[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Sebagai bentuk kepedulian Insan Pers terhadap pandemi Covid 19 di Balikpapan, Ikatan Wartawan Balikpapan (IWB) gelar Gelar Diskusi Panel dengan Tema "Peran Strategis Media Massa dalam Pemberitaan Pandemi Covid 19 di Balikpapan". Rencana dilaksanakan Sabtu (15/08) di Hotel Mega Lestari Balikpapan.

Menurut Ketua Panitia Danang, SH kegiatan ini menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarti, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, SIK dan Wartawan Senior, Drs. H. Sjarifuddin, Hs.

Peran strategis media di dalam pemberitaan ini dapat mendukung program pemerintah dalam penanggulangan Covid 19 di Balikpapan yang lebih humanis.

Serta dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait pandemi Covid 19 secara jelas. Dan tidak menimbulkan rasa cemas serta ketakutan.

"Peran strategis media sangat memegang peranan dalam pemberitaan pandemi Covid 19. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang sejuk dan tidak menambah rasa ketakutan, "jelas Danang.

Hal senada juga disampaikan Ketua Ikatan Wartawan Balikpapan (IWB), Benny Sanger. Menurutnya, kegiatan ini sesuai dengan program IWB. Diambil thema tersebut karena bertepatan dengan pandemi Covid 19 khususnya di Kota Balikpapan. Sehingga peran Insan Pers dapat melakukan peliputan yang benar terkait Pandemi Covid 19. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarti sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Balikapan. Diharapkan teman-teman wartawan dapat membantu Pemerintah Kota Balikpapan dalam memerangi pandemi Covid 19 melalui pemberitaan yang humanis dan sejuk.

"Kami harapkan jajaran Insan Pers khususnya yang tergabung dalam IWB dapat membantu Pemerintah dalam memerangi Covid 19 di Balikpapan, melalui pemberitaan yang humanis dan sejuk. ( edy )

 

Oleh : Danang Agung (Wakil Ketua PPI Provinsi Kalimantan Timur)

KabarIkn.com,Balikpapan - Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah memastikan tidak mengadakan seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tahun 2020. Kepala Sekretariat Kepresidenan mengungkapkan pihaknya hanya melibatkan empat anggota Paskibraka. Mereka terdiri dari seorang pembawa baki, dua penggerak bendera, dan seorang cadangan. Keputusan Ini mempertimbangkan kondisi covid-19 (korona) yang masih menjadi pandemi.

Infonya Paskibraka yang digunakan untuk pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih di Istana Negara dalam merayakan HUT Ke-75 RI pada Agustus mendatang, berasal dari pasukan tahun lalu.

Bagaimana dengan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih di daerah Provinsi dan Kabupaten/kota se Indonesia. Ternyata, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah melayangkan surat edarak ke Dispora Se Indonesia untuk meniadakan seleksi Paskibaraka tahun 2020 ini.

Sayangnya surat edaran ini baru tiba setelah sebagian daerah ada yang  telah melakukan tahapan seleksi penjaringan Paskibraka. Beberapa daerah ada yang gamang dengan surat tersebut. Prsoses seleksi berhenti ditengah jalan, namun daerah lain ada yang tetap melanjutkan proses seleksi hingga pengumuman calon Paskibraka 2020, dengan proses yang sangat ketat pada protokol kesehatan yang diterapkan.

Bagaimana menyikapi dilema ini ?. Apakah tahun ini harus ditiadakan Paskibaraka 2020. Apakah proses seleksi harus terhenti, dan bagaimana dengan daerah yang telah melakukan penjaringan Paskibraka 2020 hingga nama-nama telah diumumkan.

Hari kemerdekaan identik dengan  Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Kebangsaan Indonesa , Merah Putih, yang dilakukan oleh Paskibraka. Dimana pasukan ini direkrut dari proses seleksi pelajar-pelajar terbaik dari seluruh nusantara. Jika untuk tingkat Provinsi dihadirkan dari kabupten /kota. Sedangkan Paskibraka untuk tingkat kabupaten /kota berasal dari kecamatan atau sekolah didaerah.

Palajar calon Paskibraka mengikuti proses seleksi dari fisik, baris-berbaris, kesehatan hingga pengetahuan akademik dan umum. Semua peserta sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengikuti penjaringan menjadi calon Paskibraka.

Pandemi Covid-19 menjadi catatan tersendiri, sehingga didaerah proses seleksi Paskibraka tahun 2020 ditiadakan dan yang sudah melakukan harus terhenti. Namun ada daeah yang terus berjalan hingga pengumuman hasil seleksi. Namun akhirnya bimbang,  karena keputusan dari nasional yang berubah formasi kebijakan Paskibraka tahun 2020 ini.

Penulis dapat memahami keputusan ini. Untuk seleksi Paskibraka Nasional yang menghadirkan peserta dari setiap daerah akan menjadi permasalahan tersendiri. Karena wilayah Jakarta dan sebagian lainnya merupakan daerah yang menjadi sorotan secara nasional dalam hal wabah penyebaran Covid-19. Dalam situasi pandemi, dikarantina dan dilatih bersama selama beberapa minggu menjadi catatan penting mengapa seleksi dan pembentukan Paskibraka Nasional tahun ini ditiadakan.

Untuk tidak menghilangkan keberadaan Paskibraka dalam pengibaran di Istana Negara, penulis setuju jika pemerintah  menggunakan Paskibraka tahun lalu yang digunakan. Walaupun itu hanya untuk petugas pengibar bendera dan pembawa baki.   Sehingga keberadaan Paskibraka dalam pengibaran di Istana tak hilang sama sekali.

Namun, hemat penulis yang pernah menjadi bagian dari Paskibraka ini, kiranya pemerintah mempertimbangkan keberadaan Paskibraka untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota untuk tetap dapat dilibatkan dalam upacara Kemerekaan HUT RI ke 75 ini. Jumlah anggota dan formasi serta pasukan dapat dirampingkan lagi. Dan tentunya dalam pelaksanaannya, ketentuan protokol kesehatan serta prosedur  lainnya diterapkan secara ketat.

Bagi pemerintah yang tidak sempat melakukan seleksi Paskibraka tahun ini, silahkan menggunakan anggota Paskibaraka tahun sebelumnya yang sudah terlatih dan berpengalaman. Namun bagi daerah yang telah melakukan seleksi segera tuntaskan dan sesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi bagi daerah yang sudah mengumumkan hasil seleski Paskibraka tahun 2020 ini. Penulis mengharapkan  tetap latihan secara intensif serta fokus pada pengibaran - penurunan bendera, tanpa perlu ada kegiatan tambahan yang menggerus tenaga dan pikiran. Dan, kukuhkan mereka sebagai Paskibraka 2020.

Libatkan pelatih dari TNI-Polri dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk bisa memberi kontribusi pemikiran bagi pemerintah bagaimana teknis pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih tetap mematuhi protokol  kesehatan. Sinergi dengan pihak-pihak inilah, jalannya pembentukan Paskibraka 2020 kiranya akan semakin mudah. 

Jangan sampai seleksi yang sudah dilakukan dan menghasilkan calon Paskibraka didaerah dibatalkan hanya lantaran pandemi ini. Pembatalan hasil seleksi Paskibraka akan membuat preseden buruk bagi daerah. Dimana pemerintah dianggap tak konsisten terhadap apa yang dilakukannya. Selain itu, pembatalan tersebut akan melukai hati calon peserta Paskibraka yang telah terpilih. Padahal kita ketahui bersama, proses seleksi Paskibraka itu cukup melelahkan dan menguras emosi. Bukan itu saja, bagi peserta pembatalan sebagai Paskibraka akan menjadi luka mendalam seumur hidup yang akan sulit terlupakan.

Paskibraka itu merupakan sebuah impian tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Kelompok pasukan ini didesain bukan sebagai figur gagah-gagahan dan hanya unjuk kecantikan bak pemilihan putri atau cover sampul majalah. Namun Paskibraka sejak dilahirkan di peruntukan sebagai simbol perekat NKRI dari Sabang sampai Merauke.

Sejak dini anggota Paskibraka  dilatih disiplin, kebersamaan dan memupuk rasa nasionalisme. Menjadikan Merah Putih yang harus dijaga agar tetap berkibar di nusantara. 

Yakin dan optimislah, dengan koordinasi bersama dan mematuhi ketentuan yang ada, social distancing dan protokol kesehatan yang ditetapkan secara taat dan ketat, kehadiran Paskibraka dalam menyemarakan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tidak perlu dikhawatirkan. Paskibaraka 2020 harus tetap ada. Semoga.

 

KabarIkn.Com,Samarinda-Diberlakukannya sistem Online dan Zonasi pada proses ataupun rekrutmen pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020 pada jenjang SMA/SMK mendapat dukungan dari Gubernur Kalimantan Timur Drs. H. Isran Noor, M.Si.

Menurut Isran Noor diberlakukannya Online sangat tepat sekali, disamping memanfaatkan teknogi juga sangat pas digunakan bertepatan dengan pandemi penyebaran Virus corona (Covid 19). Sehingga orang tua dan calon peserta didik tidak berbondong-bondong hadir ke sekolah yang di tuju.

"Sistem Online sangat tepat digunakan saat rekrutmen PPDB di masa pandemi Covid 19. Sehingga masyarakat khususnya orang tua dan calon peserta didik tidak berbondong-bondong datang kesekolah, "ungkal Isran Noor di ruang kerjanya Selasa (07/07).

Terkait sistem Zonasi yakni jalur Apersi, Perpindahan Orang Tua Kerja dan Jalur Prestasi juga sudah tepat dilaksanakan saat ini. Sehingga akan terjadi pemerataan dalam memilih sekolah sesuai dengan tempat tinggal calon peserta didik sesuai dengan bukti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua.

Bilamana masih ada calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah yang dimaksud, tentunya pasti ada kesalahan, baik masalah persyaratan administrasi ataupun nilai calon peserta didik yang kurang.

"Jika calon peserta didik tidak diterima disekolah yang dimaksud, tentunya pasti ada kesalahan pada persyaratan siswa tersebut, "tegasnya.

Seperti yang pernah diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Timur Anwar Sanusi, M.Pd kepada media ini. Kuota yang disediakan setiap Rombongan Belajar (Rombel) untuk jenjang SMA/SMK tahun ini adalah maksimal sebanyak 36 siswa. Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Beda dengan tahun sebelumnya yakni 32 siswa tiap Rombel.

Jadi kami akan menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dan tidak akan menampung atau menambah jumlah kuota diluar ketentuan.

Baik Irsan Noor maupun Anwar Sanusi berharap masyarakat dapat memahami dengan benar  aturan ini.

Sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam sistem PPDB yang sedang berlangsung saat ini. (edy).

 

KabarIkn.Com,Balikpapan, Sebagai bentuk kepedulian menyelamatkan Pancasila dari paham komunis melalui Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Ormas Macan Borneo (Masyarakat Cendekiawan Borneo) membuat pernyataan sikap dengan menolak RUU HIP di Sekretariat Macan Borneo Perum Vila Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (4/7).

Diikuti keluarga besar Macan Borneo mulai dari DPP, DPC dan PAC serta Dewan Penasehat DPP dengan mengeluarkan 3 (tiga) butir pernyataan sikap, yakni : Menolak RUU HIP Jangan Ditunda, Melainkan Dibatalkan. Menjunjung Tinggi dan Mempertahankan bahwa Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, Adalah Harga Mati. Serta. Siap Menjaga Stabilitas Keamanan Bersama Elemen Masyarakat, dari Ancaman Pihak Pihak yang tidak Bertanggung Jawab.

Menurut Ketua DPC Macan Borneo Balikpapan Muhammad Fadliannur, walaupun kita tidak mengikuti aksi turun kejalan tapi Macan Borneo tetap mendukung rekan-rekan yang melakukan aksi long mach dengan membuat pernyataan sikap yang dipublikasikan melalui media massa.

"Macan Borneo tetap Pancasialis dan Merah Putih Sejati. Untuk itu dengan tegas menolak RUU HIP segera dibatalkan, "tegas Fadli.

Sementara itu Ketua Umum Macan Borneo Basuki Rahmat, SKM membenarkan adanya pernyataan sikap dari Macan Borneo untuk menolak segala bentuk yang akan mengrongrong Pancasila sebagai dasar negara. Karena pada dasarnya Macan Borneo adalah Pancasialis dan Anti Komunis.

"Sebagai ormas kedaerahan Macan Borneo menolak RUU HIP dan Tetap menjaga kondusifatas Balikpapan. Macan Borneo adalah Pancasialis dan Anti Komunis, "ungkap Basuki.

Menurut pantauan media ini, pelaksanaan pernyataan sikap yang dilakukan Macan Borneo berjalan tertib, aman dan terkendali. Setelah selesai pernyataan sikap dilanjutkan dengan silaturahmi dan diskusi terkait perkembangan Macan Borneo, khususnya terkait DPC dan PAC. (edy).

 

 

Kabarikn.com,Balikpapan – Ketua DMI Kota Balikpapan , Solehuddin Siregar diundang oleh Kemenag dengan para tokoh pimpinan agama membahas tentang New Normal termasuk juga pembahasan mengenai terap rencana edaran walikota.

Solehuddin Siregar menjelaskan bahwa disampaikan ada beberapa poin ditambahkan pada edaran Wali Kota dengan harapan ketika rapat dengan Walikota tidak tarik penarikan keputusan. Lalu, seluruh tokoh agama juga diundang bersama Forkopimda di Aula Pemkot Balikpapan dan telah memutuskan bahwa mulai tanggal 05 Juni 2020 mulai dibuka kegiatan Sholat Jumat di masjid , dengan catatan masjid tersebut harus membuat pernyataan siap mentaati protokol kesehatan covid-19.

Kemudian , pihak masjid juga harus mengajukan dari pimpinan agama dengan bawahannya maupun kolektif untuk mengajukan ke kecamatan , Gugus Kecamatan dan Walikota. Hal ini juga sudah dilaksanakan di Dewan Masjid , Oleh karena itu pengajuan bisa dilakukan lewat dewan masjid dengan tingkatannya .

Solehuddin Siregar menambahkan per kecamatan pasti memiliki 1 masjid besar dan pengajuannya melalui dewan masjid ke walikota, lalu untuk masjid kelurahan maupun musholla dari pengurusnya nanti dihimpun oleh DMI Kecamatan dan kecamatan yang membawa kolektif ke camat selaku gugus kecamatan .

Karena ini hanya berupa edaran , jika ada ditemukan salah satu warga ataupun pengurus masjid yang terkonfirmasi positif covid-19 maka tidak diberikan sanksi. Kalaupun terjadi hal seperti itu maka di surat edaran tersebut akan dibuat panitia Gugus Covid Masjid dan jika ada hal hal di masjid tersebut maka mereka yang bertanggung jawab.

DMI Kota Balikpapan juga telah menerima surat edaran dari pimpinan pusat DMI bahwa memang sudah dianjurkan untuk memperbolehkan sholat dan tetap melaksanakan protokol kesehatan covid-19. Kemudian , di masjid dibentuk Panitia Percepatan Covid-19 untu penanganan jika ada suatu hal yang terjadi di masjid tersebut.

“ Dalam pelaksanaan sholat tetap diberlakukan penjagaan jarak minimal 1 meter,” Kata Ketua DMI Kota Balikpapan, Solehuddin Siregar.

Dihimbau dalam kegiatan ini anjuran dari Pemerintah Kota tetap dilaksanakan dan protokol kesehatan juga harus tetap dilaksanakan. ( triani )

Ilhamsyah: "Anggota KAHMI Harus Ambil Peran"

KabarIkn.Com,Balikpapan - Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Balikpapan Drs. H. Madram Muchyar, melaksanakan silaturahmi dengan para sesepuh dan senior Alumni HMI, Minggu (31/5) malam.

Acara silaturahmi pengurus Majelis Daerah Kota Balikpapan dengan sesepuh Alumni HMI, diantaranya Rudi Suryatman sekertaris umum KAHMI, Riyan Taufik Wakil Ketua Umum, Hasbi Muhammad Wakil Ketua Umum, Madram Muchyar (Memed), Danang Agung Wakil Ketua Umum, dan Achmad Ilhamsyah mantan Ketua Umum KAHMI Balikpapan.

Madram Muchyar dalam pertemuan itu menyampaikan, bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan komunikasi antara pengurus MD KAHMI Balikpapan dan sesepuh atau senior HMI yang sudah terlebih dahulu menjalankan organisasi HMI dan KAHMI di Balikpapan dengan pengurus yang sedang melaksanakan tugas organisasi.

“Catatan sejarah yang telah ditorehkan para sesepuh dan senior HMI, tentunya menjadi teladan bagi kami para junior untuk itu sumbangsih pemikiran sangat kami butuhkan dalam melanjutkan tugas-tugas memberikan kontribusi positif untuk perkembangan dan kemajuan daerah"ujar Madram.

Ditambahkannya ia berharap, dengan silaturahmi dan komunikasi yang baik ini akan tercipta saling pengertian, saling memahami, dan saling mengisi melalui saran dan masukan untuk kemajuan kota”, ujar Memed sapaan akrab Madram Muchyar.

Ilhamsyah selaku mantan ketua KAHMI Balikpapan menyampaikan saat ini waktunya KAHMI bisa mengambil peran memberi sumbangsih pemikiran dan ide-ide bagi permasalahan daerah.

Selain itu, dalam menyambut demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada), KAHMI jangan berdiam diri. Anggota KAHMI harus ambil peran di Balikpapan.

"Harus ada tokoh-tokoh KAHMI Balikpapan yang tampil dalam Pilkada kedepan" harapnya.

Penulis :Danang Agung SH

Editor   : Beny

 

 

Kabarikn.com,Jambi – Pada awalnya orang banyak tidak mengenal siapakah M.Nuh, sosok yang menjadi pemenang lelang motor gesit bertanda-tangan Jokowi.

Namun, setelah menjadi pemenang lelang motor bertanda tangan Presiden Jokowi, senilai 2,55 Miliar Rupiah. M. Nuh menjadi orang penting dan sangat dicari-cari, paling tidak untuk mengetahui siapa sosok M. Nuh sebenarnya.

Adalah konser musik peduli Covid-19 yang digelar oleh BPIP-MPR dan BNPB dan dihadiri oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo dan sejumlah elite pejabat negeri dengan moderator Choki Sihotang dan Andi F Noya serta Wanda Hamidah, yang bertugas menerima penelpon peserta lelang, Minggu (17/5).

Meski awalnya menuai kecaman, Konser yang menghadirkan artis papan atas dan bimbo ini, memutuskan M.Nuh adalah pemenang lelang motor bertandatangan Presiden Jokowi, tetap berjalan.

"Kami sudah memverifikasi 2 kali dan sudah menghubungi M.Nuh,  beliau sangat mengharapkan untuk memenangkan lelang ini," kata Wanda hamidah dalam proses lelang tersebut.

Dalam Ilmu jurnalistik, kita mengenal apa yang disebut dengan cross chek and balance yaitu aktifitas wartawan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan berita dan kebenaran berita.

Alhasil, wartawan wilayah Jambi tanpa diperintah siapapun langsung melakukan pengecekan lapangan dan  ke aparat setempat, hingga mencari tempat tinggal M. Nuh di Kampung Manggis, kelurahan Sei Asam, Pasar Kota, Jambi.

Hasilnya mencengangkan, ternyata M. Nuh bukanlah seorang pengusaha tapi hanya buruh harian lepas atau biasa bekerja sebagai seorang buruh bangunan.

Dalam sebuah wawancara TV Lokal, Camat Pasar Kota Jambi, Mursidah mengaku pihaknya sudah mengecek berulang-ulang terkait M. Nuh.

"Itulah kami yang pening pala, lah tegilo-gilo jadinyo. Tau dewek, kampung itu dihuni warga menengah kebawah dan sudah dicari, dak katek, namo M.Nuh pengusaha,," ujar Camat Pasar kota Jambi.

Dalam kondisi seperti ini, penulis tidak melihat adanya Cross and chek balance yang dilakukan oleh panitia lelang. Penulis juga tidak melihat adanya validitasi data akurat dalam lelang ini, terkesan konser musik peduli Covid hanya dilakukan untuk tujuan menghibur, jika tidak mau dibilang menghabiskan anggaran.

Aktivitas yang menggunakan anggaran negara dalam kondisi Covid-19 seperti ini seharusnya dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan Even organizer yang berkualitas dan tidak terkesan asal-asalan atau hanya mencari keuntungan sepihak.

Saran penulis, BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)  harusnya meminta pertanggung jawaban even organizer karena output_konser musik peduli Covid-19 yang amburadul dan meminta permohonan maaf secara terbuka.

Polisi juga seyogyanya tidak perlu reaktif dan apalagi melakukan penahanan terhadap M. Nuh karena kesalahan sebenarnya adalah tidak dilakukan Verfikasi data valid dan Cros chek balance yang harusnya menjadi tugas panitia lelang atau even organizer acara.

Namun, BPIP kini agak bernafas lega karena akhirnya anak pengusaha dan Juga anak Ketua Umum Partai Perindo, Warren Tanoesudibyo terpilih sebagai pemenang lelang.

M.Nuh memang bukan siapa-siapa dibanding Warren Tanoesudibyo, anak pengusaha dan pemilik media Harry Tanoesudibyo, yang berusia 19 tahun.

Tapi paling tidak, M.Nuh telah memberikan pembelajaran bagi kita semua, pentingnya Cros chek and balance.

Suhendra Atmaja

Penulis adalah Dosen STIKOM InterStudi Jakarta

 

KabarIkn.Com,Balikpapan- Setelah melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Pandan Sari Jum'at (15/05), kembali Relawan Peduli Covid 19 Kota Balipapan melakukan penyemprotan dilokasi Pasar Klandasan Sabtu (16/05).

Menurut Ketua Relawan Peduli Covid 19 Kota Balikpapan Andi Achmad Mutawally, sesuai dengan jadwal akan melaksanakan penyemprotan dibeberapa pasar tradisional yang tersebar di Balikpapan seperti Pasar Pandan Sari, Pasar Klandasan, Pasar Balikpapan Permai, Pasar KM 4,5, Pasar Manggar dan Pasar Gunung Tembak selama bulan suci ramadan.

Dipilihnya pasar, menurutnya karena sangat berpeluang penyebaran pandemi Covid 19. Apa lagi menjelang hari raya Idul Fitri, volume pengunjung tentunya akan melonjak draktis.

"Untuk beberapa hari ini kami fokus melakukan penyemprotan disinfektan di pasar. Mengingat pasar merupakan salah satu tempat yang banyak dikerumi orang. Apa lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, "ungkap Andi Welly.

Tepat pukul 20.00 WITA Tim Relawan Peduli Covid 19 yang terdiri dari Pol PP, Hipakad, GM FKPPI serta unsur lainnya langsung melakukan aksinya, dengan melakukan penyemprotan disudut-sudut pasar.

Menurut Ketua DPC Hipakad Balikpapan Muhammad Ardani mengatakan akan selalu mendukung kegiatan Relawan Peduli Covid 19 melakukan giat kemanusiaan yakni penyemprotan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.