[Valid RSS]

KabarIkn.com,NUSANTARA — Presiden Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 18.44 WITA. Kehadiran yang perdana Presiden RI ke-8 disambut dengan antusias dan optimisme ke IKN sebagai Ibu Kota masa depan Indonesia yang saat ini telah siap dengan berbagai sarana dan prasarana eksekutif dan infrastruktur lainnya serta sedang mempersiapkan bangunan dan ekosistem legislatif dan yudikatif yang ditargetkan selesai pada awal 2028.

Kepala Negara mendarat dengan pesawat heli di Helipad Istana Negara, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kehadiran Presiden menguatkan semangat pembangunan IKN yang terus berjalan secara konsisten lintas pemerintahan, baik pusat dan daerah serta didukung oleh berbagai instansi dan dunia usaha dari swasta.

Setiba mendarat di IKN, Presiden Prabowo Subianto disambut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo beserta jajaran masing-masing. Presiden bersama rombongan bermalam di IKN serta dilanjutkan dengan kegiatan peninjauan esok harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Ekosistem pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru. Dalam rangka menjajaki peluang kerja sama pengembangan kawasan, Otorita IKN menerima kunjungan Pertamina Group di Swissotel Nusantara, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Minggu (11/1/2026).

Kunjungan tersebut menghadirkan sejumlah entitas strategis Pertamina Group, di antaranya Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) sebagai subholding energi terbarukan, PT Patra Jasa di bidang pengembangan properti, Pertamina Foundation sebagai yayasan pembangunan berkelanjutan, serta Universitas Pertamina yang berkomitmen menyiapkan pemimpin global masa depan. Kehadiran lengkap entitas ini mencerminkan pendekatan terpadu Pertamina dalam mendukung pembangunan Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN dan Pertamina Group membahas berbagai proyek strategis di bidang keberlanjutan energi dan lingkungan, serta pengembangan ekosistem pendidikan di Kawasan Nusantara. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut momentum ini sebagai bagian dari upaya mempercepat investasi melalui birokrasi yang adaptif dan responsif.

“IKN ini dibangun sebagai kawasan birokrasi yang cepat, akselerasi ini kita butuhkan, akan kami dukung terus investasi di kawasan Nusantara. Akan kami layani, eman eman pak, kita tidak ingin berlama-lama,” ujar Basuki.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono menegaskan bahwa Pertamina akan terus berkomitmen dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Pertamina terus mendukung keberlanjutan IKN, termasuk melalui pengembangan investasi berbasis Nature-Based Solution yang menjaga konservasi, serta Nusantara Sustainability Hub yang mengembangkan human capital dengan prinsip ESG (environmental, social, and governance),” tegasnya.

Kolaborasi dengan Pertamina Group ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menghadirkan ekosistem energi bersih serta penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan di Ibu Kota Nusantara. Kehadiran BUMN strategis ini turut mempertegas arah Nusantara sebagai kota hutan (_forest city_) dan rendah karbon yang dibangun melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Nusantara sebagai kota percontohan masa depan Indonesia, yang modern secara infrastruktur, berdaya saing secara ekonomi dan pendidikan, serta berkelanjutan secara lingkungan.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menegaskan perannya sebagai kota percontohan dunia dalam pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city). Komitmen tersebut tercermin melalui kunjungan akademik dari School of Public Policy, University of Maryland — sebuah universitas riset publik terkemuka dari Amerika Serikat yang berlokasi di College Park, dekat Washington, D.C. dan dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan dalam penelitian, inovasi, dan kebijakan publik. 

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Kantor Otorita IKN ini menjadi forum diskusi strategis mengenai pembangunan IKN sebagai ibu kota masa depan yang mengedepankan tata kelola modern, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penerapan prinsip-prinsip sustainability secara terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan proses pembangunan IKN secara menyeluruh, mulai dari visi dan strategi pemindahan ibu kota, pengembangan infrastruktur dasar, hingga pendekatan pembangunan yang berlandaskan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Kepala Otorita IKN menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap pemindahan ibu kota ke Nusantara sangat kuat dan konsisten.

“Komitmen Presiden Prabowo untuk memindahkan Ibu Kota ke Nusantara sudah sangat jelas dan disampaikan di berbagai forum internasional, termasuk G20. Saya mengajak semua pihak untuk datang dan melihat langsung IKN. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti pada periode Natal dan Tahun Baru lalu, lebih dari 300 ribu orang berkunjung ke IKN,” ujar Basuki.

Salah satu dosen dari University of Maryland, Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D., berharap IKN akan menjadi percontohan terutama dalam membangun masa depan hijau.

“IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan di dunia,” ujar Thomas.

Tingginya minat publik dan perhatian komunitas internasional tersebut menunjukkan bahwa IKN tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai laboratorium global bagi praktik pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.

Melalui kunjungan akademik ini, Otorita IKN berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang kebijakan publik dan perencanaan kota, sekaligus memperkaya pertukaran pengetahuan global dalam mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota dunia yang berkelanjutan.(*)

KabarIkn.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai tulang punggung konektivitas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan Jalan 1B - 1C, yang dirancang menjadi jalan utama di KIPP IKN dan berperan penting dalam menghubungkan berbagai persil strategis, mulai dari kawasan pendidikan, pemerintahan, hingga perumahan.

Pembangunan jaringan jalan tersebut dilaksanakan melalui tujuh paket pekerjaan (Paket A–G) dengan rata-rata progres pembangunan telah mencapai 99 persen. Jalan-jalan ini tidak hanya mendukung mobilitas harian, tetapi juga menjadi penghubung antar fungsi kawasan yang akan menopang aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat di IKN.

Adapun progres pembangunan masing-masing paket adalah sebagai berikut:

1. Paket A dengan progres 99%, merupakan jalan pada Seksi 1 sepanjang 1,3 km yang menghubungkan Rusun ASN 1 hingga ke arah Lapangan PSSI.

2. ⁠Paket B dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 2 sepanjang 1,9 km yang akan melewati beberapa persil strategis, termasuk Sekolah Al-Azhar.

3. ⁠Paket C dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 3 sepanjang 1,8 km yang melayani akses menuju kawasan pendidikan, seperti Sekolah Taruna Nusantara.

4. ⁠Paket D dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 5 sepanjang 2,2 km yang mendukung konektivitas antar kawasan persil investasi pergudangan sunhub.

5. ⁠Paket E dengan progres 99%, merupakan jalan lingkar PSSI sepanjang 2,2 km yang menghubungkan Lapangan PSSI dan RS Mayapada.

6. ⁠Paket F dengan progres 100%, merupakan jalan sepanjang 2,5 km yang menghubungkan sisi samping dan lanjutan jalan tol Seksi 6C, melewati persil menuju RS Abdi Waluyo serta terhubung dengan exit Tol Pulau Balang.

7. ⁠Paket G dengan progres 100%, merupakan jalan sepanjang 1 km pada Seksi 4 yang mengarah ke Sekolah Taruna Nusantara.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, menyatakan bahwa jalan 1B-1C merupakan infrastruktur strategis di IKN. 

“Jalan 1B-1C ini akan menjadi konektivitas strategis di Ibu Kota Nusantara yang menghubungkan berbagai persil yang saat ini telah mulai pembangunan, seperti: kampus Univ. Gunadarma, SMA Taruna Nusantara, R.S. Abdi Waluyo, dll. Dengan terbangunnya ruas jalan ini, kami berharap akses logistik dalam membangun IKN semakin lancar, peluang investasi semakin terbuka, serta ke depan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum sebagai jalur konektivitas di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.” ujar Aswin. 

Pembangunan Jalan 1B dan 1C ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan efisien di KIPP IKN. Kehadiran jaringan jalan utama tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, serta hunian aparatur negara dan masyarakat di Ibu Kota Nusantara.

Otorita IKN berkomitmen untuk terus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi terwujudnya Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA– Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai tulang punggung konektivitas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan Jalan 1B - 1C, yang dirancang menjadi jalan utama di KIPP IKN dan berperan penting dalam menghubungkan berbagai persil strategis, mulai dari kawasan pendidikan, pemerintahan, hingga perumahan.

Pembangunan jaringan jalan tersebut dilaksanakan melalui tujuh paket pekerjaan (Paket A–G) dengan rata-rata progres pembangunan telah mencapai 99 persen. Jalan-jalan ini tidak hanya mendukung mobilitas harian, tetapi juga menjadi penghubung antar fungsi kawasan yang akan menopang aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat di IKN.

Adapun progres pembangunan masing-masing paket adalah sebagai berikut:

1. Paket A dengan progres 99%, merupakan jalan pada Seksi 1 sepanjang 1,3 km yang menghubungkan hunian vertikal ASN 1 hingga ke arah Lapangan PSSI.

2. ⁠Paket B dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 2 sepanjang 1,9 km yang akan melewati beberapa persil strategis, termasuk Sekolah Al-Azhar.

3. ⁠Paket C dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 3 sepanjang 1,8 km yang melayani akses menuju kawasan pendidikan, seperti Sekolah Taruna Nusantara.

4. ⁠Paket D dengan progres 100%, merupakan jalan pada Seksi 5 sepanjang 2,2 km yang mendukung konektivitas antar kawasan persil investasi pergudangan sunhub.

5. ⁠Paket E dengan progres 99%, merupakan jalan lingkar PSSI sepanjang 2,2 km yang menghubungkan Lapangan PSSI dan RS Mayapada.

6. ⁠Paket F dengan progres 100%, merupakan jalan sepanjang 2,5 km yang menghubungkan sisi samping dan lanjutan jalan tol Seksi 6C, melewati persil menuju RS Abdi Waluyo serta terhubung dengan exit Tol Pulau Balang.

7. ⁠Paket G dengan progres 100%, merupakan jalan sepanjang 1 km pada Seksi 4 yang mengarah ke Sekolah Taruna Nusantara.

Pembangunan Jalan 1B dan 1C ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan efisien di KIPP IKN. Kehadiran jaringan jalan utama tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, serta hunian aparatur negara dan masyarakat di Ibu Kota Nusantara.

 

Otorita IKN berkomitmen untuk terus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi terwujudnya Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Awali tahun 2026, lebih dari 1.100 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengikuti apel perdana yang dipimpin oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (5/1/2026).

Apel perdana ini menjadi momentum penguatan kesiapan dan kesatuan langkah aparatur sipil negara Otorita IKN dalam mengawal transformasi kelembagaan menuju Nusantara sebagai pusat pemerintahan 2028. 

Dalam arahannya, Basuki menekankan pentingnya membangun solidaritas dan kesamaan visi seluruh pegawai Otorita IKN untuk mengawal pembangunan Nusantara.

“Arah besar menuju tahun 2028, IKN bukan hanya sekadar ibu kota baru bagi kita. Namun, sesuai dengan judul kita hari ini, IKN menuju 2028 transformasi ASN dan kota masa depan,” tegasnya.

Basuki menambahkan bahwa generasi muda akan menjadi motor perubahan, sekaligus menjadikan kawasan Nusantara sebagai ekosistem pemerintahan dan ekonomi, termasuk bagi masyarakat lokal sekitarnya.

“ASN muda harus menjadi fokus pemindahan di IKN. Generasi muda harus jadi motor perubahan. Pembangunan IKN bukan hanya tentang bangunan baru, namun juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk itu, IKN akan menjadi ekosistem pemerintahan dan kehidupan kota yang benar-benar baru untuk Indonesia,” pungkasnya.

Apel perdana ini sekaligus menjadi momentum Otorita IKN untuk menyatukan langkah

dan komitmen seluruh pegawai dalam mengawal pembangunan ibu kota yang berkelanjutan, modern, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA - Keterlibatan generasi muda menjadi elemen penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru Indonesia. Partisipasi dan ruang dialog yang terbuka bagi mahasiswa digelar untuk memastikan pembangunan IKN berjalan inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Sejalan dengan hal tersebut, Otorita IKN menggelar kegiatan silaturahmi bersama Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia dan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Kantor Kemenko 3, IKN, pada Selasa, (2/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, mengajak para mahasiswa untuk berdialog secara terbuka mengenai pembangunan IKN. Dialog ini turut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkontribusi langsung dalam pembangunan Nusantara, mulai dari perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, petugas kesehatan, aparatur sipil negara (ASN) Otorita IKN, hingga aparat penegak hukum.

Basuki menyampaikan bahwa dialog ini menjadi ruang penting untuk menyampaikan perkembangan pembangunan IKN sekaligus menyerap pandangan dan gagasan mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

“IKN ini dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Indonesia. Karena itu, kami ingin mendengar langsung pandangan dan harapan generasi muda. Masukan dari mahasiswa akan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan IKN ke depan,” ujar Basuki Hadimuljono.

Ia menegaskan bahwa IKN dirancang sebagai kota yang dibangun bersama dan untuk generasi muda, sehingga pertukaran gagasan antara pemerintah dan mahasiswa menjadi fondasi dalam membangun peradaban baru yang berkelanjutan.

Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Suwardi, turut mendorong semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengawal pembangunan IKN.

“(Mahasiswa) harus semangat, karena ini untuk bangsa dan negara. Kita membangun ibu kota itu tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun peradaban. Peradaban terkait dengan manusia, maka generasi muda adalah pembangunan peradaban itu sendiri,” ujar Suwardi.

Kegiatan silaturahmi dan dialog ini diikuti oleh 124 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang diundang oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, untuk menyaksikan secara langsung progres pembangunan IKN sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawalan pembangunan ibu kota negara.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN terus membuka ruang dialog dan partisipasi publik, khususnya generasi muda, agar pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat berjalan secara transparan dan inklusif.(*)

 

KabarIkn.com,NUSANTARA — Komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional seiring percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendapat perhatian dunia. Duta Besar Belgia untuk Indonesia, H.E. Frank Leon L. Felix, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah proyek strategis IKN pada 15–16 Desember 2025 guna menjajaki peluang kolaborasi lintas negara.

Otorita IKN menerima kunjungan tersebut di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Senin (15/12/2025). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan proyek pembangunan strategis, khususnya kawasan diplomatik (_diplomatic compound_), sebagai bagian dari kesiapan Nusantara menuju pemindahan ibu kota negara pada tahun 2028.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, menyampaikan bahwa pembangunan IKN saat ini telah memasuki tahap kedua.

“Saat ini IKN telah memasuki tahap kedua pembangunan. Pada fase ini, kami mulai membangun kawasan legislatif dan yudikatif yang ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2027,” ujar Aswin.

Aswin menjelaskan bahwa kawasan _diplomatic compound_ akan berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, berdekatan dengan area proyek legislatif di sisi selatan kawasan tersebut.

“Kami ingin menunjukkan rencana kawasan _diplomatic compound_ yang akan berada di dekat area legislatif. Kawasan ini disiapkan sebagai bagian dari ekosistem pemerintahan di Nusantara,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Felix menegaskan bahwa berbagai informasi yang selama ini beredar mengenai pembangunan IKN tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi realita kawasan Nusantara.

“Sebelumnya kami banyak mendengar berbagai informasi dari media. Karena itu, kami ingin melihat langsung perkembangan pembangunan IKN. Ternyata, kami melihat progres pembangunan yang luar biasa,” ungkap Frank.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Belgia dan Indonesia, termasuk potensi keterlibatan perusahaan asal Belgia dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Otorita IKN memberikan kami banyak sudut pandang, khususnya terkait bagaimana kita dapat saling bekerja sama ke depan. Kerja sama lintas negara sangat memungkinkan, terutama apabila perusahaan Belgia dapat mengambil bagian dalam pembangunan ini,” pungkasnya.

Kunjungan Duta Besar Belgia ini menandai semakin terbukanya peluang kerja sama internasional dalam pembangunan IKN, sekaligus memperkuat posisi Nusantara sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperketat pengawasan keamanan dan kualitas pangan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Upaya ini dilakukan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Balikpapan melalui inspeksi langsung ke berbagai sarana distribusi pangan, Selasa (9/12/2025).

Inspeksi dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini memastikan seluruh produk yang dijual memenuhi standar keamanan pangan, seiring meningkatnya potensi jumlah pengunjung dan aktivitas wisata di Nusantara.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, P. Setia Lenggono, yang hadir mewakili Otorita IKN dalam inspeksi tersebut menegaskan bahwa pengawasan pangan menjadi prioritas berkelanjutan, terutama saat momentum hari besar keagamaan.

“Inspeksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen kami untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya di tengah persiapan liburan besar seperti Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, tim menemukan sejumlah produk pangan dengan kemasan yang sudah rusak serta memasuki masa kedaluwarsa. Tim inspeksi turut menghimbau untuk melakukan penyimpanan produk sesuai dengan standar GHP (_Good Handling Practices_).

Dengan begitu, langkah ini juga menjadi bagian dari pencegahan peredaran pangan tidak layak konsumsi (TMK), seperti produk rusak, ilegal, kedaluwarsa, atau berpotensi menimbulkan risiko kesehatan di tengah mobilitas masyarakat Nusantara yang kian meningkat.

Kepala Balai POM di Balikpapan, Gerson Pararak, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang dilakukan Otorita IKN.

“Saya mengapresiasi langkah baik yang dijalankan Otorita IKN bersama kami. Harapannya inspeksi ini terus berlanjut, termasuk pengendalian hama (_pest control_) dan pemeriksaan rutin terhadap rak barang serta produk pangan yang dijual,” ungkapnya.

Dengan pengawasan yang semakin intensif, Otorita IKN memastikan bahwa keamanan pangan menjadi bagian dari fondasi kota masa depan yang layak huni, aman, dan berstandar internasional bagi seluruh masyarakat dan pengunjung Nusantara.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA - Bandar Udara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini tengah memproses perubahan status dari Bandar Udara Khusus menjadi Bandar Udara Umum. Langkah ini menjadi tahapan penting untuk membuka layanan penerbangan di IKN.

Plt. Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengatakan bahwa proses perubahan status tersebut dilakukan setelah bandara resmi beroperasi sebagai Bandar Udara Khusus sejak diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan pada 12 Juni 2025.

“Perubahan status ini sangat penting agar bandara dapat melayani penerbangan komersial. Saat ini kami masih menjalankan fungsi sebagai Bandar Udara Khusus,” ujar Imam.

Fasilitas sisi udara yang mencakup runway, taxiway, apron, dan helipad telah tuntas seluruhnya. Pada sisi darat, tahap pertama telah selesai dan sudah dilengkapi dengan Terminal VVIP dan VIP, menara pengatur lalu lintas udara, fasilitas penanggulangan keadaan darurat, gedung perkantoran, rumah ibadah, serta infrastruktur pendukung lainnya. Saat ini sedang berlangsung pekerjaan lanjutan berupa penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Pada tahap berikutnya akan dibangun fasilitas imigrasi, karantina, dan bea cukai untuk mendukung aktivitas penerbangan internasional.

Secara internasional, Bandar Udara Nusantara telah terdaftar pada International Civil Aviation Organisation dengan kode WALK. Dalam statusnya sebagai Bandar Udara Khusus, bandara ini diperbolehkan melayani pesawat kenegaraan, pesawat instansi pemerintah, serta penerbangan charter dan private flight. Pelayanan pesawat komersial belum bisa diberikan karena penggunaannya masih mengacu pada ketentuan yang berlaku bagi bandara khusus.

 

Sejak beroperasi pada 12 Juni 2025, sejumlah penerbangan telah mendarat dan lepas landas dari bandara ini. Beberapa di antaranya adalah Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara, helikopter TNI Angkatan Darat, pesawat Beechcraft dari Balai Kalibrasi, serta private jet Bombardier Challenger CL 604 yang dioperasikan oleh PT Karisma Bahana Aviasi.

 

Imam menyampaikan bahwa pemerintah sedang memproses penyesuaian regulasi agar bandara nantinya dapat membuka layanan komersial. Perubahan status menjadi Bandar Udara Umum menjadi salah satu aspek utama dalam proses tersebut.

Bandara Internasional Nusantara dibangun melalui kebijakan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023. Bandara ini dirancang untuk mendukung konektivitas dan kegiatan pemerintahan di IKN. Dengan peran strategis tersebut, fasilitasnya disiapkan untuk dapat melayani pesawat wide body terbesar yang digunakan dalam penerbangan internasional, termasuk Boeing 777-300 dan Airbus A380.

Adapun fasilitas yang tersedia meliputi runway berdimensi 3.000 meter kali 45 meter, dua taxiway masing-masing sepanjang 146 meter dengan lebar 30 meter, serta apron seluas 97.189 meter persegi yang dapat menampung lima pesawat wide body atau sembilan pesawat narrow body. Bandara ini juga memiliki Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi serta Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi dengan kapasitas 420 penumpang per jam atau 1,6 juta penumpang per tahun.

Runway sepanjang 3.000 meter ini merupakan yang terpanjang di Kalimantan. Dengan kapasitas tersebut, pesawat wide body dapat melakukan penerbangan jarak jauh tanpa harus melakukan pengisian bahan bakar di bandara lain, termasuk rute langsung menuju Timur Tengah maupun Eropa.

Imam menyampaikan bahwa berbagai upaya peningkatan fasilitas dilakukan agar bandara dapat mencapai kesiapan operasional penuh. Ia berharap kehadiran bandara ini dapat memperkuat konektivitas dan mempercepat pergerakan kegiatan pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik di IKN.

Imam Alwan menutup dengan menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas terus dilakukan agar bandara mampu memberikan pelayanan terbaik ketika sudah beroperasi sebagai Bandar Udara Umum. Ia berharap keberadaan bandara ini dapat menjadi pengungkit utama mobilitas dan perkembangan IKN.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA - Dalam semangat merayakan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Amphitheater Sentra Massa, Ibu Kota Nusantara, pada Jumat (5/12/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah apresiasi, ruang ekspresi, sekaligus forum silaturahmi kreatif lintas daerah bagi para pelaku seni budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang telah berperan aktif menghidupkan Nusantara. Selain sebagai bentuk perayaan keberagaman seni, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif untuk berbagi gagasan, karya, dan memperkuat jejaring budaya Nusantara.

Acara ini juga menjadi malam puncak dari rangkaian kegiatan apresiasi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 di IKN. Beragam festival, kompetisi, pelatihan, dan pertunjukan telah digelar sebagai upaya memperkuat identitas kultural Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang memiliki akar kuat pada kebudayaan Nusantara sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Budaya lokal harus kita lestarikan sebagai pondasi penyusunan struktur budaya Nusantara yang kuat. Mudah-mudahan melalui kerja bersama, kita dapat membangun kesenian yang hidup dan relevan di Ibu Kota Nusantara. Salah satu ruh dalam pembangunan IKN adalah kesenian,” ujarnya.

Sementara itu, penyelenggaraan malam apresiasi ini tidak hanya menutup rangkaian program tahunan, tetapi juga menjadi penghormatan kepada insan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dari berbagai daerah yang telah menunjukkan dedikasi dalam menghidupkan kegiatan seni di Nusantara. Ajang ini menjadi wadah bagi para pelaku kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas komunitas dan wilayah.

Selain apresiasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berkesan bagi peserta workshop yang sebelumnya mengikuti pembinaan keterampilan seni dan ruang belajar terbuka di IKN.

Salah satu peserta, Yoga, menyampaikan kesannya, ia mengatakan “Melalui acara sosial budaya ini saya mendapat kesempatan mempelajari musik tradisional, dan saya merasa tertantang untuk pindah genre ke musik tradisional.”

Melalui penyelenggaraan malam apresiasi ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem budaya yang inklusif, dinamis, dan bertaraf internasional. Ke depan, berbagai program penguatan talenta, festival seni, pendidikan budaya, serta ruang ekspresi kreatif akan terus diperluas agar Nusantara tumbuh sebagai kota berbudaya, hidup, dan membanggakan seluruh bangsa Indonesia.

Penerima Apresiasi Tahun 2025

1. Apresiasi Juara Insan Budaya dan Pariwisata – Nusantara Cultural Festival:

- Kabupaten Paser

- Bengkulu

- KKMS Sulawesi Barat

- LAP Paser

- Malinau

2. Apresiasi Juara Insan Ekonomi Kreatif – Nusantara Intercultural Choir and Folk Festival:

- Borneo Cantata

- Telkom University

3. Apresiasi Insan Wisata Olahraga – Borneo Ultra Mixed Trail & Asosiasi Lari Trail Indonesia 100K Women:

Peserta dari kategori dan wilayah:

- Kalimantan Timur

- Sulawesi Selatan

- Jawa Timur

- Jakarta

- Jambi

- Jawa Barat

- Nusantara

- Daerah Istimewa Yogyakarta

- Sulawesi Tengah

- Papua Barat Daya

- Sri Wahyuni

- 7K Putra

- 7,5K Putri

- 20K Putra

- 20K Putri

- 20K Putra Master

- 20K Putri Master

- 50K Putra

- Master 50K Putra

- 50K Putri

- Master 50K Putri.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat perkembangan penting dalam pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif menuju Ibu Kota Politik 2028 dengan ditandatanganinya delapan paket kontrak pembangunan di Kantor Kemenko 4 IKN pada Kamis (04/12/2025). Penandatanganan ini memperkuat akselerasi Tahap 2 pembangunan IKN yang berfokus pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.

Hingga saat ini, sebanyak 20 dari total 28 paket pekerjaan Tahap 2 (2025–2029) telah ditandatangani, terdiri dari 14 paket pembangunan fisik dan 6 paket manajemen konstruksi/supervisi. Capaian ini menandai kesiapan IKN memasuki fase pelaksanaan konstruksi yang lebih intensif.

Adapun delapan kontrak yang diteken pada kesempatan tersebut mencakup:

- 5 Paket Pekerjaan Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Perkantoran Legislatif yang terdiri atas 16 gedung dibangun pada persil seluas 41,81 Ha

- 2 Paket Pekerjaan Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Perkantoran Yudikatif yang terdiri atas 4 gedung, dibangun pada persil seluas persil 15,15 Ha

- 1 Paket Pekerjaan Pembangunan Bangunan Kantor Pendukung, yang terdiri atas: Pembangunan Kantor OIKN Tahap II sebanyak 3 gedung dengan lahan seluas 2,9 Ha, dan Kantor Polres IKN Tahap I sebanyak 3 gedung dengan lahan seluas 3,07 Ha

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya kualitas dalam seluruh tahap pembangunan, estetika dan keberlanjutan lingkungan.

“Pembangunan tahap 2 ini harus lebih baik dari sebelumnya. Saya kira pembangunan ini akan menjadi contoh untuk dunia nantinya,” ujarnya.

Penandatanganan delapan kontrak ini menjadi langkah lanjut dalam memastikan pembangunan kawasan lembaga tinggi negara berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan. OIKN berharap tahapan ini dapat memperkuat fondasi penyelenggaraan pemerintahan di Ibu Kota Nusantara serta mendukung target operasional IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028.(*)