[Valid RSS]

Pilkada Balikpapan, Mencari Penantang Petahana

Penulis : Danang Agung ( Anggota KAHMI Balikpapan )

KabarIkn.com - Hasil pemilihan legislative (Pileg) 2024 telah berkahir. Khususnya di Balikpapan Parai Golkar (PG) memperoleh kenaikan kursi yang signifikan. Dengan jumlah kursi mencapai lebih 20 persen tersebut, niscaya (PG) akan dapat mengusung jagoannya yakni Rahmad Masúd sang petahana.

Tak bisa dipungkiri dibawah kepemimpinan Rahmad Mas’ud gerbong PG mengalami kenaikan tambahan kursi legislativ. Hal itu menandakan figur-figur partai berjalan. Mesin partai bergerak. Sehingga sangat solid PG akan mengusung kembali Rahmad Masúd untuk maju pada Pilkada 2024.

Yang menjadi bahan diskusi saat ini, apakah partai politik lain yang telah medudukkan calon legislativ baru atau lama akan ada yang siap untuk menjadi lawan Petahana. Atau ada figur-figur profesional lain dari luar Parpol.

Jika 2020 lalu, sengaja atau tidak, Rahmad Masúd dengan PG nya menciptakan kotak kosong sebagai lawan tandingnya di kotak suara. Parpol lainnya seolah-olah tak berdaya menghadapi strategi yang dilakukan Rahmad Masúd, semua Parpol hamper merapat kepadanya. Apakah kali ini akan serupa peristiwa itu terjadi?

Sangat disyangkan, jika sebuah Parpol yang seharusnya menjadi wahana bagi figur-figur membentuk jiwa kepemimpinan yang akan memperjuangkan rakyat tak memiliki figur mempuni. Parpol hanya menjadi aksesoris kendaraan yang perjual belikan mengusung figur partai lainya. 

Parpol hanya sebagai pengekor bagi figur dan partai lain. Parpol adalah jati diri bagi kader-kadernya. Sehingga sekecil apapun dan seberat apapun tantangan dalam Pilkada, Parpol dan kadernya harus tetap befrjuang menghadirkan seorang figur.

Jika pun Parpol tidak memiiki kader terbaik, mereka bisa melirik tokoh-tokoh profesional. Sehingga memberi ruang bagi figur diluar Parpol untuk diberi kesempatan berlaga dipentas Pilkada. Figur profesional perlu mendapat tempat pula untuk bisa memberikan kiprah menghadapi calon yang berlaga di Pilkada melalui jalur Parpol.

Memang ada Jalur independen tapi amat rumit prosesnya dan melelahkan, perlu lobi-lobi dan kolaborasi selain sesama Parpol juga pihak diluar Parpol. 

Penulis ingin menyampaikan, Pilkada adalah proses perseteruan gagasan dan ide untuk menarik simpati masyarakat. Ada visi dan misi yang ditawarkan untuk didiskusikan, apa yang akan dilakukan untuk perbaikan Balikpapan. 

Jika hanya melawan kotak kosong yang memang tak ada gagasn dan idenya, naif sekali buat demokrasi Kota ini. Ada ratusan ribu masyarakat Balikpapan, mengapa hanya sepasang calon pemimpin yang siap menjalankan roda pemerintahan Balikpapan ini.

Yang pasti Pilkada Balikpapan 2024 sedang berjalan. Setiap Parpol sedang mengelus figur-figur terbaiknya. Sehingga penulis yakin Pilkada kali ini akan ada Panantang sang Petahana.