir sebagai perusahaan kontraktor pertambangan yang menunjukkan komitmen dalam kelestarian lingkungan, termasuk pada program hari ini yang bekerja sama dengan pemerintah, Otorita IKN,” sahut Abdul.

Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, turut menegaskan bahwa UGM menjalankan program ini secara berkelanjutan, termasuk di bidang penelitian dan konservasi.

“Universitas Gadjah Mada selalu membuka pintu kerja sama dan kolaborasi, apalagi mendukung program yang ada di IKN menjadi lebih baik. Harapannya, dapat membangun kolaborasi dalam kapasitas riset, baik nasional maupun internasional, untuk mendukung forest city di Nusantara,” tutup Arief.

Pelepasliaran rusa sambar sekaligus peluncuran program eco-edu forest menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas Nusantara sebagai kota hutan dunia. Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, Otorita IKN memastikan bahwa pembangunan Ibu Kota masa depan berjalan selaras dengan konservasi satwa, pemulihan ekosistem, dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan.(*)

 

 

KabarIkn.com,NUSANTARA - Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar Pengukuhan Pengurus Masa Bakti 2025–2029 dan Rapat Gubernur Seluruh Indonesia di Kantor Kemenko 1, Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (11/11/2025). Kepengurusan baru APPSI dikukuhkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud resmi dikukuhkan sebagai Ketua APPSI Masa Bakti 2025–2029. Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan rasa syukur atas amanah tersebut serta tekad untuk memperkuat sinergi antarprovinsi dalam mempercepat pembangunan nasional.

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. APPSI akan menjadi ruang kolaborasi antar daerah untuk membangun ekonomi yang tangguh dan merata. Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap provinsi dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Rudy Mas’ud.

Rapat Gubernur yang digelar dalam rangkaian acara tersebut membahas konsep program kerja APPSI tahun 2026, dengan fokus pada penyusunan strategi yang menjawab isu-isu nasional dan daerah. Pembahasan mencakup forum diskusi tematik sesuai klaster ekonomi unggulan daerah, seperti sektor perikanan, pertambangan, kelautan, pertanian, pariwisata, dan sektor potensial lainnya. Selain itu, dirumuskan pula rencana workshop ekonomi daerah untuk mendorong transformasi digital, efisiensi manajemen fiskal, serta peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Potensi di seluruh daerah harus diarahkan untuk kepentingan lintas generasi. Cita-cita besar bangsa ini hanya dapat dicapai melalui kontribusi aktif seluruh elemen, termasuk peran strategis APPSI. Sejalan dengan amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 sebagai arah pembangunan nasional, pemerintah daerah menjadi kunci dalam menerjemahkan kebijakan pusat hingga ke masyarakat,” ujar Akhmad Wiyagus.

Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyambut baik terselenggaranya kegiatan nasional ini di IKN. Menurutnya, kehadiran para gubernur di Nusantara menjadi momentum penting memperkuat semangat kolaborasi antardaerah dalam membangun masa depan Indonesia.

“Kehadiran para gubernur di Ibu Kota Nusantara menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan bangsa ini bersifat kolektif. Nusantara dibangun sebagai simbol pemerataan, dan semangat itu sejalan dengan misi APPSI untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi menuju Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” ungkap Basuki.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi antarprovinsi adalah elemen krusial untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan arah kerja yang terukur, APPSI diharapkan menjadi motor penggerak sinergi pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Dalam upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia menuju Ibu Kota Negara yang sehat dan berdaya saing, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 pegawai Otorita IKN dan menghadirkan dua dokter spesialis penyakit dalam, yaitu dr. Jumria Tandi dari RSUD Sepaku dan dr. Yusuf Haz dari RSUP Kemenkes. Melalui workshop ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit tidak menular, terutama diabetes melitus dan hipertensi, yang menjadi ancaman serius bagi produktivitas pegawai.

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari program Cek Kesehatan Gratis yang rutin dilaksanakan Otorita IKN setiap enam bulan sekali. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, dari 84 pegawai yang terdiagnosis hipertensi, 52% di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Selain itu, sebanyak 66% peserta dengan kadar kolesterol tinggi juga berasal dari kelompok usia muda. Data ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran hidup sehat di kalangan generasi muda Otorita IKN.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab membangun Ibu Kota masa depan.

“Kita semua harus sehat karena ke depan beban kerja kita akan semakin tinggi menuju tahun 2028, ketika Nusantara menjadi Ibu Kota Politik Indonesia. Dengan kondisi kerja yang penuh target dan tantangan, kesehatan menjadi kunci agar kita tetap produktif dan pembangunan IKN tidak tertunda,” ujar Suwito.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun kota yang hijau dan berkelanjutan, tetapi juga memastikan seluruh insan di dalamnya tumbuh sehat, tangguh, dan siap mewujudkan visi besar Nusantara sebagai kota dunia yang layak huni dan berdaya saing.(*)

 

 

 

 

 

KabarIkn.com,NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat pembangunan karakter aparatur sipil negara (ASN) melalui pelaksanaan retret pegawai tahun 2025 yang diikuti oleh 193 peserta, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kegiatan yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kodam VI/Mulawarman, pada Rabu (05/11/2025) ini bertujuan membentuk ASN yang tangguh, berintegritas, disiplin, dan berwawasan kebangsaan dalam mendukung kesiapan Nusantara menuju Ibu Kota Politik 2028

Upacara pembukaan retret dipimpin oleh Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, bersama Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, S.E., M.I.P, yang mewakili Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc. 

Dalam arahannya, Kasdam menyampaikan pesan dari Pangdam untuk membentuk karakter ASN yang kuat, berintegritas, memiliki kesadaran berkonstitusi, serta cinta tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kegiatan retret yang akan dilaksanakan 15 hari ini, mulai dari tanggal 4 sampai dengan 18 November 2025, akan membentuk karakter bagi peserta, melalui materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, pengetahuan dasar militer, hingga pembinaan integritas termasuk pencegahan korupsi dan pemahaman perundang-undangan,” tegas Kasdam.

Senada, Bimo menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari transformasi menuju IKN sebagai Ibu Kota Politik 2028.

“Saya berharap, khusus untuk _batch_ pertama ini, dengan adanya kegiatan ini menjadi fondasi perubahan yang akan kita wujudkan. Ini akan membentuk tim yang solid dan siap menjalankan amanah besar Otorita Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Kegiatan retret ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang andal, dengan 118 peserta pria dan 75 peserta wanita yang dilatih untuk memiliki ketangguhan mental, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan. “Semangat jiwa korsa, untuk calon-calon punggawa garda terdepan dari simbol kemajuan, pemerataan, dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Kasdam, meneruskan arahan Pangdam VI/Mulawarman.(*)

 

 

 

KabarIkn.com,NUSANTARA – Pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya. Salah satu sektor yang ikut tumbuh adalah peternakan lebah madu kalulut, yang menjadi primadona pada gelaran Honey Fest dalam rangka Nusantara Food Festival (NFF) di Sentra Massa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada Sabtu–Minggu (26–27 Oktober 2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otorita IKN bekerja sama dengan Asosiasi Perlebahan Indonesia ini bertujuan menggali potensi wilayah IKN dalam pengembangan ekosistem perlebahan, mendorong inovasi produk turunan lebah, serta menginisiasi terbentuknya destinasi wisata edukasi tentang perlebahan di Nusantara. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi lebah sebagai sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Honey Fest mencakup pameran produk olahan madu, kelas memasak berbahan madu, talkshow bersama praktisi dan pengusaha madu, hingga sesi terapi sengat lebah. Tidak hanya itu, telah dilakukan juga penanaman tanaman buah-buahan pakan lebah oleh Asosiasi Perlebahan Indonesia bersama insan Otorita IKN di Embung H KIPP IKN. Sedangkan dalam talkshow, para pelaku usaha berbagi pengalaman teknis dan peluang bisnis dalam membudidayakan lebah secara produktif dan ramah lingkungan.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan UMKM di wilayah Nusantara.

“Agenda ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk memastikan visi IKN sebagai 

forest city dapat diwujudkan melalui pengembangan budidaya lebah. Lebah sebagai hewan penyerbuk memiliki fungsi penting dalam menjaga kelestarian ekosistem kawasan hutan. Artinya lebah tidak hanya menghasilkan produk pangan sehat dan berkualitas bagi warga kota, seperti madu, propolis, bee pollen, lilin lebah, royal jelly hingga untuk kosmetik, namun juga dapat memastikan keberlanjutan lingkungan hutan yang lestari,” ujar Lenggono. 

Ketua umum Asosiasi Perlebahan Indonesia, Hariyadi Budi Susanto, mengungkapkan optimismenya terhadap peluang besar sektor madu di IKN.

“Wilayah IKN punya potensi luar biasa untuk pengembangan peternakan lebah. Harapannya, pembangunan IKN juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya melalui penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal,” ungkapnya.

Melalui Honey Fest, Otorita IKN berkomitmen untuk menjadikan pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berkelanjutan. Dengan 75 persen kawasan hijau yang dijaga kelestariannya, IKN berpotensi menjadi sentra produksi perlebahan utama di Indonesia. Kehadiran produk madu berikut turunannya menjadi simbol manisnya sinergi antara alam, masyarakat, dan pembangunan menuju Ibu Kota yang berdaya dan lestari.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Wujudkan Kota Cerdas Nusantara, mulai dari pemasangan multi-utility tunnel (MUT), keamanan siber, hingga kenalkan fitur artificial intelligence dalam perencanaan tata kota. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan sosialisasi Bangunan Gedung Cerdas (BGC) di Ruang Serbaguna Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta, terdiri dari pegawai Otorita IKN, konsultan, dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan kawasan Nusantara. Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Fajar Santoso Hutahaean dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Yessi Arnaz Ferari dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Firdaus Kifli dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Deputi Bidang Transformasi Hidup dan Digital, Agung Indrajit, menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam pembangunan kota baru. “Pembangunan Nusantara diarahkan untuk memiliki daya saing global melalui penerapan elemen bangunan gedung cerdas,” ujarnya.

Agung pun menambahkan bahwa Otorita IKN saat ini terus mengembangkan teknologi dalam perencanaan tata kota dengan penggunaan AI, salah satunya terlihat dari fitur deteksi wajah masyarakat yang berada di Kawasan KIPP Nusantara.

Penerapan BGC di IKN diatur dalam Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN dan diperkuat oleh Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2023. Sistem ini menjadi fondasi dalam menciptakan efisiensi energi, keamanan siber, serta integrasi sistem teknologi kawasan.

Senada dengan hal tersebut, Fajar menambahkan bahwa penerapan konsep BGC di IKN akan menjadi percontohan dalam penerapan efisiensi energi nasional.

“Tentu saja, nilai yang kita harapkan dengan adanya BGC ini, yaitu dapat menghasilkan 60% efisiensi energi dari kawasan Nusantara,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen sertifikasi dan penilaian bagi setiap penyedia jasa yang terlibat dalam pembangunan kawasan Nusantara.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya membangun kota yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga cerdas secara sistem, efisien dalam energi, dan aman secara digital, sejalan dengan visi Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tuan rumah kegiatan International Capacity Development Program (ICDP) for Coal Regions in Transition, yang diselenggarakan di Swissotel Nusantara dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Nusantara pada Kamis (16/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Just Energy Transition” atau transisi energi yang berkeadilan ini digagas oleh GIZ (German Corporation for International Cooperation) bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan Bappenas RI.

Agenda ini dihadiri oleh 43 delegasi internasional dari berbagai negara, antara lain Chili, Kolombia, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, Jerman, Mongolia, hingga Kazakhstan. 

ICDP for Coal Regions in Transition merupakan program penguatan kapasitas untuk membantu wilayah penghasil batu bara bertransformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Melalui pelatihan dan berbagi praktik terbaik internasional, program ini mendorong transisi energi yang adil serta pengembangan ekonomi rendah karbon.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa arah pembangunan IKN sejalan dengan semangat transisi energi global yang diusung ICDP.

“Kami memiliki target agar energi terbarukan di IKN dapat memenuhi 100% kebutuhan energi, mencapai efisiensi hingga 60% melalui konservasi, serta mewujudkan net zero emissions pada tahun 2045 untuk area seluas 256 ribu hektare di IKN,” ujar Agung.

Sementara itu, Commission Manager GIZ-IKI JET Global, Phillip Schattenmann, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan IKN dan menilai forum ini sebagai momentum penting bagi negara-negara penghasil batu bara.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Nusantara. Ini waktu yang tepat untuk bertukar ide bagaimana dunia dapat beralih dari batu bara menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ungkap Phillip.

Dari sisi peserta internasional, Marietta Toro, International Affairs Advisor, Ministry of Mines and Energy Colombia, menilai IKN sebagai contoh nyata kota masa depan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“IKN merupakan contoh luar biasa bagaimana konsep kota pintar dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sebagai kota baru yang mengusung konsep “Kota Dunia untuk Semua”, Nusantara terus memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional dalam mewujudkan transformasi menuju smart city, forest city, dan sponge city. Dukungan dari komunitas global ini mempertegas posisi IKN sebagai laboratorium hidup (living lab) pembangunan berkelanjutan yang menjadi inspirasi bagi kota-kota di dunia.(*)

 

KabarIkn.com,NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar pertemuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (15/10/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan kolaborasi kajian penamaan rupa bumi (toponimi) di kawasan Nusantara, meliputi jalan-jalan, embung, hingga gedung-gedung perkantoran/pemerintahan.

Kegiatan ini dihadiri tujuh peneliti BRIN lintas bidang keilmuan berbeda, salah satunya memaparkan rencana kerja sama pengembangan Social Early Warning System (SEWS) untuk mendeteksi potensi konflik sosial di wilayah IKN. Kolaborasi tersebut akan dilaksanakan melalui dua tahap, mencakup riset lapangan dan penyusunan peta toponimi sesuai dengan titik lokasi yang terdapat di kawasan Nusantara.

Lebih lanjut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kerja sama dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi tata ruang dan tata sosial IKN menuju Ibu Kota Politik tahun 2028.

“Toponimi ini akan sangat diperlukan. Kami siap berkontribusi dengan apa saja yang BRIN butuhkan, dengan catatan kajian ini harus bisa dimanfaatkan secara nyata. Tidak hanya nama jalan saja, tetapi setiap kawasan Nusantara harus kita beri identitas,” ujar Basuki.

Basuki juga menargetkan agar hasil kajian toponimi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2027. Sementara itu, Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Prof. Dr. M. Rokhis Khomarudin, menjelaskan bahwa kajian ini tidak hanya berfokus pada penamaan geografis, tetapi juga penguatan dimensi sosial dan budaya dalam setiap unsur buatan tata kota.

“Kami perlu mendalami beberapa alternatif yang nanti akan kami usulkan, termasuk penamaan yang futuristik dan juga terkait tidak hanya warga lokal saja, tetapi juga mendapatkan masukan dari para pendatang yang ada di kawasan IKN ini,” jelas Rokhis.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan BRIN turut meninjau sejumlah infrastruktur penting, seperti embung-embung, Bendungan Sepaku Semoi, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai. Selain untuk memetakan lokasi penamaan, kunjungan ini juga memastikan kesiapan infrastruktur dasar yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di Nusantara.

Rokhis menanggapi, riset sumber daya air yang dilakukan BRIN sebelumnya masih berbasis citra satelit, sehingga diperlukan observasi langsung di lapangan agar hasil kajian lebih akurat.

“Terkait hasil riset sebelumnya mengenai sumber daya air, sejauh ini informasinya masih berdasarkan citra satelit dan belum melalui kegiatan lapangan. Dengan kata lain, riset itu masih awal, maka kami perlu konfirmasi lebih dulu. Maka, dengan adanya tambahan data yang dilakukan BRIN di IKN ini akan memperkuat hasil riset, sebelumnya.”

Lebih lanjut, peneliti yang berfokus pada bidang teknologi penginderaan jauh dan geomatika tersebut menyampaikan, “jadi, prinsipnya garbage in, garbage out, artinya kalau kita melakukan sebuah riset, apabila data risetnya sampah, hasilnya juga akan sampah. Karena itu, dengan hadirnya para periset tersebut langsung ke lapangan, harapannya dapat melihat bagaimana kondisi existing (sebenarnya) yang ada di IKN. Alhasil, kita akan mendapatkan data yang baik dengan hasil riset yang memiliki kualitas.”

Rokhis turut mengapresiasi keberfungsian embung-embung yang ada di IKN, baik sebagai penampung air sekaligus penunjang kawasan perekonomian Nusantara, termasuk melalui penanaman kopi liberika di DAS Sanggai.

“Danau ini menjadi penting bagi ekonomi hijau, yang mana di sekelilingnya ternyata sudah ditanami oleh tanaman kopi liberika. Terlebih lagi, saya mendengar sudah ada 54 embung yang dibangun di IKN, yang nantinya juga akan memenuhi kebutuhan air baku bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Nusantara,” ungkap Rokhis.

Pertemuan ini menandai awal sinergi strategis antara Otorita IKN dan BRIN dalam menghadirkan basis data ilmiah yang kuat bagi pembangunan Nusantara, tidak hanya sebagai kota pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat riset, inovasi, dan peradaban baru Indonesia.(*)

 

 

 

KabarIkn.com,NUSANTARA– Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar _workshop conten creator_ bertajuk “Glo-Up: 1000 Ide” di Multifunction Hall Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Peningkatan 1000 SDM Gen Z yang Bijak, Kreatif, dan Cerdas melalui Pelatihan Social Media Specialist dan AI Menuju _Smart City_ IKN.” Sebanyak 535 peserta dari 16 sekolah setingkat SMP, SMA, MA, dan SMK di Kecamatan Sepaku turut berpartisipasi dalam _workshop_ yang menghadirkan tiga konten kreator ternama dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, yakni Gina Fajri(@gifauila), Aldy Irfan (@visualisasi), dan Denny Darko (@_dennydarko) magician sekaligus praktisi digital kreatif Indonesia.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menghadiri langsung kegiatan tersebut. Mereka menyoroti pentingnya peran generasi muda lokal dalam membangun peradaban digital Nusantara.

Basuki menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan utama dalam mempersiapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik tahun 2028. 

“Menyiapkan SDM untuk ibu kota akan lebih susah dibanding membangun sarana dan prasarana. Sebentar lagi, kita bersama-sama akan membangun dan membuat kawasan Sepaku sebagai Menteng-nya Nusantara,” ujar Basuki sembari menyampaikan akan memberikan beasiswa kepada tiga pelajar yang berhasil diterima di perguruan tinggi ITB sebagai bentuk dukungan nyata.

Senada, Hetifah mengapresiasi hadirnya IKN sebagai simbol _smart city_ dan peradaban baru bangsa, termasuk membangun wilayah Kalimantan Timur melalui akselerasi digital. “IKN tidak hanya gedung-gedung yang megah, tetapi sebuah peradaban baru yang cerdas dan beretika digital,” ujarnya, dengan mendorong para peserta untuk mampu menjadi _storyteller_ masa depan Nusantara yang menciptakan konten menghibur sekaligus bermakna.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama ITB menegaskan semangat pembangunan manusia di kawasan Sepaku sebagai bagian dari cita-cita besar menjadikannya Menteng-nya Nusantara. Tak sekadar kawasan administratif, Sepaku diharapkan tumbuh menjadi ruang peradaban baru yang memadukan kecerdasan digital dan kreativitas generasi muda Nusantara.(*)

 

KabarIkn.com,NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, atas penyelenggaraan kegiatan penanaman 1010 pohon liberika, dengan peserta terbanyak sejumlah 1486 orang di DAS Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/10/2025) .  

Aksi ini terselenggara berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU), Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Universitas Mulawarman, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, SMK Negeri 1 PPU, Tim Aktivis Olahraga Air, hingga berbagai mitra strategis IKN lainnya. Inisiatif tersebut turut mendapat dukungan langsung dari Bank Indonesia, Pupuk Kaltim, Bakoel Bambu, Selera Nikmat Nusantara, serta Kampung Kecil.

“Saya memohon kepada penanggung jawab MURI, dicatat betul satu per satu penanamnya. Jadi, ini bukan hanya seremoni bagi kita, ini semangat kita. Semua masyarakat berkumpul, meningkatkan kopi liberika sebagai _branding_ sendiri sekaligus produk unggulan Nusantara,” ujar Basuki. Ia juga menekankan bahwa kopi liberika merupakan bagian dari sejarah Sepaku sejak tahun 1981.

Meski menjadi penerima penghargaan, Basuki pun secara langsung menyerahkan piagam rekor MURI tersebut kepada Asosiasi Petani Kopi Liberika Sepaku (APKLS) sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat petani lokal. “Rekor ini akan saya serahkan kepada ‘profesor kopi liberika Sepaku’, sebagai dorongan dan dukungan penanaman kopi liberika ke depan di Nusantara,” serunya dengan memberikan penghargaan tersebut kepada Penasihat APKLS, Slamet Prayoga.

Ketua APKLS, Sugiman, turut menyampaikan bahwa kopi liberika ini memiliki daya tahan dan potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat. “Di segala medan, dia mampu hidup dan susah mati. Secara ekonomi, dia juga lebih menguntungkan, apalagi dibandingkan dengan bisnis sawit,” ujarnya. Ia menambahkan, saat ini sudah ada permintaan langsung sebanyak 20 kontainer biji kopi dari Qatar.

Dengan pencapaian ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan Nusantara, sebuah ibu kota baru yang tumbuh bersama alam dan masyarakatnya.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyambut kedatangan berbagai perwakilan kedutaan besar dan pengusaha serta potential investor dari berbagai negara dalam agenda Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Nusantara, Jumat (10/10/2025). Forum ini menjadi wadah untuk menjajaki potensi kerja sama lintas sektor dan memperkuat keterlibatan dunia usaha serta negara sahabat dalam pembangunan IKN.

Dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto, Mahakam Investment Forum 2025 menghadirkan tiga bidang kerja sama potensial, yaitu housing and residential, education and tech,serta commercial and lifestyle. Dengan tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”, forum ini menegaskan peran Kalimantan Timur sebagai superhub ekonomi nasional nantinya.

Budi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menumbuhkan optimisme baru terhadap pembangunan IKN.

“Berbagai masukan dari _embassy_ dan mitra investor, baik lokal maupun internasional, menunjukkan ketertarikan besar terhadap progres pembangunan IKN. Mereka datang, melihat langsung, dan memberi apresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi Otorita IKN semakin konkret melalui layanan langsung berupa penyampaian Letter of Intent dari para investor.

Basuki Hadimuljono turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi investasi di Nusantara. “Nusantara sudah mempersiapkan infrastruktur dasar, termasuk berencana membangun kompleks perkantoran dan hunian trias politika. Saat ini sudah ada 50 investor yang menandatangani kerja sama. Nusantara akan menjadi Ibu Kota Indonesia, sementara Jakarta akan bertransformasi sebagai pusat kawasan ASEAN,” tegasnya.

Optimisme tersebut turut disambut Duta Besar Pakistan, Zahid Hafeez Chaundhri, yang meninjau langsung kawasan pembangunan IKN. “Ini tempat yang indah. Insyaallah kami akan membangun sekolah internasional di sini, dan juga tertarik berinvestasi pada sektor perumahan,” ujarnya, sembari menyampaikan perpindahan ibu kota serupa dari Karachi ke Islamabad di negaranya.

Forum ini menjadi simbol kuatnya kepercayaan dunia internasional terhadap arah pembangunan IKN, sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis, dari pendidikan hingga gaya hidup modern. Dengan dukungan Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para mitra global, Nusantara terus meneguhkan posisinya sebagai superhub ekonomi Indonesia dan kawasan ASEAN.(*)