[Valid RSS]

DPRD Balikpapan Akan Lakukan Evaluasi Bersama Dinas Pendidikan Terkait Keterlambatan Penyediaan Seragam Sekolah Gratis

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan , Parlindungan

KabarIkn.com,Balikpapan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Balikpapan menyoroti kendala keterlambatan penyediaan seragam sekolah gratis untuk siswa ajaran baru 2022/2023.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan , Parlindungan menyampaikan permasalahan keterlambatan seragam sekolah ini sebenarnya bisa di antisipasi diawal karena ini program RPJMD yang sudah lama dibahas dan pastinya sudah ada dokumen yang dipersiapkan untuk itu sehingga tidak ada keterlambatan sampai sekarang.

" Jika berbicara masalah spek berarti itu harus ditentukan di awal pada saat pengajuan anggaran dan jangan saat anggaran diajukan malah berbicara spek lagi," Kata Parlindungan kepada awak media , Rabu (13/07/2022).

Ini tentunya akan menjadi bahan bagi dewan untuk melakukan evaluasi kepada Dinas Pendidikan , sehingga tidak menimbulkan gejolak baru dimasyarakat.

Masyarakat saat ini sudah disibukkan dengan anaknya yang masuk sekolah dan harus membeli seragam , menunggu seragam gratis sampai sekarang tapi katanya belum lelang dan masih melakukan uji lab atau segala macam.

" Sehebat apasih seragam sampai harus melakukan uji lab. Kita kan ada standarisasi untuk seragam sekolah , jadi tidak perlu membuat sesuatu yang terlalu berlebihan menurut saya yang penting layak dan nyaman dipakai untuk anak," Katanya.

Parlindungan menambahkan harus dari awal Pemerintah sudah harus menyiapkan terkait seragam gratis tersebut , karena ini sudah masuk dalam program RPJMD Wali Kota.

Mengenai anggaran seragam sekolah gratis ini yang berjumlah Rp 19,06 M mengalami penggeseran menjadi kurang lebih Rp 23 M sekian , anggaran ini sedang diajukan ke provinsi atas program - program yang ada di Diknas.

Hal ini mungkin juga berkaitan dengan spesifikasi dari seragam yang akan dibagikan , tetapi sampai saat ini belum diketahui spek nya seperti apa.

" Saat ini banyak pengaduan dari orang tua bahwa mereka diharuskan untuk membeli seragam dulu dan menunggu sampai bulan September. Hal ini sama saja dengan orangtua disuruh untuk beli seragam dan bulan September diberikan untuk seragam pengganti saja , berarti tidak ada yang gratis," imbuhnya.

Adanya pergeseran anggaran ini disebabkan oleh penambahan siswa. Penambahan siswa ini tidak bisa dikatakan setelah PPDB , sebelum PPDB sudah bisa memprediksi berapa siswa yang diterima. (tri/adv)