[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Relawan Warung Kopi Pak RT, meggelar Jumat Berkah denga para simpatisannya. Mengambil tempat di Kawasan Pasar Baru , para relawan ini berkumpul menikmati sarapan pagi berupa nasi kuning dan Soto Banjar, Jumat (16/10). Kegiatan ini dilakukan sebagai jalinan silaturahmi sesama relawan pendukung pasangan Rahmad Mas’ud dan Tohari Aziz, juga mengajak masyarakat lain untuk memberikan dukungan yang sama.

“Selama ini kami telah membangun komunikasi dengan masyarakat luas terkait pemimpin Balikpapan kedepan Rahmad – Tohari. Silaturahmi ini bagian eksistensi Relawan Warkop Pak RT yang tiada henti-hentinya memberi pemahaman secara santun mengapa memberikan dukungan pada kedua tokoh tersebut”ujar Ketua Relawan Warkop Pak RT, Katono.

Terkait Jumat Berkah yang digelarnya, siapapun boleh datang ketempat kegiatan menikmati hidangan yang disiapkan panitia. Disisi lain, jika ada masyarakat yang ingin menjadi bagian relawan, pihaknya membuka diri seluas-luasnya. 

Terkait dukungan yang diberikan Relawan Warkop Pak RT pada Rahmad – Tohari, lanjut Katono, dirinya beserta relawan-relawan lainnya mengedepankan kesantunan dan komunikatif. Sangat tidak dianjurkan menggunakan bahasa kasar maupun merendahkan pihak-pihak manapun.

“Pilihan masyarakat boleh berbeda, tapi keyakinan kami Ba,likpapan harus dipilih oleh tokoh yang jelas. Bukan memilih kucing dalam karung. Tokoh Rahmad – Tohari merupakan figur yang terbaik saat ini, sehingag kami dengan suka rela memberi dukungan padanya”ujar Katono.*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Penipuan Modus Pemberian Paket marak dilakukan, hal ini dilakukan karena mungkin untuk mendapatkan uang,mungkin bisa saja karena faktor ekonomi yang mendesak.

Salah satu contoh yang dialami Bapak Husin,menurutnya apa yang dilakukan penipuan bukan hanya penipuan undian lewat telepon, sekarang muncul modus baru yaitu penipuan paket proyek melalui telepon juga.

Husin kembali menjelaskan Senin (12/10/2020) seseorang mengaku sebagai sekretaris disalah satu Dinas di Balikpapan yang mengatakan bahwa dia diperintah oleh Kepala Dinas,bahwa perusahaan saya akan diberi paket pekerjaan dan untuk satu perusahaan akan diberi jatah paket minimal 3 maksimal 5 paket proyek PL, dengan nilai 900 juta.

" Kemudian si penelpon tiba-tiba mendadak meminta bantuan dana Rp 85 juta dengan alasan keperluan istrinya ke Samarinda,' tegas Husin

Menurut Husin saya coba konfirmasi kebenarannya kesalah satu Dinas yang dibawa-bawa,namun jawabannya orang Dinas tersebut penipuan,sudah banyak teman-teman kontraktor yang kena modus sama di dinas lainnya ujarnya di Balikpapan," ujarnya

Saya berharap dan mengingatkan kepada teman-teman kontraktor supaya berhati- hati agar tidak menjadi korban penipuan modusnya pemberian paket proyek dilain hari," harap husin. (ikn-01)

KabarIkn.com,Marangkayu - Sabtu 3 Oktober 2020, Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memanfaatkan limbah organik di Santan Terminal dan sekitarnya untuk diolah dan dikembangkan menjadi Pupuk Kompos, yang diberi nama Pupuk “KONTAN” yang berarti Kompos Santan. Pupuk KONTAN ini kemudian dikembangkan menjadi CSR PHKT untuk dimanfaatkan oleh kelompok petani di sekitar Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Pemanfaatkan limbah-limbah organik bersifat non-B3 ini berasal dari sampah sisa makanan dan sampah dapur di Terminal Santan milik PHKT untuk diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaakan dan distribusikan ke seluruh petani di wilayah Ring 1 PHKT yakni Desa Sebuntal, Semangko dan Kersik di Kecamatan Marangkayu secara rutin.

Pupuk KONTAN yang diproduksi di dalam area Terminal Santan PHKT ini berbahan dasar limbah sisa makanan, sampah dapur (sayuran, ikan, buah, dll), serbuk kayu dan EM4 (bahan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik) dapat memproduksi pupuk sebanyak 1.500 kg (300 pack) per 3 (tiga) bulannya.

Pada rentang waktu tahun 2019-2020 jumlah sampah organik yang dihasilkan di Terminal Santan rata rata mencapai 1.908 kg setiap bulannya, yang berarti bahwa selama setahun terakhir menghasilkan sekitar 22.800 kg limbah organik dari dapur. Hal ini menjadi suatu peluang untuk dapat mengolahnya menjadi suatu produk yang bernilai tambah bagi lingkungan sekitar. Sehingga tercetuslah ide untuk memproduksi pupuk kompos Santan KONTAN yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Produksi Pupuk KONTAN ini sejalan dengan kebijakan lingkungan PHKT dalam menurunkan jumlah limbah padat non-B3 sebesar 10-ton pertahun, sekaligus mengintegerasikan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan Lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, membangun kemitraan yang aktif dan memenuhi harapan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Manager Relation PHKT, Tommy Sibuea menyatakan bahwa PHKT terus berusaha memaksimalkan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan perlindungan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berkelanjutan serta membangun kemitraan yang aktif dan memenuhi harapan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar daerah operasi PHKT. “Kami berharap CSR Pemanfaatan Pupuk Organik KONTAN dapat bermanfaat dan bernilai tambah bagi petani di kecamatan Marangkayu serta berkesinambungan” ungkap Tommy.

Salah satu kelompok petani unggulan yang didukung PHKT dalam penyaluran Pupuk Organik KONTAN yaitu Paguyuban Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu. Pada pelaksanaanya, Pupuk Kompos Organik KONTAN dari Santan Terminal mampu menjangkau dan memberikan stimulus yang positif terhadap kegiatan perkebunan kopi di Desa Prangat Baru tersebut. “Perbaikan unsur hara dalam tanah paska aplikasi Pupuk Kompos KONTAN ditandai dengan semakin hijau dan lebatnya daun pada tanaman kopi robusta. Tanah kebun menjadi lebih gembur dan remah, lebih awet dalam menyimpan air” Ungkap Rindoni Ketua Paguyuban Petani.

PHKT terus berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibilities (CSR) yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan, sebagai upaya mendukung peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar sehingga bernilai lebih bagi lingkungan dan masyarakat secara umum. (***)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Berkat kekompakan dan kegigihan para komunitas, usia komunitas CBR Club Indonesia Region Balikpapan telah menginjak usia 8 tahun pada minggu 27/09.

Acara berlangsung di Pantai Manggar yang hanya diikuti tidak lebih dari 20 member CCI, PIC Astra Honda Community dan Ancoel ketua Paguyuban Honda Balikpapan. Seperti yang kita ketahui, selama pandemic, Astra Motor Kaltim 1 tetap menjalankan kegiatan sesuai protocol kesehatan, seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Rangkaian acara Anniversary 8 tahun CCI diawali dengan sambutan-sambutan dari beberapa pihak terkait antara lain, sambutan oleh ketua CCI Bapak Acan, sambutan PIC Astra Honda Community Bapak Daniel Nathanael Toghas, sambutan penasihat ketua paguyuban Honda Balikpapan Bapak Ancoel serta pemotongan tumpeng dan makan bersama yang dilakukan secara bersama-sama.

Adapun beberapa persembahan yang diberikan dari Astra Motor Kaltim 1 seperti kue ulang tahun tahun, sertifikat dan plakat untuk CCI yang diberikan simbolis pada saat perayaan anniversary.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah hadir dalam acara anniversary ini, walaupun tidak semua diundang diakrenakan menjaga protocol kesehatan yang ada semoga kita bisa terus solid dan selalu dalam kegiatan sehat tentunya di setiap event yang kita laksanakan. “Ujar Ancoel ketua Paguyuban Honda Balikpapan.

“Terimakasih kepada seluruh komunitas bikers Balikpapan yang telah ikut serta dalam perayaan Anniversary kami, walaupun berbeda dari perayaan biasanya support rekan-rekan sangat berarti buat kami. Semoga kita selalu solid dan satu dalam kegiatan apapun dan semoga pandemic lekas berakhir agar dapat berkegiatan normal seperti biasanya.” Ujar Daniel Natanael Toghas selaku Safety Riding Officer dan PIC Community.

Corporate Communications,

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Lana Senja Indah

+62 8115900998

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan mencapai ribuan dengan kasus meninggal sebanyak 6 orang bersaing dengan melonjaknya kasus COVID-19. Jika tidak diantisipasi, akan berujung korban kematian.

Perlu kita ketahui kasus tertinggi di Balikpapan Utara dengan 260 kasus satu meninggal. Untuk wilayah Muara Rapak kasus demam berdarah relatif rendah daripada tahun kemarin. Antara  januari sampai Agustus  2020 bekisar 16 kasus Deman Berdarah Dengue.

Hal ini diungkapkan oleh UPT Puskesmas Muara Rapak Drs.Fahmi Rosady, Skep bahwa untuk kasus DBD di wilayah muara rapak dari jumlah kasus relatif lebih rendah dibanding periode yang lalu. " Untuk saat ini kasus DBD antara januari samapi agustus bekisar 16 kasus dibanding periode yang sama di tahun 2019 bekisar 82 kasus, sehingga tahun ini mengalami penurunan kasus DBD", ungkapnya ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, ditengah pandemi covid-19 masyarakat relatif hidup bersih dan sehat baik secara individu maupun lingkungan sehingga berdampak menjadi penurunan kasus DBD.

Fahmi mengatakan, kunjungan kader kader tetap diarahkan dengan protokol kesehatannya ke rumah warga untuk pemantauan jentik yang berkaitan dengan program DBD. diantaranya pemantauan jentik berkala dan penaburan abate.

"Partisipasi dan pemantauan abate dibuktikan dengan pemantauan jentik berkala di setiap rumah warga dan ditaburkan langsung oleh kader", tuturnya.

Ditanya terkait kunjungan pasien Puskesmas Muara rapak selama pandemi mengalami penurunan. Hal ini memang sesuai dengan harapan, di puskesmas ini membuka online konsultasi dokter masalah kesehatan, dan jika mereka mengharuskan untuk bertemu dokter dipersilakan untuk datang ke puskesmas.

Metode pelayanan ada tiga jalur, yakni  pertama   jalur untuk pelayanan ibu hamil, KB, Imunisasi , Poli gigi , dan Kir kesehatan. Jalur dua untuk konsultasi pasien dari luar daerah, untuk pasien jika rapid test reaktif dan pasien gejala covid-19. Selanjutnya untuk jalur tiga untuk umum. ( tn )

Kabarikn.com,Balikpapan, Rapat Koordinasi Hipakad Kaltim yang melibatkan DPC Hipakad Balikpapan dan DPC Hipakad Bontang, menghasilkan terbentuknya Koperasi dan Satuan Tugas (Satgad) Hipakad, Minggu (30/08) di kediaman Ketua DPD Hipakad Kaltim Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara.

Dimana secara aklamasi Ir. H. Julnaid terpilih sebagai Ketua Koperasi Hipakad Kaltim. Sementara itu Satgas dibentuk untuk melaksanakan Pengawalan dan Pengamanan berbagai macam bentuk kegiatan Hipakad di Kaltim. Baik internal maupun eksternal kepada keluarga besar Hipakad maupun masyarakat.

Menurut Ketua DPD Hipakad Kaltim Charles L Tobing. Sebenarnya Rakor ini sudah menjadi agenda 3 bulanan bagi DPD Hipakad Kaltim dan DPC. Namun karena suasana pandemi Covid 19 Rakor ini sengaja digabungkan.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPC Hipakad Balikpapan Muhammad Ardani. Rakor kali ini sengaja digabungkan DPD dan DPC. Mengingat masih dalam suasana pandemi Covid 19. Namun demikian, peserta rapat tetap melaksanakan Protokoler Kesehatan yang telah ditentukan oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Balikpapan. Yakni tetap jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker.

"Seluruh peserta rapat wajib mengikuti Protokoler Kesehatan yang telah ditentukan oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Balikpapan, "terang Ardani-Sapaan akrabnya jika dipanggil.

Selain terbentuk Koperasi dan Satgas, Rakor juga membahas segala permasalahan ditubuh Hipakad. Seperti mekanisme rekrutmen anggota, loyalitas dan dedikasi serta menambah kekompakan ditubuh Hipakad.

Sementara itu Ketua Koperasi terpilih Ir. H. Julnaid mengatakan. Dalam minggu ini segera menyusun program kerja Koperasi serta berbagai persyaratan yang dibutuhkan. Sehingga September kemungkinan Koperasi sudah bisa berjalan sesuai rencana.

Masih menurut H. Julnaid, diharapakan nantinya dengan adanya Koperasi selain dapat memperdayakan anggota Hipakad juga salah saru upaya untuk menuju Anak Kolong Sejahtera. (edy).

 

Kabarikn.com.Balikpapan-Rabu 27 agustus 2020 pukul 03.45 wita Kebakaran di jalan Karang jati dalam RT 19 dan 20 Kel.Karang Jati Balikpapan Tengah data korban :

rumah terdampak 4 unit jumlah 8 KK 26 Jiwa (RT 19 : 2 rumah 5 KK 16 Jiwa RT 20  : 2 rumah  + 1 warung 3 KK 10 Jiwa)

Data anak sekolah :

Rt 19 SD Laki laki : 3,SMP Laki laki : 1 

RT 20 SD Perempuan : 1 SMP Perempuan : 1 Laki laki 1 SMA : 1 Laki laki

Unit yang di terjunkan:

2 unit mobil pemadam UPTD PB Kota,2 unit mobil Pemadam UPTD PB Selatan,2 unit Mobil pemadam Sektor Gunung Samarinda,2 unit UPTD PB Barat, 1 Unit Mobil Pemadam Sektor Baru Tengah,2 unit unit mobil pemadam UPT PB Tengah,1 Unit Pemadam UPTD PB Timur

1 Unit Pemadam Pertamina RU V

Personil yang di turunkan:

BPBD,Dinsos/Tagana,Relawan Garuda,Info Bencana,IEA,Bravo,PMI,Pemuda Pancasila,Rapi,Orari,Sekurity pertamina,AHB Squad,Kelurahan Karang Jati,Kecamatan Balikpapan Tengah,Babinsa,Bhabinkamtibmas,Polresta,Polsek Utara,URC Polres (rusli)

Oleh : Danang Agung ( Wakil Ketua Kahmi Balikpapan)

KabarIkn.Com,Balikpapan - Tahun ajaran baru telah mulai pertengahan Juli lalu. Setelah pendaftaran siswa online berbasis zonasi yang menyita tenaga dan perhatian semua banyak pihak. Permasalahan dunia Pendidikan kita belum juga usai, ditengah pandemi yang entah kapan berakhir ini. Setelah dipusingkan dengan riuhnya memasukan anak-anak kita bersekolah, ternyata sistem edukasi pembelajaran daring, jarak jauh atau tanpa tatap muka menjadi permasalahan baru yang harus dicarikan solusinya.

Tidak bisa dipungkiri, pendidikan memegang peranan penting bagi perkembangan anak. Sayangnya, masa pandemi Covid-19 menjadi masa-masa sulit yang cukup menantang bagi sistem pendidikan. Merebaknya virus corona dengan angka yang cepat dan sangat mengkhawatirkan, membuat pemerintah menerapkan berbagai kebijakan yang dianggap mampu meredam penyebaran virus ini. Salah satunya adalah penerapan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Kebijakan belajar jarak jauh diambi tegas oleh pemerintah. Apalagi korban Covid-19 semakin bertambah. Banyak keluhan mahalnya biaya kuota internet oleh sebagian para orang tua makin menambah beban hidup yang kian susah. Bahkan ada orang tua yang untuk keperluan sehari hari saja sudah kesulitan, apalagi ditambah tuntutan untuk membeli laptop,Hand Phone (HP) , dan kuota internet bagi proses pembelajaran untuk anaknya.

Pemerintah berupaya mencarikan solusi agar proses pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik, tidak terlalu memberatkan para orang tua dan peserta didik. Langkah ini sedang dinanti-nanti oleh orang tua yang memang sedang membutuhkan dukungan tersebut. Pemerintah harus bergerak cepat, jangan sampai kalah dengan pandemic yang kian merebak.

Karena Pandemi ini , banyak orang tua mungkin yang harus kehilangan mata pencarian. Ditengah ekonomi lesu, ditambah proses edukasi yang biasanya berlangsung di sekolah kini beralih kerumah. Padahal orang tua dirumahpun saat ini sedang dipusingkan mencari penghasilan baru, makin ditambah tekanan dengan mendukung pembelajaran bagi anaknya.

Banyak orang tua yang semakin bertambah tekanan kehidupannya. Sehingga tak heran luapan emosi dituangkan didunia maya sebagai ungkapan ekspresi depresi atas perubahan sistem edukasi yang terjadi. Semoga saja tekanan ini tidak menjadi daya rusak mental dan moral bagi masyarakat. Mengambil langkah atau cara-cara melangar hukum guna memperoleh sarana belajar bagi anaknya agar dapat mengakses edukasi jarak jauh ini.

Pandemi yang telah memakan banyaka korban, termasuk menyasar dikalangan dunia pendidikan. Hal ini harus kita sadari bersama, langkah pemerintah mengambil kebijakan pembelajaran jauh adalah pilihan terbaik yang harus dilakukan. Memang tidak nyaman bagi beberapa pihak, namun akan lebih baik dari pada makin bertambahnya korban yang tak diinginkan.

Masa-masa Covid-19 bukan berarti pelajar harus berhenti belajar. Mereka harus tetap melanjutkan studi dengan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua. Masa pandemi ini bisa dimaknai dengan semakin besarnya kesempatan orang tua untuk terlibat dalam proses pendidikan anak. Justru, masa ini mengingkatkan kembali, bahwa orang tua adalah menjadi guru pertama yang dimiliki sang anak.

Pandemi telah meluluh lantakan hubungan sosial, menggoyahkan beberapa aspek perekonomian. Bahkan saat ini juga telah mengganggu proses edukasi buat anak negeri. Semua pihak tak boleh tinggal diam, empati kita tak boleh tergerus dengan pandemi yang belum berhenti. Namun harus penulis akui, Pandemi dan sistem edukasi ini telah membangkitkan hipertensi yang semua pihak berharap dapat melalui. Nah, hipertensi itu kini telah penulis rasakan, karenanya, tulisan ini saya cukupkan.