[Valid RSS]

KabarIkn.Com,Balikpapan, Adanya bantuan sembako dari Pemkot Balikpapan terhadap masyarakat yang mengalami dampak dari pandemi Covid 19, cukup diacungi jempol. Karena sangat membantu bagi masyarakat yang penghasilannya sangat terganggu.

Namun demikian, muncul lagi bantuan dari pihak ketiga yakni Pemerintah Pusat, Pihak Swasta atau Perusahaan dan beberapa Organisasi kepada Pemkot Balikpapan untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid 19.

Terkait bantuan dari pihak ketiga, apakah jumlah bantuan atau peruntukannya sudah transfaran. Tentunya masalah ini membuat bingung masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Balikpapan Edy Yudohandana kepada media ini, Selasa (12/5).

 Menurut Edy, alangkah bijaknya jika secara rinci dapat menyebutkan atau memaparkan berapa jumlah bantuan yang diperoleh dari pihak ketiga, berikut diperuntukan kepada siapa saja.

Hal ini sangat perlu dilakukan sebagai bentuk transfaransi atau keterbukaan. Disamping itu agar masyarakat awam mengetahuinya, sehingga tidak muncul persepsi yang negatif.

 "Masyarakat perlu mengetahui dengan jelas terkait bantuan dari pihak ketiga. Agar tidak menimbulkan isu yang bukan-bukan, "tegas Edy yang juga Ketua LSM Kaltim Education Watch ini.

Masih menurut Edy, kerja keras tanpa mengenal lelah yang dilakukan Pemkot Balikpapan, Aparat Keamanan, Petugas Medis dan Relawan tanpa mengenal lelah sangat kita hargai.

Namun demikian harus dibarengi dengan sistem managemen yang transfaran dalam mengelola bantuan terkait memerangi pamdemi Covid 19. Sehingga masyarakat dapat memahami secara jelas. Untuk itu perlunya pengawasan dari lembaga-lembaga terkait.(*)

KabarIkn.Com,Balikpapa-Masyarakat Adat Paser yang tergabung dalam Lembaga Adat Paser Borneo (LAPB) Balikpapan  adakan ritual adat tolak bala, berlangsung di jalan utama Pasar Pandansari sekitar pukul 9.00 WITA  (6/5/2020). Kegiatan ritual ini  dipimpin langsung oleh Ketua Adat dan dihadiri oleh sesepuh adat, tokoh masyarakat, didampingi pihak kepolisian Polsek Balikpapan Barat.

Ritual adat ini dilaksanakan untuk menangkal hal-hal yang tidak diinginkan karena keadaan kondisi masyarakat yang kurang aman dengan adanya gangguan dari alam, arwah leluhur, maupun dari perbuatan manusia itu sendiri, yang tujuannya adalah untuk pembersihan dan juga didukung dengan doa-doa menurut kepercayaan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan oleh Asmad, Ketua Lembaga Adat Paser Borneo Balikpapan. "Ditengah wabah covid19 ini agar ada keselamatan dan kedamaian bagi kami Suku Paser sebagai suku asli Kota Balikpapan khususnya dan warga sekitar pada umumnya." Tambahnya

Ritual diikuti oleh sekitar 20 warga adat dengan menggunakan ikat kepala merah dan baju khas Suku Paser dengan tetap mengikuti protokol Covid19.

 Penulis :(are)

Editor   :beny

 

KabarIkn.Com,Balikpapan- Setelah melakukan kunjungan ke Lanud Dhomber dan Lanal Balikpapan Selasa (5/5), kembali Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) melakukan Anjangssna atau kunjungan serupa, kali ini ke Kodim 0905 dan Polresta Balikpapan. Dimana saat di Polresta Balikpapan diterima oleh Waka Polres Balikpapan AKBP S. Sesa. Sementara di Kodim di terima langsung oleh Dandim 0905/BS Kolonel ARM. I Gusti Agung Putu Sujarnawa yang juga selaku pembina Hipakad, Rabu (6/5).

 Dengan maksud dan tujuan yang sama yakni meningkatkan tali silaturahmi juga memberikan bantuan berupa *Hand Sanitizer* dalam mencegahan penyebaran Virus Corona (Covid 19) di Kota Balikpapan.

 "Selain meningkatkan silaturahmi antara ormas dan aparat keamanan, juga kami memberikan bantuan *Hand Sanitizer* kejajaran Kodim 0905 dan Polresta Balikpapan, " ujar M. Ardani Ketua DPC Hipakad Balikpapan.

Ormas selaku mitra kerja pemerintah dalam hal ini aparat keamanan lanjut Ardani. Harus bisa menciptakan hubungan yang harmonis dalam mengamankan wilayah kesatuan, yakni Balikpapan. Dengan jalan *Bersinerji dengan pembina membantu pemerintah kota dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid 19*.

 Apa lagi dalam situasi penyebaran pandemi Covid 19, tentunya harus lebih ditingkatkan lagi

Sehingga musibah yang menimpa Balikpapan dapat segera berakhir.

 "Dengan menciptakanx situasi aman terkendali, otomatis tugas berat pemerintah untuk menangani Covid 19 dapat berjalan lancar, "tegas Ardani.

 Dihari yang sama Tim Relawan Covid 19 Hipakad juga melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di Jl. Inpres Kelurahan Muara Rapak Kecamatan Balikpapan Utara

 Penulis (edy)

Editor   : beny

 

KabarIkn.Com,Balikpapan, Penyebaran pandemi Covid 19 masih menjadi perhatian serius warga Balikpapan. Apa lagi sejak Balikpapan dinyatakan sebagai *Zona Merah*, sesuai pernyataan Wali Kota Balikpapan HM. Rizal Effendi, SE beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk peduli terhadap penanganan Covid 19, Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kaltim mengunjungi Lanud Dhomber Balikpapan Selasa (5/4).

Kehadiran Hipakad dipimpin Ketua DPD Kaltim Charles L Tobing dan Ketua DPC Hipakad Balikpapan M. Ardani diterima langsung oleh Komandan Lanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Hendrayansyah, S.Sos dan Kolonel Laut Andri Kristianto diruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu Hipakad Kaltim menyerahkan bantuan berupa *Hand Sanitizer* kepada Lanud Dhomber Balikpapan. Sebagai bentuk kepedulian ikut serta memerangi penyebaran pandemi Covid 19.

Menurut Ketua DPD Hipakad Kaltim Charles L Tobing mengatakan. Kunjungan ini selain sebagai bentuk kerjasama antara Ormas dengan aparat keamanan. Khususnya dalam situasi penyebaran pandemi Covid 19 yang sudah melanda dunia, khususnya Balikpapan. Juga sebagai bentuk kepedulian Hipakad untuk membantu pemerintah dalam membasmi Covid 19.

"Kami berharap agar seluruh unsur masyarakat ikut membantu pemerintah dalam membasmi Covid 19. Dan semoga kita berharap agar situasi seperti sekarang ini dapat berakhir. Sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya, "harap Charles.

Penulis :edy

Editor   :beny

 

KabarIkn.Com,Balikpapan, Penyebaran pandemi Covid 19 masih menjadi perhatian serius warga Balikpapan. Apa lagi sejak Balikpapan dinyatakan sebagai *Zona Merah*, sesuai pernyataan Wali Kota Balikpapan HM. Rizal Effendi, SE beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk peduli terhadap penanganan Covid 19, Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kaltim mengunjungi Lanud Dhomber Balikpapan Selasa (5/4).

Kehadiran Hipakad dipimpin Ketua DPD Kaltim Charles L Tobing dan Ketua DPC Hipakad Balikpapan M. Ardani diterima langsung oleh Komandan Lanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Hendrayansyah, S.Sos diruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu Hipakad Kaltim menyerahkan bantuan berupa *Hand Sanitizer* kepada Lanud Dhomber Balikpapan. Sebagai bentuk kepedulian ikut serta memerangi penyebaran pandemi Covid 19.

Menurut Ketua DPD Hipakad Kaltim Charles L Tobing mengatakan. Kunjungan ini selain sebagai bentuk kerjasama antara Ormas dengan aparat keamanan. Khususnya dalam situasi penyebaran pandemi Covid 19 yang sudah melanda dunia, khususnya Balikpapan. Juga sebagai bentuk kepedulian Hipakad untuk membantu pemerintah dalam membasmi Covid 19.

"Kami berharap agar seluruh unsur masyarakat ikut membantu pemerintah dalam membasmi Covid 19. Dan semoga kita berharap agar situasi seperti sekarang ini dapat berakhir. Sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya, "harap Charles.

Penulis :edy

Editing : beny

 

KabarIkn.com,Balikpapan-Bentuk kepedulian yang diperlihatkan oleh jajaran anggota pasak bakudapati Balikpapan patut diberikan apresiasi.Ditengah pandemi virus korona ini pasak Bakudapati beserta anggotanya ikut mengambil bagian membantu pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan dengan menyemprotkan cairan desinfektan ke rumah penduduk.Ketua Pasak Bakudapati Balikpapan Nur Rahman saat ditemui dirumahnya Minggu (29/3/20)

," Kami peduli terhadap musibah akibat penyebaran virus korona,oleh karena itu semua korwil pasak Bakudapati bersatu melawan virus korona dengan cara melakukan penyemprotan cairan desinfektan kerumah penduduk.

 naan penyemprotan desinfektan di mulai dari korwil Utara yaitu di jalan giri Mulyo kelurahan karang Joang Balikpapan," ujarnya

Lanjutnya,Rahman menjelaskan penyemprotan desinfektan di laksanakan dilingkungan rt 22,23,24 dan 47 kelurahan Karang Joang Balikpapan yang disaksikan Lurah

Babinsa,Kamtibmas dan Ketua Rt setempat.

Selama pelaksanaan penyemprotan dapat berjalan lancar tanpa gendala,pungkas Rahman." Setelah melakukan penyemprotan desinfektan di wilayah utara,kami juga kembali melaksanakan penyemprotan desinfektan kerumah penduduk di wilayah gunung sari,telagasari dan pasar baru Minggu (29/3/20).lingkungan yang dilakukan penyemprotan desinfektan di RT 10,18 termasuk jalan Tanjung pura rt 22 dan 23 kelurahan Telagasari Balikpapan,"terang Rahman kepada media ini

Ia menambahkan,kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi semua anggota pasak dimana dana yang di gunakan untuk penyemprotan adalah hasil sumbangan sukarela dari setiap anggota.Satu rasa satu komando ini yang selalu dikedepankan artinya semua anggota pasak harus memiliki jiwa rasa untuk membantu dan saling tolong menolong dengan sesama.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua anggota pasak baik di korwil utara,tengah,yang sudah ikut terlibat melaksanakan kegiatan penyemprotan desinfektan,"tutup Nur Rahman (tono).

 

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net - Rabu ( 25/03/2020 ), Tim AHB Squad melakukan kegiatan Penyemprotan Desinfektan di Salah satu gereja dan Musholla Al Amanah yang terletak di daerah Bukit Sion.

Ketua dari AHB Squad, Rifai menjelaskan bahwa kegiatan penyemprotan desinfektan ini adalah salah satu bagian dari kepedulian sosial mereka untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus covid 19 yang sudah ada di Balikpapan.

" Dalam kegiatan ini dari AHB Squad dipimpin oleh beberapa tim yang berada di Balikpapan Timur dipimpin oleh Ahmad Basir dan Saya sendiri membawa 2 Tim untuk melakukan penyemprotan di daerah Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah," Kata Ketua AHB Squad, Rifai.ditempat pelaksanaan penyemprotan Rabu (25/03/2020)

Sedangkan, Ust.Sarbini menjelaskan bahwa Tim Relawan dari AHB ini terbantu jiwanya untuk membantu Pemerintah dimana saat ini Balikpapan sudah KLB ( Kejadian Luar Biasa ).

Artinya, bahwa tanggung jawab seluruh komponen masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk membantu langkah langkah kongkrit untuk mengantisipasi menularnya virus corona tersebut.

Salah satu pengurus di Musholla Al Amanah tersebut juga berterima kasih kepada Tim AHB Squad karena telah dilakukannya kegiatan penyemprotan Desinfektan tersebut,”jelasnya (beny/kb)

 

Swararepublika-Kesiapan menghadapi Kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN), sejumlah Ormas daerah, OKP dan LSM kota Balikpapan, menggelar dialog interaktif di Pondok Indo Kuliner, Balikpapan Baru, Selasa, (17/3/2020) kemarin.

Dialog interaktif ini, menghadirkan narasumber dosen Pasca Sarjana Penerimaan Wilayah Universitas Mulawarman Prof. DR. Tiopan Henry Manto Gultom, ST. MM, Pakar Perencanaan Kota Sunarto Sastro Wardoyo dan Ketua KNPI Balikpapan Andi Ahmad Muttawelly. Pakar Perencanaan Kota Sunarto Satro Wardoyo menjelaskan, dialog tersebut lebih kepada persoalan kesiapan Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN).

"Penyangga ini berada dilevel paling bawah, jika penyangganya ambruk maka yang di sangga pun akan ambruk. Sebagai Kota penyangga IKN, tingkat kecepatan responsif pemerintah Kota Balikpapan saat ini masih lemah, terutama dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dibidang tenaga kerja maupun dalam penyiapan kawasan permukiman," ucap Sunarto usai dialog interaktif.

Secara umum, kata Sunarto, Balikpapan berada dalam satu struktur ruang yakni, sebuah persiapan permukiman dengan sarana dan prasarana sebagai penunjang ekonomi sosial."Sampai saat ini, kami belum melihat gerakan itu dilakukan oleh pemerintah Kota Balikpapan," ungkapnya.

Dijelaskannya, penting dilakukan khususnya, pemuda di Kota Balikpapan kedepan, adalah kesiapan sumber daya manusia secara perorangan, tidak perlu menunggu pemerintah yang menyiapkan. "Anak muda harus bisa berbuat dan berjuang dalam membangun sinergi, membangun jaringan untuk terlibat langsung dalam pembangunan IKN mendatang," ujar Sastro.

Dia mengungkapkan, dalam proses pembangunan IKN mendatang diperkirakan membutuhkan 60 ribu tenaga kerja yang harus disiapkan Kalimantan Timur. Utamanya, Balikpapan yang terdekat dengan lokasi pembangunan IKN. "Hal itu harus dilakukan oleh pemerintah agar tenaga kerja lokal dapat terlibat secara langsung untuk menghindari terjadinya konflik sosial di masyarakat.

Kedatangan tenaga kerja dari luar dengan sertifikasi yang cukup bisa saja menggeser tenaga kerja lokal yang belum memiliki sertifikasi walaupun memiliki skil yang baik," sebutnya. Sunarto juga menyampaikan, jika para pengusaha yang terlibat dalam pembangunan IKN mendatang akan membuka lebar untuk merekrut tenaga kerja lokal.

"Kami khawatir ketika tenaga kerja lokal yang tidak bersertifikasi. Hal itu sudah pasti gugur walaupun belum dibuktikan hasil kerjanya. Harapannya dalam proses pembangunan IKN nanti, pemerintah bisa maksimal dalam mendahulukan tenaga kerja lokal," tandasnya.

Di tempat sama Ketua Lembaga Adat Kutai Abdul Rohim menyampaikan, pemindahan IKN di Kalimantan Timur akan berdampak positif baik terhadap pembangunan, perdagangan maupun bagi perekonomian di masyarakat Kalimantan Timur. Namun, dibalik kemajuan itu pemerintah diminta harus tetap menjaga adat istiadat serta kearifan budaya lokal yang ada.

Menurutnya, hingga saat ini adat dan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur itu tetap harus dijaga secara turun temurun, berkaca dari budaya Betawi di Ibu Kota Jakarta saat ini seiring berjalannya waktu budaya tersebut terjadi regenerasi. Sehingga lama kelamaan budaya itu bisa hilang.

"Kita tidak menginginkan Kaltim yang notabene calon Ibu Kota Negara yang baru nantinya seperti di Jakarta. Terjadi regenerasi seperti budaya Betawi. jangan sampai hal itu terjadi di Kaltim, Kalau sampai hal itu terjadi, betapa hebatnya kita sebagai bangsa tapi disebut sebagai bangsa penghianat bagi leluhur nusantara. Inilah yang tidak kami kehendaki," tegasnya.

Oleh karenanya, lanjut Abdul Rohim, harus ada perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Presiden yang akan mengelola pemerintahan. Hal itu harus dilakukan untuk menjaga kearifan lokal khususnya budayanya.

"Semuanya berawal dari Kutai, peradaban bangsa-bangsa nusantara sekarang kembali lagi kepada ibu pertiwinya, maka perhatikanlah orang lokal dan budayanya. "Hal itu kita tekankan, karena pemerintah mendirikan IKN bukanlah main-main. Tapi ini adalah sebuah identitas negara dalam sebuah bangsa," sebutnya.

Terkait dengan masyarakat yang saat ini bermukim di lokasi yang akan dibangun IKN, dia mengatakan, tidak akan berdampak negatif karena masyarakat pada umumnya menyambut baik terhadap pemindahan IKN. Namun, harus ada titik balik yang diminta oleh masyarakat agar diperhatikan."Harus ada simbiosis, makanya kami minta kepada pemerintah, bagaimana mengembalikan orang lokal itu menjadi barometer IKN, karena hal itu sebagai identitas bangsa," jelasnya.

Dia juga berharap pemerintah benar-benar menjalankan Pancasila secara utuh, walaupun untuk mencapai hal itu membutuhkan waktu dan harus berjiwa besar untuk mencapainya."Pemerintah minimal bisa menjalankan sila ke lima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Karena pada saat ini sila kelima tampaknya hanya bisa dicapai 50 persen oleh pemerintah. Tapi, harapan masyarakat lokal di Kaltim nantinya pemerintah bisa menjalankan sila kelima itu minimal 70 persen. Supaya masyarakat bisa berbuat, tenaga lokal bisa di optimalkan," ujarnya.

(AG)